Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya jika anda membaca dengan saksama, sehingga apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil posting di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], jika tidak salah talas di bawah posting artikel [untuk tampilan handphone / smartphone atau sejenisnya] dan sisi kanan [untuk tampilan via desktop / PC / Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil pencarian blog ini bisa memudahkan anda dalam mengeksplorasi isi dari ini. jebidal.com blog selamat berselancar

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi

  • Hadits Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Hadits Tentang Perdagangan
  • Larangan Korupsi dan Kolusi
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi.
    >
    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi

    Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi

    hadits tentang larangan korupsi dan kolusi,hadis tentang larangan kolusi dan korupsi,larangan korupsi dan kolusi dalam islam,hadits tentang korupsi dan suap,hadits tentang korupsi kolusi dan nepotisme,hadits tentang kolusi,hadits tentang larangan menimbun dan monopoli,ayat yang berkaitan dengan korupsi,dalil tentang korupsi dan suap,hadits tentang larangan korupsi,hadits larangan korupsi,hadis tentang korupsi,hadits larangan korupsi dan kolusi,makalah hadits tentang larangan korupsi dan kolusi,hadits tentang korupsi dan kolusi,larangan korupsi,hadis larangan korupsi,kolusi korupsi dan nepotisme,larangan korupsi dalam islam,hadits korupsi,dalil korupsi dalam islam,makalah korupsi kolusi nepotisme,dilarang korupsi,ayat yang berkaitan dengan korupsi,hadist tentang korupsi,dalil korupsi,ayat alquran tentang korupsi,hadits tentang korupsi dan suap,larangan korupsi dan kolusi,hadits tentang korupsi,dalil tentang korupsi dan suap,contoh soal tentang korupsi beserta jawabannya,hadis korupsi

    hadits tentang larangan korupsi dan kolusi,hadis tentang larangan kolusi dan korupsi,larangan korupsi dan kolusi dalam islam,hadits tentang korupsi dan suap,hadits tentang korupsi kolusi dan nepotisme,hadits tentang kolusi,hadits tentang larangan menimbun dan monopoli,ayat yang berkaitan dengan korupsi,dalil tentang korupsi dan suap,hadits tentang larangan korupsi,hadits larangan korupsi,hadis tentang korupsi,hadits larangan korupsi dan kolusi,makalah hadits tentang larangan korupsi dan kolusi,hadits tentang korupsi dan kolusi,larangan korupsi,hadis larangan korupsi,kolusi korupsi dan nepotisme,larangan korupsi dalam islam,hadits korupsi,dalil korupsi dalam islam,makalah korupsi kolusi nepotisme,dilarang korupsi,ayat yang berkaitan dengan korupsi,hadist tentang korupsi,dalil korupsi,ayat alquran tentang korupsi,hadits tentang korupsi dan suap,larangan korupsi dan kolusi,hadits tentang korupsi,dalil tentang korupsi dan suap,contoh soal tentang korupsi beserta jawabannya,hadis korupsi

    LARANGAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME

     

     Baca Juga : Hadits Tentang Perdagangan – Contoh Makalah – jebidal.com

    1. HADIST TENTANG LARANGAN KORUPSI,KOLUSI DAN NEPOTISME
    2. Larangan Menyuap (BM: 1424)

     

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: لَعَنَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ فِي اَلْحُكْمِ. ﴿رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ، وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيّ، وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ﴾

    Dari Abū Hurairah rađiyaLlāhu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah şallaLlāhu ‘alaihi wasallam melaknati penyuap dan yang disuap dalam masalah hukum. (Sunan At-Tirmiżiy ĥadīś no. 1256)[1]

     

    Hadits lainya yang menyangkut tentang larangan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ialah:

    عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهُ وَسَلَّمَ اَلْرَّاشِيَ وَالْمُرْ تَشِيَ وَالرَّائِشَ يَعْنِى اَلَّذِيْ يَمْشِيْ بَيْنَهُمَا

    “ Dari tsaubana berkata: rasulullah melaknat orang-orang yang menyuap dan orang-orang yang disuap, dan juga orang yang menjadi perantara diantara keduanya.” [HR. Ahmad] [Nailul Authar 4: 276].

    1. Biografi Perawi

     

    Abu Hurairah r.a. dilahirkan 19 tahun sebelum Hijrah. Nama sebenar beliau sebelum memeluk agama Islam tidaklah diketahui dengan jelas, tetapi pendapat yang mashyur adalah Abd Syams.Nama Islamnya adalah Abd al-Rahman. Beliau berasal dari qabilah al-Dusi di Yaman. Abu Hurairah r.a. memeluk Islam pada tahun 7 Hijrah ketika Rasulullah S.A.W. berangkat menuju ke Khaibar.

    Abu Hurairah r.a. adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi S.A.W. Ia dikenal sebagai salah seorang ahli shuffah, yaitu orang-orang miskin atau orang yang sedang menuntut ilmu yang tinggal di halaman masjid. Beliau begitu rapat dengan Nabi S.A.W., sehingga baginda selalu menyuruh Abu Hurairah r.a. untuk mengumpulkan ahli shuffah, jika ada makanan yang hendak dibagikan.

    Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad, yaitu sebanyak 5.374 hadits. Pada tahun 678 atau tahun 59 H, Abu Hurairah jatuh sakit, meninggal di Madinah, dan dimakamkan di Baqi’.[2]

    1. Penjelasan Hadist

    Korupsi adalah suatu jenis perampasan terhadap harta kekayaan rakyat dan negara dengan cara memanfaatkan jabatan demi memperkaya diri. Dibantah atau tidak, korupsi memang dirasakan keberadaannya oleh masyarakat. Ibarat penyakit, korupsi dikatakan telah menyebar luas ke seantero negeri. Terlepas dari itu semua, korupsi apa pun jenisnya merupakan perbuatan yang haram.

    Menyuap dalam masalah hukum adalah memberikan sesuatu, baik berupa uang maupun lainnya kepada petugas hukum agar terlepas dari ancaman hukum atau mendapat hukuman ringan.

    Perbuatan seperti itu sangat dilarang dalam islam dan disepakati oleh para ulama sebagai perbuatan haram. Harta yang diterima dari hasil menyuap tersebut tergolong dalam harta yang diperoleh melalui jalan batil.  Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 188 yang artinya:

    “Dan janganlah sebagian kamu memakan sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, (janganlah kamu) membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian pada harta benda orang lain dengan (jalan) berbuat dosa, padahal kamu mengetahui.” (Q.Surat Al-Baqarah:188)

    Suap menyuap sangat berbahaya bagi Masyarakat karena akan merusak berbagai tatanan yang ada dalam Masyarakat, dan menyebabkan terjadinya kecerobohan dan kesalahan dalam menetapkan ketetapan hukum sehingga  hukum dapat dipermainkan dengan uang. Akibatnya, terjadi kekacauan dan ketidak adilan. Dengan suap, banyak pelanggar yang seharusnya mendapat hukuman berat justru mendapatkan hukuman yang ringan , bahkan lolos dari jeratan hukum. Sebaliknya, banyak pelanggar hukuman kecil, yang dilakukan oleh orang kecil mendapat hukuman yang sangat berat karena tidak dapat menyuap para Hakim. Tak heran bila seorang pujangga sebagaimana dikutip oleh Yusuf Qardawy, menyindir Suap-menyuap dengan kata-katanya:

    Jika Anda tidak dapat mendapat sesuatu

    Yang Anda butuhkan

    Sedangkan Anda Sangat menginginkan

    Maka kirimlah juru damai

    Dan janganlah pesan apa-apa

    Juru damai itu adalah uang

    Bagaimanapun juga, seorang hakim yang telah mendapatkan uang suap tidak mungkin dapat berbuat adil. Ia akan membolak-balikan supremasi hukum. Apalagi kalau perundang-undangan yang digunakannya merupakan hasil perbuatan manusia, maka mudah sekali baginya untuk mengutak-atiknya sesuai dengan kehendaknya. Kalau kejadian tersebut terus berlangsung, maka lama-kelamaan masyarakat terutama golongan kecil tidak akan percaya lagi kepada penegak hukum karena selalu menjadi pihak yang dirugikan.

    Islam melarang perbuatan tersebut, bahkan menggolongkannya sebagai salah satu dosa besar, yang dilaknat oleh Allah dan RasulNya. Karena perbuatan tersebut tidak hanya melecehkan hukum, tetapi lebih jauh lagi melecehkan hak seseorang untuk mendapatkan perlakuan yang sama di depan hukum. Oleh karena itu, seorang hakim hendaklah tidak menerima pemberian apapun dari pihak manapun selain gajinya sebagai hakim.

    Untuk mengurangi perbuatan suap-menyuap dalam masalah hukum, jabatan seorang hakim harus diberikan kepada mereka yang berkecukupan, daripada dijabat oleh mereka yang hidupnya serba kekurangan karena kemiskinan seorang hakim akan mudah membawa dirinya untuk berusaha mendapatkan sesuatu yang bukan haknya.

    Contohnya dalam penerimaan tenaga kerja. Jika didasarkan pada besarnya uang suap, bukan pada profesionalisme dan kemampuan, hal ini diyakini akan merusak kualitas dan kuantitas hasil kerja, bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa pekerja tersebut tidak mampu melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, sehingga akan merugikan rakyat.

    Begitu pula suatu proyek atau tender yang didapatkan melalui uang suap, maka pemenang tender akan mengerjakan proyeknya tidak sesuai program atau rencana sebagaimana yang ada dalam gambar, tetapi mengurangi kualitasnya agar uang yang dipakai untuk menyuap dapat tertutupi dan ia tidak merugi, sehingga tidak jarang hasil pekerjaan mereka tidak tahan lama atau cepat rusak, seperti banyak jalan dan jembatan yang seharusnya kuat 10 tahun, tetapi baru lima tahun saja telah rusak.

    Dengan demikian, kapan dan dimana saja, suap akan meyebabkan kerugian bagi masyarakat banyak. Dengan demikian, larangan Islam untuk menjahui suap tidak lain agar manusia terhindar dari kerusakan dan kebinasaan di dunia dan siksa allah SWT. kelak di akhirat.

    Sangat disayangkan, suap-menyuap dewasa ini seperti sudah menjadi penyakit menahun yang sangat sulit untuk disembuhkan, bahkan disinyalir sudah membudaya. Segala aktivitas, baik yang berskala kecil maupun besar tidak terlepas dari suap-menyuap. Dengan kata lain, sebagaimana diungkapkan oleh beberapa tokoh:

    1. Ibnu Malik, masyarakat telah melahirkan budaya yang tadinyamunkar (tidak dibenarkan) dapat menjadi ma’ruf (dikenal dan dinilai baik) apabila berulang-ulang dilakukan banyak orang. Yang ma’ruf pun dapat menjadi munkar bila tidak lagi dilakukan orang.
    2. Muhammad Ibn Ismail Al-Kahlany, suap dibolehkan dalam rangka memperoleh sesuatu yang menjadi haknya atau untuk mencegah dari kezaliman, baik yang akan menimpa dirinya maupun keluarganya. Hal itu didasarkan pada pendapat sebagaian tabi’in bahwa boleh melakukan suap jika takut tertimpa zalim, baik terhadap dirinya maupun keluarganya.
    3. Imam Asy-Syaukani, sesungguhnya keharaman suap adalah mutlak dan tidaknamun demikian, dalam Islam ada kaidah :

    (kemadaratan membolehkan sesuatu yang membahayakan).

    Dengan demikian, jika tidak ada jalan lain bagi seseorang untuk menjaga dirinya dari kerusakan kecuali dengan melakukan suap, ia boleh melakukannya.

    Menurut M. Qurais Shihab, argumen para ulama di atas tidaklah jelas, tetapi tampaknya keadaan ketika itu mirip dengan keadaan pada masa sekarang. Tampaknya saat itu budaya sogok-menyogok telah menjamur, sehingga menyulitkan penuntut hak untuk memperoleh haknya maka lahirlah pendapat yang membolehkan tadi.

    Akan tetapi, menurutnya, Asy-Syaukani mengingatkan bahwa pada dasarnya agama tidak membolehkan pemberian dan penerimaan sesuatu dari sesorang, kecuali dengan hati yang tulus. Tetapi Apakah mereka yang memberi pelicin itu tulus? Dan tidakkah sikap tersebut semakin menumbuh suburkan praktek suap-menyuap dalam masyarakat? Bukankah dengan memberi walaupun dengan dalih meraih hak yang sah, seseorang telah membantu si penerima untuk memperoleh sesuatu yang haram dan terkutuk. Dengan demikian, si pemberi  sedikit ataupun banyak menurutnya, telah pula menerima saksi keharaman dan kutukan atas suap-menyuap tersebut.[3]

    4.Pengertian Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

     

    1. Pengertian Korupsi

    Kata korupsi berasal dari bahasa Inggris yaitu Corrupt yang secara harfiah berarti disuap, jahat, buruk, curang, atau merusak. Di dalam kamus bahasa Indonesia, korupsi berarti perbuatan busuk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan lain sebagainya.

    Istilah ini kemudian dikaitkan dengan perilaku jahat, buruk atau curang dalam hal keuangan dimana individu berbuat curang ketika mengelola uang milik bersama. Oleh karena itulah maka korupsi adalah merupakan pemanfaatan dana publik yang seharusnya untuk kepentingan umum dipakai secara tidak sah untuk memenuhi kebutuhan peribadi.

    Istilah korupsi ini telah menjadi sebuah istilah yang sangat akrab di telinga kita, baik dalam kehidupan kita sebagai ummat, sebagai bangsa maupun sebagai negara. Bahkan saking akrabnya istilah ini dengan kita, pekerjaan korupsi sudah menjadi suatu yang lumrah dan biasa dalam perilaku sehari-hari, akibatnya yang melakukan korupsi kita anggap biasa-biasa saja, dan bahkan akan dijunjung setinggi langit manakala uang yang dikorupsi itu disumbangkan untuk kepentingan sosial, baik sosial keagamaan maupun soisial kemasyarakatan. Padahal kita semua tahu dan sadar bahwa yang menyebabkan keterpurukan bangsa dan negara ini ke jurang kehancuran adalah disebabkan peraktek korupsi yang dilakukan oleh seuruh lapisan masyarakat, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi, baik secara perorangan maupun secara berjamaah. Kitapun tidak pernah menolak sumbangan orang untuk kegiatan sosial yang bersumber dari korupsi, sikap kita justru sebaliknya.[4]

    1. Pengertian Kolusi

    Kata kolusi berasal dari bahasa Inggris, yaitu Collution; artinya kerjasama rahasia untuk maksud tidak terpuji, persekongkolan.

    Kolusi dalam kamus besar adalah keja sama secara diam-diam untuk maksud tidak terpuji. Tindakan kolusi biasanya tidak terlepas dari budaya suap-menyuap (risywah) yang sudah sangat kita kenal di lingkungan budaya birokrasi dan telah memasuki sistem jaringan yang amat luas dalam masyarakat umum.[5]

     

    .                                     c.  Pengertian Nepotisme

    Kata nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang berarti“keponakan” atau “cucu”. Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya.

    Dengan demikian  Nepotisme adalah suatu sikap atau tindakan seorang pemimpin yang lebih mendahulukan keluarga dan sanak famili dalam memberikan jabatan dan yang lain, baik dalam birokrasi pemerintahan maupun dalam manajemen perusahaan swasta. Hal ini sesuai dengan teori ‘ashobiyah yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun. Oleh karena itu, sangat wajar jika seorang pemimpin pemerintahan atau perusahaan swasta atau yang lain, lebih senang memberikan jabatan-jabatan strategis kepada keluarga atau orang yang disenanginya serta lebih mementingkan dan mengutamakan mereka dalam segala hal dibanding dengan orang lain yang tidak mempunyai ikatan apa-apa. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

    1. Kerabat memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap pekerjaannya     dibandingkan dengan orang lain
    2.  Keluarga menaruh perhatian dan minat yang lebih besar dibandingkandengan orang lain
    3. Keluarga memiliki loyalitas dan kehandalan (dependability) yang lebihtinggi dibandingkan dengan orang lain
    4. Jika keluarga yang diberi jabatan tertentu mampu melaksanakan tugas dan tanggung  jawab dengan baik, maka akan mendorong semangat kerja oran glain.

    Sepanjang keluarga atau orang yang disenanginya mempunyai kemampuan dan profesionalisme serta bersifat amanah dalam memegang jabatanyang diberikan kepadanya, maka tidak ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan.Permasalahannya adalah, bagaimana jika keluarga atau famili atau orang lain yangdisenanginya itu tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme, atau tidak  bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya.

    Menurut ajaran Islam, seorang pemimpin tidak boleh memberikan jabatan apalagi jabatan yang sangat strategis kepada seseorang semata-mata atas dasar pertimbangan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan, padahal yang bersangkutan tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme, atau tidak  bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya, atau ada orang lain yang lebih berhak dari padanya. Sebagaimana telah disabdakan olehRasulullah dalam hadits shahih riwayat Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak darisahabat Abdullah ibn Abbas, sebagai berikut:

    ”  Barangsiapa memberikan jabatan kepada seseorang semata-mata karena didasarkan atas pertimbangan keluarga, padahal di antara mereka ada orang yang lebih berhak daripada orang tersebut, maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasulullah dan orang-orang yang beriman”.

    Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa nepotisme yang dilarang oleh ajaran Islam adalah nepotisme yang semata-mata didasarkan pada pertimbangan keluarga atau sanak famili dengan tanpa memperhatikan.[6]

    1. Penyebab Terjadinya Korupsi,Kolusi dan Nepotisme
    2. Lemahnya Keyakinan Agama

    Hal ini disebabkan oleh karena pelaksanaan ajaran agama itu tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sekaligus tidak mendalami makna yang terkandung dalam ibadah itu. Akibatnya ibadah yang dilaksanakan baru sebatas ibadah ritual ceremonial, belum menjalankan ibadah sebagai ibadah ritual dan aktual.

    1. Pemahaman Keagamaan yang keliru

    Pemahaman keagamaan yang keliru yang dimaksudkan di sini adalah adanya satu pemahaman bahwa setiap berbuat satu kebaikan akan diberikan pahalanya tujuh ratus kali lipat pada satu pihak, sebagaimana tercermin dalam Firman Allah SWT :

    Artinya : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di Jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (kurniaNya) lagi Maha Mengetahui.

    Dan adanya pemahaman bahwa berbuat satu kejahatan akan diberikan satu ganjaran / balasan pada pihak yang lain. Kedua pemahaman ini digabungkan menjadi satu dalam hal kejahatan. Akibatnya seseorang berpikir bahwa kalau dia melakukan korupsi Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) akan diberikan dosa sebanyak seratus juta dosa. Untuk itu maka dia berpikir alangkah baiknya uang yang dikorupsi itu disedekahkan sebanyak Rp. 1.000.000,00 (Satu juta rupiah) dan akan mendapatkan pahala sebanyak 700.000.000,00 kebaikan. Dan masih untung sebanyak 600.000.000,00 kebaikan. Padahal dia tidak sadar bahwa uang yang disedekahkan itu harus bersumber dari yang halal, bukan dari yang haram sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :

    Artinya : Tidak diterima sholat seseorang kecuali dalam keadaan suci dan tidak diterima sedekah seseorang yang bersumber dari penipuan.

    Hal ini menunjukkan bahwa adanya pemahaman yang keliru tentang ganjaran pahala dan dosa yang dipahami oleh seseorang, akibatnya dia rajin korupsi dan rajin pula memberikan infaq/shodaqah.

    1. Adanya Kesempatan dan Sistem yang Rapuh

    Seseorang melakukan tindak pidana korupsi salah satunya adalah disebabkan adanya kesempatan dan peluang serta didukung oleh sistem yang sangat kondusif untuk berbuat korupsi. Adanya kesempatan dan peluang itu antara lain adalah dalam bentuk terbukanya kesempatan dan peluang untuk berbuat korupsi karena tidak adanya pengawasan melekat dari atasannya dan terkadang justru atasannya mengharuskan seseorang untuk berbuat korupsi. Atau bisa dalam bentuk sistem penganggaran yang memang mengharuskan seseorang berbuat korupsi seperti diperlukannya uang pelicin untuk menggolkan anggaran kegiatan, atau dalam bentuk lain diperlukannya uang setoran kepada atasan di akhir pelaksanaan kegiatan.

    1. Mentalitas yang rapuh

    Mentalitas ataupun sikap mental yang rapuh adalah disebabkan pengetahuan dan pengamalan agama yang kurang.

    1. Faktor Ekonomi / Gaji Kecil

    Faktor ekonomi / gaji kecil  adalah salah satu faktor penyebab orang melakukan korupsi, sebab bagaimana mungkin seseorang tidak melakukan korupsi, sementara gajinya relatif kecil, kebutuhannya banyak, dan dia mengelola uang, akibatnya untuk mencari tambahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan anak-anak sekolah, maka dicarilah jalan pintas dengan mengambil uang negara secara tidak sah (melawan hukum). Hal ini sepintas kilas dapat dibenarkan, tetapi karena yang melakukannya hampir semua orang yang mempunyai kesempatan dan peluang, maka keuangan negara habis dikorupsi orang-orang tertentu untuk selanjutnya dinikmati oleh orang-orang tertentu pula.

    1. Faktor Budaya

    Adalah sebuah kebiasaan bagi kita orang Indonesia bahwa setiap seseorang menjadi pejabat tinggi dalam sebuah pemerintahan, maka yang bersangkutan akan menjadi sandaran dan tempat bergantung bagi keluarganya, akibatnya dia diharuskan melakukan perbuatan korupsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarganya tersebut, apalagi permintaan akan kebutuhan itu datang dari orang yang sangat berpengaruh bagi dirinya seperti mamak umpamanya. Selain daripada itu dalam budaya kita akan dianggap bodoh seseorang manakala dia tidak mempunyai apa-apa di luar penghasilannya, sementara dia menduduki suatu jabatan penting, akibatnya dipaksa untuk melakukan korupsi.

    1. Penegakan Hukum yang Lemah

    Orang tidak kapok melakukan korupsi secara berulang-ulang, salah satu penyebabnya adalah karena tidak adanya sanksi hukum yang jelas yang diberikan kepada pelaku korupsi, padahal hukuman terhadap mereka telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku, tetapi karena penegakan hukumnya lemah, ditambah dengan aparat penegak hukumnya juga pelaku korupsi, maka pelaku korupsi tadi tidak merasa jera dengan perbuatannya dan bahkan semakin menjadi-jadi, akibatnya menjadi sebuah kebiasaan yang sulit dihindari apalagi untuk dihentikan.

    8 .Hilangnya Rasa Bersalah

    Seorang koruptor tidak merasa bersalah atas perilakunya memakan uang negara, sebab dia merasa bahwa korupsi tidak sama dengan mencuri. Baginya korupsi berbeda dengan mencuri. Orang seperti ini sering berdalih, kalau yang dirugikan itu negara maka negara tidak bisa bersedih apalagi menangis, apalagi saya ini termasuk bahagian dari negara. Kalau yang dicuri uang rakyat, maka rakyat yang mana ? sebab saya sendiri juga adalah rakyat, hal itu berarti bahwa saya juga mencuri uang saya sendiri. Akibatnya para pelaku korupsi itu tidak pernah merasa bersalah atas perbuatannya, padahal kalaulah ia merasa bersalah atas perbuatannya maka besar kemungkinan ia akan mengembalikan uang yang dikorupsinya itu atau minimal dia tidak akan mengulangi lagi perbuatnnya di kemudian hari. Perasaan hilangnya rasa bersalah atau tidak punya rasa malu ini, harus ditumbuh kembangkan lagi, sehingga menjadi bahagian dari hidup ataupun menjadi budaya bangsa. Namun inilah yang sudah hilang dari diri bangsa ini.

    9 .Hilangnya Nilai Kejujuran

     

    1. Adanya Sikap Tamak dan Serakah

    Sikap tamak dan serakah adalah merupakan dua sikap yang sering menjerumuskan ummat manusia ke jurang kehinaan dan keghancuran sebab kedua sikap ini mengantar manusia kepada sikap tidak pernah merasa puas dan tidak pernah merasa cukup sekalipun harta yang telah dimilikinya sudah melimpah ruah.

    11 .Ingin Cepat Kaya, Tanpa Usaha dan Kerja Keras

    Korupsi cepat tumbuh dan berkembang biak dengan pesat adalah disebabkan sikap manusia yang ingin cepat mendapatkan kekayaan, tanpa melalui usaha dan kerja keras, akibatnya korupsi menjadi pilihan utama untuk dilaksanakan, sebab pekerjaan korupsi tidak memerlukan kerja keras dan tidak memerlukan waktu lama. Dalam sekejap seseorang bisa cepat kaya dan mendapat harta yang berlimpah ruah, hanya dengan melakukan korupsi. Korupsi nampaknya menjadi jalan pintas untuk mendapatkan harta kekayaan yang berlimpah, padahal dalam konsep agama Islam, untuk mendapatkan harta kekayaan haruslah melalui kerja keras dan halal.

    12.Terjerat Sifat Materialistik, Kapitalistik dan Hedonistik

    Materialistik, Kapitalistik dan hedonistik adalah tiga sifat yang siap siaga mengantarkan ummat manusia untuk menghalalkan segala macam cara agar mendapatkan harta yang berlimpah. Harta yang berlimpah inipun tidak pernah merasa puas dan cukup, selalu kehausan dan kekurangan setiap saat. Sudah punya mobil satu maka ingin punya mobil dua, sudah punya mobil dua maka iapun berhasrat untuk memiliki tiga dan seterusnya, akibatnya apapun dilakukan untuk mendapatkannya termasuk di dalamnya dengan melakukan korupsi yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat dan negara.

