Makalah Kecerdasan Linguistik


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Makalah Kecerdasan Linguistik

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Makalah Kecerdasan Linguistik, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat. Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Makalah Kecerdasan Linguistik

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Makalah Kecerdasan Linguistik
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Makalah Kecerdasan Linguistik.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Makalah Kecerdasan Linguistik

    Makalah Kecerdasan Linguistik
    Kecerdasan Linguistik,kecerdasan linguistik menurut howard gardner,kecerdasan spasial,kecerdasan intrapersonal,kecerdasan linguistik verbal,kecerdasan linguistik anak usia dini,pengertian kecerdasan linguistik dan ciri-cirinya,pengertian kecerdasan linguistik menurut para ahli,makalah kecerdasan linguistik

    MAKALAH PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

    Kecerdasan Logika Matematika
    Kecerdasan Linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kemampuan untuk menangani struktur bahasa (sintaksis), suara (fonologi), dan arti (semantik). Orang dengan kecerdasan linguistik menyukai puisi, rima, permainan kata , mempunyai perbendaharaan kata yang luas, dan pintar mengekspresikan diri mereka melalui bahasa lisan maupun tulisan.
    Kemampuan bahasa yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari, tertarik pada karya jurnalisme, berdebat, berbicara, menulis, atau menyampaikan suatu cerita atau melakukan perbaikan pada karya tulis, memiliki kemampuan menceritakan dan humoris.
    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang
    Ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku atau psikis individu dalam lingkungan. Dalam jurnalistik tentu ilmu psikologi sangat berhubungan erat, seorang jurnalis dalam mewawancarai harus mengetahui watak atau sifat seseorang yang menjadi narasumber dan untuk mengetahui hal tersebut ilmu psikologilah yang mempelajarinya.

    makalah induksi elektromagnetik

    Di indonesia pengaruhnya tidak hanya pada model tes yang berbasis pada kecerdasan IQ tersebut. Tetapi berkembang seolah-olah sebagai suatu strategi dan target pembelajaran, sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan paradigma mengejar target kurikulum bagi peserta didik lebih penting dari pada penguasaan ilmu.
    Howard Gardner, seorang ahli biopsikologi memberikan kritik terhadap kondisi di atas. Ia mengungkapkan:
    “sebagian besar pengujian kita didasarkan pada penghargaan yang tinggi pada keterampilan verbal dan matematika. Bila andai pandai dalam bahasa dan logika, tes, IQ, anda pasti bagus, dan anda mungkin berhasil dengan baik masuk perguruan tinggi yang bergengsi, tetapi apakah anda berhasil setelah lulus, mungkin akan tergantung pada sejauh mana anda memiliki dan menggunakan kecerdasan yang lain, itulah yang saya beri perhatian yang berimbang”.[1]
    Di dalam ilmu psikologi kita mempelajari materi kecerdasan atau disebut dengan Inteligensi. Kecerdasan adalah kemampuan seseoarang untuk memberikan suatu tanggapan yang baik terhadap suatu yang diterimanya. Di dalam makalah ini akan kita bahas mengenai kecerdasan secara lebih rinci lagi.

    makalah pengaruh kenaikan BBM

    B. Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dengan kecerdasan ?
    2. Apa yang dimaksud alat ukur kecerdasan ?
    3. Jelaskan teori teori mengenai kecerdasan ?
    4. Bagaimana penjelasan tentang gagasan penerapan ?

    C. Problem Statement
    Statement (pernyataan) yang menyatakan bahasa adalah sesuatu yang selalu lengkap seharusnya dipersentasikan, maksudnya bahwa setiap bahasa mempunyai kata “kosakata tersendiri” untuk segala sesuatu, itulah yang dimaksud karakteristik kosa kata. terkecuali dalam bahasa itu telah kehilangan penggunaan. Bahasa selalu mengalami hal-hal yang sulit, walaupun faktanya bahwa bahasa mengalami gerakan perlawanan bentuk-bentuk yang baru yang mungkin seringkali muncul. Ketika bahasa tidak memungkinak pengguna atau penurun untuk membuat respon yang tepat untuk segala sesuatu, karena kosakata (vocabulary) memang demikian secara karakteristik “open” dibedakan dalam vocabulary antara dua bahasa adalah sebuah hal yang ukuran yang tidak akurat dari perbedaan efisiensi atau keunggulan dari dua ucapan.

