Kafa’ah Dalam Pernikahan


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Kafa’ah Dalam Pernikahan

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Kafa’ah Dalam Pernikahan, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Kafa’ah Dalam Pernikahan

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Kafa’ah Dalam Pernikahan
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Kafa’ah Dalam Pernikahan.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Kafa’ah Dalam Pernikahan

    Kafa’ah Dalam Pernikahan

    A. Pengertian kafa’ah
    Secara bahasa kafa’ah berarti setara dan sepadan. Secara istilah kafa’ah ialah kesetaraan antara suami dan isteri agar terhindar dari keburukan dalam perkara-perkara tertentu.
    B. Hukum kafa’ah

    Ada beberapa pendapat tetnag hukum kafa’ah yaitu :

    a. Pendapat menurut Tsauri, hasan bashri dan Karkhi : “kafa’ah bukanlah syarat sah maupun syarat lazinnya perniukahan”

    b. Pendapat Jumhur (termasuk di dalamnya 4 imam madzhab) yaitu : “syarat lazimnya pernikahan dan bukan syarat sahnya pernikahan

    c. Pendapat Mufti Mutakhirin yaitu : “kafa’ah adalah syarat sah dalam pernikahan, syarat nafad dan juga syarat lazim tergantung pada situasi dan keadaannya. ”

    C. Orang yang berhak dalam kafa’ah

    Seluruh fiqaha sepakat bahwa kafa’ah adalah haknya perempuan dan juga walinya

    a. Tartib hak diantara para wali dan waktu jatuhnya hak untuk menuntut fasakh :

    a) Hanafiyah : tetapnya hak untuk menuntut kafa’ah adalah bagi wali-wali yang terekat, jika mereka tidak ridho terhadap perniukahan perempuan tersebut maka mereka dapat menceraikan antara permpuan tersebut dengan suaminya jika dia (perempuan) tidak melahirkan dan juga tidak hamil.

    b) Malikiyah : para wali baik itu wali terdekat maupun wali yang jauh sama-sama memiliki hak untut menuntut fasakh selama perempuan itu belum digauli oleh suaminya, namun apabila perempuan tersebut telah digauli maka wali tidak dapat menuntut fasakh.

    c) Syafi’iyah : apabila wali yang terdekat menikahklan permpuan dengan ridhonya maka wali yang jauh tidak memiliki hak lagi untuk menuntut fasakh.

    d) Hanabilah : seluruh wali baik itu wali dekat maupun wali jauh dapat menuntut fasakh dengan ridho perempuantersebut.

    D. Orang yang berhak dalam meminta kafa’ah

    Jumhur fuqaha menyatakan bahwa kafa’ah adalah haknya perempuan dan bukan hak laki-laki dan hal tersebut adalah untuk kemaslahatan perempuan dan buku untuk kemaslahatan laki-laki.

    E. Bagian kafa’ah dan bagian karakteristiknya

    a. Malikiyah : agama dan haal (keselamatan dan keburukan dalam memilih pasangan).

    b. Hanafiyah : agama, Islam, merdeka, nasab (keturunan), harta, profesi.

    c. Syafi’iyah : agama/iffah (menjaga akhlak), merdeka, keturunan, keselamatan dari aib atau kebutukan yang menyebabkan khiyar.

    d. Hanabilah : agama, merdeka, kemudahan/harta, keturunan, dan profesi.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Kafa’ah Dalam Pernikahan

cari di kotak pencarian ini