    1. 13. Lemah dan kurangnya control kepemimpinan dalam suatu lembaga.
    2. Cara Menanggulangi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
    3. Meningkatkan Penghayatan Ajaran Agama
    4. Meluruskan Pemahaman Keagamaan
    5. Meningkatkan Mentalitas
    6. Meningkatkan Penghasilan
    7. Meningkatkan Penegakan Hukum.
    8. Menumbuhkan rasa bersalah dan rasa malu.
    9. Menumbuhkan sifat Kejujuran dalam diri.
    10. Menghilangkan Sikap Tamak dan Serakah.
    11. Menumbuhkan budaya kerja keras.
    12. Menghilangkan Sifat Materialistik, Kapitalistik dan Hedonistik.
    1. Dampak Dari Perbuatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
    1. Runtuhnya akhlak, moral, integritas dan religiusitas bangsa.
    2. Runtuhnya nilai-nilai luhur seperti amanah, kejujuran, penghormatan pada eksitensi orang lain dan penghargaan akan hak-hak orang lain.
    3. Runtuhnya perekonomian dan hukum
    4. Meningkatnya kemiskinan
    5. Negara mengalami kerugian finansial
    6. Ketika suatu perkara korupsi tidak mendapat hukuman yang sesuai,dapat mendorong munculnya tindakan korupsi yang lain
    7. Perspektif masyarakat terhadap badan penegak hukum seperti kepolisian menjadi buruk, yang memicu suasana tidak aman
    8. Rakyat akan apatis terhadap pemerintah karena sudah tidak percaya lagi akan omongan pemerintah, yang dapat menyebabkan kegagalan pemilu
    9. Bila kegiatan korupsi, kolusi dan nepotisme dibiarkan terus menerus, dapat memicu perlawanan rakyat yang bisa menumbulkan kerusuhan dan mengacaukan keadaan negara, yang membuat para investor asing enggan menanamkan modalnya di Indonesia.
    10. Menyebabkan hilangnya berkah dari Allah SWT
    11. Menyebabkan siksa neraka.

     

    Hadist Tentang korupsi,Kolusi & Nepotisme

    Contoh Makalah “Hadist Larangan Korupsi,Kolusi,Nepotisme” 

    Dowload Lengkap silahkan Klik disini

    BAB I

    PEDAHULUAN

    1. Latar Belakang

    Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dan Suap (KKN) di Indonesia bukan lagi merupakan sebuah fenomena, melainkan sudah merupakan fakta yang terkenal di mana-mana. Kini, setelah rezim otoriter Orde Baru tumbang, tampak jelas bahwa praktik KKN selama ini terbukti telah menjadi tradisi dan budaya yang keberadaannya meluas, berurat akar dan menggurita dalam masyarakat serta sistem birokrasi Indonesia, mulai dari pusat hingga lapisan kekuasaan yang paling bawah.

    Berbicara tentang korupsi dan kolusi di negeri kita tercinta ini sangat tidak asing dan bahkan sering disorot oleh media masa, seakan korupsi dan kolusi menjadi makanan yang empuk bagi para pejabat baik tingkat daerah maupun nasional. kendati sudah ada institusi negara yang sangat besar yang khusus mengatasi korupsi, namun masih banyak mereka masih tetap tenang untuk makan uang haram ini. Adapun menurut hukum Islam sudah jelas itu hukumnya haram dan banyak hadis-hadis Nabi yang menerangkan tentang hal itu.

    Terdapat banyak ungkapan yang dapat di pakai untuk menggambarkan pengertian korupsi, meskipun tidak seutuhnya benar. Akan tetapi tidak terlalu menjauh dari hakikat dan pengertian korupsi itu sendiri. Ada sebagian yang menggunakan istilah “ikhtilas” untuk menyebutkan prilaku koruptor, meskipun dalam kamus di temukan arti aslinya yaitu mencopet atau merampas harta orang lain. Sementara itu terdapat pengungkapan “Ghulul” dan mengistilahkan “Akhdul Amwal Bil Bathil”, sebagaimana disebutkan oleh al-qur’an dalam surat al-baqarah : 188

    وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقاً مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْأِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

    Artinya:

    “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”

    1. Tujuan Penulisan

    Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:

    • Untuk mempelajari hadis-hadis Nabi yang menerangkan tentang larangan korupsi dan kolusi.
    • Untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang hadis-hadis larangan korupsi dan kolusi.
    • Untuk memenuhi tugas mata kuliah Hadis.
    1. Rumusan Masalah

    Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:

    • Alasan kenapa korupsi dan kolusi diharamkan dalam Islam.
    • Penjelasan tentang diharamkannya menyuap.
    • Larangan bagi para pejabat untuk menerima hadiah.

    BAB II

    PEMBAHASAN

    1. Pengertian Korupsi, Kolusi, Nepotisme
    1. a) Pengertian korupsi

    Kata korupsi berasal dari bahasa inggris , yaitu corruption, yang artinya penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan dan sebagainya, untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

    1. b) Pengertian kolusi

    Kata kolusi berasal dari bahasa inggris , yaitu collution, artinya :  kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji

    1. c) Pengertian nepotisme

    Kata nepotisme berasal dari bahasa inggris, yaitu nepotism, artinya : kecenderungan untuk mengutamakan ( menguntungkan ) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan , pangkat di lingkungan pemerintah, atau tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan.

    Dengan pengertian menurut bahasa tersebut, dapat disimpulkan bahwa Korupsi, Kolusi, Nepotisme adalah tingkah laku, baik dilakukan sendiri atau bersama-sama yang berhubungan dengan dunia pemerintahan yang merugikan rakyat, bangsa dan negara

    Kriteria KKN adalah sebagai berikut :

    • Penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok.
    • Penyelewengan dana, seperti dalam bentuk-bentuk sebagai berikut :
    • Pengeluaran fiktif
    • Manipulasi harga pembelian atau kontrak
    • Menerima suap untuk memenangkan yang bathil

    Penyebab atau sumber KKN tersebut antara lain sebagai berikut :

    • Proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang , hal ini menyangkut harga , kualitas dan komisi.
    • Bea dan cukai yang menyangkut manipulasi bea masuk barang dan penyelundupan administratif.
    • Perpajakan yang menyangkut proses penentuan besarnya pajak dan pemeriksaan pajak .
    • Pemberian fasilitas kredit perbankan dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa pungutan liar atau suap.

    Berdasarkan apa yang disebutkan diatas, maka kriteria korupsi dapat diformulasikan sebagai suatu tindakan berupa penyelewengan hak , kedudukan, wewenang, atau jabatan yang dilakukan untuk mengutamakan kepentingan dan keuntunga  pribadi , menyalahgunakan amanat rakyat dan bangsa, memperturutka hawa nafsu serakah untuk memperkaya diri dan mengabaikan kepentingan umum.

    Kriteria kebijakan atau tindakan apakah itu nepotisme atau tidak, memang tidak selalu harus dilihat dari perspektif ada tidaknya hubungan darah atau kekerabatan seseorang dengan pihak tertentu. Islam memberikan petunjuk mengenai pemilihan dan pengangkatan seseorang untuk menjabat  suatu kedudukan atas dasar pertimbangan kapabilitas ( kemampuan dan rasa tanggung jawab) , profesionalitas ( keahlian ) dan moralitas

    Ketiga kriteria yang telah disebutkan tadi dibenarkan oleh islam sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surah Taha ayat 29-34,berkenaan dengan pengangkatan Harun saudara kandung Nabi Musa menjadi Nabi untuk mendampinginya dalam mengamban risalah kenabian.

    واجعل لي وزيرامن اهلى  هارون اخى  اشدد به ازري  واشركه في امرى ( كي نسبحك كثيرا  ونذكرك كثير انك كنت بنا بصيرا  قال قد اوتيت سؤلك يا موسى  ولقد مننا عليك مرة اخرى

    Dan kami jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, dan banyak mengingat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha melihat (keadaan) kami. Dia berfirman „Sungguh telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa ! Dan sungguh, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini). (Thaha/20 ; 29-34)

    1. Tindak Pidana Korupsi Perspektif Hukum Islam

    Tindak pidana korupsi sejatinya adalah salah satu tindak pidana yang cukup tua usianya. Hal ini dapat ditelusuri melalui sejarah klasik Islam yaitu pada masa Rasulullah sebelum turunnya surat Ali Imran ayat 161. Saat itu, kaum muslimin kehilangan sehelai kain wol berwarna merah pasca perang. Kain wol yang sebagai harta rampasan perang itu pun diduga telah diambil sendiri oleh Rasulullah Saw. Untuk menghindari keresahan kalangan muslim saat itu, Allah pun menurunkan surat Ali Imran ayat 161 yang berbunyi:

    وَمَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَغُلَّ‌ۚ وَمَن يَغۡلُلۡ يَأۡتِ بِمَا غَلَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ ڪُلُّ نَفۡسٍ۬ مَّا

    كَسَبَتۡ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ

    Artinya: “Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, Maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (QS. Ali ‘Imran (3) : 161)

    Tindak pidana korupsi sangat identik dengan penyalahgunaan jabatan yang didefinisikan sebagai perbuatan khianat dalam perspektif Islam. Karena jabatan yang telah disandang oleh seseorang adalah sebuah kepercayaan dari rakyat yang telah terlanjur menaruh harapan padanya. Atau jabatan yang langsung dibebankan atas nama negara yang tentunya bertujuan untuk menjalankan berbagai program yang bermuara kepada kesejahteraan rakyat. Terlebih lagi jika amanat itu menyentuh pada ranah hukum seperti pegawai pada bidang kepolisian, kejaksaan, kehakiman, dll yang berbasis kepada keadilan yang diinginkan oleh semua pihak. Amanat yang telah diemban itulah yang tentunya wajib untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. Allah swt berfirman dalam beberapa ayat mengenai keajiban menjalankan amanat, yaitu:
    يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَـٰنَـٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. al-Anfal (8) : 27)

    Amanat tentunya adalah sebuah kepercayaan yang wajib untuk dipelihara dan disampaikan kepada yang berhak menerimanya. Allah swt berfirman:
    إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن حۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦۤ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرً۬ا

    Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.” (QS. an-Nisa (4) : 58)

    Ayat-ayat tersebut menunjukkan adanya kewajiban menyampaikan amanat dan memelihara amanat yang telah dibebankan kepada orang yang dipercayanya. Sehingga apabila kewajiban yang tidak ditunaikan, tentunya terdapat keharaman dan hukuman yang mengiringinya.

    Seperti beberapa jenis, tipologi atau etimologi mengenai korupsi yang telah disebutkan di atas, maka salah satu dari tipologi itu adalah suap menyuap, yaitu perbuatan dengan memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada orang yang memiliki kekuasaan agar dapat memengaruhinya atau memenuhi keinginannya. Al-Qur’an menjelaskan mengenai keharaman melakukan suap atau korupsi dan juga sabda Rasulullah saw mengenai pelaku suap menyuap, yaitu:

    وَلَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٲلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَـٰطِلِ وَتُدۡلُواْ بِهَآ إِلَى ٱلۡحُڪَّامِ لِتَأۡڪُلُواْ فَرِيقً۬ا مِّنۡ أَمۡوَٲلِ ٱلنَّاسِ بِٱلۡإِثۡمِ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

    Artinya : “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.” (QS. al-Baqarah (2) : 188)

    لعنة الله عليه الرشى والمرتشى   ( رواه احمد وابو داود والترمذى وابن ماجه عن ابن عمر)

    Artinya : “Allah melaknat orang yang menyuap dan memberi suap” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar)

    Tindak pidana korupsi pun dikategorikan sebagai perbuatan penipuan (al-gasysy) yang secara tegas disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa Allah mengharamkan surga bagi orang-orang yang melakukan penipuan. Rasulullah saw bersabda:

    “ Dari Abu Ya’la Ma’qal ibn Yasar berkata :aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “ seorang hamba yang dianugerahi jabatan kepemimpinan, lalu dia menipu rakyatnya, maka Allah menghrmakannya masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dalam hadis lain juga disabdakan mengenai tindak pidana korupsi yang termasuk dalam kategori penipuan yaitu:

    من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا فما اخذ بعد ذلك فهو غلول  (رواه ابو داود والحاكم عن بريدة )

    Artinya : “ Barang siapa yang telah aku pekerjakan dalam suatu pekerjaan, lalu aku beri gajinya, maka sesuatu yng diambil di luar gajinya itu adalah penipuan (haram).”(HR. Abu Daud, Hakim dari Buraidah)

    Kata “ghulul” dalam teks hadis tersebut adalah penipuan, namun dalam sumber lain diartikan bahwa “ghulul” adalah penggelapan yang berkaitan dengan kas negara atau baitul mal. Dalam al-Qur’an sendiri, terdapat kata “ومن يغلل “ yang diartikan sebagai perbuatan berkhianat atas harta rampasan perang

    Secara umum, korupsi dalam hukum Islam lebih ditunjukkan sebagai tindakan kriminal yang secara prinsip bertentangan dengan moral dan etika keagamaan, karena itu tidak terdapat istilah yang tegas menyatakan istilah korupsi. Dengan demikian, sanksi pidana atas tindak pidana korupsi adalah takzir, bentuk hukuman yang diputuskan berdasarkan kebijakan lembaga yang berwenang dalam suatu masyarakat.

    Hadis-hadis yang disebutkan di atas pun tidak secara tegas menyebutkan bentuk sanksi yang dapat dijatuhkan kepada pelaku korupsi. Nash-nash tersebut hanya menunjukkan adanya keharaman atas perbuatan korupsi yang meliputi suap menyuap, penyalahgunaan jabatan atau kewenangan, dsb.

    Sehingga ayat dan hadis di atas hanya menunjukkan kepada sanksi akhirat. Hal ini mengingat bahwa syariat Islam memang multidimensi, yaitu meliputi dunia dan akhirat. Untuk menjerat para koruptor agar dapat merasakan pedihnya sanksi pidana, maka dapat dijatuhi sanksi takzir sebagai alternatif ketika sebuah kasus pidana tidak ditentukan secara tegas hukumannya oleh nash.

    Bila dilihat lebih lanjut, tindak pidana korupsi agak mirip dengan pencurian. Hal ini jika kita melihat bahwa pelaku mengambil dan memperkaya diri sendiri dengan harta yang bukan haknya. Namun, delik pencurian sebagai jarimah hudud, tidak bisa dianalogikan dengan suatu tindak pidana yang sejenis. Karena tidak ada qiyas dalam masalah hudud. Karena hudud merupakan sebuah bentuk hukuman yang telah baku mengenai konsepnya dalam al-Qur’an.



    Kemudian terdapat perbedaan antara delik korupsi dan pencurian. Dalam tindak pidana pencurian, harta sebagai objek curian berada di luar kekuasaan pelaku dan tidak ada hubungan dengan kedudukan pelaku. Sedangkan pada delik korupsi, harta sebagai objek dari perbuatan pidana, berada di bawah kekuasaannya dan ada kaitannya degan kedudukan pelaku. Bahkan, mungkin saja terdapat hak miliknya dalam harta yang dikorupsinya. Mengingat dapat dimungkinkan pelaku memiliki saham dalam harta yang dikorupsinya.

    1. Sangsi tindak pidana Korupsi Dalam Perspektif Islam.

    Islam sebagai sistem nilai memegang peranan penting untuk memberikan pencerahan nila, penyadaran moral, perbaikan mental atau penyempurnaan akhlak dengan memanfaatkan potensi baik setiap individu, yaitu hati nurani. Lebih jauh islam tidak hanya berkomitmen dengan upaya pensalehan individu, akan tetapi jungan pensalehan social. Dalam pensalehan social ini islam mengembangkan semangat untuk mengubah kemungkaran, semangat saling mengingatkan, dan saling menasehati. Pada dasarnya islam mengembangkan semongat control social. Dalam bentuk lain, islam juga mengembangkan bentuk peraturan perundangan yang tegas, sistim yang mengembangkan bentuk peraturan perundangan yang tegas, sistem pengawasan administrative dan managerial yang ketat. Oleh sebab itu dalam memberikan dan menetapkan hukuman bagi pelaku korupsi seharusnya tidak pandang bulu, apakah ia adalah seorang pejabat ataukah lainnya. Tujuan hukuman tersebut adalah memberikan rasa jera guna menghentikan kejahatan yang telah ia lakukan, sehingga dapat diciptakan rasa dama, dan rukun dalam masyarakat.

    Ta’zir ialah hukuman terhadap terpidana yang tidak ditentukan secara tegas bentuk sangsinya didalam nash. Hukuman ini dijatuhkan unutk memberikan pelajaran terhadap terpidana agar ia tidak mengulangi kejahatan yang pernah ia lakukan, jadi jenis hukumannya disebut dengan Uqubah Mukhayyarah (hukuman pilihan).

    Penerapan Ta’zir bagi pelaku korupsi.

    Hukuman ta’zir dapat diterapkan kepada pelaku korupsi. Dapat diketahui bahwa korupsi termasuk dalam salah satu jarimah yang tidak disebutkan oleh nash secara tegas, oleh sebab itu ia tidak termasuk dalam jenis jarimah yang hukumannya adalah had dan qishash. Korupsi sama halnya seperti hukum Ghasab, meskipun harta yang dihasikan sipelaku korupsi melebihi dari nashab harta curian yang hukumannya potong tangan. Tidak bisa disamakan dengan hukuman terhadap pecuri yaitu potong tangan, hal ini disebabkan oleh masuknya syubhat. Akan tetapi disamakan atau diqiyaskan pada hukuman pencurian yang berupa pencurian pengambilan uang hasil curian.

    Dalam korupsi ada tiga unsur yang dapat dijadikan pertimbangan bagi hakim dalam menentukan besar hukuman, yaitu :

    • Perampasan harta orang lain.
    • Penghianatan atau penyalahgunaan wewenang.
    • Kerjasama atau kongkalikong dalam kejahatan.

    Ketiga unsur tersebut telah jelas dilarang dalam syari’at islam. Selanjutnya tergantung kepada kebijaksanaan akal sehat keyakinan dan rasa keadilan hakim yang didasarkan pada rasa keadilan masyarakat untuk menentukan hukuman bagi pelaku korupsi. Meskipun seorang hakim diberi kebebasan untuk mengenakan ta’zir, akan tetapi dalam menentukan hukuman seorang hakim hendaknya memperhatikan ketentuan umum perberian sangsi dalam hokum pidana islam yaitu.

    • Hukuman hanya dilimpahkan kepada orang yang berbuat jarimah, tidak boleh orang yang tidak berbuat jahat dikenai hukuman.
    • Adaya kesengajaan seseorang dihukum karena kejahatan apabila ada unsur kesengajaan untuk berbuat jahat, tidak ada kesengajaan berarti karena kelalaian, salah, atau lupa. Meskipun demian karena kelalaian salah atau lupa tetap diberikan hukuman, meskipun bukan hukuman kejahatan, melainkan untuk kemaslahatan yang bersifat mendidik.
    • Hukuman hanya akan dijatuhkan apabila kejahatan tersebut secara meyakinkan telah diperbuatnya.
    • Berhati-hati dalam menentukan hukuman, membiarkan tidak dihukum dan menyerahkannya kepada allah apabila tidak cukum bukti.

    Batas minimal hukuman ta’zil tidak dapat ditentukan, akan tetapi adalah semua hukuman menyakitkan bagi manusia, bisa berupa perkataan, tindakan atau diasingkan. Terkadang seseorang dihukum ta’zir dengan memberinya nasehat atau teguran, terkadang juga seorang dihukum ta’zir dengan mengusirnya dengan meninggalkannya sehingga ia bertaubat.

    Uraian tersebut menegaskan bahwa hukuman jarimah ta’zir sangatlah bervariasi mulai dari pemberian teguran sampai pada pemenjaraan dan pengasingan. Mengenai Uqubah sendiri dibagi menjadi dua yaitu :

    • Pidana atas jiwa (Al-Uqubah Al-Nafsiyah), yaitu hukuman yang berkaitan dengan kejiwaan seseorang, seperti peringatan dan ancaman.
    • Pidana atas badan (Al-Uqubah Al-Badaniyyah), yaitu hukuman yang dikenakan pada bagan manusia seperti hukuman mati atau hukuman dera, dan lain sebagainya.
    • Pidana atas harta (Al-Uqubah Al-Maliyah), yaitu hukuman yang dijatuhkan atas harta kekayaan seseorang, seperti diyat, denda, dan perampasan.
    • Pidana atas kemerdekaan, yaitu hukuman yang dijatuhkan kepada kemerdekaan manusia seperti hukuman pengasingan (Al-Hasb) atau penjara (Al-Sijn).
    1. Upaya yang Dapat Ditempuh dalam Pemberantasan Korupsi

    Ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indone-sia, antara lain sebagai berikut :

    • Upaya Pencegahan (Preventif)
    1. Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal, informal dan agama.
    2. Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis.
    3. Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi.
    4. Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua.
    5. Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi.
    • Upaya penindakan (kuratif).

    Upaya penindakan, yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan dibe-rikan peringatan, dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK :

    1. Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004).
    2. Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru, Malaysia, EM. Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian.
    3. Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004).
    • Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa.
    1. Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik.
    2. Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh.
    3. Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional.
    4. Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya.
    5. Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas.
    • Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).
    1. Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi melalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. ICW lahir di Jakarta pada tanggal 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang meng-hendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi.

    BAB III

    PENUTUP

    1. Kesimpulan
    • Korupsi ialah perilaku yang buruk yang tidak legal dan tidak wajar untuk memperkaya diri
    • Haram hukumnya melakukan korupsi, kolusin dan nepostisme, tetapi khusus nepotisme haram hukumnya jika yang diserahi jabatan tidak profesional, tidak memiliki kapabilitas dan tidak mempunyai moralitas yang sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Hadits.
    • Korupsi mengakibatkan kurangnya pendapatan Negara dan kurangnya kepercayaan terhadap pemerintah.
    • Agama Islam mengakui adanya hak milik pribadi yang berhak mendapat perlindungan dan tidak boleh diganggu gugat.
    • KKN diharamkan karena bertentangan dengan ajaran Al-Quran, Hadits, dan tujuan syariat, selain itu juga bertentangan dengan rasa kemanusiaan dan rasa keadilan, pula karena merugikan orang lain, masyarakat dan negara.

    Merangkai kata untuk perubahan memang mudah. Namun, melaksanakan rangkaian kata dalam bentuk gerakan terkadang teramat sulit. Dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk mendobrak dan merobohkan pilar-pilar KKN yang menjadi penghambat utama lambatnya pembangunan di Indonesia. KKN yang telah terlalu lama menjadi wabah yang tidak pernah kunjung selesai, karena pembunuhan terhadap wabah tersebut tidak pernah tepat sasaran ibarat “ yang sakit kepala, kok yang diobati tangan “. Pemberantasan KKN seakan hanya menjadi komoditas politik, bahan retorika ampuh menarik simpati. Oleh sebab itu dibutuhkan kecerdasan masyarakat sipil untuk mengawasi dan membuat keputusan politik mencegah makin mewabahnya penyakit kotor KKN di Indonesia.

    1. Saran

    Sikap untuk menghindari korupsi seharusnya ditanamkan sejak dini. Dan pencegahan KKN dapat dimulai dari hal yang kecil. Undang-undang yang harus dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Agar KKN tidak lagi menjadi budaya di negara ini.

    Dengan adanya penjelasan di makalah ini semoga kita semua memahami betul akan bahayanya korupsi dan kolusi jika masih tetap menyebar luas di tanah air ini. Dan semoga kita semua terhindar dari apa yang namanya korupsi, kolusi dan perbuatannya yang lainnya yang dilarang oleh Agama Islam.

     

    Hadist Nabi SAW Tentang Korupsi

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

    Pada zaman sekarang ini, tidak asing bagi warga negara Indonesia dengan istilah korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang merupakan corak dari warna pemerintahan di negara Indonesia. Sehingga di dalam dinamika kehidupan hal tersebut seakan lumrah terjadi, tanpa terpikir bahwa hal tersebut akan menimbulkan kerugian bagi pelaku atau korban.

    Setiap perkara yang berbau negatif tentu merupakan larangan di dalam ajaran agama, terutama bagi agama Islam yang menjunjung tinggi solidaritas dan kepentingan bersama, menyangkut hal tersebut merupakan sebuah hal yang tidak mendapatkan toleransi dari sisi hukum agama ataupun hukum negara. Rasulullah SAW yang menjadi panutan umat Islam telah memberikan ajaran serta tuntunan dalam setiap hal terkait aspek kehidupan manusia secara menyeluruh.

    Permasalahan korupsi tidak luput dalam pembahasan Rasulullah, sehingga di dalam hadisnya terdapat larangan mengenai hal yang merugikan tersebut. Oleh karenanya, sebagai integritas dengan pembahasan mata kuliah Hadis I, makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dispensasi yang telah diberikan dan dengan mengangkat judul: “Hadis Nabi SAW tentang Korupsi.”

    1. Rumusan Masalah

    Sebagai usaha mengarahkan pembahasan di dalam makalah ini, maka dirumuskan sebagai berikut:

    1. Bagaimana redaksi Hadis tentang larangan menyuap?
    2. Bagaimana redaksi Hadis tentang larangan bagi pejabat untuk menerima hadiah?
    1. Tujuan Penulisan

    Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut:

    1. Redaksi Hadis tentang larangan menyuap.
    2. Redaksi Hadis tentang larangan pejabat menerima hadiah.

      Makalah Larangan Korupsi dan Kolusi – jebidal.com

    BAB II

    PEMBAHASAN

    1. Hadis tentang Larangan Menyuap
    2. Redaksi Hadis (BM: 1412)

    عَنْ أَبِِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الرَّاشِى وَ اْلمُرْتَشِى فِى اْلحُكْمِ. (روه أحمد و الأربعة و حسنه الترمذى و صححه ابن حبان)

    Artinya:   “Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW melaknat penyuap dan yang diberi suap dalam urusan hukum.” (H.R. Ahmad dan Imam yang empat dan dihasankan oleh Turmidji dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

    1. Kosakata
    Mufradah Terjemahan
    الرَّاشِى Orang yang menyuap
    اْلمُرْتَشِى Orang yang diberi suap atau menerima suap
    1. Penjelasan Singkat

    Menyuap adalah perbuatan yang sangat dilarang di dalam Islam, dan disepakati oleh para ulama sebagai perbuatan haram, karena harta yang diperoleh dari hasil menyuap tergolong harta yang diperoleh melalui jalan yang bathil, Allah SWT berfirman di dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 188 menyangkut tentang bagaimana orang yang memakan harta yang diperoleh melalui jalan yang bathil sebagai berikut:[1]

     

    Hadits Larangan Korupsi dan Kolusi – jebidal.com

    Artinya:   “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.”[2]

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa korupsi adalah hal yang dilarang di dalam agama Islam, dan menurut kesepakatan para ulama hukumnya adalah haram, karena harta yang diperoleh dengan korupsi sama dengan memperoleh harta melalui jalan yang bathil, dan hal tersebut juga dilarang oleh Allah sesuai dengan yang tercantum di dalam Alquran.