    Makalah Pengawetan Ikan

    D. Tujuan Masalah
    Adapun tujuan makalah anak memiliki Kecerdasan Linguistik yaitu:
    1. Mampu membaca, apa yang dibaca mengerti.
    2. Mampu mendengar dengan baik dan memberikan respons dalam suatukomunikasi verbal.
    3. Mampu menirukan suara, mempelajari bahasa asing, mampu membacakarya orang lain.
    4. Mampu menulis dan berbicara secara efektif.
    5. Tertarik pada karya jurnalism, berdebat, pandai menyampaikan ceritaatau melakukan perbaikan pada karya tulis.
    6. Mampu belajar melalui pendengaran, bahan bacaan, tulisan dan melaluidiskusi, ataupun debat.

    E. Manfaat Penyelesaian
    1. Bagi Pribadi Sendiri dapat memahami materi yang telah diberikan oleh dosen dan belajar mengetahui isi dari keceerdan linguistik.
    2. Bagi Siswa dapat memahami pembelajaran kecerdasan linguistik dan menerima materi tersebut di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
    3. Bagi Guru dapat dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran yang baik digunakan dalam kegiatan belajar dan mengajar tentang kecerdasan terlebih bagi bidang studi bahasa Indonesia.
    4. Bagi Perkembangan bahasa Indonesia dapat menjadikan bahasa Indonesia salah satu sifat bahasa yang unik dan khas yang berbeda dengan bahasa-bahasa lain di perkembangan Barat.
    5. Bagi Prodi bahasa Indonesia dapat menjadikan kecerdasan linguistik kajian bahasa Indonesia yang setingkat lebih tinggi lagi.

    Tips Membuat Makalah

    BAB II
    PEMBAHASAN

    A. Definisi Kecerdasan
    Menurut rumusan yang ditetapkan kongres sedunia tentang tujuan pendidikan Islam, sebagaimana dikutip oleh M. Arifin:“education should aim at the ballanced growth of total personality of man through the training of mans’ spirit, intelect the rational self, feeling and bodily sense. Education should therefore cater for the growth of man in all its aspects; spritual, intelektual, imaginative, physical, scientifc, linguistic, both individually and collectively, and motivate all these aspect toward goodnes and attainment of perfection. The ultimate aim for education lies in the realization of complete submission to Allah on the level of individual, the community and humanity at large”.[2]
    Kemudian dalam Surat Al Baqarah 151 Allah berfirman,“Sebagaimana kami telah mengutus rasul di antara kamu yanng membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepada kamu al kitab dan al hikamah (assunnah) serta mengajarkan kepada kamu apa-apa yang belum kamu ketahui”(QS. 2:151).
    Dalam Al Quran, Surat At Baraah (Taubah) ayat 122 berikut ini:“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang) mengapa tidak pergi dari tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”(QS 9:122)
    Hadits riwayat Baihaqi juga mempertegas:“Menurut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim” (HR.Baihaqi). jelas bahwa berfikir atau belajar wajib hukumnya bagi setiap muslim, baik laki-laki atau perempuan, baik tua ataupun muda.

    Menurut para ahli sebagai berikut:
    a. William Stern kecerdasan atau intelligence merupakan suatu kapasitas atau kecakapan umum pada individu secara sadara untuk menyesuaikan pikirannya pada situasi yang dihadapinya.
    b. Carl Whitherrington kecerdasan adalah kesempurnaan bertindak sebagaimana dimanifestasikan dalam kemampuan-kemampuan atau kegiatan-kegiatan seperti berikut ini :
    1. Facility in the use of numbers yaitu fasilitas dalam menggunakan bilangan dan angka.
    2. Language efficiency yaitu efesien penggunaan bahasa.
    3. Speed of perpection yaitu kecepatan dalam pengamatan.
    4. Facility in memorizing yaitu fasilitas dalam mengingat.
    5. Facility in comprehending relationship yaitu fasilitas dalam memahami hubungan.
    6. Imagination yaitu menghayal.
    c. Seorang ahli yang bernama S.C. Utami Munandar merumuskan secara umum intelligence sebagai berikut :
    1. Kemampuan untuk berfikir abstrak.
    2. Kemampuan untuk menangkap hubungan – hubungan dan untuk belajar.
    3. Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi situasi baru.
    d. Edward Thorndike mendefenisikan intelligence is demonstrable in ability of the individual to make good responses from the stand point of the truth or fact atau dapat diartikan kecerdasan adalah kemampuan individu untuk memberikan respons yang tepat ( baik ) terhadap stimulasi yang diterimanya.
    e. George D. Stodard kecerdasan adalah kecakapan dalam menyatakan tingkah laku yang mempunyai ciri – ciri berikut tertentu. Jadi dapat kita simpulkan bahwa kecerdasan atau intelligence adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh sesorang dalam bidang apapun dan individu tersebut dapat menjalankan serta mengembangkan kemampuan yang ia miliki dengan baik.

