Intelegensi Logika Matematika


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Intelegensi Logika Matematika

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Intelegensi Logika Matematika, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Intelegensi Logika Matematika

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Intelegensi Logika Matematika
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Intelegensi Logika Matematika.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Intelegensi Logika Matematika

    Intelegensi Logika Matematika

    Intelegensi Logika Matematika

    Teori MI atau multiple intelligence dikembangkan pertama kali oleh howard gardner (1993) yang melawan teori klasik tentang IQ dimana perkembangan selama 100 tahun teori klasik cenderung tidak berubah. Perlu kita ingat mengacu pada Alfred Binet (1912) merancang suatu alat yang mengukur resiko kegagalan anak di sekolah. Dasar dari teori Binet ini dipegang sampai saat ini sebagai dasar dari pendekatan psikometri mengenai pengukuran kemampuan atau intelegensi. Semenjak itu muncul berbagai alat prediktif tentang kemampuan berupa ingatan, vebal, numerik dan urutan logika. Thurstone (1938) menyatakan intelegensi adalah kombinasi dari berbagai dimensi yang terdiri dari tujuh faktor yaitu verbal comprehension, word fluency, digit number, spatial visualization, associative memory, perceptual speed dan inductive reasoning.

    Pada beberapa dekade terakhir teori tentang intelegensi semakin kompleks seiring dengan berkembangnya ilmu lain seperti psycho neuro-science, antropologi, sosial budaya dll. Teori yang cukup komprehensif pada tahun 1980-an mengenai intelegensi dikemukakan oleh Robbie Case dengan aliran neo-piaget yang menyatakan intelegensi adalah tema yang lebih luas dibandingkan hanya aspek-aspek yang terkandung pada teori klasik dengan skor yang ada namun terkait dengan faktor sosial, budaya dan penerapan di dunia nyata. Gardner dengan penelitiannya menantang teori klasik pada tema utama yang dipertanyakan, yaitu (1) Beberapa intelegensi bekerja bersama bukan pada satu aspek saja (2) intelegensi ditunjukkan dari kemampuan kita melakukannya bukan pada skor tes dan (3) bagaimana intelegensi ditunjukkan adalah berdasarkan budaya yang ada.

    Contoh nyata sehari-hari dari rujukan gardner adalah apabila seseorang dengan kemampuan hitung yang sangat baik di pulau terpencil, dimana keseluruhan penduduk adalah nelayan bekerja menangkap ikan, maka kemampuan hitung tersebut berperan sangat sedikit dibandingkan “intelegensi” dalam membuat jaring, menangkap ikan, menyelam, memperbaiki kapal. Kemampuan hitung pada kelompok masyarakat di pulau tersebut tidak akan efektif sebagai indikator kesuksesan rerata penduduk dalam bekerja (performance) yaitu menangkap ikan.

    Meruiuk pada teori MI oleh gardner, intelegensi seharusnya dapat mengukur apa yang dapat dilakukan seseorang di dunia nyata sedangkan tes IQ lebih menunjukkan pada skor tes (tinggi, sedang, rendah dll). MI lebih merujuk pada analisa kualitatif dibandingkan nilai kuantitatif tertentu dengan menggunakan tes. Menurut gardner terdapat 8 intelegensi yang dapat dibedakan sesuai kriteria:

    Linguistik/bahasa
    Logika/ matematika
    Musik
    Spasial
    Bodily-kinestetik
    Interpersonal
    Intrapersonal
    Naturalis
    Dari delapan kriteria yang diungkapkan diatas, bagaimana gardner memisahkan antar kriteria intelegensi tersebut? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, gardner tidak berpegang pada satu bidang ilmu tertentu namun harus mengikutsertakan berbagai disiplin ilmu yaitu psikologi, neurologi, biologi, sosiologi, antropologi, seni dan humanisme. Kriteria-kriteria dari berbagai bidang studi untuk menggali perbedaan intelegensi antara lain:

    Gangguan atau kerusakan otak
    Evolusi manusia
    Perilaku khusus yang teridentifikasi
    Kemungkinan munculnya savant dan kecenderungan khusus yang ada atau tidak ada pada kemampuan tertentu
    Intelegensi Linguistik

    Didefinisikan sebagai kemampuan bahasa baik bahasa ibu atau bahasa asing untuk mengekspresikan pikiran dan memahami orang lain. Sastrawan terkhususkan sebagai memiliki intelegensi bahasa namun profesi seperti jurnalis, orator, tukang khutbah, politikus, pengacara adalah gambaran umum orang-orang yang memiliki intelegensi linguistik.

    Kunci utama dari intelegensi linguistik adalah:

    Keterlibatan untuk menerima atau membuat pembicaraan atau tulisan
    Kemampuan berkomunikasi dan merasakan sesuatu melalui bahasa
    Keterlibatan sensitivitas pada suatu bahasa
    Kemampuan tambahan:

    Bahasa ekspresif
    Menunjukkan narasi atau membuat cerita
    Bahasa deskripsi atau instruksi
    Melaporkan
    Bahasa puitis
    Permainan kata
    Peran atau domain yang membutuhkan bahasa sebagai inti:

    Novelis
    Komedian
    Pengacara
    Jurnalis
    Ustadz/ahli rohani yang berkhutbah
    Pelatih
    Guru
    Wacana untuk meningkatkan kemampuan linguistik:

    Tulisan
    Permainan kata
    Cerita
    Majalah/koran
    Diskusi
    Sandiwara
    Debat/Pidato
    Lirik
    Penggunaan sehari-hari:

    Membaca koran, menulis blog, berpartisipasi dalam diskusi
    Intelegensi linguistik tidak termasuk:

    kemampuan menggunakan banyak bahasa
    banyak bicara
    Intelegensi Logika – Matematika

    Orang dengan kemampuan yang dikembangkan terkait dengan logika matematika mengerti benar mengenai prinsip sebab akibat, manipulasi angka, kuantitas, operasi matematika.

    Kunci utama dari intelegensi logika – matematika adalah:

    Kemampuan individu menggunakan hubungan abstrak
    Penggunaan angka dan berpikir logis
    Kemampuan tambahan:

    Numerical Reasoning; perhitungan, estimasi, analisa jumlah
    Pemecahan masalah logis
    Peran atau domain yang membutuhkan logika – matematika sebagai inti:

    Guru matematika
    Ilmuwan
    Teknisi/engineer
    Arsitek
    Programmer komputer
    Ahli sipil
    Analis budget
    Akuntan
    Wacana untuk meningkatkan kemampuan logika – matematika:

    Grafik
    Spreadsheet
    flowchart
    Timeline
    Perhitungan
    program komputer
    perencanaan bisnis
    puzzle logika
    Penggunaan sehari-hari:

    Membaca jadwal pesawat terbang
    Mengelola anggaran rumah tangga
    Proyeksi pengeluaran gaji bulanan untuk keluarga
    Intelegensi logika – matematika tidak termasuk pada penggunaan hanya angka karena terkandung kemampuan hubungan logika angka (numerical reasoning).

    Intelegensi Musik

    Integensi musik adalah kemampuan berpikir melalui musik, kemampuan mendengarkan pola suara, mengingat, menggabungkan dan memanipulasi. Musik adalah kemampuan dan kemampuan ini dimiliki oleh manusia sehingga dapat diartikan sebagai intelegensi musik.