    1. Hadis tentang Larangan Pejabat Menerima Hadiah
    2. Redaksi Hadis LM: 1202

    حَدِيْثُ أَبِى حُمَيْدِ السَّاعِدِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اِسْتَعْمَلَ عَامِلاً فَجَاءَهُ الْعَامِلُ حِيْنَ فَرَغَ مِنْ عَمَلِهِ فَقَالَ: يَارَسُوْلَ اللهِ، هَذَا لَكُمْ وَ هَذَا أُهْدِيَ لِى. فَقَالَ لَهُ: أَفَلاَ قَعَدْتَ فِى بَيْتِ أَبِيْكَ وَ أُمِّكَ فَنَظَرْتَ أَيُهْدَى لَكَ أَمْ لاَ؟ ثُمَّ قَامَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَشِيَّةً بَعْدَ الصَّلاَةِ فَتَشَهَّدَ وَ أَثْنىَ عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلِهِ، ثُمَّ قَالَ: أَمَّا بَعْدُ، فَمَا بَالَ الْعَامِلِ نَسْتَعْمِلُهُ فَيَأْتِيْنَا فَيَقُوْلُ: هَذَا مِنْ عَمَلِكُمْ وَ هَذَا أُهْدِيَ لِى أَفَلاَ قَعَدَ فِى بَيْتِ أَبِيْهِ وَ أُمِّهِ فَنَظَرَ هَلْ يُهْدَى لَهُ أَمْ لاَ؟ فَوَ الَّذِيْنَ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَيَغُلُّ أَحَدُكُمْ مِنْهَا شَيْأً إِلاَّ جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى عُنُقِهِ إِنْ كَانَ بَعِيْرًا جَاءَ بِهِ لَهُ رُغَاءٌ وَإِنْ كَانَتْ بَقَرَةً جَاءَ بِهَا خُوَارٌ وَإِنْ كَانَتْ شَاةً جَاءَ بِهَا تَيْعَرُ فَقَدْ بَلَّغْتُ فَقَالَ أَبُوْ حُمَيْدٍ: ثُمَّ رَفَعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بَدَهُ حَتىَّ إِنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى عُفْرَةِ إِبْطَيْهِ. (أخرجه البخارى فى:83 كتاب الإيمان و النذور 3 باب كيف كانت يمين النبي صلّى الله عليه و سلّم)

    Artinya:   “Abu Humaid Assa’id r.a. berkata: Rasulullah SAW mengangkat seorang pegawai untuk menerima sedekah atau zakat, kemudian setelah selesai dia datang kepada Nabi SAW dan berkata: ini untukmu dan yang ini hadiah yang diberikan orang kepadaku. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya: mengapakah Anda tidak duduk saja di rumah ayah atau ibu Anda untuk melihat apakah diberi hadiah atau tidak (oleh orang lain)? Kemudian setelah shalat, berdiri, setelah tasyahud memuji Allah selayaknya, lalu bersabda: Amma Ba’du, mengapakah seorang pegawai yang diserahi amal, kemudian dia datang lalu berkata: ini hasil untuk kamu dan ini aku diberi hadiah, mengapa dia tidak duduk saja di rumah ayah atau ibunya untuk melihat apakah diberi hadiah atau tidak. Demi Allah! Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidak ada seseorang yang menyembunyikan sesuatu (korupsi), melainkan dia akan menghadap di hari kiamat memikul di atas lehernya, jika berupa unta bersuara, atau lembu yang menguak, atau kambing yang mengembik, maka sungguh aku telah menyampaikan. Abu Humaid berkata: kemudian Nabi SAW mengangkat kedua tangannya sehingga aku dapat melihat putih ketiaknya.”

    1. Kosakata
    Mufradah Terjemahan
    اِسْتَعْمَلَ عَامِلاً Mempekerjakan seorang pekerja, dalam Hadis ini Rasulullah mempekerjakan Abdullah al-Lutbiyah
    يَغُلُّ Berkhianat, menyembunyikan sesuatu, korupsi
    رُغَاءٌ Suara unta
    خُوَارٌ Suara lembu (sapi)
    تَيْعَرُ Suara kambing yang keras
    1. Penjelasan Singkat

    Jack Bologne mengatakan, akar penyebab korupsi ada empat: Greed, Opportunity, Need, Exposes, dia menyebutnya GONE theory, yang diambil dari huruf depan tiap kata tadi, kemudian dijelaskan sebagai berikut:[3]

    1. Greed, terkait keserakahan dan kerakusan para pelaku korupsi. Koruptor adalah orang yang tidak puas pada keadaan dirinya. Punya satu gunung emas, berhasrat punya gunung emas yang lain. Punya harta segudang, ingin pulau pribadi.
    2. Opportunity, terkait dengan sistem yang memberi lubang terjadinya korupsi. Sistem pengendalian tak rapi, yang memungkinkan seseorang bekerja asal-asalan. Mudah timbul penyimpangan. Saat bersamaan, sistem pengawasan tak ketat, Orang gampang memanipulasi angka. Bebas berlaku curang. Peluang korupsi menganga lebar.
    3. Need, berhubungan dengan sikap mental yang tidak pernah cukup, penuh sikap konsumerisme, dan selalu sarat kebutuhan yang tak pernah usai.
    4. Exposes, berkaitan dengan hukuman pada pelaku korupsi yang rendah. Hukuman yang tidak membuat jera sang pelaku maupun orang lain. Deterrence effect yang minim.

    Berkaitan dengan Hadis yang disampaikan oleh Nabi tersebut, maka dapat dipahami bahwa Islam memberikan aturan tertentu dalam menerima hadiah, sehingga Nabi mengatakan bahwa apabila orang melakukan tindakan korupsi akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hari kiamat. Berdasarkan pendapat seorang pemikir seperti di atas, salah satu penyebab terjadi korupsi adalah adanya kesempatan seperti mendapat kesempatan untuk menjadi pejabat dan sebagainya, sehingga Nabi SAW memperingatkan kepada orang yang mendapat kesempatan tersebut bahwa setiap perbuatan korupsi akan mendapat hukuman dari Allah SWT.

    [1]Rachmat Syafie’i, al-Hadis (Aqidah, Ahklaq, Sosial, dan Hukum), Cetakan II Revisi, Bandung: Pustaka Setia, 2003, h. 152.

    [2]Muhammad Taufiq, Quran in the Word Version 1.2.0. (02) : 188.

    [3]http://podoluhur.blogspot.com/2010/08/hadis-larangan-korupsi.html Online: 2 Januari 2011.

     

    BAB III

    PENUTUP

    1. Kesimpulan

    Dari pembahasan masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

    1. Rasulullah melarang untuk memberi suap atau menerima suap, karena kedua-duanya melakukan pelanggaran terhadap ajaran Islam, karena harta yang diperoleh dari korupsi adalah harta yang berasal dari jalan yang bathil, sehingga para ulama sepakat bahwa hukumnya adalah haram.
    2. Rasulullah memberikan peringatan kepada orang yang mendapat kesempatan untuk menjadi pejabat agar berhati-hati dalam menerima hadiah, apalagi sampai berkhianat (korupsi), karena akan mendapatkan hukuman pada hari kiamat kelak.
    3. Saran

    Makalah ini adalah sebuah karya yang masih mempunyai banyak kekurangan, sehingga membutuhkan kritik dan saran yang membangun sebagai bentuk dukungan untuk perbaikan di lain kesempatan. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya terhadap perhatian dan permohonan maaf atas segala kekurangan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Semoga makalah ini dapat memicu untuk pengkaji Hadis lainnya di hari depan untuk mengibarkan panji Islam dalam naungan rahmat Allah SWT.

     

    makalah keharaman korupsi dan kolusi

    Kata Pengantar

    Segala puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan limpahan rahmat-Nya jua lah penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW,keluarga,sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman. Amin…

    Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah Hadits I yang diasuh oleh Bpk. Drs.H.Juhri, M.pd. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Bpk. Drs.H.Juhri, M.pd yang selaku dosen mata kuliah hadits I yang telah memberikan arahan kepada penyusun dalam menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “keharaman korupsi dan kolusi” ini.

    penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran konstruktif dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini di kemudian hari. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya. Amin…

    Serang, 27 desember 2013

    Penyusun

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Berbicara tentang Korupsi dan Kolusi di negeri kita saat ini sangat tidak asing lagi dan bahkan sering disorot oleh media masa, seakan korupsi dan kolusi menjadi makanan yang empuk bagi para pejabat baik tingkat daerah maupun nasional. kendati sudah ada institusi negara yang sangat besar yang khusus mengatasi korupsi, namun masih banyak mereka masih tetap tenang untuk makan uang haram ini. Adapun menurut hukum Islam sudah jelas itu hukumnya haram dan banyak hadis-hadis Nabi yang menerangkan tentang hal itu.

    Oleh sebab itu, kita selaku generasi muda yang peduli akan keberlangsungan kehidupan bangsa yang lebih bersih dan sejahtera perlu berupaya agar praktek-praktek korupsi semacam itu tidak semakin menjamur dan beranak pinak sampai ke era indonesia yang akan datang. Tentu ini sangat berat, tapi jika kita semua bersatu dan bekerja sama di iringi dengan iman dan ketakwaan kita terhadap Allah SWT, yakinlah jalan dan tujuan mulia itu akan segera tercapai.

    BAB II

    PEMBAHASAN

    1. Pengertian korupsi dan kolusi

    Korupsi ialah merupakan salah satu bentuk perbuatan yang dilarang, karena korupsi merusak mental dan akhlak suatu bangsa yang bisa dikenakan tindak pidana sebagai hukumannya. Korupsi dan koruptor berasal dari bahasa latin corruptus, yakni berubah dari kondisi yang adil, benar dan jujur menjadi kondisi yang sebaliknya (Azhar, 2003:28). Sedangkan kata corruptio berasal dari kata kerja corrumpere, yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok, orang yang dirusak, dipikat, atau disuap (Nasir, 2006:281-282).

    Definisi lengkap korupsi menurut Asian Development Bank (ADB) adalah korupsi melibatkan perilaku oleh sebagian pegawai sektor publik dan swasta, dimana mereka dengan tidak pantas dan melawan hukum memperkaya diri mereka sendiri dan atau orang-orang yang dekat dengan mereka, atau membujuk orang lain untuk melakukan hal-hal tersebut, dengan menyalahgunakan jabatan dimana mereka ditempatkan.

    Dengan melihat beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa korupsi secara implisit adalah menyalahgunakan kewenangan, jabatan atau amanah secara melawan hukum untuk memperoleh keuntungan atau manfaat pribadi dan atau kelompok tertentu yang dapat merugikan kepentingan umum.

    Dari beberpa definisi tersebut juga terdapat beberapa unsur yang melekat pada korupsi. Pertama, tindakan mengambil, menyembunyikan, menggelapkan harta negara atau masyarakat. Kedua, melawan norma-norma yang sah dan berlaku. Ketiga, penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang atau amanah yang ada pada dirinya. Keempat, demi kepentingan diri sendiri, keluarga, kerabat, korporasi atau lembaga instansi tertentu. Kelima, merugikan pihak lain, baik masyarakat maupun negara.

    Sedangkan Kolusi bisa disebut kolusif (collusive) artinya rahasia, dengan diam-diam atau tidak terbuka. Berdasarkan UU RI No. 28 Tahun 1999 pasal 1. Pengertian kolusi adalah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggaraan negara dan pihak lain,masyarakat dan atau negara. Dalam kamus besar bahasa indonesia, kolusi adalah kerja sama secara rahasia untuk maksud tidak terpuji dan atau persekongkolan.

    Berdasarkan UU RI No. 28 Tahun 1999 dalam pasal 2 ditegaskan bahwa setiap penyelenggara negara atau anggota komisi pemeriksa yang melakukan kolusi sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 5 angka 4 (pasal 5 angka 4 isinya setiap penyelenggara negara berkewajiban untuk tidak melakukan korupsi,kolusi,dan nepotisme) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00.

    1. Larangan menyuap (risywah)

    حدثنا قتيبة حدثنا ابوا عوانة عن عمربن ابي سلمة عن ابيه عَنْ اَبِى هُرَيرَةَ ر.ض قَال : لَعَن رسول اللهِ صلى الله عليه االسلم الرَّاشِىى المُرْتَشِى فِى الحُكْمِ. (رواه ابو داود) )

    Artinya : “menceritakan kepada kami quthaibah, menceritakan kepada kami abu ‘uwanah dari umar bin abi salamah dari bapaknya dari abi hurairah berkata: melaknat Rasulullah akan orang yang menyuap dan orang yang di suap dalam urusan hukum”. [riwayat: Abu Daud]

    Kata suap yang dalam bahasa Arab disebut “Rishwah” atau “Rasyi”, secara bahasa bermakna “memasang tali, mengambil hati”.Penerima suap, yaitu orang yang menerima sesuatu dari orang lain baik berupa harta atau uang maupun jasa supaya mereka melaksanakan permintaan penyuap, padahal tidak dibenarkan oleh syara’, baik berupa perbuatan atau justru tidak berbuat apa-apa. Pemberi suap, yaitu orang yang menyerahkan harta atau uang atau jasa untuk mencapai tujuannya. Suapan, yaitu harta atau uang/barang atau jasa yang diberikan sebagai sarana untuk mendapatkan benda dan atau sesuatu yang didambakan, diharapkan, atau diterima. Banyak yang memberikan definisi tentang suap ini sehingga menurut istilah dikenal beberapa pengertian suap, seperti uraian berikut:

    1. Suap adalah sesuatu yang di berikan kepada seseorang dengan syarat orang yang diberi tersebut dapat menolong orang yang memberi. Maksudnya, sesuatu yang dapat berupa uang ataupun harta benda yang diberikan kepada seseorang dengan tujuan meraih sesuatu yang diinginkan, berkat bantuan orang yang diberi tersebut.
    2. Suap adalah sesuatu yang diberikan untuk mengeksploitasi barang yang hak menjadi batil dan sebaliknya. Artinya sesuatu ini diserahkan kepada orang lain supaya ia ditolong walaupun dalam urusan yang tidak dibenarkan oleh syara’.
    3. Suap adalah sesuatu yang diberikan oleh seseorang kepada hakim atau lainnya supaya orang itu mendapatkan kepastian hukum atau memperoleh keinginannya.
    4. suap adalah sesuatu yang di berikan kepada seseorang agar orang yang diberi itu memberikan hukuman dengan cara yang batil atau memberi suatu kedudukan atau suapaya berbuat dzalim
    1. Unsur suap

    Di atas telah di kemukakan beberapa versi tentang definisi suap, maka disini bisa digaris bawahi unsur-unsur suap sebagai berikut:

    Penerima suap, yaitu orang yang menerima sesuatu dari orang lain baik berupa harta atau uang maupun jasa supaya mereka melaksanakan permintaan penyuap. Padahal tidak dibenarkan oleh syara’, baik berupa perbuatan atau justru tidak berbuat apa-apa.

    Pemberi suap, yaitu orang yang menyerahkan harta atau uang atau jasa untuk mencapai tujuannya dalam konteks negatif.

    Suapan, yaitu harta atau uang atau jasa yang diberikan sebagai sarana untuk mendapatkan benda dan atau sesuatu yang di dambakan sekali lagi dalam konteks negatif.

    1. Larangan bagi para pejabat untuk menerima hadiah

    حديث أبي حميد الساعدي أن رسول الله صل الله عليه و سلم استعمل عاملا فجاءه العامل حين فرغ من عمله فقال: يا رسول الله، هذا لكم و هذا أهدي لي. فقال له: أفلا قعدت في بيت أبيك و أميك فنظرت أيهدى لك أ م لا ؟ ثم قام رسول الله صل الله عليه و سلم عشية بعد الصلاة فتشهد و أثنى على الله بما هو أهله، ثم قال: أم بعد، فمابال العامل نستعمله فيأتينا فيقول: هذا من عملكم و هذا أهدي لي أفلا قعد في بيت أبيه و أمه فنظر هل يهدى له أ م لا؟ فوالذي نفس محمد بيده لا يغل أحدكم منها شيأ إلا جاء به يوم القيامة يحمله على عنقه إن كان بعيرا جاء به له رغاء و إن كانت بقرة جاء بها خوار وإن كانت شاة جاء بها تيعر فقد بلغت فقال أبو حميد: ثم رفع رسةل الله صلى الله عليه وسلم يده حتى إنا لننظر إلى عفرة إبطيه.

    “Abu Humaid r.a. berkata, ‘Rasulullah SAW.‘Rasulullah SAW. mengangkat seorang pegawai unatuk menerima sedekah / zakat’ kemudian setelah selesai ia datang kepada Nabi SAW.  dan berkata “Ini untukmu dan yang ini untuk hadiah yang diberikan orang kepadaku”.  Maka Nabi SAW. bersabda kepadanya “Mengapakah anda tidak duduk saja di rumah ayah atau ibu anda untuk melihat apakah diberi hadiah atau tidak (oleh orang)?”. Kemudian sesudah shalat, Nabi SAW berdiri, setelah tasyahut memuji Allah selayaknya, lalu bersabda, “Amma ba’du, mengapakah seorang pegawai yang diserahi amal, kemudian ia datang lalu berkata,  hasil untuk kamu dan ini aku beri hadiah, mengapa ia tidak duduk saja di rumah ayah dan ibunya untuk melihat apakah di beri hadiah atau tidak. Demi Allah! Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tiada orang yang menyembunyikan sesuatu (korupsi), melainkan ia akan menghadap di hari kiamat memikul di atas lehernya, jika berupa onta bersuara, antau lembu yang menguak atau kambing yang mengembik, maka sungguh aku telah menyampaikan. Abu Humaid berkata, ‘kemudian nabi SAW. Menganngkat kedua tangannya sehingga aku dapat melihat putih ketiaknya”.

    Penjelasan Hadits

    Hadits diatas menjadi dalil tentang haramnya memberi hadiah dan menerimanya terhadap seorang pejabat. Hal itu merupakan penghianatan, karena ia berkhianat terhadap jabatan dan kekuasaannya.

    Dalam islam, hadiah dianggap salah satu cara untuk merekatkan persaudaraan dan persahabatan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam malik dalam kitab muwatha dari Al-khurasany:

    تصا فحوايذهب الغلّ و اتهادوا تحابوا وتذهب الشحناء (رواه الإمام ملك)

    “saling bersalamlah kamu semua, niscaya akan menghilangkan kedengkian, saling memberi hadialah kamu semua, niscaya akan saling mencintai, dan menghilangkan percekcokan.”(H.R. Imam Malik)

    Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa pada dasarnya memberikan hadiah kepada orang lain sangat baik dan di anjurkan untuk lebih meningkatkan rasa saling mencintai. Begitu pula bagi yang diberi hadiah di sunahkan untuk menerimanya.Akan tetapi, islam pun memberi rambu-rambu tertentu dalam masalah hadiah, baik yang berkaitan dengan pemberi hadiah maupun penerimanya. Dengan kata lain, tidak semua orang diperbolehkan menerima hadiah, misalnya bagi seorang pejabat dan pemegang kekuasaan. Hal itu ditunjukan untuk kemashlahatan dalam kehidupan manusia. Oleh karna itu islam melarang seorang pejabat atau petugas negara dalam posisi apapun untuk menerima atau memeperoleh hadiah dari siapapun karena hal itu tidaklah layak dan dapat menimbulkan fitnah.Dengan demikian, hadiah diberikan kepada pejabat atau yang berwenang , kecil ataupun besar wewenang nya apabila sebelumnya tidak biasa diterimanya , itu dinilai sebagai sogokan terselubung. Selain itu, seorang pejabat yang menerima hadiah berarti dia mendekatkan dirinya pada perbuatan kolusi, nepotisme, di dalam pelaksanaan kewajiban khususnya, misalnya dalam pengaturan tender, penempatan pegawai, dan lain-lain, bukan lagi didasarkan peraturan yang ada, namun di dasarkann pada apa yang diberikan orang kepadanya dan seberapa dekat hubungan nya dengan orang tersebut.

    BAB III

    PENUTUP

    1. Kesimpulan

    Korupsi merupakan salah satu bentuk perbuatan yang dilarang, karena korupsi merusak mental atau akhlak suatu bangsa yang bisa dikenakan tindak pidanan sebagaimana hukumannnya. Untuk menanggulanginya, harus memahami dan kemudian merealisasikannya dalam perbuatan.

    Sedangkan kolusi ialah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggaraan negara dan pihak lain,masyarakat dan atau negara. Dalam kamus besar bahasa indonesia, kolusi adalah kerja sama secara rahasia untuk maksud tidak terpuji dan atau persekongkolan

    Kata suap yang dalam bahasa Arab disebut “Rishwah” atau “Rasyi”, secara bahasa bermakna “memasangtali, ngemong, mengambil hati”.

    Hadis Nabi menerangkan bahwa haram hukumnya bahwa memberi hadiah dan menerimanya terhadap seorang pejabat. Hal itu merupakan pengkhianatan, karena ia berkhianat terhadap jabatan atau kekuasaannya. Dilihat dari kebutuhan manusia kepada barang tersebut dengan tujuan menaikkan harga terhadap kaum muslimin.Penimbun barang yang berdosa adalah orang yang keluar masuk pasar untuk memborong kebutuhan pokok kaum muslimin dengan cara monopoli dan menimbunnya.Menimbun harta maksudnya membekukannya, menahannya dan menjauhkannya dari peredaran. Padahal, jika harta itu disertakan dalam usaha-usaha produktif seperti dalam perencanaan produksi, maka akan tercipta banyak kesempatan kerja yang baru dan mengurangi pengangguran. Kesempatan-kesempatan baru bagi pekerjaan ini bisa menambah pendapatan dan daya beli masyarakat sehingga bisa mendorong meningkatnya produksi, baik itu dengan membuat rencana-rencana baru maupun dengan memperluas rencana yang telah ada. Dengan demikian, akan tercipta situasi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dalam masyarakat.

    1. Saran

    Tentunya penyusun menyadari bahwa apa yang ada dalam makalah ini masih sangatlah jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu penyusun berharap kepada para pembaca dan penyimak makalah ini untuk bersedia memberikan kritik ataupun saran yang sifatnya konstruktif untuk kemudian bisa lebih memperbaiki lagi dalam penysunan makalah serupa yang akan datang.