    Makalah Pengaruh Kerusakan Alam Terhadap Kehidupan

    B. Alat Ukur Kecerdasan
    Pengukuran kecerdasan ada tiga yaitu IQ ( kecerdasan intelektual ), EQ ( Kecerdasan emosional ), SQ ( Kecerdasan spiritual ). Keceerdasan intelektual bisa diukur karena bersifat kuantitatif. Alat ukur kecerdasan intelektual sebagai berikut, yaitu:
    a. Tes Binet Simon
    Alat ukur kecerdasan kognitif pertama kali dibuat oleh Alfred Binet dan Theodore Simonpada tahun 1905 atas permintaan pemerintah Perancis, berkenaan dengan kasus kegagalan belajar murid-murid sekolah. Tes yang mereka buat diperuntukkan anak usia 2 sampai dengan 15 tahun. Cara yang mereka tempuh untuk mengukur kemampuan tersebut adalah dengan membandingkan usia mental (mental age) dengan usia kronologis (chronological age).
    b. Konsep Intelligence Quotient ( IQ )
    Telah disebutkan bahwa dalam mengukur taraf kecerdasan kognitif, Binet dan Simon membandingkan usia mental dengan usia kronologis. Rumus ini dipakai dengan asumsi bahwa seorang anak dinyatakan normal kemampuannya bila dirinya mampu melakukan tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan anak seusianya. Selanjutnya untuk menghindari adanya angka pecahan, hasil bagi tersebut dikali seratus. Dengan demikian rumus tersebut dapat ditulis sebagai berikut. Sedangkan untuk kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), hingga saat ini belum ada alat yang dapat mengukurnya dengan jelas karena dua kecerdasan tersebut bersifat kualitatif bukan kuantitatif.

    makalah ringkasan biologi biogeografi

    Orang yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup tinggi dapat dilihat selain dari hasil tes, dapat terlihat juga bahwa biasanya orang tersebut , sebagai berikut, yaitu:
    1. Memiliki kemampuan matematis
    2. Memiliki kemampuan membayangkan ruang
    3. Melihat sekeliling secara runtun atau menyeluruh
    4. Dapat mencari hubungan antara suatu bentuk dengan bentuk lain
    5. Memiliki kemampuan untuk mengenali, menyambung, dan merangkai kata-kata serta mencari hubungan antara satu kata dengan kata yang lainya, Memiliki memori yang cukup bagus.
    Seseorang dengan kecerdasan emosi (EQ) tinggi diindikatori memiliki hal-hal sebagai berikut :
    a. Sadar diri, panada mengendalikan diri, dapat dipercaya, dapat beradaptasi dengan baik dan memiliki jiwa kreatif,
    b. Bisa berempati, mampu memahami perasaan orang lain, bisa mengendaikan konflik, bisa bekerja sama dalam tim,
    c. Mampu bergaul dan membangun sebuah persahabatan,
    d. Dapat mempengaruhi orang lain,
    e. Bersedia memikul tanggung jawab,
    f. Berani bercita-cita,
    g. Bermotivasi tinggi,
    h. Selalu optimis,
    i. Memiliki rasa ingin tahu yang besar, dan
    j. Senang mengatur dan mengorganisasikan aktivitas.
    Tanda dari orang –orang yang memiliki SQ yang berkembang dengan baik/tinggi, yaitu sebagai berikut:
    1. Mampu bersikap fleksibel (adaptif secara spontan dan aktif)
    2. Memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi
    3. Mampu untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan
    4. Mampu untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit
    5. Memiliki kualitas hidup yang didasari oleh visi dan nilai-nilai
    6. Menghindari hal-halyang dapat menyebabkan kerugian yang tidak perlu
    7. Cenderung untuk memandang segala hal itu berkaitan (holistik)
    8. Kecenderungan nyata untuk bertanya “mengapa?” atau “bagaimana jika” untuk mencari jawaban-jawaban mendasar
    9. Mandiri SQ yang berkembang dengan baik dapat menjadikan seseorang memiliki “makna” dalam hidupnya. Dengan “makna” hidup ini seseorang akan memiliki kualitas “menjadi”, yaitu suatu modus eksistensi yang dapat membuat seseorang merasa gembira, menggunakan kemampuannya secara produktif dan dapat menyatu dengan dunia.

    Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM

    C. Teori Kecerdasan
    Raymon Cattel dkk., mengklasifikasikan inteligensi ke dalam dua kategori, yaitu:
    a. Fluid intelligence (kecerdasan cair)
    b. Crystallized intelligence (kecerdasan Kristal)
    Teori ini dicetuskan pada 1960-an oleh Raymond Cattell and John Horn. Teori kecerdasan ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari teori General Intelegence. Dalam teori kecerdasan cair dan kecerdasan kristal dinyatakan bahwa ada dua macam kecerdasan umum yaitu:
    a. Fluid intelligence (kecerdasan cair) Kecerdasan cair adalah kecerdasan yang berbasis pada sifat biologis.
    Kecerdasan cair meningkat sesuai dengan pertambahan usia, mencapai puncak pada saat dewasa dan menurun pada saat tua karena proses biologis tubuh.Intelegensi fluid cenderung tidak berubah setelah usia 14 tahun atau 15 tahun,
    b. Crystallized intelligence (kecerdasan Kristal) kecerdasan Kristal adalah kecerdasan yang diperoleh dari proses pembelajaran dan pengalaman hidup. Jenis kecerdasan ini dapat terus meningkat, tidak ada batasan maksimal, selama manusia masih bisa dan mau belajar. Inteligensi Crystallized masih terus berkembang sampai usia 30-40 tahun bahkan lebih.
    · Teori kecerdasan menurut para ahli yaitu :
    1. Teori“TwoFactors”
    Teori ini dikemukakan oleh Charles Spearman (1904). Dia berpen¬dapat bahwa inteligensi itu meliputi kemampuan umum yang diberi kode “g” (general factors), dan kemampuan khusus yang diberi kode “s” (specific factors). Setiap individu memiliki kedua kemampuan mi yang keduanya menentukan penampilan atau perilaku mentalnya.
    2. Teori“PrimaryMentalAbilities”
    Teori ini dikemukakan oleh Thurstone (1938). Dia berpendapat bah¬wa inteligensi merupakan penjelmaan dan kemampuan primer, yaitu (a) kemampuan berbahasa: verbal comprehension (b) kemampuan mengingat: memory (c) kemampuan nalar atau berpikir logis reasoning (d) kemampuan tilikan ruang spatial factor (e) kemampuan bilangan numerical ability (I) kemampuan menggunakan kata-kata: word fluency dan (g) kemampuan mengamati dengan cepat dan cermat perceptual speed.
    3. Teori”MultipleIntelligence”
    Teori ini dikemukakan oleh J.P. Guilford dan Howard Gardner. Guilford berpendapat bahwa inteligensi itu dapat dilihat dan tiga kategori dasar atau faces of intellect.

    Hadits Tentang Perdagangan – Contoh Makalah

    D. Gagasan Penerapan
    Bakat merupakan potensi tersembunyi yang siap untuk diaktulisasikan dan akan berkembang, dibawa sejak lahir yang telah melekat dengan kepribadian seseorang, lebih baik jika terjadi sinergi dengan lingkungan yang mendukung disekitarnya. Sebagaimana terlihat dalam Hadist :“Tiap anak yang dilahirkan membawa fitrah, ayah dan ibunyalah yang menjadiaknnya Yahudi, atau Majusi”.[3] Pertama, Ayat Al Qur’an dan hadist di atas menyatakan bahwa anak manusia semenjak lahir telah membawa fitrah atau kodrat kejiwaan yang diwarisi dari orang tuanya, kodrat tersebut merupakan potensi atau kemampuan yang merupakan kekuatan dirinya untuk mencari kebenaran atau mengabdi kepada Tuhan. Islam yang menyakini bahwa setiap anak yang dilahirkan membawa fitrahnya dan sekaligus fitrah ini membedakan satu dari yang lainnya. Anak telah membawa suatu potensi atau bakat yang merupakan suatu cikal bakal kekuatan di dalam dirinya, namun diakui aktualisasi diri anak tercipta sebagai akibat interaksi dengan lingkungannya. Sinergis keduanyalah yang menjadikan anak itu sebagai apa adanya.

    Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup Untuk Kehidupan

    Kedua, faktor lingkungan, hal ini berkaitan dengan semua sumber informasi yang berasal dari luar diri peserta didik; seperti orang tua, keluarga, teman, pendidik, masyarakat sebagai sumerdaya manusia, buku, internet, multimedia. Hal ini juga mencakup semua pergaulan dan pengalaman atau pendidikan yang diperoleh anak di dalam dan di luar sekolah. Setelah dicermati maka dapat disimpulkan bahwa bakat, fitrah maupun kecerdasan merujuk pada suatu maksud dan makna yang sama, yang membedakan adalah sudut pandang yang berbeda, artinya sebelum penemuan kecerdasan jamak. Gardner menyatakan People are born with certainamount of intelligences[4] , bahwa seorang anak manusia yang lahir ke dunia memiliki lebih dari satu potensi kecerdasan yang mungkin bisa berkembang, walaupun perkembangan tersebut berbeda dari orang ke orang. Lebih lanjut Gardner menambahkan, after all, intelligences arise from the combination of a person’s genetic heritage and life condition in a given culture and era.[5]
    Sesuai dengan pernyataan tersebut di atas, maka pelacakan bakat dan pengembangannya sebagai sebuah potensi kecerdasan seharusnya dilaksanakan semenjak awal dari pendidikan dimulai, baik formal maupun informal. Untuk itu pendidikan awal yang dilakukan di rumah tangga maupun pendidikan formal di sekolah seperti pedidikan prasekolah (preschool), TK (kinder garten) dan SD (primary school) pendidikan menitik beratkan kearah pelacakan bakat dan pengembangan potensi kecerdasan. Dalam usaha pelacakan bakat dan kecerdasan, setiap peserta didik secara berkelanjutan harus dihadirkan dengan pilihan-pilihan materi pembelajaran dan pilihan yang diminatinya sehingga terhindar dari campur tangan dan keinginan pendidik yang memaksakan kehendaknya. Hal ini merupakan ekspresi keinginan yang sesuai dengan panggilan bakat dan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Oleh karena itu penyajian materi dalam bentuk paket yang wajib dipelajari oleh peserta didik tidak lagi cocok dengan pelacakan bakat dan pengembangannya.

    Makalah Jenis Struktur Organisasi Sumber Daya Manusia

    KECERDASAN LINGUISTIK VERBAL PADA ANAK USIA DINI
    Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang di ucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi proses pendidikan verbal merupakan proses sulit untuk dilatih, maka proses ini hendaknya dilakukan sejak anak pada usia egresifnya pada usia kanak-kanak, terkadang orang tua takun ketika anaknya sedang mengalami kelincahan bergerak hingga melarang untuk bergerak kemana yang ia mau, akhirnya progresif anak untuk melakukan sesuatu haras diurungkan karena ketakutan dari orang tuannya. Kecerdasan Linguistik berkaitan dengan kemampuan bahasa dan dalam hal penggunaannya. Orang-orang yang berbakat dalam bidang ini senang bermain-main dengan bahasa, gemar membaca dan menulis, tertarik dengan suara, arti dannarasi.