    Kunci utama dari intelegensi musik adalah:

    Kemampuan menerima dan mengerti pola suara
    Menciptakan dan mengartikan adanya suara
    Kemampuan tambahan:

    Persepsi musik
    Mencipta musik
    Komposisi atau notasi
    Peran atau domain yang membutuhkan musik sebagai inti:

    Musisi
    Koreografer
    Kritikus musik
    Konduktor
    DJ
    Pianis
    Komposer
    Teknisi musik
    Cheerleader
    Wacana untuk meningkatkan kemampuan musik:

    Menulis lagu
    Bermain alat musik
    Menari
    Merekam
    Penggunaan sehari-hari:

    Mendengarkan radio di mobil
    Bermain musik
    Bersiul
    Membedakan suara
    Intelegensi Spasial

    Merujuk pada kemampuan merangkai bagian atau visualisasi bagian secara mental dan dirangkai sesuai dengan pola-pola tiga dimensi yang diproses melalui pikirannya. Cara pelaut atau pilot melakukan navigasi dari gambaran keseluruhan dunia nyata merupakan contoh kemampuan spasial. Contoh lain atlet catur melakukan imajinasi langkah-langkah tertentu dan membayangkan bagaimana langkah-langkah selanjut dari bidak yang harus dikelola untuk mengepung raja musuh. Jika kemampuan spasial tinggi dengan orientasi ketertarikan pada seni yang tinggi maka lebih baik menjadi pelukis atau arsitek daripada seorang musisi atau jurnalis. Lebih lanjut, ilmuwan pada bidang ilmu tertentu membutuhkan kemampuan spasial seperti anatomi, topologi tanah, struktur kandungan mineral bintang tertentu.

    Kunci utama dari intelegensi spasial adalah:

    Keterlibatan penerimaan dan pengolahan visual atau informasi 3 dimensi dalam satu pikiran
    Keterlibatan pencitraan ulang gambar dalam ingatan.
    Kemampuan tambahan:

    Pemahaman sebab-akibat atau fungsi relasi melalui observasi
    Penggunaan informasi spasial untuk mengarahkan melalui dunia nyata
    Persepsi sensitif atau observasi visual realitas dan seni
    Hasil dari informasi visual atau cara kerja melalui seni
    Peran atau domain yang membutuhkan spasial sebagai inti:

    Penata kebun
    Ahli bedah
    Mekanik
    Ahli kayu
    Fotografer
    Penari
    Atlet
    Pilot
    ATC
    Wacana untuk meningkatkan kemampuan spasial:

    Grafik
    Mengecat
    Diagram
    Film
    Peta
    Model
    Aplikasi komputer seperti AutoCAD, CATIA, Photoshop dll
    Penggunaan sehari-hari:

    Mencari jalan pintas di tempat terasing
    Penggunaan GPS di mobil atau Handphone
    Bermain catur
    Dekorasi rumah
    Menata bunga
    Intelegensi spasial tidak termasuk penggunaan visual/mata, orang buta lebih banyak menggunakan kemampuan spasial.

    Intelegensi Gerak Tubuh (Bodily-Kinesthetic)

    Diartikan sebagai jumlah penggunaan keseluruhan tubuh atau sebagian; tangan, kaki, jari untuk memecahkan masalah, membuat atau menaruh sesuatu. Contoh paling akurat adalah atlet olah raga, seniman tari atau drama.

    Kunci utama dari intelegensi gerak tubuh adalah:

    Penggunaan bagian/tubuh untuk memecahkan masalah
    Kemampuan mengontrol sebagian anggota tubuh atau keseluruhan
    Kemampuan tambahan:

    Gerak atletis
    Gerakan kreatif (termasuk respon terhadap musik)
    Kendali tubuh dan kemampuan motorik yang adekuat
    Ide gerakan tubuh (koreografi)
    Peran atau domain yang membutuhkan gerak tubuh sebagai inti:

    Penari
    Altet olah raga
    Aktor/aktris
    Pelatih
    Ahli bedah
    Penerjemah bahasa gerak tubuh
    Wacana untuk meningkatkan kemampuan gerak tubuh:

    Berjoget/menari
    Mimik
    Bermain
    Mengecat
    Olahraga
    Penggunaan sehari-hari:

    Bermain badminton
    Mengantri loket
    Menyikat gigi
    Mengutak-atik sesuatu
    Intelegensi gerak tubuh tidak termasuk:

    Banyak gerak yang dilakukan anak kecil
    Gerak tubuh yang tidak beraturan dalam mengeluarkan energi
    Intelegensi Interpersonal

    Adalah kemampuan memahami orang lain. Kemampuan ini kita perlukan sehari-hari namun menjadi keutamaan jika Anda adalah politikus, guru, penjual, terapis.