    Hadits tentang Larangan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)

    Oleh : Sholeh Ahmad
    PENDAHULUAN
    Mayoritas umat Islam sepakat bahwa hadis adalah merupakan sumber hukum yang sangat penting sebagai pedoman utama ajaran Islam setelah al-Qur’an. Dengan kata lain bahwa, al-qur’an merupakan sumber ajaran Islam yang pertama, sedangkan hadis Nabi saw. adalah merupakan sumber ajaran Islam yang kedua.[1] Hal ini sebagaimana di jelaskan dalam al-Qur’an surat al-Hasyr : 7 ; ا
    وماا تا كم ا لر سـو ل فخـد و ه و ما نها كم عـنه فا نتهـو ا و ا تقـو ا لله ا ن ا لله شـد يد ا لعقا ب
    Apa yang di berikan rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”.[2] [3]
    Berdasarkan petunjuk ayat tersebut di atas, jelaslah bahwa untuk mengetahui petunjuk hukum yang benar dalam ajaran Islam, di samping harus berpegang teguh pada al-Qur’an juga harus berpegang teguh pada hadis Nabi Saw. Dalam hal ini Nabi saw. sendiri telah menginformasikan kepada umatnya bahwa, di samping al-Qur’an masih terdapat satu pedoman yang sejenis dengan al-Qur’an, yakni al-hadis. Sebagaimana sabdanya mengatakan: ا لا و ا نى اء تيت ا لقـر اء ن و مـثـلـه ( رواه ا بو دا ود واحمد والتر مدى )
    “ Wahai Umatku, sungguh aku telah di beri al-Qur’an dan yang menyamainya”. (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Turmuziy ).[4]
    Jadi tidak di ragukan lagi bahwa yang di maksud dengan “menyamai” atau semisal al-Qur’an dalam matan hadis di atas adalah hadis Nabi saw. Mengingat peran hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an, mengharuskan adanya penelitian yang mendalam sebagai upaya menjaga kualitas kemurnian, keotentikan, dan kesahihannya. Sehingga secara legal hadis-hadis yang telah terseleksi keotentikannya dapat di pertanggung jawabkan sebagai hujjah dalam menetapkan suatu hukum. Langkah penelitian terhadap kualitas hadis menjadi sangat penting, mengingat bahwa latar belakang sejarah penghimpunan hadis baru terjadi pada akhir tahun 100 H. (awal akhir abad ke II H.), atas perintah Khalifah Umar Ibn ‘Abd al-Azis yang memerintah sekitar tahun 717-720 M.[5]
    Dengan melihat jauhnya jarak antara masa kehidupan Nabi saw. dengan masa perhimpunan hadis-hadis tersebut, tidak menutup kemungkinan terjadinya berbagai manipulasi, pemalsuan, dan penyimpangan terhadap matan hadis dan lain sebagainya. Sehingga menyebabkan kualitas hadis menjadi berbagai macam bentuknya, ada yang di anggap sahih, hasan maupun da’if. Perlu di jelaskan di sini bahwa terjadinya kualitas hadis hasan adalah merupakan pecahan dari kualitas hadis da’if yang di pergunakan sebelum masanya al-Turmuziy.[6]
    Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka adanya usaha penelitian penelusuran terhadap hadis-hadis yang di pergunakan untuk menetapkan hukum, terutama yang berhubungan dengan masalah : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat dalam melaksanakan tugasnya, tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pernyataan kualitas hadis yang berbagai macam. Apakah hadis –hadis yang di jadikan sebagai landasan hukum tersebut berkualitas sahih, hasan ataupun da’if. Oleh karena itu untuk menggunakan kapasitas sebuah hadis dalam kualifikasi sahih, hasan atau da’if, tidak bisa tidak kecuali harus melakukan verifikasi melalui penelitian baik terhadap sanad maupun terhadap matan hadis. Dimana proses ini merupakan upaya untuk memastikan paling tidak menduga secara kuat bahwa, hadis-hadis di maksud benar-benar berasal dari Nabi saw. sehingga secara otentik bisa menjadi hujjah bagi penetapan hukum dalam Islam sekaligus dapat di pertanggung jawabkan kevaliditasannya.
    Klasifikasi Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat
    Takhrij al- Hadis
    Kata takhrij yang sering di artikan sebagai : al-Istimbat ( mengeluarkan dari sumbernya), al- Tadrib ( latihan ), dan al-Tawjih (pengarahan),[7] ialah penelusuran atau pencarian hadis pada berbagai kitab hadis sebagai sumber asli dari hadis, yang di dalamnya di kemukakan secara lengkap matan dan sanad hadis yang bersangkutan. Kemudian guna kepentingan penelitian, maka akan di jelaskan hingga kualitas hadis yang di jadikan obyek penelitian.
    Adapun metode takhrij al-Hadis yang akan di pergunakan dalam menelusuri hadis-hadis tentang : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat, adalah terdapat dua macam metode, yakni : (1) Metode takhrij melalui lafal-lafal yang terdapat dalam hadis (takhrij al- hadis bi alfaz), yaitu adanya upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis dengan cara menulusuri matan hadis yang bersangkutan.[8] (2) Dengan metode takhrij melalui tema hadis (tematik) (takhrij al-hadis bi al-mawdu’), yakni upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis berdasarkan topik masalah yang di bahas dalam sejumlah matan hadis.[9]
    Untuk penggunaan metode yang pertama, penulis merujuk pada kamus hadis al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawiy, dan untuk metode yang ke dua penulis merujuk kepada kitab : Miftah Kunuz al-Sunnah, yang keduanya di susun oleh Arnold John Wensinck (w.1939 M.) dan J.P. Mensing.
    Jika di tempuh melalui metode lafal dari berbagai riwayat yang terkait dengan matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat, di temukan di dalamnya beberapa kata kunci, seperti : ا ستعمل عا ملا – ا هدي – غـــــل , sedangkan jika di tempuh dengan metode tematik , maka berbagai riwayat hadis yang di cari di temukan pada topik : استعمل عا ملا ( على الصدقة ) – با ب فى العامل اذا اصا ب فى عمله شيــــــــــا – با ب يهدى لعما ل الصد قة لمن هو[10] , dan setelah di telusuri ternyata data yang di peroleh menunjukkan bahwa hadis –hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat di muat dalam beberapa kitab hadis. Adapun kitab hadis di maksud berikut jumlah periwayatnya , masing-masing terdapat pada :
    • Sahih al-Bukhariy, yakni memuat satu riwayat yang terdapat dalam “kitab al-aiman”, bab III.
    • Sunan al-Darimiy, memuat dua riwayat, yaitu terdapat dalam kitab “al-Zakat” bab 30, dan dalam kitab “al-Sair” bab 52.
    Dengan demikian hadis-hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang berhasil di kumpulkan sesuai petunjuk kedua kamus hadis (al-Mu’jam dan Miftah) tersebut di atas hanya di temukan sekitar 3 riwayat dalam 2 kitab hadis.
    Susunan Sanad dan Matan Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat
    Hadis Riwayat al-Bukhariy Pada Kitab al-Aiman :
    حد ثنا ابو اليما ن اخبرنا شعيب عن الزهرى قال اخبر نى عروة عن ابى حميد السا عدى انه اخبره ا ن رسول الله صلىالله عليه وسلم استعمل عاملا فجاءه العامل حين فرغ من عمله فقال يا رسول الله هذا لكم وهذا اهدى لى فقال له افلا قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهدى لك ام لا ثم قام رسول الله صلى الله عليه وسلم عشية بعد الصلاة فتشهد واثنى على الله بماهو اهله ثم قال اما بعد- فما بال العا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدى لى افلا قعد فى بيت ابيه وا مه فنظر هل يهدى له ام لا فوالذى نفسى محمد بيده لا يغل احد كم منها شياء الا جاء به يوم القيما مة يحمله على عنقه ان كا ن بعيرا جاء به له رغاء وان كانت بقرة جاء بها لها خوار وان كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت فقال ابو حميد ثم رفع رسول الله صلى الله عليه وسلم يده حتى ا نا لننظر الى عفرة ابطيه قال ابو حميد وقد سمع ذلك معى زيد بن ثا بت من النبى صلى الله عليه وسلم فسلوه- [11]
    Terjemahnya:
    Abu al-Yaman menceritakan kepada kami, Syu’aib memberitakan kepada kami, dari al-Zuhriy dia berkata : ‘Urwah memberitakan kepadaku, dari Abi Humaid al-Saidiy, dia telah memberitakannya, sesungguhnya Rasulullah Saw. mengangkat seorang amil (pegawai) untuk menertima sedekah/zakat. Kemudian setelah selesai dari pekerjaannya dia datang kepada Rasulullah Saw. dan berkata: Ini untukmu dan yang ini hadiah yang di berikan orang kepadaku. Maka Rasulullah Saw. bersabda kepadanya: Mengapakah anda tidak duduk saja di rumah bapak atau ibumu untuk melihat apakah di beri hadiah atau tidak. Kemudian sesudah shalat Rasulullah Saw. berdiri setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya lalu bersabda: Amma ba’du, mengapakah seorang ‘amil yang di serahi mengurus pekerjaannya, kemudian ia datang lalu berkata, ini hasil untuk kamu dan ini aku di beri hadiyah, mengapa ia tidak duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya untuk mengetahui apakah di beri hadiah atau tidak. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. Tiada seorang yang menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya (korupsi), melainkan ia akan menghadap di hari kiamat nanti memikul di atas lehernya, jika berupa onta akan bersuara, jika berupa lembu akan menguak, dan jika berupa kambing akan mengembik. Maka sungguh aku telah menyampaikan ; Abu Humaid berkata: Kemudian Rasulullah Saw. mengangkat kedua tangannya, hingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya. Berkata pula Abu Humaid, sungguh hal itu telah mendengar bersamaku Zaid ibn Sabit dari Nabi Saw.
    Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Dalam Kitab al-Zakat :
    اخبرنا االحكم بن نافع ا ناا شعيب عن الزهرى اخبرنى عروة ابن الز بير عن ا بى حميد ا لسا عدى انه اخبره ان النبى صلى الله عليه وسلم استعمل عا ملا على الصد قة فجاء ه العا مل حين فرغ
    من عمله فقا ل يارسول الله هذ ا ا لذى لكم وهذا اهدي لى فقال ا لنبى صلىا لله عليه وسلم فهلا قعـدت فى بيت ابيك وا مك فنظرت ا يهد ى لك ا م لا ثم قال ا لنبى صلىا لله عليه وسلم عشية بعد ا لصلاة علىا لمنبر فتشهد فحمدا لله وا ثنى عليه بما هو اهله ثم قال ا ما بعد- فما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدي لى فهلا قعد فى بيت ا بيه وا مه فينظر ا يهدى له ام لا والذى نفس محمد بيده لا يغل ا حد كم منها شياء الا جاء به يوم ا لقيا مة يحمله على عنقه ا ن كان بعيرا جاء به له رغاء وا ن كانت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد ثم رفع ا لنبى صلىا لله عليه وسلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ابطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذا لك معى من رسول ا لله صلىا لله عليه وسلم ز يد بن ثا بت فسلوه-[12]
    Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Pada Kitab al-Sair :
    اخبرنا ا بوا ليما ن ا لحكم بن نا فع ثنا شعيب عن ا لزهري حد ثنى عروة ا بن ا لزبير عن ا بى حميد ا لا نصا رى ثم ا لسا عدى ا نه اخبره ا ن ا لنبى صلىا لله عليه وسلم ا ستعملا عا ملا على ا لصد قة فجاء ه ا لعا مل حين فرغ من عمله فقا ل يا رسول ا لله هذ ا ا لذى لكم و اهدي لى فقا ل ا لنبى صلى ا لله عليه وسلم فهلا قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهد ى لك ا م لا ثم قا م ا لنبى صلىا لله عليه وسلم عشية بعد ا لصلا ة عل ا لمنبر فتشهد و ا ثنى علىا لله بما هو اهله ثم قا ل ا ما بعد ما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذ ا من عملكم وهذ ا اهد ي لى فهلا قعد فى بيت ا بيه وا مه فينظر هل يهد ى له ام لا – وا لذ ى نفسى بيده لا يغل ا حد كم منها شياء ا لا جاء به يوم ا لقيا مة يحمله على عنقه ا ن كا ن بعيرا جاء به له رغاء وا ن كا نت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد ثم رفع رسول ا لله صلىا لله عليه و سلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ا بطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذ ك معى من ا لنبى صلى ا لله عليه وسلم زيد بن ثا بت فسلو ه – [13]
    Kualitas Hadis – Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat
    Berdasarkan Penelitian Sanad 
    Dalam bab ini, penelitian sanad di lakukan terhadap hadis yang berasal dari periwayat terakhir (Mukharrij al-Hadis) dari jalur Imam al-Darimiy bersama periwayat-periwayat di atasnya seperti : Abu al-Yaman, Syu’aib, al-Zuhriy, ‘Urwah dan Abu Humaid al-Saidiy.
    Untuk mempermudah proses kegiatan peninjauan terhadap sanad-sanad hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat, berikut ini akan di buatkan skema untuk keseluruhan sanad yang terkait baik dari jalur periwayat al-Bukhariy maupun sanad hadis yang berasal dari jalur al-Darimiy :
    Pada skema gambar di atas tercantum seluruh sanad (nama periwayat) dan lafal-lafal penerima riwayat ( sigat al-Tahammul) , seperti lafal: Haddasaniy, haddasana (sana), akhbaraniy, akhbarana (ana), ‘an, dan anna, adalah merupakan tanda penghubung antara periwayat yang satu dengan periwayat yang lain . Dalam skema juga kelihatan adanya seorang sahabat yang berfungsi sebagai periwayat tingkat pertama, yakni Abu Humaid al-Saidiy. Pada tingkat kedua, ketiga, keempat dan pada tingkat ke lima masing-masing terdapat satu orang periwayat. Itu berarti apabila di lihat dari segi banyak dan sedikitnya sanad atau rawiy, hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat adalah termasuk klasifikasi hadis ahad.
    Yang di maksud hadis ahad menurut istilah adalah, hadis yang diriwayatkan oleh orang seorang atau dua orang atau lebih , akan tetapi belum cukup syarat padanya untuk di masukkan sebagai yang mutawwatir.[14] Adapun sanad hadis yang sedang di jadikan obyek penelitian ini adalah termasuk dalam katagori hadis ahad yang garib. Menurut istilah Fatchur Rahman yang di maksud dengan hadis garib ialah :
    ما ا نفرد بروا يته شخص فى ا ي موضع و قع تـــفرد به من ا لسند [15]
    “Hadis yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan, dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi”.
    Jadi kegariban tersebut sesungguhnya hanya terletak pada sanad (rawiy) saja, bukan terletak pada matan hadis, sebab tidak di temukan adanya lafal yang sulit atau tidak populer atau tidak di muat dalam sanad-sanad yang lain. Dan yang di maksudkan dengan penyendirian (ifrad) rawiy disini ialah karena tidak adanya orang lain yang meriwayatkan selain rawiy itu sendiri, dimana penyendirian itu dapat terjadi pada tingkat tabi’iy, tabi’it tabi’iy atau dapat juga terjadi pada seluruh rawiy rawiy pada tiap-tiap tabaqat, kecuali pada tingkat sahabat.
    Berdasarkan Kritik Sanad
    Sanad yang di pilih untuk di teliti langsung sebagaimana yang tertera pada skema sanad di atas adalah dari jalur periwayatan Imam al-Darimiy, kemuan keatas hingga tabaqat pertama pada seorang sahabat Nabi Saw. yakni Abu Humaid al Saidiy.
    al – Darimiy.[16]
    Nama lengkapnya adalah ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadl bin Bahram bin ‘Abd al-Samad al-Darimiy al-Tamimiy Abu Muhammad al-Samarkandiy (181-255 H.). Dalam riwayat hidupnya, dia pernah berguru kepada ‘Abd al-Yaman , dan salah seorang muridnya yang terkenal adalah al-Bukhariy. Al-Darimiy adalah termasuk periwayat hadis yang berkualitas siqat. Hal ini dapat di pahami dari beberapa pernyataan ahli kritik hadis tentang dirinya, seperti : (1) Ahmad bin Hambal, bahwa al-Darimiy ialah seorang Imam. (2) Ahmad bin Sayyar (w. 268 H.), bahwa al-Darimiy adalah orang yang berpengetahuan luas, dengan karya besarnya telah menyusun kitab al-Musnad dan al-Tafsir. (3) al-Khatib al-Bagdadiy (w.463 H.), bahwa al-Darimiy adalah orang yang senang mengembara mencari hadis Nabi, mengumpulkan dan menghafalkannya. Dan dia itu termasuk orang yang siqat, sidq, wara’ dan zuhud.[17] Tidak ada seorangpun yang mencela pribadi al-Darimiy, sebaliknya pujian yang di berikan kepadanya adalah pujian yang berperingkat tinggi dan tertinggi. Oleh karena itu, di yakini bahwa al-Darimiy adalah benar-benar menerima hadis dari abu al-Yaman. Hal ini di dukung oleh lambang periwayatan yang digunakan adalah dengan lafal “akhbarana”, yang dimungkinkan dengan metode al-Sama’, al-Qira’ah atau dengan al-Ijazah. Yang berarti pula bahwa antara al-Darimiy dengan abu al-Yaman terjadi persambungan sanad.
    Abu al-Yaman.[18]
    Nama lengkapnya adalah al-Hakam bin Nafi’ al-Bahraniy abu al-yaman al-Himsiy (w.221/222 H.). Dia menerima hadis dari Syu’aib bin Abi Hamzah, dan murid yang meriwayatkan hadisnya adalah al-Bukhariy dan al-Darimiy.
    Para kritikus hadis memberi penilaian terhadap diri Abu al-Yaman dengan pernyataan sebagai berikut : (1) Ahmad ibn Hambal bertanya : Bagaimana caranya kamu mendengar ( menerima) hadis dari Syu’aib ? Abu al-Yaman menjawab : Sebagian dengan cara al-Qira’ah.[19] Yang dimaksud dengan al-qira’ah ialah periwayat menghadapkan riwayat hadis kepada guru hadis dengan cara periwayat itu sendiri yang membacanya atau orang lain yang membacakannya,dan ia mendengarkan. Cara ini biasa di sebut “al-‘ard” (penyodoran). (2) Abu Hatim dan Muhammad bin ‘Abd Allah bin ‘Ammar al-Musiliy mengatakan bahwa, Abu al-Yaman adalah orang yang siqat.[20]
    Berdasarkan pernyataan para ahli kritikus hadis tersebut, maka dapat di simpulkan bahwa, Abu al-Yaman adalah periwayat hadis yang memiliki kualitas pribadi yang baik, lebih-lebih lambang periwayatan yang di gunakan adalah lafal “akhbarana”, yang di mungkinkan ia menerima hadis tersebut dengan al-sama’, al-qira’ah atau dengan cara al-ijazah.[21] Maksud dari pada al-ijazah ialah, seorang guru hadis memberikan izin kepada seseorang untuk meriwayatkan hadis yang ada padanya, baik melalui lesan maupun tulisan. Dan mayoritas ‘Ulama membolehkan cara al-ijazah ini bahkan menilainya cukup terpercaya untuk periwayatan hadis.
    Dengan demikian bahwa, Abu al-Yaman adalah seorang yang benar-benar telah menerima hadis dari gurunya, yang berarti pula bahwa, sanad hadis yang ada di antara keduanya adalah bersambung dan dapat di percaya.
    Syu’ayb.[22]
    Nama lengkapnya adalah Syu’ayb bin Abi Hamzah Dinar al-Amawiy Mawlahum Abu Bisyr al-Himsiy (w.162 H.). Dia menerima hadis dari al-Zuhriy, dan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Abu al-Yaman.
    Ibn Ma’in, al-‘Ijliy, Ya’qub bin Syaybah, Abu Hatim dan al-Nasa’iy, menilai Syu’ayb bersifat siqat. Lebih lanjut Ibn Ma’in menjelaskan bahwa dia termasuk orang yang asbat pada al-Zuhriy dan menjadi sekretarisnya. Ahmad menilai bahwa, Syu’ayb itu sabt, salih al-hadis, dia penulis dengan penuh kecermatan (dabit). Abu al-Yaman menilai, Syu’ayb itu sangat ketat dalam hadis. Dan Abu Dawud juga menjelaskan bahwa, Syu’ayb adalah asakh hadisan min al-Zuhriy.[23] Kecuali itu tak seorangpun dari ahli kritik hadis yang mencela pribadi Syu’ayb. Dan pujian yang di berikan kepadanya adalah berperingkat tinggi. Dengan melihat hubungan pribadinya dengan al-Zuhriy yang begitu akrab dengan menggunakan lambang periwayatan “akhbarana”, maka diyakini bahwa Syu’ayb benar-benar telah menerima hadis dari gurunya, yakni al-Zuhriy. Yang berarti pula bahwa sanad diantara keduanya adalah bersambung.
    Al-Zuhriy.[24]
    Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muslim bin ‘Ubayd Allah bin ‘Abd Allah bin Syihab bin ‘Abd Allah bin al-Haris bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Galib al-Quraisiy al-Zuhriy Abu Bakr al-Madaniy (50-124 H.). Ia lebih populer dengan nama Ibn Syihab atau al-Zuhriy. Ia menerima hadis dari ‘Urwah, sedangkan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Syu’ayb.
    Al-Zuhriy adalah periwayat hadis yang di andalkan kejujuran dan kedabitannya. Hal itu diakui para ahli kritikus hadis seperti : (1) Ibn Sa’ad, bahwa al-Zuhriy adalah orang yang siqat, ilmuwan, periwayat yang faqih dan jami’. (2) Abu al-Zinad, bahwa al-Zuhriy adalah orang yang paling berilmu di masanya, ia dapat menulis apa yang pernah di dengarnya dan menjadi hujjah. (3) Al-Lays menyatakan bahwa, saya tidak pernah melihat orang yang pintar melebihi al-Syihab.[25] (4) Ibn Manjuwiyah juga menyatakan bahwa, al-Zuhriy adalah orang yang pernah bertemu dengan sepuluh sahabat Nabi, dan dia adalah yang paling hafiz pada masanya.[26]
    Berdasarkan penilaian para kritikus hadis tersebut, menunjukkan bahwa al-Zuhriy adalah seorang tabi’in kecil yang berkualitas siqat. Dia menerima hadis dari ‘Urwah (seorang tabi’in besar) dengan lambang periwayatan “’an” yang dipercaya dan di yakini bahwa antara keduanya terjadi persambungan sanad.
    ‘Urwah.[27]
    Dia adalah ‘Urwah bin al-Zubayr bin al- ‘Awwam bin Khuwaylid bin Asad bin ‘Abd al-‘Uzza al-Qurasyiy al-Asadiy, Abu ‘Abd Allah al-Madaniy (22-92 H.). Sebagai seorang tabi’in besar yang teruji kualitasnya, ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang banyak menerima hadis dari ‘Aisyah (bibinya), di samping berguru kepada Asma bint Abi Bakr (ibunya) sendiri, juga kepada Abu Humaid al-Saidiy. Sedang murid-muridnya adalah al-Zuhriy, Hisyam (putranya) dan lain-lain.
    Menurut penilaian ahli kritik hadis, ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang terpuji. Hal itu sebagaimana di kemukakan oleh : (1) Ibn Sa’ad, menempatkannya sebagai al-tabaqat al-saniyah (tingkat kedua) dari penduduk Madinah. ‘Urwah adalah seorang yang siqat, faqih,ma’mun, ‘alim dan sabt. (2) al-Ijliy mengatakan bahwa, ‘Urwah adalah tabi’in yang siqat, saleh dan tidak pernah terkena fitnah. (3) Sufyan bin Uyaynah (w.198 H.), mengatakan: hanya ada tiga orang yang paling mengetahui hadis ‘Aisyah, yaitu : al-Qasim bin Muhammad, ‘Urwah bin al-Zubayr, dan ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahman. (4) Sedang ibn Hibban memasukkan ‘Urwah kedalam orang yang siqat. Dia adalah penduduk Madinah yang sangat utama dan cendekiawan.[28]
    Sebagai seorang tabi’in besar yang pada umumnya langsung menerima hadis dari para sahabat Nabi, adalah tidak di ragukan lagi kebenarannya bahwa, sanad antara ‘Urwah dengan sahabat Abu Humaid al-Saidiy adalah benar-benar bersambung.
    Abu Humaid.[29]
    Dia adalah Humaid bin Nafi’ al-Ansariy Abu Aflah al-Madaniy Maula Safwan bin Aus. Abu Humaid adalah seorang sahabat Nabi yang sering bersama-sama sahabat Zaid ibn Sabit, salah seorang yang di percaya Nabi Saw. sebagai sekretarisnya sejak berumur 11 tahun. [30] Salah satu murid Abu Humaid yang sangat siqat, faqih, ma’mun dan ‘alim yang menerima riwayatnya adalah ‘Urwah bin al-Zubayr.
    Abu Humaid di samping sebagai sahabat nabi Saw. juga sebagai periwayat hadis yang memiliki keadilan dan kekuatan hafalan yang dapat di andalkan. Hal ini dapat di fahami dari beberapa pernyataan dari ‘ulama rijal al-hadis, seperti :Zainab bint Umm Salamah, Imam al-Nasa’iy, al-Bukhariy, Muslim, dan ibn Hibban, bahwa Abu Humaid adalah seorang sahabat yang siqat.[31] Tidak ada seorang ahli rijal al-hadis yang mencela pribadinya. Dan dengan melihat hubungannya yang sering bersama-sama Nabi dan para sahabat Nabi lainnya, dapatlah di nyatakan bahwa hadis yang sanadnya di teliti saat ini adalah terjadi persambungan antara periwayat (Abu Humaid) dengan Nabi Saw.
    Apabila di cermati secara seksama keseluruhan sanad sebagaimana yang tertera pada gambar skema sanad tersebut di atas , adalah memiliki integritas pribadi yang terpuji, tidak mengandung syaz dan ‘illat ( mengandung kejanggalan dan kecacatan ), karena seluruh periwayatnya dapat di andalkan kejujuran dan kekuatan hafalannya ( siqat ) kemudian sanad satu dengan yang lain pun bersambungan (muttasil). Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa hadis riwayat al-Darimiy yang tengah di teliti saat iniadalah telah memenuhi syarat-syarat sebagai sanad hadis yang memiliki kualitas ”Sahih”.
    Berdasarkan Penelitian Matan
    Penelitian terhadap matan di pandang sangat penting , mengingat kedudukan matan hadis bisa mempengaruhi kualitas kesahihan hadis. Dimana suatu hadis barulah dapat dinyatakan berkualitas sahih, apabila sanad dan matan hadis tersebut sama-sama berkualitas sahih.[32] Jadi hadis yang sanadnya sahih tetapi matannya tidak sahih (da’if) atau sebaliknya, yakni sanadnya da’if, tetapi matannya sahih, maka hadis yang demikian tidak dapat di nyatakan sebagai hadis sahih.
    Untuk mengetahui bahwa, suatu matan hadis itu berkualitas sahih, minimal matan tersebut harus memenuhi empat macam tolok ukur, di antaranya: (1) Tidak bertentangan dengan al-Qur’an. (2) Tidak bertentangan dengan hadis mutawwatir. (3) Tidak bertentangan dengan ijma’ ‘Ulama, dan (4) Tidak bertentangan dengan logika yang sejahtera.[33] Musthafa al-Siba’iy menambahkan bahwa, suatu matan hadis dapat dinilai berkualitas palsu (tidak berasal dari rasul), apabila matan hadis tersebut : (1) Memiliki susunan gramatika sangat jelek. (2) Maknanya sangat bertentangan dengan pendapat akal. (3) Menyalahi al-Qur’an yang tegas maksudnya. (4) Menyalahi kebenaran sejarah yang telah terkenal di zaman Nabi. (5) Bersesuaian dengan pendapat orang yang meriwayatkannya, sedang orang tersebut terkenal sangat fanatik terhadap mazhabnya. (6) Mengandung suatu perkara yang seharusnya di beritakan oleh orang banyak, tetapi ternyata hanya di riwayatkan oleh seorang saja. (7) Mengandung berita tentang pemberian pahala yang besar untuk perbuatan yang kecil, atau ancaman siksa yang berat terhadap suatu perbuatan yang tidak berarti.[34]
    Berdasarkan kriteria kesahihan matan yang di jadikan tolok ukur sebagaimana kriteria-kriteria tersebut di atas, maka dapat di simpulkan bahwa, matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang di riwayatkan oleh imam al-Darimiy adalah matan hadis yang tidak bertentangan sama sekali dengan tolok ukur kesahihan matan hadis. Dan dapat di nyatakan sebagai matan hadis yang berkualitas sahih (benar-benar berasal dari Nabi Saw.).
    Berdasarkan Pemahaman Secara Tekstual dan Secara Kontekstual
    Pemahaman Secara Tekstual 
    Secara tekstual terdapat beberapa kata kunci dalam matan hadis yang dijadikan obyek penelitian, di antaranya : استعمل عا ملا – اهدي – غــل ( terangkatnya seorang pegawai,pejabat, pekerja atau orang yang di serahi tanggung jawab untuk melaksanakan tugas, kemudian menmerima hadiah, tetapi berkesan menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya atau berkhianat dalam arti populer terindikasi melakukan korupsi), maka Nabi Saw. dengan tegas hingga di nyatakan dua kali dengan menggunakan kata “isim istifham” (kata untuk bertanya) seperti kata-kata : ا فلا – فهلا , yang menurut ahli Ushul mempunyai arti “ al-Nahyi” atau larangan yang bersifat “taubikh” (menegur).[35] Larangan tersebut terlihat pada sikap ketidak relaan Nabi ketika menerima laporan dari seorang pegawai yang menerima hadiah ketika ia sedang menjalankan tugasnya.
    Dengan demikian secara tekstual hukum bagi seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah menurut hadis al-Darimiy adalah tidak boleh atau “haram hukumnya”.
    b. Pemahaman Secara Kontekstual
    Secara kontekstual, sesungguhnya makna hadis dari al-Darimiy adalah di tunjukkan kepada orang banyak, tidak mengkhusus kepada hukum seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah, tetapi lebih bersifat umum. Hal itu terbukti dari asbab al-nuzul hadis tersebut pernah di sampaikan Nabi Saw. ketika selesai turun dari mimbar shalat, dengan nada ketidak puasan nabi kepada seorang pegawai yang telah melapor kepada-nya di hadapan orang banyak. Sesungguhnya dasar hukum yang melarang seorang menerima hadiah, adalah lebih di sandarkan atau di qiyaskan kepada kasus seorang pegawai yang karena jabatan atau pekerjaannya, sehingga seorang datang memberikan hadiah kepadanya bukan karena dasar sukarela, tetapi di curigai oleh Nabi Saw. mempunyai maksud-maksud tertentu, hubungan tertentu atau latar belakang tertentu, dengan istilah populer hadiah yang di terimanya itu terindikasi berbau kolusi, nepotisme dan individualistis. Jadi apabila seseorang menerima hadiah dari orang yang memberi hadiah kepadanya bukan karena niat atau maksud-maksud tertentu , tetapi atas dasar sukarela dan bertujuan untuk memuliakan serta hanya mengharap rida Allah Swt. Maka pemberian hadiah atau penerimaan hadiah seperti ini adalah tidak termasuk katagori yang di larang sebagaimana hukum yang terkandung dalam hadis riwayat Imam al-Darimiy.
    KESIMPULAN
    Dengan selesainya pembahasan tentang penelitian metodologis hadis masalah korupsi, kolusi, nepotisme dan individualistis, yakni studi kasus atas hadis Abu al-Humaidiy tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat dalam melaksanakan tugasnya, dapat di simpulkan beberapa hal penting sebagai berikut :
    • Mengingat peran al-Hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an, mengharuskan adanya langkah penelitian yang mendalam sebagai upaya untuk menjaga kualitas kemurnian, keotentikan dan kesahihannya. Sehingga dapat di pertanggung jawabkan sebagai dasar penetapan hukum dalam Islam.

