Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan

    Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan

    Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan
    Lembaga pendidikan formal atau sekolah sebagai suatu subsistem dari sistem sosial saling mempengaruhi dengan sistem sosial tersebut. Jika terjadi perubahan dalam sistem sosial maka terjadi pula perubahan dalam lembaga pendidikan. Sebagai contoh bila dalam masyarakat dibutuhkan seorang ahli atau orang yang mempunyai keterampilan dalam bidang komputer, maka lembaga pendidikan akan mengadakan program pendidikan dalam bidang komputer. Jadi jelaslah bahwa hubungan antara lembaga pendidikan sangat erat dengan sistem sosial. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam lembaga pendidikan formal seperti sekolah dapat diciptakan inovasi-inovasi baru dalam setiap komponennya. Inovasi ini harus disebarkan agar terjadi perubahan sosial. Usaha penyebaran inovasi ini bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Ada kalanya inovasi cepat diterima oleh masyarakat, terkadang sulit untuk diterima.
    Oleh karena itu keberhasilan suatu inovasi ditentukan oleh banyak faktor. Di bawah ini merupakan enam faktor utama penghambat inovasi yang dikemukakan oleh Ibrahim, antara lain:
    1. Estimasi tidak tepat terhadap inovasi
    Hambatan yang disebabkan oleh tidak tepatnya perencanaan atau estimasi dalam proses difusi inovasi antara lain, tidak tepat dalam mempertimbangkan implementasi inovasi, kurang adanya kerja sama antarpelaksana inovasi, tidak adanya persamaan pendapat tentang tujuan yang akan dicapai, tidak jelas struktur pengambilan keputusan, komunikasi yang tidak lancar, adanya tekanan dari pemerintah untuk mempercepat hasil inovasi dalam waktu yang sangat singkat.
    Oleh karena itu para pelaksana inovasi agar benar-benar merencanakan dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada tempat yang menjadi sasaran inovasi.
    2. Konflik dan motivasi
    Hambatan ini diakibatkan karena adanya masalah-masalah pribadi, seperti adanya pertentangan antaranggota tim, adanya rasa iri antara anggota yang satu dengan yang lain, ada anggota tim yang tidak semangat kerja, pimpinan yang terlalu kaku dan berpandangan sempit, kurang adanya penguatan/ hadiah terhadap anggota yang melaksanakan tugas dengan baik.
    3. Inovasi tidak berkembang
    Inovasi tidak berkembang karena hal-hal seperti, lambatnya material yang diterima, alokasi dana yang tidak tepat, terjadi inflasi, pergantian pengurus yang terlalu cepat sehingga mengganggu kontinuitas tugas.
    4. Masalah keuangan
    Yang termasuk dalam hambatan keuangan yaitu tidak memadainya dana dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat, kondisi perekonomian secara nasional dan penundaan penyampaian dana. Oleh karena itu dituntut kemampuan untuk mencari sumber-sumber dana lain yang akan digunakan untuk pembiayaan pelaksanaan inovasi.
    5. Penolakan inovasi dari kelompok tertentu
    Penolakan inovasi yang dimaksud bukan penolakan karena kurang dana atau masalah personalia, tetapi penolakan masuknya inovasi karena beberapa faktor berikut, yaitu adanya pertentangan dalam memandang inovasi, adanya kecurigaan masyarakat akan masuknya inovasi tersebut.
    6. Kurang adanya hubungan sosial
    Faktor terakhir ini terdiri dari dua hal, yaitu hubungan antaranggota kelompok pelaksana inovasi dan hubungan dengan masyarakat. Hal ini disebabkan karena adanya ketidakharmonisan antaranggota proyek inovasi.
    Selain faktor-faktor utama penghambat inovasi tersebut di atas ada faktor lain yang menghambat inovasi dalam bidang pendidikan, faktor tersebut adalah:
    1. Faktor kegiatan pembelajaran
    Kegiatan belajar-mengajar adalah suatu kegiatan yang berlangsung selama kegiatan pengajaran terjadi. Dalam kegiatan belajar-mengajar ini terjadi interaksi antara guru dan siswa. Keberhasilan kegiatan belajar-mengajar ditentukan oleh pribadi guru dan pribadi siswa itu sendiri.
    Sebagai contoh penggunaan internet sebagai salah satu inovasi pendidikan akan sulit diterapkan bila pribadi guru tidak dapat menerima penggunaan internet tersebut.
    2. Faktor Internal dan Ekternal
    Faktor internal yang dimaksud di sini adalah siswa. Siswa mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam proses penerimaan inovasi pendidikan karena dalam kegiatan pembelajaran tujuan yang akan dicapai adalah perubahan tingkah laku siswa. Jadi dalam membuat keputusan untuk melaksanakan inovasi dalam bidang pendidikan perlu memperhatikan siswa.