    Kunci utama dari intelegensi interpersonal adalah:

    Sensitif terhadap perasaan, keyakinan, mood, perhatian terhadap orang lain
    Melibatkan penggunaan pemahaman untuk mengefektifkan orang lain dalam bekerja atau menghasilkan sesuatu
    Melibatkan interpersonal untuk meraih sesuatu
    Kemampuan tambahan:

    Mengasumsikan pada peran berbeda secara sosial (teman, rekan, atasan)
    Kemampuan menganalisa kondisi sosial atau orang lain
    Bertindak pada situasi sosial tertentu
    Peran atau domain yang membutuhkan interpersonal sebagai inti:

    Tenaga pendidik (guru, trainer, pelatih)
    Konselor
    Aktivis/LSM
    Diplomat
    Ilmuwan sosial
    Konsultan manajemen
    Pemimpin umat
    Negosiator
    Wacana untuk meningkatkan kemampuan interpersonal:

    Memberikan pelajaran
    Improvisasi drama
    Dilema moral
    Mediasi koflik
    Pelayanan publik
    Peran memimpin
    Penggunaan sehari-hari:

    Transaksi jual beli
    Mengarahkan sesuatu
    Interaksi dengan rekan kerja
    Mengasuh anak
    Intelegensi interpersonal tidak termasuk:

    Kecenderungan bekerja dalam kelompok
    Disukai banyak orang
    Kesopanan
    Etis atau humanis
    Status sosial
    Intelegensi Intrapersonal

    Intrapersonal merujuk pada kemampuan individu untuk mengerti diri sendiri, apa yang terbaik harus dilakukan, bagaimana bereaksi terhadap sesuatu, apa yang perlu dihindari dan yang mana yang dapat meningkatkan kemampuan diri. Gambarannya adalah seberapa baik orang mengerti diri sendiri, apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan, kemana harus dituju untuk meminta pertolongan.

    Kunci utama dari intelegensi interpersonal adalah:

    Kemampuan individu membentuk model mentalnya sendiri
    Melibatkan gambaran model untuk mengambil keputusan terhadap tindakan tertentu
    Termasuk kemampuan untuk membedakan satu perasaan, mood dan perhatian untuk mengantisipasi satu reaksi terhadap tindakan selanjutnya.
    Kemampuan tambahan:

    Pemahaman diri
    Kemampuan menganalisa refleksi diri
    Mengartikan pemahaman melalui beragam ekspresi (menulis puisi, menggambar dll)
    Menggunakan pemahaman diri untuk keberhasilan diri maupun kelompok
    Peran atau domain yang membutuhkan interpersonal sebagai inti:

    Terapis
    Sastrawan
    Trainer motivasi
    Psikolog
    Artis
    Aktivis
    Musisi
    Filsuf
    Pemimpin umat
    Wacana untuk meningkatkan kemampuan intrapersonal:

    Refleksi diri
    Buku diari
    Autobiografi
    Melakukan aktivitas seni
    Membuat musik/lirik
    Puisi
    Penggunaan sehari-hari:

    Beribadah
    Yoga
    Semedi
    Intelegensi intrapersonal tidak termasuk kecenderungan bekerja sendiri atau mengurung diri.