     

    • Sesungguhnya hadis riwayat al-Darimiy yang di jadikan sebagai landasan hukum tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat, apabila di lihat dari kualitas sanad, maupun matannya adalah berkualitas sahih, walaupun masuk dalam katagori hadis ahad. Sehingga dengan demikian keabsahannya sebagai landasan hukum Islam dapat di terima .

     

    • Secara tekstual maupun secara kontekstual, isi kandungan hadis yang di riwayatkan oleh Imam al-Darimiy , berintikan adanya larangan memberi atau menerima suatu hadiah yang di latar belakangi oleh adanya maksud atau niat tertentu, hubungan tertentu yang dalam istilah populer sekarang terkenal dengan adanya indikasi suap, kolusi, nepotisme dan individualistis di dalamnya. Sedang pemberian atau penerimaan hadiah yang di sebabkan oleh adanya latar belakang dasar suka rela, untuk memuliakan satu dengan yang lainnya, dan untuk menjalin perdamaian diantara sesama yang di lakukan semata-mata mengharap rida Allah Swt. Maka pemberian atau penerimaan hadiah semacam ini tidak termasuk dalam larangan, bahkan sangat di anjurkan oleh Nabi Saw.
    DAFTAR KEPUSTAKAAN
    • Al-Adlabiy, Salah al-Din bin Ahmad. Manhaj Nadq al-Matn. Beirut:Dar al-Afaq al-Jadidah, 1403 H./1983 M.
    • Al-‘Asqalaniy, Syihab al-Din Ahmad bin ‘Ali bin Hajar. Tahzib al-Tahzib. Jilid III, IV, V, VI, dan VII. Beirut: Dar al-Fikr, 1404 H./1984 M.
    • Al-Baghdadiy, Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali al-Khatib. Tarikh Bagdad aw Madinah al-Salam, Juz X. al-Madinah al-Munawwarah: al-Maktabah al-salafiyyah,t.th.
    • ‘Abd al-Hadi, Abu Muhammad ‘Abd al-Muhdi bin ‘Abd al-Qadir. Turuq Takhrij Hadis Rasulullah Saw. di terjemahkan oleh H.S. Agil Husain Munawwar dan H.Ahmad Rifqi Muchtar. Metode Takhrij Hadis. Semarang: Dina Utama, 1994.
    • Al-Darimiy, al-Imam al-Kabir ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadil bin Bahram ibn ‘Abd al-Samad al-Tamimiy al-Samarqandiy. Sunan al-Darimiy. Dar al-Fikr: al-Tab’ah wa al-Nasyr wa al-Tawziy, t.th.
    • Al-Bukhariy, Abi ‘Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibn al-Mughirah. Sahih al-Bukhariy, al-Juz VII. Beirut: Dar al-Fikr, 1401 H./1981 M.
    • Al-Sijistaniy, Abu Dawud Sulayman ibn al-Asy’as. Sunan Abu Dawud, Juz IV. Beirut: Dar al-Fikr, t.th.
    • Al-Suyutiy, Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman bin Abi Bakr. Tabaqat al-Huffaz. Beirut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyah, 1403 H./1983 M.
    • Al-Tahhan. Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid. Halb : Matba’at al-Arabiyyah, 1398 H./1979.
    • Al-Zahabiy, Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Ahmad bin ‘Usman.Siyar A’lam al-Nubala’. Cet.ke-VII; Beirut: Mu’assasat al-Risalah, 1410 H./1990 M.
    • As-Siba’iy, Musthafa. As-Sunnah wa Makanatuha Fit-Tasyri’il Islamiy. Al-Darul Qaumiyyah, t.th.
    • Amin,Ahmad. Islam Dari Masa Ke Masa. Cet.ke-1 ; Bandung: CV Rasyda, 1987.
    • Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Edisi Refisi. Surabaya: Pen. Mahkota, 1989.
    • Hanafi, A. Ushul Fiqh. Cet. Ke-7; Jakarta: Widjaya, 1980.
    • Ibn Taymiyah,Taqiy al-Din Ahmad ibn ‘Abd al-Halim. Majmu’ Fatawa li Ibn Taymiyah, Juz I. T.t.: Matabi’ Dar al-Arabiyyah, 1398 H.
    • Ibn Al-Salah. ‘Ulum al-Hadis. Al-Madinat al-Munawwarah: al-Maktabah al-Ilmiyyah, 1972.
    • Ismail, M.Syuhudi. Kaidah Kesahihan Sanad Hadis (Telaah Kritis dan Tinjauan Dengan Pendekatan Ilmu Sejarah). Jakarta: Bulan Bintang, 1988.
    • ———————-. Cara Praktis Mencari Hadis. Jakarta: Bulan Bintang, 1991.
    • ———————-. Pengantar Ilmu Hadis. Cet. Ke-2; Bandung: Angkasa, 1991.
    • Rahman, Fatchur. Ikhtisar Mushthalhul Hadits. Cet.ke-7 ; Bandung: PT Al-Ma’arif, 1991.
    • Wensinck, Arnold John. Concordance et Indices de La Tradition Musulmane, di terjemahkan oleh Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqiy dengan judul, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawiy, Juz IV. Leiden : E.J. Brill, 1943.
    • [1] Lihat M. Syuhudi Ismail, Kaidah Kesahihan Sanad Hadis (Telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah)( Jakarta: Bulan Bintang, 1988), h. 85-8.
    • [2] Departemen Agama RI., Al-Qur’an Dan Terjemahnya, Edisi Revisi ( Surabaya: Pen.Mahkota, 1989),h.916.
    • [4] Lihat Abu Dawud Sulayman Ibn al-Asy’as al-Sijistaniy, Sunan Abu Dawud, Juz IV ( Beirut:Dar al-Fikr, t.th.), h. 328.
    • [5] Lihat Ahmad Amin , Islam Dari Masa Ke Masa ( Cet. Ke-1; Bandung: CV. Rasyda, 1987), h. 104.
    • [6] Lihat Taqiy al-Din Ahmad Ibn ‘Abd al-Halim Ibn Taymiyah, Majmu’ Fatawa Li Ibn Taymiyah, Juz I (T.t.: Matabi’ Dar al-Arabiyyah, 1398 H.), h. 252.
    • [7] Lihat al-Tahhan, Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid (Halb : Matba’at al-‘Arabiyyah, 1398 H./1979 M.), h. 9.
    • [8] Lihat M. Syuhudi Ismail, Cara Praktis Mencari Hadis ( Jakarta: Bulan Bintang, 1991), h. 17.
    • [9] Lihat Abu Muhammad ‘Abd al-Muhdi bin ‘Abd al-Qadir bin ‘Abd al-Hadi, Turuq Takhrij Hadis Rasulullah Saw., di terjemahkan oleh H.S. Agil Husain Munawwar dan H. Ahmad Rifqi Muchtar, Metode Takhrij Hadis ( Cet. Ke-1; Semarang:Dina Utama, 1994), h. 122.
    • [10] Lihat Arnold John Wensinck, Concordance et Indices de La Tradition Musulmane, di terjemahkan oleh Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqiy dengan judul, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawiy, Juz IV ( Leiden: E.J.Brill, 1943),h. 377.
    • [11] Lihat Abi ‘Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibn al-Mughirah al-Bukhariy, Sahih al-Bukhariy, al-Juz VII ( Beirut: Dar al-Fikr, 1401 H./1981 M.), h. 219.
    • [12] Lihat al-Imam al-Kabir ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadil bin Bahram ibn ‘Abd al-Samad al-Tamimiy al-Samarqandiy al-Daramiy, Sunan al-Darimiy (Dar al-Fikr: al-Taba’ah wa al-Nasyr wa al-Tawziy, t.th.), h. 232.
    • [13] Ibid., h. 394.
    • [14] Lihat M. Syuhudi Ismail, Pengantar Ilmu Hadis ( Cet. Ke-2; Bandung: Angkasa, 1991) , h. 141.
    • [15] Lihat Fatchur Rahman, Ikhtisar Mushthalahul Hadits ( Cet. Ke-7 ; Bandung: PT Al-ma’arif,1991),h. 77.
    • [16] Lihat Syihab al-Din Ahmad bin ‘Ali Ibn Hajar al-Asqalaniy, Tahzib al-Tahdib, Jilid V ( Cet.1; Beirut: Dar al-Fikr al-Thaba’ah wa al-Nasyr wa al-Tauziy, 1984 M./1404 H.), h. 258.
    • [17] Lihat Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali al-Khatibal-Bagdadiy, Tarikh Bagdad aw Madinah al-Salam, Juz X (al-Madinah al-Munawwarah: al-Maktabah al-Salafiyyah, t.th.), h.29 dan 32.
    • [18] Lihat al-Asqalaniy, Op.Cit., Jilid II, h. 379.
    • [19] Lihat Abu ‘Amir ‘Usmanbin ‘Abd al-Rahman ibn al-Salah, ‘Ulum al-Hadis ( al-Madinat al-Munawwarah: al-Maktabah al-Ilmiyyah, 1972 M.), h. 122.
    • [20] Lihat Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Ahmad bin ‘Usman al-Zahabiy, Siyar A’lam al-Nubala’ (Cet.ke-VII; Beirut: Mu’assasat al-Risalah, 1410 H./1990 M.), h. 320-24.
    • [21] Lihat Ibn al-Salah, Op.Cit., h. 56.
    • [22] Lihat al-Asqalaniy, Op.Cit., Jilid IV, h. 307.
    • [23] Lihat al-Asqalaniy, Ibid., h. 308.
    • [24] Lihat al-Zahabiy, Siyar, Juz V, Op.Cit., h. 326-28.
    • [25] Lihat al-Asqalaniy, Op.Cit., h. 397-98.
    • [26] Lihat Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman bin Abi Bakr al-Suyutiy, Tabaqat al-Huffaz (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1403 H./1983 M.), h.49-50.
    • [27] Lihat al-Asqalaniy, Op.Cit., Jilid VII, h. 163-66.
    • [28] Lihat al-Zahabiy, Siyar, Op.Cit.,h. 436.
    • [29] Lihat al-Asqalaniy, Op.Cit., Jilid III. , h. 44.
    • [30] Lihat al-Asqalaniy, Op.Cit., Jilid IV, h. 344.
    • [31] Ibid., Jilid III, h. 44
    • [32] Lihat Salah al-Din bin Ahmad al-Adlabiy, Manhaj al-Naqd al-Matn ( Beiru: Dar al-Afaq al-Jadidah, 1403 H./1983 M.),h.254.
    • [33] Lihat M.Syuhudi Ismail, Pengantar Ilm Hadis, Op.Cit., h.178.
    • [34] Lihat Musthafa As-Siba’iy, As-Sunnah wa Makanatuha Fit – Tasyri’il Islamiy (al-Darul Qaumiyyah, t.th.), h. 369.
    • [35] Lihat A. Hanafie, Ushul Fiqh (Cet.ke-7; Jakarta:Widjaya, 1980),h.50.
    • Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia.

    Salam …

    Sumber: http://meetabied.wordpress.com/

     

    PENJELASAN HADIS TENTANG LARANGAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME

     

    PENJELASAN HADIS TENTANG LARANGAN 

    KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME

    Tria Utami, Fengky Ferlando, & Dea Novita Lase

    Definis Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

    Korupsi dalam syariat Islam diatur dalam fiqh Jinayah. Berikut ini akan dibahas beberapa jenis tindak pidana (korupsi) menurut Fiqh Jinayah (Irfan, 2012). Fiqh adalah ilmu tentang hukum-hukum syariat yang bersifat praktis dan merupakan hasil analisis seorang mujtahid terhadap dalil-dalil yang terinci, baik yang terdapat dalam Al-quran maupun hadist.Secara terminologis, jinayah didefinisikan dengan semua perbuatan yang dilarang dan mengandung kemudaratan terhadap jiwa atau selain jiwa.
    Jinayah adalah sebuah tindakan atau perbuatan seseorang yang mengancam keselamatan fisik dan tubuh manusia serta berpotensi menimbulkan kerugian pada harga diri dan harta kekayaan manusia sehingga tindakan atau perbuatan itu dianggap haram untuk dilakukan bahkan pelakunya harus dikenai sanksi hukum, baik diberikan di dunia maupun hukuman Allah kelak di akhirat.
    Fiqh Jinayah adalah ilmu tentang hukum-hukum syariat yang digali dan disimpulkan dari nash-nash keagamaan, baik Alquran maupun hadist, tentang kriminalitas, baik berkaitan dengan keamanan jiwa maupun anggota badan atau menyangkut seluruh aspek pancajiwa syariat.

    Pengertian korupsi
    Kata korupsi berasal dari bahasa inggris , yaitu corruption, yang artinya penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan dan sebagainya, untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

    Pengertian kolusi
    Kata kolusi berasal dari bahasa inggris , yaitu collution, artinya :  kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji

    Pengertian nepotisme
    Kata nepotisme berasal dari bahasa inggris, yaitu nepotism, artinya : kecenderungan untuk mengutamakan ( menguntungkan ) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan , pangkat di lingkungan pemerintah, atau tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan.
    Dengan pengertian menurut bahasa tersebut, dapat disimpulkan bahwa Korupsi, Kolusi, Nepotisme adalah tingkah laku, baik dilakukan sendiri atau bersama-sama yang berhubungan dengan dunia pemerintahan yang merugikan rakyat, bangsa dan negara

    Jenis Tindak Pidana Korupsi Dalam Fiqh Jinayah
    Beberapa jenis tindak pidana (jarimah) dalam fiqh jinayah dari unsur-unsur dan definisi yang mendekati pengertian korupsi di masa sekarang adalah:

    1. Ghulul (Penggelapan)
    2. Risywah (Penyuapan)
    3. Ghasab (Mengambil Paksa Hak/Harta Orang Lain)
    4. Khianat
    5. Sariqah (Pencurian)
    6. Hirabah (Perampokan)
    7. Al-Maks (Pungutan Liar), Al-Ikhtilas (Pencopetan), dan Al-Ihtihab (Perampasan)

    Inilah beberpa jenis tindak pidana dalam fiqh jinayah, namun dalam hal ini, saya akan membahas tentang Ghulul(korupsi/penggelapan).

    Al-Ghulul (Penggelapan)
    a. Mencuri harta rampasan perang (Al-ghulul)
    b. Menggelapkan uang dari kas Negara (baitul maal)
    c. Menggelapkan zakat
    d. Hadiah untuk para pejabat

    Menggelapkan uang Negara dalam Syari’at Islam disebut Al-ghulul, yakni mencuri ghanimah (harta rampasan perang) atau menyembunyikan sebagiannya (untuk dimiliki) sebelum menyampaikannya ke tempat pembagian (Abu Fida, 2006), meskipun yang diambilnya sesuatu yang nilainya relatif kecil bahkan hanya seutas benang dan jarum.Mencuri atau menggelapkan uang dari baitul maal (kas Negara) dan zakat dari kaum muslimin juga disebut dengan Al-ghulul. Berdasarkan hadits-hadits dari Rasulullah maka yang termasuk Al-ghulul, adalah sebagai berikut:
    Adapun dasar hukum dari Al-ghulul, adalah dalil-dalil baik yang terdapat dalam Al-Quran maupun Hadits sebagai berikut:
    “Tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barang siapa yang berkhianat (dalam urusan rampasan perang) maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya”.(QS. Ali-Imran ayat 161)

    Hadits-Hadits yang mengatur Al-ghulul:
    a. Larangan Mengambil yang bukan haknya meskipun seutas benang dan sebuah jarum.
    Nabi Muhammad Saw pernah bersabda,”Serahkanlah benang dan jarum. Hindarilah Al-ghulul,sebab ia akan mempermalukan orang yang melakukannya pada hari kiamat kelak”. beginilah anjuran dari Rasulullah, melarang mengambil sesuatu yang bukan haknya walaupun hanya seutas benang dan sebuah jarum.

    b. Bagikan segala sesuatu kepada yang berhak
    Dari  Ibnu Jarir dari Al-Dahhak, bahwa nabi mengirimkan beberapa orang pengintai kepada suatu daerah musuh. Kemudian daerah itu diperangi dan dikalahkan serta harta rampasan dibagi-bagi.Tetapi para pengintai tidak hadir ketika rampasan itu dibagi-bagi. Lalu ada diantara mereka menyangka, bahwa mereka tidak akan dapat bagian. Kemudian setelah mereka datang ternyata bagian untuk mereka telah disediakan. Maka turunlah ayat ini yang menegur sangkaan mereka yang buruk, sekaligus menyatakan bahwa nabi tidaklah berbuat curang dengan pembagian harta rampasan perang dan sekali-kali tidaklah nabi akan menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan diri beliau sendiri.

    c. Larangan untuk mengambil sesuatu tanpa izin dari yang berhak
    Bersumber dari Mu’adz bin Jabal yang berkata, “Rasulullah Saw telah mengutus saya ke Negeri Yaman. Ketika saya baru berangkat, ia mengirim seseorang untuk memanggil saya kembali, maka saya pun kembali.”Nabi bersabda, “Apakah engkau mengetahui mengapa saya mengirim orang untuk menyuruhmu kembali? Janganlah kamu mengambil sesuatu apa pun tanpa izin saya, karena hal itu adalah Ghulul (korupsi). Barang siapa melakukan ghulul, ia akan membawa barang ghulul itu pada hari kiamat. Untuk itu saya memanggilmu, dan sekarang berangkatlah untuk tugasmu.” (HR. At-Tirmidzi).

    d. Pada hari kiamat orang akan memikil terhadap barang yang diambil secara tidak sah
    Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata, “Suatu hari Rasulullah saw berdiri ditengah-tengah kami. Beliau menyebut tentang ghulul, menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat besar.Lalu beliau bersabda, “Sungguh aku akan mendapati seseorang di antara kalian pada hari kiamat datang dengan memikul unta yang melenguh-lenguh. “Ia berkata, “Wahai Rasulullah tolonglah aku. “Maka aku menjawab, “Aku tidak memiliki sesuatupun dari Allah untuk itu.Sungguh aku telah menyampaikan semuanya kepadamu.Aku juga mendapati seseorang di antara kalian pada hari kiamat datang dengan memikul kambing yang mengembik-embik.“Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah tolonglah aku.’Maka aku menjawab, ‘Aku tidak memiliki sesuatupun dari Allah untuk itu.Sungguh aku telah menyampaikan semuanya. Aku juga mendapati seseorang di antara lain pada hari kiamat datang dengan memikul binatang yang mengeluarakan suara-suara keras. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah tolonglah aku.’ Maka aku menjawab, ‘ Aku tidak memiliki sesuatupun dari Allah untuk itu. Sungguh aku telah menyampaikan semuanya kepadamu.Aku juga akan mendapati seseorang di antara kalian pada hari kiamat datang dengan memikul kain dan baju-baju yang berkibar-kibar.’Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah tolonglah aku.’ Maka aku menjawab, ‘Aku tidak memiliki sesuatupun dari Allah untuk itu.Sungguh aku telah menyampaikan semuanya kepadamu.Aku mendapati seseorang di antara kalian pada hari kiamat datang dengan memikul barang-barang yang berharga.’Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah tolonglah aku.’ Maka aku menjawab, ‘aku tidak memiliki sesuatu apapun dari Allah untuk itu.Sungguh aku telah menyampaikan semuanya kepadamu.’” (HR. Bukhari)

    e. Larangan Pejabat Publik untuk mengambil semua kekayaan publik secara tidak sah
    Hadits ini menunjukkan bahwa pengertian ghulul tidak terbatas pada lingkup korupsi harta rampasan perang saja, melainkan mencakup semua kekayaan publik, yang diambil seorang pejabat secara tidak sah. Seperti tertuang dalam peringatan Rasulullah Saw kepada Mu’adz yang diangkat menjadi Gubernur Yaman, agar tidak mengambil sesuatu apa pun dari kekayaan negara yang ada di bawah kekuasaannya tanpa izin Rasulullah. Jika hal ini tetap dilakukan maka ia melakukan tindakan korupsi.
    Telah menceritakan kepada kami Ubaid bin Isma’il, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Hisyam dari ayahnya, dari Abu Humaid As Sa’idi mengatakan, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam pernah mempekerjakan seorang laki-laki untuk mengelola zakat bani Sulaim yang sering dipanggil dengan nama Ibnu Al Latabiyah, tatkala dia datang, dia menghitungnya dan berkata; ‘Ini adalah hartamu dan ini hadiah.’ Spontan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berujar: “kenapa kamu tidak duduk-duduk saja di rumah ayahmu atau ibumu sampai hadiahmu datang kepadamu jika kamu jujur.” Kemudian beliau berpidato di hadapan kami, memuja dan memuji Allah terus bersabda: “Amma ba’d. Sesungguhnya saya mempekerjakan salah seorang diantara kalian untuk mengumpulkan zakat yang telah Allah kuasakan kepadaku, lantas ia datang dan mengatakan; ‘ini hartamu dan ini hadiah yang diberikan kepadaku, ‘ kenapa dia tidak duduk-duduk saja di rumah ayahnya atau ibunya sampai hadiahnya datang kepadanya? Demi Allah, tidaklah salah seorang diantara kalian mengambil sesuatu yang bukan haknya, selain ia menjumpai Allah pada hari kiamat dengan memikul hak itu, aku tahu salah seorang diantara kalian menjumpai Allah dengan memikul unta yang mendengus, atau sapi yang melenguh, atau kambing yang mengembik.” Kemudian beliau mengangkat tangannya hingga terlihat putih ketiaknya seraya mengatakan: “Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan apa yang kulihat dengan mataku dan kudengar dengan dua telingaku?” (HR. Bukhari).
    Kata “ghulul” dalam teks hadis tersebut adalah penipuan, namun dalam sumber lain diartikan bahwa “ghulul” adalah penggelapan yang berkaitan dengan kas negara atau baitul mal. Dalam al-Qur’an sendiri, terdapat kata “ومن يغلل “ yang diartikan sebagai perbuatan berkhianat atas harta rampasan perang
    Secara umum, korupsi dalam hukum Islam lebih ditunjukkan sebagai tindakan kriminal yang secara prinsip bertentangan dengan moral dan etika keagamaan, karena itu tidak terdapat istilah yang tegas menyatakan istilah korupsi.Dengan demikian, sanksi pidana atas tindak pidana korupsi adalah takzir, bentuk hukuman yang diputuskan berdasarkan kebijakan lembaga yang berwenang dalam suatu masyarakat.
    Hadis-hadis yang disebutkan di atas pun tidak secara tegas menyebutkan bentuk sanksi yang dapat dijatuhkan kepada pelaku korupsi. Nash-nash tersebut hanya menunjukkan adanya keharaman atas perbuatan korupsi yang meliputi suap menyuap, penyalahgunaan jabatan atau kewenangan, dsb.
    Sehingga ayat dan hadis di atas hanya menunjukkan kepada sanksi akhirat.Hal ini mengingat bahwa syariat Islam memang multidimensi, yaitu meliputi dunia dan akhirat. Untuk menjerat para koruptor agar dapat merasakan pedihnya sanksi pidana, maka dapat dijatuhi sanksi takzir sebagai alternatif ketika sebuah kasus pidana tidak ditentukan secara tegas hukumannya oleh nash.

