Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.


Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak
    Pada dasarnya dilihat dari aspek psikologis penyelenggaraan pendidikan, khususnya mengenai pembelajaran, para ahli mengemukakan ada empat pandangan yang dapat digunakan untuk mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak dalam belaar yaitu (Syaiful Sagala, 2010:94) ;
    1. Pandangan Nativisme
    Tokoh aliran ini bernama Arthur Schopenhauer 91788 – 1860) seorang filosof dari Jerman. Aliran Nativisme konon dijuluki sebagai aliran pesimistis karena berkeyakinan bahwa manusia itu ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Dalam ilmu pendidikan pandangan seperti ini disebut “pesimisme pedagogis”. Seorang ahli yang bernama Noam A. Chomsky (ahli linguistik) beranggapan bahwa perkembangan penguasaan bahasa pada manusia tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh proses belajar, tetapi juga oleh adanya “biological predisposition” (kecenderungan biologis) yang dibawa sejak lahir. Namun demikian, Chomsky tidak mematikan sama sekali peranan belajar dan pengalaman berbahasa, juga lingkungan tetapi pembawaan bertata bahasa jauh lebih besar bagi perkembangan manusia.2. Pandangan Naturalisme
    Pandangan Naturalisme di pelopori oleh filusuf Prancis J.J.Rousseau (1712-1778). Berbeda dengan Schopenhauer, Rousseau berpendapat bahwa semua anak yang beru lahir mempunyai pembawaan Baik dan tidak seorangpun yang lahir dengan pembawaan buruk. Pembawaan baik akan menjadi rusak karena dipengaruhi oleh lingkungan atau budaya manusia itu sendiri. Dia juga berpendapat bahwa pendidikan orang dewasa malah merusak pembawaan anak yang baik tersebut.
    Pandangan Naturalisme tidak memandang penting pendidikan, aliran ini disebut juga “Negativisme”. Rousseau ingin menjauhkan anak dari segala keburukan yang dibuat-buat (artificial) sehingga kebaikan anak yang diperoleh secara alamiah sejak kelahiran itu dapat tampak secara spontan dan bebas. Ia mengusulkan perlunya permainan bebas kepada anak didik untuk mengembangkan pembawaannya, kemampuannya dan kecenderungannya. Pendidik sendiri harus dijauhkan dari perkembangan anak hal itu berarti dapat menjauhkan anak dari sifat dibuat-buat dan dapat membawa anak kembali ke alam untuk mempertahankan segala yang baik.
    Menurut pandangan naturalis :
    a. Semua orang yang normal berpotensi menjadi orang yang hebat
    b. Manusia sebagai satu kepribadian yang utuh, jiwa manusia ada tiga aspek yaitu Afektif, Kognitif dan Psiikomotor
    c. Belajar adalah Membiarkan anak tumbuh dan berkembang dengan sendirinya secara alamiah dan jangan diapa-apakan.
    3. Pandangan Empirisme
    Tokoh utama aliran ini adalah John Locke (1632 – 1704) nama asli aliran ini adalah “The School of British Empirisem” (aliran empirisme Inggris). Namun aliranini lebih bepengaruh terhadap para pemikir Amerika Serikat, sehingag melahirkan aliran filsafat yang bernama “Anvironmendalisme” (aliran lingungan) dan aliran psikologi yang bernama “environmental psycology” (Psikologi lingkungan yang relatif masih baru.
    Doktrin aliran empirisme yang amat masyhur adalah “tabularasa” sebuah istilah bahasa latin yang berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong (blank slate/blank tabel). Doktrin tabuh rasa menekankan arti penting pengalaman, lingkungan dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya. Dalam hal ini, para penganut empirisme menganggap setiap anak lahir seperti tabuka rasa, hendak menjadi apa seorang anak kelak bergantung pada pengalaman / lingkungan yang mendidiknya.4. Pandangan Konvergensi
    Aliran ini merupakan gabungan antara aliran nativisme dengan aliran empirisme. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Tokoh utam aliran ini bernama Louis William Stern (1871 – 1938), seorang filosof psikolog Jerman.