    Faktor eksternal yang mempengaruhi proses inovasi pendidikan adalah orang tua siswa. Peran orang tua sebagai pendukung siswa baik moral maupun penyedia dana bagi siswa/anaknya. Bila orang tua tidak memberikan dukungan bagi kegiatan pendidikan anaknya, maka kegiatan pembelajaran akan terhambat, dengan terhambatnya kegiatan pembelajaran ini maka kegiatan inovasi yang telah direncanakan akan terhambat pula.
    Faktor internal dan eksternal lain yang mempengaruhi proses penerimaan inovasi adalah, guru, administrator, konselor yang terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Ada pula ahli-ahli lain yang terlibat tidak secara langsung dalam kegiatan pembelajaran ini seperti, penilik, pengawas, konsultan dan juga pengusaha yang membantu dalam pengadaan fasilitas sekolah.
    3. Sistem Pendidikan
    Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia diatur dengan undang-undang yang diatur oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.
    Dalam undang-undang tersebut diatur tentang kurikulum, jenjang, jam belajar sampai pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Jadi guru dan siswa tidak dapat berbuat semau mereka. Dengan adanya aturan-aturan tersebut tentu saja kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik, akan tetapi dapat saja terjadi bahwa guru atau siswa merasa terkekang dengan adanya aturan tersebut. Guru atau siswa menjadi tidak bergairah untuk belajar, sehingga peran mereka sebagai pendidik dan peserta didik tidak optimal. Siswa tidak mempunyai motivasi untuk menerima pelajaran. Hal ini akan berdampak buruk terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Begitu pula dengan guru yang tidak mempunyai motivasi dalam mengajar, ia datang tidak tepat waktu, memberi materi pelajaran seperlunya saja, membiarkan kelas kosong, merasa apatis terhadap tugas karena tidak diberikan kewenangan secara penuh dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan tugasnya, akan sangat mempengaruhi kegiatan pembelajaran. Bila kegiatan pembelajaran terganggu maka kegiatan inovasi pun ikut terganggu.
    Selain hambatan-hambatan yang telah dijelaskan di atas, dari penelitian beberapa ahli ditemukan beberapa hambatan dalam penyebaran inovasi, yaitu:
    1. Hambatan geografi
    Indonesia sebagai negara kepulauan tentu saja merupakan tantangan dalam penyebaran inovasi. Hambatan geografis mencakup jarak yang jauh, transportasi yang kurang lancar, daerah yang terisolir, keadaan iklim yang tidak mendukung. Oleh karena itu dalam perencanaan inovasi perlu dipertimbangkan kondisi geografis dan sarana transportasi.
    2. Hambatan sejarah
    Hambatan sejarah, meliputi hal-hal peraturan-peraturan yang diwariskan oleh kolonial, tradisi yang bertentangan dengan inovasi.
    3. Hambatan ekonomi
    Hambatan ekonomi meliputi ketersediaannya dana dari pemerintah dan pengaruh adanya inflasi. Dari data hasil penelitian, pelaksanaan inovasi kurang memperhitungkan perencanaan penggunaan dana dan kurang memperhitungkan adanya inflasi.
    4. Hambatan prosedur
    Seperti kurang terampilnya tenaga pelaksana inovasi, kurang koordinasi antarbagian pelaksana inovasi, tidak cukup persediaan material yang digunakan.
    5. Hambatan personal
    Yaitu kurang adanya penguatan (hadiah) bagi penerima dan pemakai inovasi, orang yang memegang peranan penting dalam penyebaran inovasi tidak terbuka, sikap kaku dan pengetahuan yang sempit dari orang-orang yang melaksanakan inovasi serta adanya pertentangan pribadi antarpelaksana proyek inovasi.
    6. Hambatan sosial budaya
    Hambatan sosial budaya dianggap penting, karena adanya pertentangan ideologi tentang proyek inovasi. Yang termasuk dalam hambatan sosial budaya yaitu kurang adanya tukar pikiran, perbedaan budaya dan kurang harmonisnya hubungan antara pelaksana dengan penerima inovasi.
    7. Hambatan Politik
    Yang merupakan peringkat terendah dari berbagai aspek penghambat inovasi. Yang termasuk dalam hambatan politik ialah kurangnya hubungan baik dengan pimpinan politik, adanya pergantian pemerintah sehingga berpengaruh pada kontinuitas inovasi, adanya keberatan dari pemerintah terhadap pelaksanaan inovasi dan kurangnya pengertian dan perhatian dari pemerintah akan pelaksanaan inovasi.

    Baca Juga :

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Faktor yang Mempengaruhi Pembaharuan Pendidikan

cari di kotak pencarian ini