     

    Larangan Korupsi Atau KKN

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT Yang mana telah mencurah limpahkah taufiq hidayah serta rohmatnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami Tentang pengertian “Takhrij Hadits”.

    Sholawat serta salam kami panjatkan kepada Nabi besar kita MUHAMMAD SAW Karna beliaulah sebaik baik makhluk serta tauladan bagi seluruh umat.

    Tidak lupa pula kami sampaikan banyak terima kasih kepada DosenM.F.Hidayatullah kelas M yang telah membimbing kami dalam kuliah “Ulumul Hadits” Dan memberi motivasi supaya kami lebih maju lebih semangat dalam menyelsaikan makalah kami.Tak Lupa pula kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan pembuatan makalah ini.

    Dalam pembuatan makalah ini penulis tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan, maka dari itu kritik dan saran untuk membangun tetap sangat kami butuhkan.

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………… I.

    DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….. II.

    BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………….. 1

    1. Latar Belakang…………………………………………………………………………. 1
    2. Rumusan Masalah……………………………………………………………………… 1

    C.Tujuan………………………………………………………………………………………. 1

    BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………… 2

    1. Mengenal dan memahami akhlak tercela………………………………………. 2
    2. B. Larangan korupsi,  dan kolusi……………………………………………………… 4

    BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………….. 7

    Kesimpulan…………………………………………………………………………………… 7

    DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………….. 8

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1. LATAR BELAKANG

    Konseptabilitas sebuah panutan dalam menjalani kehidupan beragama berasal dari Al-Qur’an dan Hadits, sehingga dapat kita yakini bahwa barang siapa yang berpegang teguh kepada dua sumber tersebut maka kehidupan nya akan bahagia, baik kehidupan saat ini lebih-lebih pada kehidupan mendatang. Dalam makalah  ini kami akan menjelaskan sedikit tentang’Perilaku Tercela” karna kami anggab begitu perlu dan pentingnya kita mempelajari“Perilaku Tercela”, karna Perilaku ini sering kita jumpai dalam masyarakat atau bahkan kita sendiri sering melakukan perbuatan tercela yang berkepanjangan tanpa adanya rasa bersalah pada Allah SWT.oleh karna itu alangkah baiknya kita mengkaji perilaku itu dengan harapan kita dapat terbebas dari melakukan perbuatan serta perilaku yang tercela itu.

    Sebenarnya banyak sekali perilaku tercela yang kita jumpai dalam kehidupan ini,namun kita memerlukan banyak waktu dan referensi yang banyak untuk mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan perilaku tercela.oleh karna itu kami akan mengkaji sebagian dari perilaku tercela itu karna mengingat ilmu yang sangat minim bagi penulis untuk membahas detail tentang perilaku tercela yang begitu banyak itu namun penulis memilih peberapa tema penting dari bagian perilaku tercela tersebut yaitu ;

    1. RUMUSAN MASALAH
    2. Mengenal dan memahami akhlaq tercela
    3. Larangan korupsi dan kolusi
    1. TUJUAN
    2. Untuk mengenal dan memahami apa itu akhlak tercela ?
    3. Mengapa KKN itu dilarang ?
    1. METODE PENULISAN

    Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber tidak hanya dari buku, tetapi juga dari media media lain seperti e-book, web, blog, dan perangkat media yang diambil dari internet.

    1. SISTEMATIKA PENULISAN

    Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu bab1 pendahuluan, bab2 pembahasan, dan bab3 penutup. Adapun bab pendahuluan terbagi atas : latar belakang, rumusan makalah, tujuan dan manfaat penulisan, metode penulisan. Sedangkan bab pembahasan dibagi berdasarkan sub bab yang berkaitan dengan akhlaq tercela, yang termasuk di dalamnya adalah dilaranganya korupsi dan kolusi.

    BAB II

                                                        PEMBAHASAN      

    1. PERILAKU TERCELA

    Perilaku tercela adalah suatu perbuatan yang hukumnya haram bagi yang melakukan perbuatan itu (perbuatan tercela) karna dapat merusak hubunganya dengan Rabbinya maupun sesama manusia. Perbuatan ini semestinya kita ummat nabi Muhammad SAW, tidak melakukanya karna perlaku ini tidak pernah di contohkan Rasulullah sebagai nabi kita dan sekalian sebagai tauladan dalam hidup kita dan semestinya kita sebagai ummatnya dapat mengamalkan apa yang telah di ajarkan pada kita karna memang apapun yang di ajarkan oleh Rasulullah tidak pernah menyalahi kodrat manusia sebagai mahluk sosial dalam dunia ini yang selalu berintraksi dan saling membutuhkan satu sama lainya.

    Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik’[1][1] bagi kita sekalian manusia seharusnya dapat merenungkan dan mengamalkan Ayat Allah ini,namun banyak sekali kita menyalahi apa yang di contohkan Rasulullah pada kita,mungkin karna nafsu dan godaan dunia yang begitu kuat sehingga kita terlena dan terlupa akan tujuan hidup ini hanya untuk menimba dan mengumpulkan amal kebaikan sebanyak mungkin untuk menjadi sebuah penolong kita kelak saat amal itu di timbang untuk menentukan dimana tempat kita yang layak di nerkakah atau di syurga yang penuh dengan kenikmatan yang abadi.

    Didalam kehidupan ini banyak sekali kita menjumpai perilaku tercela namun kita akan membahas sebagian dari perilaku tercela tersebut yaitu tingkah laku manusia yang menjadi momok bagi kehidupan yang sejahtera. Terutama bagi para peminpin dan penguasa. Tidak lain dan tidak bukan adalah korupsi dan kolusi. Yang akan di kupas di bab ke dua.

    . حَدِيْثُ أَبِي هُرَيْرَةَ ر.ض : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنِّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ. وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَاجَشُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا.

    1. أخرجه البخارى في: 78. كتاب الأدب

     

    Terjemah Hadis

    “Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW, bersabda, ”Berhati-hatilah kalian dari buruk sangka sebab buruk sangka itu sedusta-dusta cerita (Berita) : jangan menyelidiki : jangan memata-matai (mengamati) kalo  orang lain ; jangan tawar-menawar untuk menjerumuskan orang lain, jangan hasut-menghasut ; jangan benci-membenci ; jangan belakang-membelakangi dan jadilah kalian sebagai hamba Allah itu saudara.”

    1. LARANGAN KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME
    1. Hadis tentang Larangan Menyuap
    2. Redaksi Hadis (BM: 1412)

    عَنْ أَبِِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الرَّاشِى وَ اْلمُرْتَشِى فِى اْلحُكْمِ. (روه أحمد و الأربعة و حسنه الترمذى و صححه ابن حبان)

    Artinya:   “Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW melaknat penyuap dan yang diberi suap dalam urusan hukum.” (H.R. Ahmad dan Imam yang empat dan dihasankan oleh Turmidji dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

    1. Hadis tentang Larangan Pejabat Menerima Hadiah
    2. Redaksi Hadis LM: 1202

    حَدِيْثُ أَبِى حُمَيْدِ السَّاعِدِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اِسْتَعْمَلَ عَامِلاً فَجَاءَهُ الْعَامِلُ حِيْنَ فَرَغَ مِنْ عَمَلِهِ فَقَالَ: يَارَسُوْلَ اللهِ، هَذَا لَكُمْ وَ هَذَا أُهْدِيَ لِى. فَقَالَ لَهُ: أَفَلاَ قَعَدْتَ فِى بَيْتِ أَبِيْكَ وَ أُمِّكَ فَنَظَرْتَ أَيُهْدَى لَكَ أَمْ لاَ؟ ثُمَّ قَامَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَشِيَّةً بَعْدَ الصَّلاَةِ فَتَشَهَّدَ وَ أَثْنىَ عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلِهِ، ثُمَّ قَالَ: أَمَّا بَعْدُ، فَمَا بَالَ الْعَامِلِ نَسْتَعْمِلُهُ فَيَأْتِيْنَا فَيَقُوْلُ: هَذَا مِنْ عَمَلِكُمْ وَ هَذَا أُهْدِيَ لِى أَفَلاَ قَعَدَ فِى بَيْتِ أَبِيْهِ وَ أُمِّهِ فَنَظَرَ هَلْ يُهْدَى لَهُ أَمْ لاَ؟ فَوَ الَّذِيْنَ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَيَغُلُّ أَحَدُكُمْ مِنْهَا شَيْأً إِلاَّ جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى عُنُقِهِ إِنْ كَانَ بَعِيْرًا جَاءَ بِهِ لَهُ رُغَاءٌ وَإِنْ كَانَتْ بَقَرَةً جَاءَ بِهَا خُوَارٌ وَإِنْ كَانَتْ شَاةً جَاءَ بِهَا تَيْعَرُ فَقَدْ بَلَّغْتُ فَقَالَ أَبُوْ حُمَيْدٍ: ثُمَّ رَفَعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بَدَهُ حَتىَّ إِنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى عُفْرَةِ إِبْطَيْهِ. (أخرجه البخارى فى:83 كتاب الإيمان و النذور 3 باب كيف كانت يمين النبي صلّى الله عليه و سلّم)

    Artinya:   “Abu Humaid Assa’id r.a. berkata: Rasulullah SAW mengangkat seorang pegawai untuk menerima sedekah atau zakat, kemudian setelah selesai dia datang kepada Nabi SAW dan berkata: ini untukmu dan yang ini hadiah yang diberikan orang kepadaku. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya: mengapakah Anda tidak duduk saja di rumah ayah atau ibu Anda untuk melihat apakah diberi hadiah atau tidak (oleh orang lain)? Kemudian setelah shalat, berdiri, setelah tasyahud memuji Allah selayaknya, lalu bersabda: Amma Ba’du, mengapakah seorang pegawai yang diserahi amal, kemudian dia datang lalu berkata: ini hasil untuk kamu dan ini aku diberi hadiah, mengapa dia tidak duduk saja di rumah ayah atau ibunya untuk melihat apakah diberi hadiah atau tidak. Demi Allah! Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidak ada seseorang yang menyembunyikan sesuatu (korupsi), melainkan dia akan menghadap di hari kiamat memikul di atas lehernya, jika berupa unta bersuara, atau lembu yang menguak, atau kambing yang mengembik, maka sungguh aku telah menyampaikan. Abu Humaid berkata: kemudian Nabi SAW mengangkat kedua tangannya sehingga aku dapat melihat putih ketiaknya.”

    KKN sebagai salah satu perbuatan maksiat harus benar-benar ditanamkan sejak dini. Yaitu sejak anak-anak baru pertama kali mengenal yang namanya baik dan buruk. Sebab hal itu akan mereka ingat selalu sampai dewasa. Sebagaimana ibu saya dulu mengajarkan saya untuk berbuat jujur. Sampai sekarang saya masih ingat bahwa kejujuran itu tidak akan membuat kita sengsara, tapi membuat hati kita merasa plong, walaupun kejujuran itu pada dasarnya pahit. Sebagaimana juga ibu mengajarkan saya untuk memaafkan orang lain, sebagaimana pun dosa orang itu kepada kita.

    Kita benar-benar harus mengingkari KKN, dan juga apa yang dilakukan para pelakunya. Kalau di negara China saja bisa dengan tegas menghukum mati para koruptor, maka di Indonesia juga harus bisa tegas. Tidak tebang pilih. Sebagaimana kita bisa melihat bagaimana penjara yang isinya bisa ada tv, hair spa, salon, AC dan lain-lain sebagaimana kasus Artalyta Suryani. Kita tentunya   sudah tidak ingat lagi bagaimana kondisinya sekarang, terlebih lagi pengacaranya Artalyta Suryani bilang bahwa “Kemungkinan juga Aulya Pohan mendapatkan fasilitas yang sama seperti Artalyta”. Nyatanya semuanya sekarang tenggelam dengan demam video panas.

    Pengalihan isu yang akhir-akhir ini marak juga salah satunya adalah karena KKN. Mereka yang tidak ingin kasusnya berlarut-larut diekspos oleh media pun akhirnya menggunakan berbagai cara agar media memblow-up hal yang lain. Dalam sebuah seminar advokasi, pernah juga saya mendapatkan pengetahuan bahwa untuk menenggelamkan sebuah kasus, maka harus ada kasus yang sama besarnya, atau lebih besar, sehingga kasus yang harusnya dibahas tidak perlu dibahas berlarut-larut. Hal ini sudah dikenal sejak jaman Orba sampai sekarang. Bedanya, kalau di jaman Orba, orang yang tidak disukai langsung tiba-tiba besoknya hilang entah ke mana, kalau sekarang ada pengalihan isu yang bisa mengalihkan perhatian. Ini sudah terjadi sekarang.

    Kalau sejak dari kecil tidak ditanamkan bahwa KKN dan sebangsanya adlah sebuah kejahatan, sebuah tindakan kriminal, dan sebuah hal yang benar-benar digambarkan sebagai sesuatu yang jijik. Maka ketika dewasa seorang anak akan menganggap KKN adalah sesuatu yang menguntungkan. Tentunya kita tidak mau hal ini terjadi terhadap permisalan yang sudah saya sebutkan di atas tadi. Hal itu tidak akan terjadi kalau anak-anak dan orang tua tidak menerapkan di dalam jiwa mereka tentang pentingnya iman dan juga jeleknya perbuatan KKN tersebut. Akhirnya yang harus kita benahi paling awal adalah moral, iman dan ihsan.

    BAB III

    PENUTUP

    1. Kesimpulan

    Dari pembahasan masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

    1. Rasulullah melarang untuk bertingkah laku tercela dan merugikan orang lain. Korupsi, kolusi, kedua-duanya melakukan pelanggaran terhadap ajaran Islam, karena harta yang diperoleh dari korupsi adalah harta yang berasal dari jalan yang bathil, sehingga para ulama sepakat bahwa hukumnya adalah haram.
    2. Rasulullah memberikan peringatan kepada orang yang mendapat kesempatan untuk menjadi pejabat agar berhati-hati dalam menerima hadiah, apalagi sampai berkhianat (korupsi), karena akan mendapatkan hukuman pada hari kiamat kelak.
    3. Saran

    Makalah ini adalah sebuah karya yang masih mempunyai banyak kekurangan, sehingga membutuhkan kritik dan saran yang membangun sebagai bentuk dukungan untuk perbaikan di lain kesempatan. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya terhadap perhatian dan permohonan maaf atas segala kekurangan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Semoga makalah ini dapat memicu untuk pengkaji Hadis lainnya di hari depan untuk mengibarkan panji Islam dalam naungan rahmat Allah SWT.

    DAFTAR PUSTAKA

    [1]Rachmat Syafie’i, al-Hadis (Aqidah, Ahklaq, Sosial, dan Hukum), Cetakan II Revisi, Bandung: Pustaka Setia, 2003, h. 152.

    [2]Muhammad Taufiq, Quran in the Word Version 1.2.0. (02) : 188.

    [3]http://podoluhur.blogspot.com/2010/08/hadis-larangan-korupsi.html Online: 2 Januari 2011.

     

    LARANGAN KORUPSI DAN KOLUSI

    1. LARANGAN MENYUAPTerjemahan Hadis

    “Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah SAW. melaknat penyuap dan yang diberi suap dalam urusan hukum.”

    (HR. Ahmad dan Imam yang Empat dan dihasankan oleh Turmudzi dan disahihkan oleh Ibnu Hibban).
     Penjelasan Hadis

    Menyuap dalam masalah hukum adalah memberikan sesuatu, baik berupa uang maupun lainnya kepada penegak hukum agar terlepas dari ancaman hukum atau mendapat hukuman ringan.

    Perbuatan seperti itu sangat dilarang dalam islam dan disepakati oleh para ulama sebagai perbuatan haram. Harta yang diterima dari hasil menyuap tersebut tergolong dalam harta yang diperoleh dengan jalan batil. Allah SWT. Berfirman dalam Al-Qur’an:

    Artinya: Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui.

    Suap menyuap sangat berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat karena akan merusak berbagai tatanan atas system yang berada di masyarakat., dan menyebabkan terjadinya kecerobohan dan kesalahan dalam menetapkan ketetapan hukum sehingga hukum dapat dipermainkan dengan uang. Akibatnya, terjadi kekacauan dan ketidakadilan. Dengan suap, banyak para pelanggar yng seharusnya diberi hukuman berat justru mendapat hukuman ringan, bahkan lolos dari jeratan hukum. Sebaliknya banyak pelanggar hukum kecil, yang dilakukan oleh orang kecil mendapat hukumna yang sangat berat karena tidak memiliki uang untuk menyuap para hakim. Tak heran bila seorang pujangga sebagaimana dikutip oleh Yusuf Qardhawi menyindir tentang suap menyuap dengan kata-katanya:

    Jika anda tidak dapat mendapat sesuatu

    Yang anda butuhkan

    Sedangkan anda sangat menginginkan

    Maka kirimlah juru damai

    Dan janganlah pesan apa-apa

    Juru damai itu adalah uang

    Bagaimana pun juga, seorang hakim yang telah mendapatkan uang suap tidak mungkin dapat berbuat adil. Ia akan membolak-balikkan supremasi hukum. Apalagi kalau perundang-undangan yang digunakannya merupakan hasil buatan manusia, mudah sekali baginya untuk mengutak atiknya sesuai dengan kehendaknya. Lama kelamaan – masyarakat terutama golongan kecil – tidak akan percaya lagi kepada par penegak hukum karena selalu menjad pihak yang dirugikan. Dengan demikian, hukum rimba yang berlaku, yaitu siapa yang kuat dialah yang menang.

    Islam melarang perbuatan tersebut, bahkan menggolongkannya sebagai salah satu dosa besar, yang dilaknat oleh Allah dan RasulNya. Karena perbuatan tersebut tidak hanya melecehkan hukum, tetapi lebih jauh lagi melecehkan hak seseorang untuk mendapatkan perlakuan yang sama di depan hukum. Oleh karena itu, seorang hakim hendaklah tidak menerima pemberian apapun dari pihak mannapun selain gajinya sebagai hakim.

    Untuk mengurangi perbuatan suap menyuap dalam masalah hukum, jabatan hakim lebih utama diberikan kepada mereka yang berkecukupan daripada dijabat oleh mereka yang hidupnya serba kekurangan karena kemiskinan seorang hakimakan mudah membawa dirinya untuk berusha mendapatkan sesuatu yang bukan haknya.

    Sebenarnya, suap-menyuap tidak hanya dilarang dalam masalah hukum saja, tetapi dalam berbagai aktivitas dan kegiatan. Dalam beberapa hadis lainnya, suap menyuap tidak hanya dilarang dalam masalah hukum saja, tetapi bersifat umum, seperti dalam hadis:

    Artinya:

    “Dari Abdullah bin Amr, “Rasulullah SAW. melaknat penyuap dan orang yang disuap.”

    Misalnya, dalam penerimaan tenaga kerja, jika didasarkan pada besarnya uang suap, bukan pada profesionalisme dan kemampuan, hal itu diyakini akan merusak kualitas dan kuantitas hasil kerja, bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa pekerja tersebut tidak dapat melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, sehingga akan merugikan rakyat.

    Begitu pula suatu proyek atau tender yang didapatkan melalui uang suap, maka pemenang tender akan mengerjakan proyeknya tidak sesuai program atau rencana sebagaimana yang ada dalam gambar, tetapi mngurangi kualitasnya agar uang yang dipakai untuk menyuap dapat tertutupi dan ia tidak merugi, sehingga tidak jarang hasil pekerjaan mereka tidak tahan lama atau cepat rusak, seperti banyak jalan dan jembatan yang seharusnya kuat 10 tahun, tetapi baru lima tahun saja telah rusak.

    Dengan demikian, kapan dan dimana saja, suap akan menyebabkan kerugian bagi masyarakat banyak. Dengan demikian larangan islam untuk menjauhi suap tidak lain agar manusia terhindar dari kerusakan dan kebinasaan di dunia dan siksa Allah SWT. kelak diakhirat.

    Sangat disayangkan, suap menyuap dewasa ini seperti sudah menjadi penyakit menahun yang sangat sulit untuk disembuhkan, bahkan disinyalir sudah membudaya. Segala kativitas, baik yang berskala kecil maupun besar tidak terlepas dari suap menyuap. Dengan kata lain, sebagaimana diungkapkan M. Qurais Shihab, masyarakat telah melahirkan budaya yang tadinya munkar (tidak dibenarkan) dapat menjadi ma’ruf (dikenal dan dinilai baik) apabila berulang-ulang dilakukan banyak orang. yang ma’ruf pun dapat menjadi munkar bila tidak lagi dilakukan orang.

    Menurut Muhammad ibn Ismail Al-Kahlany, suap dibolehkan dalam rangka memperoleh sesuatu yang menjadi haknya atau untuk mencegah dari kezaliman, baik yang akan menimpa dirinya maupun keluarganya. Hal ini didasarkan pada pendapat sebagian tabi’in bahwa boleh melakukan suap jika takut tertimpa zalim, baik etrhadap dirinya maupun keluarganya.

    Adapun menurut Imam Asy-Syaukani, sesungguhnya keharaman suap adalah mutlak atau tidak dapat ditakhsish. Namun demikian, dalam islam ada kaidah:

    (kemadaratan membolehkan sesuatu yang membahayakan). Dengan demikian, jika tidak ada jalan lain bagi seseorang untuk menjaga dirinya dari kerusakan, kecuali dengan melakukan suap, ia boleh melakukannya.

    Menurut M. Quraish Shihab, argument para ulama diatas tidaklah jelas, tetapi tampaknya keadaan ketika itu mirip dengan keadaan pada masa sekarang. Tampaknya saat itu budaya sogok-menyogok telah menjamur, sehingga menyulitkan penuntut hak  untuk memperoleh haknya maka lahirlah pendapat yang membolehkan tadi.

    Akan tetapi, menurutnya, Asy-Syukani mengingatkan bahwa pada dasarnya agam tidak membolehkan pemberian dan penerimaan sesuatu dari seseorang, kecuali dengan hati yang tulus. Apakah mereka yang membeli pelicin itu tulus? dan tidakkah sikap tersebut semakin menumbuh suburkan praktek suap-menyuap dalam masyarakat? Bukankah dengan member – walaupun dengan dalih meraih hak yang sah – seseorang telah membantu si penerima untuk memperoleh sesuatu yang haram dan terkutuk. Dengan demikian, si pemberi – sedikit ataupun banyak – menurutnya, telah pula menerima saksi keharaman dan kutukan atas suap-menyuap tersebut.
    Fiqh Hadis

    Dalam islam suap-menyuap termasuk pelanggaran berat sehingga Rasulullah SAW. pun telah melaknat para pelaku suap, baik penyuap maupun orang yang disuap, terutama dalam urusan hukum. Selain dalam masalah hukum, dalam urusan-urusan lain pun, suap-menyuap tetap tidak diperbolehkan dalam islam.

    Akan tetapi, menurut sebagian ulama, menyuap dibolehkan dalam keadaan terpaksa untuk menghindari kecelakaan atau mendapatkan sesuatu hak yang tidak ada jalan lain, kecuali harus dengan menyuap.

    1. LARANGAN BAGI PEJABAT UNTUK MENERIMA HADIAH
      Terjemahan Hadis

    “Abu Humaid Assa ‘id r.a. berkata, Rasulullah SAW mengangkat seorang pegawai untuk menerima sedekah/zakat  kemudian sesudah selesai ia datang kepada Nabi SAW. Dan berkata, “Ini untukmu dan yang ini untuk hadiah yang diberikan orang kepadaku. “Maka Nabi SAW. Bersabda kepadanya “Mengapakah Anda tidak duduk saja di rumah ayah atau ibu anda untuk melihat apakah diberi hadiah atau tidak (oleh orang)? “Kemudian sesudah shalat, Nabi SAW berdiri setelah tasyahud memuji Allah selayaknya, lalu bersabda, “Amma ba’du, mengapakah seorang pegawai yang diserahi amal, kemudian ia datang lalu berkata, Ini hasil untuk kamu dan ini aku diberi hadiah, mengapa ia tidak duduk saja di rumah ayah atau ibunya untuk melihat apakah diberi hadiahnya atau tidak. Demi Allah! Yang jiwa Muhammad di tangan-NYa, tiada seseorang yang menyembunyikan sesuatu (korupsi), melainkan ia akan menghadap di hari kiamat memikul di atas lehernya, jika berupa onta bersuara, atau lembu yang menguak atau kambing yang mengembik, maka sungguh aku telah menyampaikan. Abu Humaid berkata, kenudian Nabi SAW mengangkat kedua tangannya sehingga aku dapat melihat putih kediua ketiaknya. (Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam kitab “Imam dan Nadzar,” bab :Bagaimana CaraNabi SAW Bersumpah). 

    Biografi Perawi

    Abu Humaid As-Sa’idy, nama lengkapnya adalah Abdurrhman Ibn Sa’ad As-Saidy r.a. Menurut Adz-Dzahaby, “Ia adalah Abdurrahman Ibn Amr Ibn Saad. Dikatakan pula bahwa ia adalah Al-Mindzir Ibn sa’ad. Ibn atsir menambahkan, “Ibn Malik Ibn Khalid Ibn Tsa’labah Ibn Jari’ah, Ibn Amr, Ibn Khajraj.

    Dikatakan bahwa dia termasuk salah seorang penduduk Madinah, dan meninggal pada akhir masa pemerintahan Khalifah Mu’awiyah.

    Ia meriwayatkan 120 hadis dari Rasulullah SAW Bukhari dan Muslim telah sepakat dalam tiga hadist. Bukhari telah menyepakatinya dalam satu hadis, dan sisanya adalah Muslim. 

    Penjelasan singkat

    Dalam Islam, hadiah dianggap sebagai salah satu  untuk lebih merekatkan persaudaraan atau persahabatan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Muwatha dari Al-Khurasany.

    Artinya:

    “Saling bersala,lah kamu semua, niscaya akan manghilangkan kedengkian, saling member hadiahlah kamu semua, niscaya akan saling mencintai dan menghilangkan percekcokan.”