    Dalam menetapkan faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia, aliran ini tidak hanya berpegang pada lingkungan/pengalaman kedua faktor yang sama pentingnya itu, faktor pembawaan tidak berarti apa-apa jika tanpa pengalaman. Demikian pula sebaliknya, faktor pengalaman tanpa faktor bakat pembawaan tak akan mampu mengembangkan manusia yang sesuai dengan harapan.
    Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku individu, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan segala sifat dan kecakapan yang dimiliki individu dalam perkembangannya, yang diperoleh dari hasil keturunan atau karena interaksi keturunan dengan lingkungan sedangkan faktor eksternal merupakan segala hal yang diterima individu dari lingkungannya.
    Ada dua faktor yang mempengaruhi perilaku individu :
    a. Faktor keturunan
    Keturunan, pembawaan, atau hereditas merupakan segala ciri, sifat, potensi dna kemampuan yang dimiliki individu yang dibawa kedua orang tuanya. Individu memulai kehidupannya sejak masa konsepsi, yaitu masa terjadi pertemuan antara kedua sel tersebut, berlangsunglah proses penurunan sifat. Hal-hal yang diturunkan pada masa konsepsi barulah berupa potensi-potensi, bakal-bakal sesuatu atau sesuatu yang masih perlu dikembangkan. Pengembangan dari potensi atau bakal-bakal tersebut tidak bisa berlangsung dalam ruang lamma, tetapi selalu terjadi dalam sesuatu ruang atau lingkungan.
    Ada dua kategori sifat yang dimiliki individu yaitu sifat yang menetap (permanent state) dan sifat yang bisa berubah (temporary state). Sifat-sifat yang menetap itulah yang dipandang sebagai pembawaan atau keturunan, seperti warna kulit, rambut, bentuk hidung, mata telinga, dan lain-lain. Sedangkan sifat yang bisa berubah seperti penakut, pemberani, periang dan lain-lain masih diragukan sebagai faktor pembawaan, karena kemungkinan besar masih bisa diubah oleh faktor lingkungan.
    b. Faktor lingkungan
    Lingkungan alam dan geografis dimana individu bertempat tinggal mempengaruhi perkembangan dna perilaku individu. Perilaku yang diperlihatkan oleh individu bukan sesuatu yang dilakukan sendiri tetapi selalu dalam interaksinya dengan lingkungan. Demikian juga dengan sifat dan kecakapan-kecakapan yang dimiliki individu sebagian besar diperoleh melalui hubungannya dengan lingkungan.
    Perkembangan dan perilaku individu juga dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi, yaitu lingkungan yang berkenaan dengan cara-cara manusia mengatur dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini, lingkungan budaya juga berpengaruh. Lingkungan budaya merupakan lingkungan yang berkenaan dengansegala hasil kreasi manusia, baik hasil kreasi yang konkrit maupun abstrak, berupa benda, ilmu pengetahuan, teknologi ataupun aturan-aturan, lembaga-lembaga serta adat istiadat dan lain-lain.
    Lingkungan lain yang tak kalah penting adalah lingkungan politik dan keamanan. Lingkungan politik berkenaan dengan bagaimana cara manusia membagi dan mengatur kekuasaan atas manusia yang lainnya. Lingkungan keamanan berkenaan dengan situasi ketentraman dan keterlindungan manusia dari ancaman dan gangguan-gangguan, baik dari sesama manusia, binatang maupun alam.

    Poerwadarminta, W.J.S. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: BalaiPustaka
    Mustaqim, Abdul Wahib, 2003, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta
    Syaiful Sagala, 2010, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung : Alfabeta
    Tutik Hartati, 2003, Biologi 2 SMP, Erlangga : Surabaya

    Baca Juga:

    • kata pengantar laporan
    • makalah tentang kabut asap
    • contoh surat permohonan cuti akademik
    • soal dan jawaban tentang ham kelas xi
    • jaga hati kamu buat aku
    • makalah fisika tentang dinamika
    • ptk bimbingan konseling sma
    • contoh arkais
    • pengertian makalah kebutuhan manusia akan pedoman hidup
    • proses menyimak
    • makalah koloid
    • makna setiap bait syair nyanyian anak
    • skripsi bk
    • pertanyaan pelajaran pkn

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

cari di kotak pencarian ini