    Intelegensi Naturalis

    Kemampuan individu untuk membedakan perihal makhluk hidup (binatang, tumbuhan) sebaik kemampuan membedakan dan sensitif terhadap hal-hal lain di dunia ini seperti bentuk awan, corak tanah, batu dll. Kemampuan ini diawali dari evolusi manusia dari sebagai pemburu, mengambil hasil bumi dan bertani; berlanjut proses evolusi sampai sekarang dengan peran-peran lebih khusus seperti ahli tumbuh-tumbuhan atau juru masak. Banyak ahli di bidang tertentu membutuhkan intelegensi naturalis seperti desain mobil, konstruksi bangunan, jembatan dll.

    Kunci utama dari intelegensi naturalis adalah:

    Kemampuan memahami dunia sekitar dan bekerja secara efektif di dalamnya
    Kemampuan individu membedakan fungsi di sekitar kita
    Termasuk kemampuan membedakan corak dari benda-benda yang ada
    Kemampuan tambahan:

    Kemampuan observasi
    Membedakan corak dan klasifikasi
    Pemahaman dengan dunia nyata
    Kemampuan memanfaatkan pemahaman untuk menciptakan produk (fashion, bertani, desain dll)
    Peran atau domain yang membutuhkan naturalis sebagai inti:

    Ahli tata bunga
    Nelayan
    Koki
    Ahli tanaman/tumbuhan
    Petani
    Pendidik lingkungan hidup
    Aktivis lingkungan hidup
    Ahli biologi
    Penjaga hutan
    Wacana untuk meningkatkan kemampuan naturalis:

    Berkebun
    Memelihara binatang/ikan
    Wisata alam
    Kegiatan alam bebas
    Penggunaan sehari-hari:

    Memasak
    Berkebun
    Koleksi CD/perangko
    Bertaman
    Intelegensi naturalis tidak termasuk pada batasan dunia luar.

    Multiple Intelligence memiliki pengertian berbeda dengan intelegensi klasik, dimana pengertiannya adalah bahwa intelegensi merupakan potensi biopsikologi untuk memproses informasi yang dapat digerakkan berdasarkan setting budaya untuk memecahkan masalah atau mencipta sesuatu yang bernilai pada budaya tertentu. Dari definisi tersebut, multiple intelligence memiliki wacana:

    Berbagai pandangan beragam mengenai intelegensi; setiap pandangan memiliki simbol yang berbeda dimana setiap pandangan berdasarkan pada intelegensi umum yang dapat menangani suatu masalah tertentu yang sesuai dengan budaya atau kebiasaan yang ada.
    Intelegensi dapat diajarkan atau dididik; sebagai tema yang saling berinteraksi antara faktor biologis dan lingkungan sekitar, intelegensi dapat dididik dan dikembangkan. Intelegensi dapat berubah dan tumbuh sesuai dengan seringnya penggunaan dari intelegensi tersebut.
    Individu memiliki profil unik intelegensi untuk dikembangkan dan diubah; meski didasarkan dari teori bersifat biologi, tidak murni bahwa intelegensi ini bersifat genetik dan menurun. Berdasarkan debat antara nature dan nurture, intelegensi disini adalah hasil dari interaksi dengan lingkungan sekitar. Budaya, kebiasaan, sosial dan individu saling memberi pengaruh seberapa kuat dan khusus intelegensi digunakan.
    Setiap intelegensi melibatkan bagian dari kemampuan khusus; setiap intelegensi misal musik maka ada kemampuan khusus yang menunjukkan bagaimana merancang musik, birama yang sesuai, bunyi dari instrumen musik dan keperpaduannya.
    Intelegensi bergerak secara kombinasi, bukan terisolasi; dalam bentuk biopsikologi, intelegensi adalah olahan dasar yang dapat memecahkan suatu masalah tertentu sesuai dengan domain atau konteks dari masalah yang ada dan dibawakan bersama. Misal seorang pianis membutuhkan intelegensi musik, ketika bekerjasama dengan komposer membutuhkan intelegensi interpersonal dan ketika memainkan piano membutuhkan intelegensi gerak tubuh.

     

    sumber: http://psikometrika.com/tag/intelegensi-logika-matematika/

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Intelegensi Logika Matematika

cari di kotak pencarian ini