    Senada dengan hadis di atas, Turmidzi meriwayatkan hadis lain dari abu hurairah:

    Artinya;

    “Saling member hadiahlah kamu semua, sesungguhnyan hadiah itu menghilangkan kebencian dan kemarahan”

    Bagi orang yang di beri hadiah, disunnahkan untuk menerimanya meskipun hadiah teresebut kelihatannnya tidak berguna, bani bersabda:

    Artinya;

    “Dari anas r.a bahwa  Nabi Saw besabda, “kalau saya diberi hadiah keledai, pasti akan saya terima”(HR. Turmidzi)

    Hal itudinyatakan pula dalam hadis lain dari Khalid bin Adi.

    Artinya;

    “Dari Khalid bin Adi bahewa nabi saw besabda, “siapa yang mendapat dari saudaranya suatu kebaikan (hadiah)  tanpa berlebih-lebihabn dan (tanpa mendatangkan) masalah,maka hendaklah ia menerimanyadan tidak boleh menolaknya. Hal itu merupakan rezeki yang diturunkan Allah kepadanya.

    Dari keterangan-keterangan diatas, jelaslah bahwa pada dasarnya memberikanhadiah kepada orang lain sangat baik dan dianjurkan untuk lebih meningkatkan rasa saling mencintai. Begitu pula bagi yang diberi hadiah disunnahkan untuk menerimanya.

    Akan tetapi, Islam pun member rambu-rambu tertentu dalam masalah hadiah, baik yang berkaitan dengan pemberi hadiahh maupaun penerimanya dengan kayta lain, tidak semua orang diperbolehkan menerima hadiah, misalnya bagi seorang pejabat atau pemegang kekuasaan.

    Hal itu ditunjukkkan untuk kemashlahatan dalam kehidupan manusia. Banyak orang yang ingin sekali mengenal bahkan akarab dengan orang-orang yang terpandang, bak para pejabat maupun orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi lainnya. Mereka menenpuh berbagai jalan untuk dapat mendekati orang-orang tersebut dengan cara member hadiah kepadanya padahal pejabat tersebut hidup berkecukupan, bahkan tak pantas untuk diberi hadiah, karena masih banyak orang lainnya yang lebih membutuhkan hadiah tersebut.

    Oleh karena itu, Islam melarang seorang pejabat atau petugas Negara dalam posisi apapun untk menerima atau memperoleh hadiah dari siapapun karena hal itu tidaklah layak dan dapat menimbulkan fitnah. Di samping, sudah mendapatkan gaji dari negara, alasan pemberian hadiah tersebut berkat kedudukannya. Bila dia tidak memiliki kedudukan atau jabatan, belum tentu orang-orang tersebut akan memberinya hadiah. Sebagaimana dinyatakan dalam hadist diatas bahwa jika ia tidak menjabat dan hanya diam di rumah, tidak ada seorang pun yang memberikan hadiah kepadanya.

    Dengan demikian,hadiah yang diberikan kepada para pejabat atau yang berwenang-kecil ataupun besar wewenangnya-apabila sebelumnya tidak biasa terima dinilai sebagai sogokan terselubung.

    Dengan kata lain, hadiah yang diberikan kepada para pejabat sebenarnya bukanlah haknya. Di samping itu, niat orang-orang memberikan hadiah kepada para pejabat atau para pegawai, dipastikan tidak didorong dan didasarkan pada keikhlasan sehingga perbuatan mereka akan sia-sia di hadapan Allah Swt.

    Kalau mereka memang ingin member hadiah, mengapa tidak memberikannya kepada mereka yang lebih membutuhkan daripada pejabat tersebut. Jelaslah bahwa mereka menginginkan balas budi dari hadiah yang duberikan tersebut, antara lain mengharapkan agar pejabat tersebut mengingatnya dan mempermdah berbagai ursannya.

    Selain itu, seorang pejabat yang menerima hadiah dari orang, berarti dia mendekatkan dirinya pada perbatan kolusi dan nepotisme. Dalam pelaksanaan kewajiban khususnya, misalnya dalam pengaturan tender, penempatan pegawai, dan lain-lain, bukan lagi didasarkan pada aturan yang ada, namun lebih didasarkan pada apa yang diberikan orang kepadanya dan seberapa dekat hubngannya dengan orang tersebut.

    Ia akan mempermudah berbagai urusan orang yang memberinya hadiah dan tidak mempedulikannya urusan orang yang tidak dia kenal dan tidak pernah memberinya hadiah apapun. Dengan demikian, akan berpengaruh terhadap kinerjanya. Apalagi kalau ia menempatkan bawahannya dengan didasarkan paada uang yang diterimanyahal ini akan menyebabkan adanya orang-orang yang tidak pantas menduduki tempat tersebut karena tidak sesuai dengan kemampuan dan kualitasnya.

    Dengan demikian, sangatlah pantas kalau Rasulllah melarang seorang pegawai atau petgas negara ntk menerima hadiah karena menimbulkan kemadaratan walaupun pada asalnya meerima hadiah karena menimbulkan kemadaratan walaupun pada asalnya menerima hadiah itu dianjrkan. Dalam kaidah Ushul Fiqh dinyatakan bahwa “suatu perantara yang akan menimbulkan suatu kemadaratan, tidak boleh dilakukan.”

    Namun demikian, kalau kaidah tersebut betul-betul murni ndan tidak ada kaitannya dengan jabatannya, Islam tentu saja mempbolehkannya. Misalnya sebelum dia memangku suatu jabatan, dia sudah terbiasa menerima hadiah dari seseorang. Begitu pula setelah dia menduduki suatu jabatan, orang tersebt masih tetap memberinya hadiah. Pemberian seperti itu kemungkinan besar tidak ada kaitannya dengan jabatannya atau keddukannya dan ini boleh diterima olehnya.

    Fiqh Al-Hadist

    Dalam Islam, para pegawai instansi atau para pemegang kekuasaan dilarang menerima hadiah yang diberikan kepadanya berkaitan dengan jabatannya. Jika ia tidak menduduki suatu jabatan, dipastikan tidak akan menerima hadiah tersebut. Dengan demikian, hadiah tersebut. Dengan demikian, hadiah tersebt akan menjadikannya melakukan perbuatan kolusi dan nepotisme.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi

Related Posts

search By keyword:


  1. Basic Yoga Postures and their Variations 
  2. Basic Sitting Postures with Benefits  
  3. Astanga Vinyasa Yoga 
  4. Applications in Cancer Treatment  
  5. An All-Around Yoga Exercise: 12-Step Salute to the Sun  
  6. Pregnancy:  Your Birth Control Options  
  7. Pregnancy:  The Importance of Prenatal Care  
  8. Pregnancy:  Should You Take Parenting Classes?  
  9. Pregnancy:  Are You Ready to Have a Baby?  
  10. Pregnancy:  After Birth: Should You Return to Work? 
buku paket ekonomi kelas 10 kurikulum 2013,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 101,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 91,latihan 2.1.2 matematika kelas 12,jawaban matematika kelas 12 halaman 101,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 168,syair nyanyian anak,latihan 1.5 matematika kelas 12,buku ekonomi kelas x kurikulum 2013,contoh soal anggaran produksi,kunci jawaban tugas bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013 halaman 119 s/d 124,contoh soal limit barisan dan penyelesaiannya,mengonversi teks cerita sejarah huruf braille menjadi cerpen,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 112 semester 1,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 94,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 101,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 64,kunci jawaban sejarah halaman 102,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 102,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 11 halaman 112,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 190,download buku paket ekonomi kelas 10 kurikulum 2013,contoh soal dan jawaban anggaran produksi,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 197,buku ekonomi kelas x kurikulum 2013 esis,laporan hasil observasi pedagang kaki lima,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 77,jawaban latihan 1.5 matematika kelas 12,kunci jawaban matematika kelas 12 kurikulum 2013 halaman 101,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 65,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 112-114,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 135,contoh soal anggaran perusahaan,kunci jawaban tugas bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013 106 sampai 112,contoh soal anggaran penjualan dan anggaran produksi,latihan 2.1 2 matematika kelas 12,makalah kecerdasan kinestetik,kunci jawaban sejarah halaman 46,download buku ekonomi kelas x kurikulum 2013 penerbit erlangga,contoh soal penganggaran produksi,konversikan teks cerita sejarah huruf braille,buku paket ekonomi kelas x kurikulum 2013,buku ekonomi kelas 10 kurikulum 2013 pdf,makalah anggaran produksi,nilai moral gurindam dua belas,kontinuitas dan diskontinuitas dalam perkembangan,ruang lingkup strategi pembelajaran,pdf ekonomi kelas x kurikulum 2013,kunci jawaban matematika kelas 12 kurikulum 2013 halaman 91,buku ekonomi kelas x kurikulum 2013 pdf,buku paket ekonomi kelas x,faktor faktor yang menimbulkan monopoli,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 98,buku ekonomi kelas 10 kurikulum 2013 esis,kunci jawaban pkn kelas 12 hal 126,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 29,contoh soal penganggaran,buku ekonomi kelas 10 k13,buku ekonomi kelas 10 erlangga,buku esis ekonomi kelas 10,salam pramuka full,buku ekonomi kelas 10 esis,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 102-103,tugas kelompok 3.1 pkn kelas 12,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 190-192,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 28,faktor kematangan dan pengalaman dalam perkembangan anak,

  1. Health:  Weight Loss Products You May Want to Try  
  2. Health: Weight Loss:  How and Why You Shouldn’t Have to Go Though It Alone  
  3. Health:  Three Reasons Why You Should Lose Weight  
  4. Health:  The Importance of Healthy Eating and Regular Exercise  
  5. Health:  Do You Need to Lose Weight?  
  6. Finances:  The Importance of Staying on the Same Page with Your Family  
  7. Finances:  The Importance of Creating a Budget for Yourself  
  8. Finances:  How Your Debt Doesn’t Have to Be the End of You  
  9. Finances: How to Pay Off Your Old College Debt ASAP  
  10. Finances:  How to Afford the Cost of a New Home 

download buku paket ekonomi kelas x kurikulum 2013,buku ekonomi kelas x k13,isi buku ekonomi kelas x kurikulum 2013,contoh soal dan pembahasan supremum dan infimum,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 102,lusi mempunyai uang 150.000 lebihnya dari uang sinta. jika,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 9,cara menghitung anggaran produksi,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 105,pdf buku ekonomi kelas x kurikulum 2013,contoh soal anggaran produksi kuartal,jawaban matematika kelas 12 halaman 64,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 83,rumusan masalah prakerin,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 88,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 107,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 108,contoh soal akuntansi pertanggungjawaban,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 102,rumus anggaran produksi,contoh soal dan jawaban supremum dan infimum,buku ekonomi kelas 10 pdf,soal anggaran produksi,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 103,kunci jawaban lks intan pariwara kelas 12,kunci jawaban sejarah kelas 12 halaman 46,buku cetak ekonomi kelas x kurikulum 2013,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 110,contoh soal supremum dan infimum,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 2 halaman 94,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 126,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 96,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 18-19,pertanyaan tentang merajut manusia dan masyarakat berdasarkan pancasila,unsur intrinsik cerpen sulaiman pergi ke tanjung cinta,kunci jawaban tugas bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013 100 sampai 105,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 30,faktor yang menimbulkan monopoli,smk swasta di cirebon,lk tugas kelompok 4 estetika dan gaya yang berkembang saat ini,contoh soal anggaran produksi triwulan,buku ekonomi k13,kunci jawaban matematika kelas 12 kurikulum 2013,kunci jawaban lks kreatif bahasa indonesia kelas xii,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 190 nomor 3,pembuktian supremum dan infimum,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 96 semester 2,pertanyaan tentang anggaran produksi,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 134,kunci jawaban buku paket ekonomi kelas 10 kurikulum 2013,buku ekonomi k13 kelas 10,buku ekonomi erlangga kelas x kurikulum 2013,buku ekonomi kls 10 kurikulum 2013,tugas mandiri 3.2 pkn kelas 12,kunci jawaban sejarah halaman 76,jawaban matematika kelas 12 hal 64,parafrase syair nyanyian anak,contoh soal supremum dan infimum pada analisis real,ekonomi kelas x kurikulum 2013 pdf,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 18,kunci jawaban matematika kelas 12 smk,kunci jawaban bahasa inggris kelas 12 kurikulum 2013 halaman 9,contoh judul skripsi tentang bpjs kesehatan,kunci jawaban paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 21,unsur intrinsik sulaiman pergi ke tanjung cina,kunci jawaban bahasa indonesia hal 18 kelas 12 semester 2,kunci jawaban buku pr intan pariwara kelas 12 ktsp,download salam pramuka,mengonversi teks cerita sejarah menjadi puisi,kunci jawaban prakarya dan kewirausahaan kelas 12,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 14,

  1. Family: The Importance of Regular Communication and How to Achieve It  
  2. Family:  The Importance of Keeping the Romance Alive in Your Relationship 
  3. Family:  How to Spend Quality Time with Your Kids  
  4. Family:  How to Handle Family Disagreements as an Adult  
  5. Family:  How to Balance Having a Family and a Career  
  6. Beauty:  Your Hair Removal Options  
  7. Beauty:  Workplace Fashions:  The Importance of Not Overdoing It  
  8. Beauty: Should You Undergo Cosmetic Surgery?  
  9. Beauty: Makeovers: Should You Undergo One?  
  10. Beauty:  How a Spa Visit Can Help You In More Ways Than One  
kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 70,skripsi membaca permulaan,tugas kelompok 3.3 pkn kelas 12,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 14,kunci jawaban pkn kelas 12 bab 1,makalah pkn,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 102-103,soal ujian ut semester 5,kunci jawaban buku pr intan pariwara kurikulum 2013,contoh dialog admiration dalam bahasa inggris,cerpen sulaiman ke tanjung cina,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 10,kunci jawaban bahasa indonesia hal 96 kelas 12,contoh kumpulan soal kasus keperawatan gerontik,soal dan jawaban kewirausahaan kelas 12,tugas bahasa indonesia hal 28 kelas 12,kunci jawaban cerdas berbahasa indonesia untuk sma/ma kelas xii,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 16 kelas 12 semester 2,kunci jawaban bahasa indonesia kelas xii halaman 28,supremum dan infimum,buku ekonomi k13 kelas x,jawaban paket bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 9,mengonversi teks sejarah menjadi cerpen,contoh soal bahasa indonesia kelas 9 kurikulum 2013,lusi mempunyai uang 150.000 lebihnya,kunci jawaban pkn kelas 12 kurikulum 2013 bab 2,soal tentang bela negara beserta jawabannya,judul skripsi 2 variabel,makalah tentang pembelahan sel,contoh soal pendekatan produksi,buku cetak ekonomi kelas 10 kurikulum 2013,jawaban tugas 2 membandingkan teks cerita sejarah,jawaban bahasa indonesia kelas xii halaman 35 semester 1,video salam pramuka,jawaban sejarah kelas 12 halaman 46,tesis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru,video salam pramuka hot,konversikan teks cerita sejarah huruf braille menjadi bentuk teks lain,paket ekonomi kelas 10 k13,kunci jawaban lks intan pariwara kelas xii,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 75,mengonversi teks cerita sejarah huruf braille menjadi dialog,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 77,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 1,kunci jawaban sejarah indonesia kelas 12 halaman 46,download video hot anak sma,rumusan masalah laporan prakerin,tugas pkn bab 7 kelas 10 merajut kebersamaan dalam kebhinekaan,unsur ekstrinsik cerpen sulaiman pergi ke tanjung cina,kunci jawaban bahasa indonesia kelas vii kurikulum 2013,kunci jawaban sejarah hal 46,kunci jawaban buku bahasa indonesia kelas 8 kurikulum 2013,kunci jawaban buku ips kelas 9 kurikulum 2013,jawaban pkn kelas 12 halaman 34,kunci jawaban buku pr intan pariwara kelas 12 tahun 2015,buku ekonomi kelas xii kurikulum 2013 penerbit erlangga,pengertian biaya bahan baku dan contohnya,kunci jawaban lks pkn kelas 12 viva pakarindo,dialog membeli obat di apotik,jawaban sejarah indonesia kelas 12 halaman 46,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 35,salam pramuka full asli,tugas bahasa indonesia halaman 18 kelas 12,pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa,buku ekonomi kelas xi kurikulum 2013 esis pdf,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 35 kelas 12,soal teks deskripsi bahasa indonesia kelas 7,judul skripsi dakwah bpi,jawaban bahasa indonesia kelas xii halaman 9,download buku ekonomi kelas xii kurikulum 2013 esis,kunci jawaban lks intan pariwara kelas 12 bahasa indonesia,salam pramuka full video,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 112,salam pramuka video asli,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 80,soal pilihan ganda tentang teks cerita sejarah,kunci jawaban tugas bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013 132 sampai 135,buku ekonomi kurikulum 2013 kelas x,download buku ekonomi k13,dialog bahasa inggris tentang hobi dan artinya,innahu min sulaiman,contoh surat keterangan cerai dari desa,lk tugas kelompok 1 prakarya kelas 12,innahu min sulaimana 7x,tugas mandiri 3.4 pkn kelas 12,soal pilihan ganda teks cerita sejarah kelas xii,mengonversi teks cerita sejarah huruf braille,makalah biologi sel,temukan adverbia pada kalimat kalimat berikut,kunci jawaban agama islam kelas 12 halaman 14,soal kewirausahaan kelas xii semester ganjil,contoh masalah nasionalisme di indonesia,kunci jawaban tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 13,latihan uji kompetensi sejarah hal 46,judul tesis notaris,jawaban pkn kelas 12 hal 10,link salam pramuka full,
  1. The Importance of Knowing and Following All YouTube Rules 
  2. What to Consider When Making a YouTube Video 
  3. What to Consider Before Posting a Video on YouTube  
  4. Why You Should Rate YouTube Videos You Watch  
  5. Why You Should Join the YouTube Community 
  6. Why You Need to Refrain from Documenting Illegal Activities on YouTube  
  7. Making a YouTube Video: Pieces You Should Try  
  8. Making YouTube Videos: Why You Need to Be Cautious of Work from Others  
  9. Pros and Cons of Making Your Own YouTube Videos 
  10. The Importance of Discussing YouTube with Your Children 
contoh percakapan asking and giving attention,ekonomi erlangga kelas x kurikulum 2013,paket ekonomi kelas 10 kurikulum 2013,superordinat,contoh soal teks deskripsi pilihan ganda,contoh soal pilihan ganda expressing certainty and uncertainty,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 28,contoh skripsi hukum ketenagakerjaan,hana menabung uangnya sebesar 500.000 dengan bunga tunggal,kunci jawaban pkn halaman 10 kelas 12,cara mengonversi teks cerita sejarah menjadi puisi,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 31,tugas kelompok 3.2 pkn kelas 12,contoh soal bahasa indonesia kelas 7 dan kunci jawaban,contoh surat undangan resmi acara hut ri,skripsi pln,kunci jawaban buku paket bahasa indonesia kelas xii kurikulum 2013,video salam pramuka asli,unsur ekstrinsik cerpen banun,contoh soal teks iklan pilihan ganda,ya allohu yaa rozzaaqu yaa wahhaabu,kunci jawaban fisika kurikulum 2013 kelas 12,contoh rpp pkr model 221,contoh soal teks editorial dan jawaban,laporan penelitian pertumbuhan kacang hijau ditempat gelap dan terang,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 32,pkn erlangga kelas 12,soal try out bahasa indonesia kelas 6 dan kunci jawaban,analisis alih kode dalam lirik lagu,soal pancasila pilihan ganda,contoh dialog uncertainty,dialog certainty dan uncertainty tentang alam,makalah pancasila dan uud 1945,contoh pkp ipa kelas 3 semester 1,tugas pkn halaman 42 kelas 12,jawaban bahasa indonesia halaman 47 kelas 12,contoh proposal penelitian kualitatif pendidikan pdf,bacaan ratib al haddad latin,contoh soal harga pokok proses,kunci jawaban buku bahasa inggris kelas xi kurikulum 2013 halaman 14,rpp konsep dasar keperawatan smk,buku paket ekonomi kelas 11 kurikulum 2013 pdf,contoh skripsi administrasi negara,kunci jawaban pkn kelas 12 hal 8,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 11 kurikulum 2013 halaman 22 semester 1,download buku biologi kelas xi kurikulum 2013 penerbit erlangga,contoh dialog bahasa inggris 2 orang tentang congratulation,download novel marga t gratis,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 8 semester 2,verba relasional,skripsi public relations pdf,kumpulan soal ips kelas 6 semester 1 dan kunci jawaban,kunci jawaban buku paket kelas 12,buku intan pariwara kurikulum 2013,contoh soal pilihan ganda tentang cerpen beserta jawabannya,pengaruh penerimaan pajak kendaraan bermotor terhadap pendapatan asli daerah,flora di bagian tengah,makalah demokrasi,soal keperawatan komunitas pilihan ganda,jawaban bahasa indonesia halaman 32 kelas 12,kunci jawaban pkn halaman 35 kelas 12 kurikulum 2013,smp terbaik di cirebon,laporan pkp matematika kelas 2 semester 1,kunci jawaban pkn hal 18 kelas 12,kunci jawaban buku mandiri matematika kelas 12,hereditas dan lingkungan,kasus dan penyelesaiannya,kunci jawaban sejarah indonesia halaman 30 kelas 12,soal pdgk4405 materi dan pembelajaran ips sd,mengapa pemerintah komisaris jenderal mengambil kebijakan jalan tengah,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 11 halaman 72 semester 1,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013 halaman 22,kunci jawaban pkn kelas 12 kurikulum 2013 hal 42,materi bahasa inggris kelas 12 smk semester 1,download novel marga t,3gp salam pramuka,jawaban bahasa indonesia halaman 28,proposal skripsi pai kualitatif pdf,fungsi doa innahu min sulaimana,buku paket matematika kelas 12 semester 1,pembuktian rumus sudut pertengahan trigonometri,jawaban bahasa indonesia halaman 30 kelas 12,link salam pramuka,judul skripsi tentang bulog,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 138,dita meminjam uang di dua bpr yang berbeda dengan masa pinjaman keduanya adalah 3 tahun,viva pakarindo bahasa indonesia,soal pilihan ganda tentang tanah longsor,percakapan bahasa inggris dan artinya,tesis pendidikan agama islam doc,contoh soal ungkapan dan jawabannya,perkembangan teori atom ppt,kunci jawaban bahasa inggris kelas 12 kurikulum 2013 halaman 11,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 37,kunci jawaban mandiri bahasa indonesia kelas 12,full video salam pramuka,formasi te,rumus identitas trigonometri lengkap,ppc proposal doc,jawaban bahasa indonesia halaman 22 kelas 12,
  1. Uploading Your Videos to YouTube  
  2. Video Categories Found On YouTube  
  3. Videos You Can Find Available for Viewing on YouTube  
  4. YouTube and Its Competition Reviewed 
  5. YouTube’s Test Tube: What Is It?  
  6. Why it’s So Popular 
  7. YouTube: Why You Should Check It Out 
  8. Advantages to Making Your Own YouTube Videos  
  9. Benefits of Registering With YouTube  
  10. Cons of Making Your Own YouTube Videos 
kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 21,kunci jawaban pkn hal 42 kelas 12,kunci jawaban lks matematika kelas 12 viva pakarindo,download novel habiburrahman el shirazy pudarnya pesona cleopatra,contoh fakta dan opini dalam iklan tv,kurikulum paket a b dan c,mengonversi teks cerita sejarah huruf braille menjadi teks eksposisi,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 11,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 hal 9,kunci jawaban buku paket kelas 12 bahasa indonesia,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 36 semester 1,skripsi full day school,rpp bahasa indonesia smk ktsp,judul skripsi tentang pln,lks ipa smp kelas 7 semester 1 kurikulum 2013,kata pengantar makalah geografi,kunci jawaban matematika kelas 12 kurikulum 2013 intan pariwara,soal prakarya kelas 12 pilihan ganda,tema sulaiman pergi ke tanjung cina,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 28,smp darul musyawirin,buatlah dua kalimat untuk mengkritik suatu masalah yang berkaitan dengan hiburan di televisi,buku paket bahasa indonesia kelas 12,download buku matematika peminatan kelas x kurikulum 2013 erlangga,permainan te,penelitian ex post facto,download salam pramuka mp4,innahu min sulaimana wa innahu bismillahirrohmanirrohim alla ta lu alayya wa tuni muslimin,kali silat evolution,rpp prakarya sma,kunci jawaban bahasa indonesia kelas xii halaman 22,kumpulan soal kasus askeb komunitas,kunci jawaban lks prakarya kelas 8 kurikulum 2013,jawaban bahasa indonesia kelas 12 hal 32,mengabstraksi teks sajak,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 28 kelas 12 semester 1,kunci jawaban tema 1 indahnya kebersamaan kelas 4,jual wall climbing,kunci jawaban buku bahasa indonesia kelas 7 kurikulum 2013 semester 2,kunci jawaban pkn tugas mandiri 1.5 kelas 12,kunci jawaban buku paket pkn kelas 12 semester 1,verba modifikatif koordinatif apositif,pengertian pendidikan menurut ahli,judul skripsi manajemen pemasaran 3 variabel,pkn hal 42 kelas 12,soal teks deskripsi kelas 7 kurikulum 2013,judul skripsi kesehatan,skripsi peran kepala desa dalam pembangunan desa,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 8,jawaban pkn halaman 8 kelas 12,target pencapaian selama kuliah,unsur ekstrinsik sulaiman pergi ke tanjung cina,kunci jawaban pkn halaman 9 kelas 12,download salam pramuka full,asal mula suatu negara,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 35 kurikulum 2013,tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 21,rpp dan silabus grow with english sd,kunci jawaban pkn kelas 12 bab 2,jawaban pkn kelas 12 halaman 56,download buku bse gratis,pengertian pendidikan kesetaraan,kunci jawaban pkn kelas 9 semester 1,judul skripsi pg paud,buku kimia kelas 10 kurikulum 2013 erlangga pdf,soal ujian ut pdgk 4405,kunci jawaban seni budaya kelas 12 kurikulum 2013,jawaban paket bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013,skripsi hukum administrasi negara pdf,mengonversi cerpen juru masak menjadi puisi,contoh dialog repetition 4 orang,skripsi perusahaan manufaktur,lks intan pariwara pegangan guru,jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 74,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 77,kunci jawaban lks pkn kelas 12 semester 1 kurikulum 2013,judul skripsi ilmu pemerintahan,analisis kesulitan belajar siswa,lks matematika sma kelas xii ipa,jawaban paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 8,soal pkn tentang nilai nilai pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintah negara,tugas mandiri pkn kelas 12,kunci jawaban pkn kelas 12 intan pariwara,lebih susah akuntansi atau manajemen?,skripsi keterampilan berbicara,contoh laporan ppl pgsd,soal kewirausahaan kelas xii dan jawabannya,buku cetak pkn kelas 12,dialog congratulation 2 orang singkat beserta artinya,materi analisis real lengkap,kunci jawaban matematika intan pariwara,kunci jawaban pkn kelas 10 kurikulum 2013 bab 5,skripsi pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kinerja pegawai,sistem pemerintahan desa,kunci jawaban buku pr bahasa inggris intan pariwara kelas 9,download novel mira w sampai maut memisahkan kita,judul proposal keuangan,pkn kelas 12 halaman 8,xxxanak sd,kelas internasional its,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 30 kelas 12,
  1. Have a Question About YouTube? Why You Should Visit YouTube’s Help Center  
  2. High School Students: Why You Must Display Caution When Using YouTube  
  3. How and Why You Should Market Your YouTube Videos  
  4. Google Adsense Alternatives  
  5. Adsense and the Surfer  
  6. The Disadvantages of Adsense 
  7. The Future of Google Adsense 
  8. Adsense is for Everyone  
  9. Click Fraud  
  10. Where Adsense Should Appear 
download buku pr intan pariwara,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 29,kunci jawaban buku pr matematika intan pariwara kelas 7 semester 1,kunci jawaban pkn kelas 12 hal 42,materi pkn kelas 12 semester 1,contoh dialog certainty and uncertainty 2 orang,macam macam langit,contoh soal teks observasi beserta jawabannya,download soal uji kompetensi bidan dan kunci jawaban pdf,9 dari 10 pintu rezeki adalah berdagang,kunci jawaban buku pr intan pariwara kelas 12 tahun 2017,contoh dialog certainty and uncertainty beserta artinya,pemilihan portofolio investasi,kunci jawaban buku pr intan pariwara kurikulum 2013 kelas 7,sex pkn,judul skripsi tentang pajak kendaraan bermotor,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 44,soal pkn kelas 12 semester 2 dan kunci jawaban,soal bahasa indonesia kelas 12 semester 1 dan kunci jawaban,percakapan bahasa inggris di hotel 4 orang,kunci jawaban buku paket sejarah indonesia kelas x kurikulum 2013,skripsi arsitektur pdf,buku ipa kelas 9 kurikulum 2013 pdf,belajar autocad 2007 untuk pemula pdf,contoh soal essay teks eksplanasi dan jawaban,kunci jawaban kumon level j full,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 36,sikap mengintimidasi pemeluk agama lain bertentangan dengan nilai - nilai pancasila,parafrasa,dialog bahasa inggris 4 orang tentang hobi,kunci jawaban pkn kls 12 hal 8,skripsi pengaruh kompensasi terhadap produktivitas kerja karyawan,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 47,contoh soal akuntansi manajemen,kumpulan skripsi diare pada balita,isi teks berita,kunci jawaban pkn hal 10 kelas 12,tesis kinerja pegawai,ppt tentang bola basket,contoh soal pkn kelas 9 bab 1 kurikulum 2013,fcpa course,tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 20,buku paket bahasa indonesia kelas 12 smk,video salam pramuka original,kunci jawaban buku pr ipa intan pariwara kelas 7,jawaban paket pkn kelas 12,kunci jawaban lks kreatif bahasa indonesia kelas xii semester 1,skripsi campur kode dalam lirik lagu,jawaban buku bahasa indonesia kelas 12 semester 1,jawaban pkn kelas 12,contoh power point skripsi manajemen,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 13,tugas bahasa indonesia kelas xii semester 1,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 11 halaman 126,contoh skripsi analisis pengaruh pemberian kredit terhadap pendapatan pedagang kecil,nilai-nilai sumpah pemuda dan maknanya bagi kehidupan kebangsaan di indonesia pada masa kini,lusi mempunyai uang 150,contoh judul pkp paud,skripsi tentang menghafal al qur'an,soal pilihan ganda tentang ham kelas 12,kunci jawaban buku bahasa inggris kelas 12 kurikulum 2013 halaman 105,jawaban pkn hal 31 kelas 12,kunci jawaban pkn halaman 8-9 kelas 12,kunci jawaban buku paket ekonomi kelas 12,contoh teks cerita sejarah tsunami aceh,judul skripsi ekonomi manajemen keuangan,fauna,blog mapenda kab bogor,judul skripsi peran orang tua,contoh gambar pemandangan,tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 37,contoh kasus pancasila dalam kehidupan sehari hari,kesadaran berbangsa dan bernegara,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 74,makalah pembangunan hukum nasional,contoh analisis puisi lengkap,skripsi perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing,judul skripsi ketenagakerjaan,contoh proposal penelitian ekonomi manajemen,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 28-29,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 42,google adwords proposal pdf,kunci jawaban sejarah indonesia kelas 12 halaman 142,skripsi administrasi perkantoran,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 159,soal pilihan ganda dan pembahasan trigonometri kelas 11,kunci jawaban lks intan pariwara kurikulum 2013,fungsi hormon auksin,jawaban kegiatan 2 kerjasama membangun teks anekdot,contoh bidal,pentingnya kekuasaan negara,contoh soal cerita fantasi kelas 7,streaming salam pramuka,kunci jawaban matematika intan pariwara kelas 12,contoh proposal.doc,kunci jawaban sejarah kelas 12 intan pariwara,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 31,makalah ketenagakerjaan dan pengangguran,proposal tesis psikologi pendidikan,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 181,buku pr ips terpadu kelas 9 intan pariwara,
  1. What is Google adsense? 
  2. Ways to Identify and Tackle Click Fraud  
  3. Turning Traffic in to Adsense Traffic  
  4. Top Paying Keywords  
  5. Tools for Adsense  
  6. Text v Graphic on Adsense  
  7. Adsense - Pros and Cons 
  8. Why Use Google Adsense?  
  9. Why Advertisers support Adsense 
  10. Success on Adsense – 5 Quick Tips  
merubah celcius ke fahrenheit,kunci jawaban matematika viva pakarindo,jawaban pkn kelas 12 halaman 16,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 35,kunci jawaban buku sukino kurikulum 2013,buku bahasa indonesia sma kelas 12 kurikulum 2013,proposal penelitian keperawatan medikal bedah pdf,jawaban lk-1 prakarya,definisi kesulitan belajar,download buku kimia kelas xi kurikulum 2013 erlangga,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 104,jawaban pkn kelas 12 halaman 42,kunci jawaban lks penerbit viva pakarindo,kunci jawaban pkn kelas xii k13 bab 1,kunci jawaban lks bahasa indonesia kelas 12,percakapan bahasa inggris 3 orang di bank,contoh soal akuntansi dasar dan jawabannya,kunci jawaban buku mandiri matematika kelas 9,manfaat ratib al attas,kunci jawaban buku pr intan pariwara kelas 12,skripsi kualitatif manajemen pemasaran,soal pkn kelas 12 semester 1 dan kunci jawaban,ebook belajar piano bahasa indonesia,makalah metode harga pokok proses,contoh soal tentang ham kelas 11,kunci jawaban buku pr intan pariwara kurikulum 2013 kelas xii,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 62,buku paket ekonomi kurikulum 2013,tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 32,bahasa indonesia kelas 12 hal 18,kunci jawaban ekonomi esis kelas xi kurikulum 2013 bab 1,salam pramuka full version,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 12,skripsi tentang kreativitas belajar siswa,kunci jawaban pkn halaman 35 kelas 11 semester 2,contoh latihan soal limit dan penyelesaiannya,contoh verba relasional,jual buku pr intan pariwara,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 30,skripsi gizi kesehatan masyarakat,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 35 kelas 12 semester 1,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 125,jawaban hal 42 pkn kelas 12,contoh album kenangan,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 32,contoh dialog certainty uncertainty dan repetition,contoh soal teks berita kelas 12,kunci jawaban pkn kelas 12 hal 16,contoh soal dan jawaban giving suggestion,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 75,kunci jawaban paket pkn kelas 12 semester 1,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 72 kelas 12,supremum dan infimum pada analisis real,kunci jawaban pkn kelas 12 hal 125,contoh dialog certainty and uncertainty 2 orang beserta artinya,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 36 semester 1,kunci jawaban pkn halaman 42 kelas 12,buku ekonomi kelas 10 kurtilas,buku pkn kelas 12 kurikulum 2013,kunci jawaban pkn halaman 141,garis dan sudut kelas 7,contoh soal nilai mutlak dan pembahasannya pdf,download video salam pramuka,kunci jawaban pkn halaman 31,salam pramuka hd,soal pkn kelas 10 semester 1 beserta jawabannya kurikulum 2013,skripsi keperawatan medikal bedah,kunci jawaban bahasa indonesia kelas xii semester 1 halaman 18,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 32 semester 1,kunci jawaban matematika kelas xii kurikulum 2013,skripsi tentang tqm,skripsi pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah,download buku biologi kelas xi erlangga pdf,contoh proposal manajemen keuangan pdf,50 soal bahasa indonesia beserta jawabannya,jawaban buku paket pkn kelas 12 halaman 42,
  1. SEO for Adsense 
  2. Positioning of Adverts  
  3. Google PPC: Content or Search?  
  4. How Much Money Will I earn Through Adsense?  
  5. How Adsense Changed the Internet  
  6. Getting Started With Adsense  
  7. Adsense Alternatives 
  8. Online Education Offers Unparalleled Learning Freedom 
  9. Scholarships are Excellent Source of Financial Aid 
  10. Student Loans Should be Last Resort  
tempat angker di pare kediri,penggunaan bahasa indonesia di malaysia,jawaban buku pkn kelas 12 halaman 42,smp swasta terbaik di bogor,kunci jawaban buku pr matematika intan pariwara kelas 12,tugas pkn hal 8 kelas 12,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 2 halaman 31,soal pilihan ganda teks cerita sejarah beserta jawaban,urutkanlah secara kronologis kemudian tuliskan urutan waktu peristiwa dan tempatnya,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 66,tugas bahasa indonesia halaman 28 kelas 12,persamaan dan perbedaan teks berita,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 9 kelas 12 semester 1,soal uas askeb komunitas,pertumbuhan gereja pdf,skripsi pengaruh rekrutmen terhadap kinerja karyawan,lks pkn kelas 12 semester 1 kurikulum 2013,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 18 kelas 12,unsur intrinsik cerpen sulaiman pergi ke tanjung cina,jawaban buku paket,membandingkan teks cerita sejarah dengan teks lain,konversi teks cerita sejarah,download video hot salam pramuka,jawaban uji kompetensi bab 3 pkn kelas 11 hal 91,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 20 kelas 12,analisis penentuan harga pokok produksi dengan metode full costing,salam pramuka asli,kunci jawaban pai kelas 12 halaman 14,nilai keindahan dalam puisi hujan bulan juni,tugas bahasa indonesia halaman 21,kunci jawaban pkn kelas 12 hal 14,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 35,makalah biologi,soal bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013 dan kunci jawaban,contoh dialog uncertainty 2 orang,buku ekonomi esis kelas 12 kurikulum 2013,metode bermain peran untuk anak usia dini,pembelajaran kelas rangkap,contoh makalah pencurian,kunci jawaban lks pkn kelas 12 intan pariwara,contoh sikap cinta tanah air di lingkungan masyarakat,jawaban uji kompetensi bab 1 ipa kelas 9 kurikulum 2013,anggaran kebutuhan bahan baku,ciri kebahasaan teks editorial,kunci jawaban intan pariwara,contoh skripsi manajemen sdm 3 variabel,tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 36,video hot salam pramuka full,soal asking for repetition,pdf buku ekonomi kelas x,anaksmpxxx,contoh skripsi tentang ketenagakerjaan,jawaban pkn kelas 12 hal 42,kunci jawaban buku pkn kelas 9 kurikulum 2013,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 31,soal trigonometri kelas 11 dan jawabannya,pkn kelas 12 halaman 42,skripsi motivasi terhadap kinerja karyawan,buku paket ekonomi kelas 10 k13,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 18,skripsi sejarah murni pdf,menganalisis teks sejarah,contoh skripsi public relations,metode z score,judul skripsi manajemen keuangan 3 variabel,buku esis biologi kelas xi pdf,skripsi nilai nilai pendidikan islam,skripsi pendidikan agama islam kualitatif pdf,skripsi dana desa,jawaban hal 5 pkn kelas 12,kunci jawaban tema 6 kelas 5,buku ekonomi kelas xii kurikulum 2013 esis,pengertian pembelajaran,tugas pkn halaman 8 kelas 12,contoh konversi teks cerita sejarah,kunci jawaban pr intan pariwara kelas 12,kunci jawaban ekonomi kelas 12 kurikulum 2013,kunci jawaban pkn halaman 35 kelas 11,kunci jawaban buku agama islam kelas 12 penerbit erlangga,tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 29,ratib al haddad latin,
  1. The Benefits of Online Learning  
  2. The Dollars and Cents of a Four-Year Degree  
  3. Making YouTube Videos: Safety Tips You Should Know 
  4. University Disadvantages  
  5. How to Make a YouTube Video  
  6. Why a University Education?  
  7. Graduate Degree Options 
  8. Great Reasons to Complete your Degree  
  9. Is an Online Education Right for You?  
  10. Free Application for Federal Student Aid  
kunci jawaban buku pr pkn intan pariwara kelas 9,lirik mars abita,contoh proposal pembuatan sim kolektif,sebutkan 3 tokoh yang sangat berkesan dalam pikiranmu,contoh soal studi kelayakan bisnis npv,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 29 semester 1,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 9,power point motivasi belajar siswa,kunci jawaban pkn intan pariwara kelas 12,contoh soal merajut manusia dan masyarakat berdasarkan pancasila,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 207,tugas 2 mengabstraksi teks sajak,teks tanggapan kritis sma atau smk,buku wawasan nusantara pdf,kunci jawaban pkn halaman 42 kelas 12 smk,skripsi pendidikan agama islam doc,contoh mengonversi teks cerita sejarah menjadi puisi,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 141,perbedaan cerpen juru masak dan sulaiman pergi ke tanjung cina,kunci jawaban bahasa inggris kelas 12 halaman 64,jawaban paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 36,contoh laporan ppl pgsd doc,definisi hukum menurut aristoteles,perkembangan teori atom ppt download,jawaban ppkn kelas 12 halaman 8,kunci jawaban hal 22 bahasa indonesia kelas 12,skripsi strategi public relations dalam mempertahankan citra perusahaan,makalah pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan,buku pr ipa terpadu kelas 9 intan pariwara ktsp,contoh surat cerai,makalah trigonometri kelas 10,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 56,kunci jawaban pkn halaman 56,buku paket ipa kelas 9 semester 2,download proposal skripsi manajemen keuangan,jawaban tematik kelas 6 tema 1,download buku esis,contoh soal tes perangkat desa dan kunci jawaban,koloid pdf,model layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus,contoh laporan perpustakaan sekolah smp,simpulan paragraf,contoh skripsi ekonomi manajemen pdf,jawaban sejarah kelas 12 hal 46,kumpulan soal keperawatan gerontik,mapenda kab bogor nrg,download buku yudhistira sd,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 55,irfan dan roni bekerja di pabrik kaos,kunci jawaban pkn halaman 20 kelas 12,jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 28,contoh soal selisih kas dan jawabannya,doa penunduk musuh,download video salam pramuka hot,download video salam pramuka full movie,kunci jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013,teks editorial contoh,kunci jawaban buku pkn kelas 7 kurikulum 2013,kunci jawaban pkn hal 42,contoh pkp paud tentang bahasa,rpp kelas rangkap model 221 kelas 1 dan 2 semester 1,contoh percakapan yang isinya seseorang yang tidak senang berolahraga,kecerdasan kinestetik,jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 29,skripsi ptk pai,formasi top eleven 2017,makalah logika matematika,contoh kti analis kesehatan,kunci jawaban intan pariwara kelas 12,top eleven formasi,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 35 semester 1,download lks intan pariwara kelas 12,rumus fahrenheit ke reamur,judul skripsi d4 kebidanan klinik terbaru,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 106,contoh soal hidrologi beserta jawabannya,bahasa indonesia halaman 18 kelas 12,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 208,download buku pkn kelas 12 kurikulum 2013,kunci jawaban sejarah kelas 12 halaman 29,soal akuntansi manajemen dan jawabannya,salam pramuka google drive,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 28,contoh verba pewarta,judul skripsi tentang pendidikan pesantren,contoh soal barisan bilangan real,salam pramuka part 2,pendidikan menurut para ahli,rpp kelas rangkap model 221 kelas rendah,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 28 kelas 12,buku matematika kelas 10 erlangga pdf,tugas mandiri 4.3 pkn kelas 12,konsep keselamatan di pusat pendidikan awal kanak-kanak,kunci jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12,skripsi model pembelajaran circ,fcpa or "praktik korupsi asing" or kriminal or kejahatan or jahat or menipu or tipu or penipuan or curang or kecurangan or suap or penyuapan or disuap or korup or korupsi "pt bni securities",jawaban buku paket pkn kelas 12 halaman 8,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 10,top eleven token gratis,judul skripsi msdm yang unik,contoh dialog admiration,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 194,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 149,kunci jawaban pkn kelas 12 hal 35,kunci jawaban paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 20,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 kurikulum 2013 semester 1,video salam pramuka part 2,jawaban paket bahasa indonesia kelas 12,contoh proposal keperawatan komunitas,gambar jj,teori bela negara pdf,kunci jawaban ukk akuntansi 2017 paket 2,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 28 semester 1,tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 18,video asli salam pramuka,kunci jawaban sejarah indonesia kelas 12 halaman 30,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 66,salam pramuka video,surat undangan hut ri,adwords account banned,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 16,pengertian asking for attention,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 67,judul skripsi tentang full day school,download video salam pramuka part 2,latih uji kompetensi sejarah hal 46,belajar gitar otodidak pdf,soal pkn kelas 9 kurikulum 2013,kunci jawaban bahasa indonesia halaman 59 kelas 12,rpp kelas rangkap universitas terbuka,tugas mandiri 3.3 pkn kelas 12,
  1. Finding the Right College Program for You  
  2. Financial Motivation for Two-Year Education  
  3. Financial Aid Options for Students  
  4. Educational Savings Accounts  
  5. HAVING A MASTER’S DEGREE  
  6. How Internet or technology did change the standards of studying?  
  7. Getting Into Law School  
  8. Status of Education in Developing Countries  
  9. Distance learning education program 
  10. Community College Disadvantages  
soal administrasi negara dan jawaban,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 2 halaman 14,referensi judul kti analis kesehatan,parafrasa dari syair nyanyian anak,contoh keterampilan anak tk,materi geopolitik,strategi belajar secara berkesan,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 19,soal identitas trigonometri kelas 11,buku biologi kelas 10 penerbit erlangga pdf,kunci jawaban paket bahasa indonesia kelas 12,anaksmaxxx,paket ekonomi kelas 10,pengertian anggaran fleksibel,salam pramuka hot video,buatlah struktur teks cerita pendek sulaiman pergi ke tanjung cina,soal pilihan ganda teks cerita sejarah,tugas bahasa indonesia kelas 12 halaman 30,download buku matematika sukino,contoh wawancara dengan pedagang,contoh mengonversi teks sejarah,skripsi tentang pajak,jawaban paket pkn kelas 12 halaman 42,pertanyaan geopolitik,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 hal 96,jawaban lks bahasa indonesia kelas 12 semester 1,kunci jawaban biologi erlangga kelas xi kurikulum 2013 bab 1,contoh proposal dalam bentuk power point,kunci jawaban buku intan pariwara kelas 8 kurikulum 2013,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 31-32,kunci jawaban pkn halaman 8 kelas 12,kunci jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 35,percakapan bahasa inggris perawat dan pasien beserta artinya,jawaban paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 9,judul skripsi hubungan,menyusun anggaran perusahaan,kunci jawaban matematika sukino 3a,kata kunci yang aku temukan dalam iklan,yousuve,pertanyaan akuntansi pertanggungjawaban,jawaban bahasa indonesia hal 28 kelas 12,buku ekonomi kurikulum 2013 kelas 10,mind map untuk anak sd,makalah perkembangan teori atom,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 23,contoh anggaran penjualan,metode pengendalian bahan baku,pengertian tari layang-layang,contoh teks editorial tentang lingkungan,makalah kecerdasan emosional,salam pramuka full movie,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 hal 11,kunci jawaban bahasa indonesia kelas xii halaman 55,contoh power point tugas akhir d3,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 53,kunci jawaban buku ekonomi kelas xi kurikulum 2013 esis,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 59,jawaban pkn kelas 12 halaman 70,kunci jawaban sejarah indonesia kelas 12 hal 46,belajar bahasa thailand pemula pdf,soal sejarah kelas xii ips semester 1 dan kunci jawaban,soal uas ut,kunci jawaban lks ipa kelas 7 semester 1 intan pariwara,notochord adalah,hereditas adalah,karmila marga t,jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 1 halaman 35,download buku ekonomi kelas x kurikulum 2013 alam s,pertanyaan tentang akuntansi pertanggungjawaban,jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 35,kunci jawaban buku pr kimia intan pariwara kelas 12,contoh laporan pkp pgsd terbaru,soal dan jawaban uji kompetensi kesehatan lingkungan,kunci jawaban pkn kelas 12 kurikulum 2013,contoh soal koloid dan jawabannya,buku paket kelas 9,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 20,cara belajar renang otodidak,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 semester 2 halaman 13,kunci jawaban biologi kelas 10 kurikulum 2013,kunci jawaban ekonomi kelas 10 kurikulum 2013,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 15,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 95,skripsi pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan doc,kunci jawaban buku pr intan pariwara kelas 9,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 37 semester 1,soal pilihan ganda tentang identitas nasional,kunci jawaban matematika sukino 2a,kunci jawaban matematika kelas 12 halaman 66,pdf ekonomi kelas x,video salam pramuka full,kalimat verba material,jawaban pkn kelas 12 halaman 3,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 47 semester 1,contoh soal dan pembahasan barisan monoton,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 34,kunci jawaban buku paket pkn kelas 10 kurikulum 2013,makalah tentang pelestarian lingkungan,kunci jawaban lks intan pariwara,contoh x banner penelitian,contoh peristiwa bela negara,salam pramuka new version,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12,salam pramuka crot,fungsi hormon prolaktin,jawaban paket pkn kelas 12 hal 42,ciri kebahasaan teks cerita ulang,buku matematika peminatan kelas xii kurikulum 2013 pdf,salam pramuka semprot,contoh soal uji kompetensi keperawatan medikal bedah,jawaban bahasa indonesia kelas 11 halaman 22,kunci jawaban pkn kelas 12 halaman 20,skripsi pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai negeri sipil,kunci jawaban buku matematika kelas 8 kurikulum 2013 semester 1,amalan innahu min sulaimana wainnahu bismillahirrohmanirrohim,lks kreatif penerbit viva pakarindo,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 hal 59,sebutkan tiga tokoh yang sangat berkesan dalam pikiranmu,jawaban lk tugas kelompok 1 produk kerajinan khas daerah hal 7,judul skripsi msdm 3 variabel,menelusuri dinamika kehidupan bernegara dalam konteks geopolitik indonesia,contoh soal matriks dan jawabannya kelas 12,contoh soal gelombang berjalan beserta penyelesaiannya,salam pramuka hot full,tugas 2 memproduksi teks cerita sejarah secara mandiri,makalah penganggaran perusahaan,jelaskan faktor faktor yang menyebabkan suatu negara mengadakan hubungan internasional,rumus kelvin ke reamur,proposal skripsi pendidikan anak usia dini download,contoh proposal skripsi ekonomi pembangunan pdf,paket pkn kelas 12,efek pakarindo pt gaji,proposal bpjs kesehatan,judul kti kesehatan lingkungan,soal matematika kelas 6 semester 1 dan kunci jawaban 2015,contoh kalimat tidak baku dalam kehidupan sehari-hari,jawaban paket bahasa indonesia kelas 12 semester 1,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 12,rumus fahrenheit ke celcius,sma nu lemahabang,kunci jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 30,disadvantages of a 32 day notice account,video hot salam pramuka,mengonversi teks cerita sejarah huruf braille menjadi puisi,kunci jawaban lks matematika kelas 11 semester 1 intan pariwara,contoh percakapan bahasa inggris perkenalan,buku fisika kelas 12 kurikulum 2013,materi bahasa indonesia kelas 9 semester 2 kurikulum 2013,skripsi pajak pdf,kunci jawaban buku paket matematika,kunci jawaban sejarah indonesia kelas 12 hal 30,jawaban buku paket bahasa indonesia kelas 12 halaman 35,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 71,kunci jawaban buku pr intan pariwara smp kelas 9,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 12 halaman 34,contoh dialog certainty and uncertainty 2 orang singkat,makalah lingkungan hidup,makalah lompat jauh doc,skripsi bulutangkis pdf,lusi mempunyai uang 150.000,menghitung bb,contoh soal manajemen persediaan dan penyelesaiannya,buku sejarah indonesia kelas 12,tugas bahasa indonesia kelas 11 halaman 18,contoh makalah penjas,innahu min sulaiman wainnahu,cara membuat miniatur wall climbing,kunci jawaban bahasa indonesia kelas 11 kurikulum 2013 halaman 12,jawaban bahasa indonesia halaman 8 kelas 12,kunci jawaban pkn halaman 56 kelas 12 kurikulum 2013,technowizards,kunci jawaban pkn halaman 14 kelas 12,kunci jawaban lks fisika kelas 12 intan pariwara,sikap komitmen apa saja yang ditunjukkan para pendiri negara dalam merumuskan pancasila