    Makalah Geografi Persebaran Fauna

    Mereka seringkali pengeja yang baik dan mudah mengingat tanggal,tempat dan nama. Selain itu, ada beberapa hal lain yang berkaitan dengan ciri khas pada kecerdasan ini yaitu :
    1. Mampu menuliskan pengalaman kesehariannya
    2. Pendapatnya.secara lebih baik dibandingkan anak seusianya,
    3. Memiliki kosa kata yang banyak dibandingkan anak seusianya dan menggunakannya dengan tepat,
    4. Banyak membaca (buku, koran, majalah, artikel di internet, dan lain sejenisnya), banyak memberikan pendapat, masukan, kritikan, pada orang lain,
    5. Mengeja kata asing danbaru dengan tepat,
    6. Suka mendengarkan pernyataan-pernyataan lisan (cerita, ulasanradio, buku bersuara), menyukai pantun, permainan kata, serangkaian kata yangsukar diucapkan
    7. Dan suka bercerita panjang lebar atau mampu menceritakanlelucon dan kisah-kisah.
    Pernahkah anda terpesona dengan seseorang ketika dia berpidato ataumenjelaskan sesuatu? Ini merupakan kelebihan orang yang memiliki kecerdasanlinguistic-verbal. Mereka sangat terampil bermain kata-kata. Orang-orang yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk menyusun pikirannya dengan jelas. Mereka juga mampu mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata seperti berbicara, menulis, dan membaca. Orang dengan kecerdasan verbal ini sangat cakap dalam berbahasa, menceriterakan kisah, berdebat, berdiskusi,melakukan penafsiran, menyampaikan laporan dan berbagai aktivitas lain yangterkait dengan berbicara dan menulis. Kecerdasan ini sangat diperlukan padaprofesi pengacara, penulis, penyiar radio/televisi, editor, guru.
    Orang-orang yang memiliki kecerdasan ini diantaranya yaitu John F Kennedy, Bung Karno (PresidenRI ke-1), Kak Seto, dan lainnya.
    Kecerdasan logika berpikir seorang anak dapat ditunjukkan dari kecerdasan bahasa yang ia miliki. Anak yang mampu berbicara/berbahasa dengan baik dan juga lancar, memungkinkan logika berpikirnya akan bagus. Dalam kebiasaan sehari-hari, anak-anak cenderung sering menggunakan kata yang “acak-acakan”. Seperti mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Daerah mereka, oleh karenanya seorang anak sering salah dalam menggunakan kata.

    MAKALAH AKUNTANSI – PASAR BISNIS

    Untuk merangsang kecerdasan berbahasa verbal seorang anak, kita dapat menempuh cara berikut :
    – sering mengajak anak bercakap-cakap
    – sering membacakan cerita/dongeng
    – sering mengajarkan nyanyian/lagu
    Pandai berbahasa bukan hanya berarti menguasai banyak bahasa, tapi juga memiliki kemampuan dalam mengolah bahasa. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengajarkan bahasa ibu terlebih dahulu untuk mendorong logika berpikir seorang anak. Tidak semua cerdas dan siap dalam berbahasa. Suatu contoh, jika seorang anak belum siap menerima multi bahasa, maka anda jangan memberikannya dulu. Bila dilakukan pemaksaan untuk menjejali anak dengan beragam bahasa, tidak dipungkiri jika anak akan mengalami kebingungan bahasa atau bahkan mungkin strees. Perlu diingat! Stimulus dari lingkungan sangatlah berpengaruh besar pada kemampuan otak anak yang pada akhirnya, akan mempengaruhi keterampilan anak dalam mengolah kata-kata dan berbicara. Kurangnya ajakan komunikasi dari kecil akan berdampak pada kurangnya kemampuan berbahasa seorang anak yang membuat anak cenderung jadi pendiam.

    MAKALAH PSIKOLOGI – KENAKALAN REMAJA

    · Sementara itu Gardner, dkk (Dryden & Vos, 2001:342) mendeskripsikan ciri orang yang memiliki kecerdasan linguistik sebagai berikut: sensitif terhadap pola, teratur, sistematis, mampu berargumentasi, suka mendengarkan, suka membaca, suka menulis, mengeja dengan mudah, suka bermain kata, memiliki ingatan yang tajam tentang hal-hal sepele, pembicara publik dan tukang debat yang ada.

    Makalah Khasiat Mujarab Jus Buah

    · Ada beberapa model pendidikan kecerdasan linguistik-verbal yang bisa dikembang-kan melalui pembelajaran sastra. Model yang dimaksud adalah menceritakan kisah,
    a) berdebat,
    b) berdiskusi,
    c) menafsirkan,
    d) menyampaikan laporan,
    e) berbicara dan menulis tentang karya sastra.

    Berikut ini diberikan sebagian contoh pembelajarannya.
    1. Menceritakan Kisah
    (a) Pengertian
    Model Menceritakan Kisah adalah model pembelajaran kecerdasan linguistik-verbal melalui pembelajaran sastra dengan cara menceritakan kembali kisah yang terdapat dalam karya sastra yang telah dibaca atau didengar siswa. Karena menitikberatkan pada penceritaan kisah, maka karya sastra yang didengar atau dibaca siswa adalah karya satra yang berisi kisah, misalnya dongeng, sandiwara, novel, drama, atau puisi balada.
    (b) Langkah
    1. Siswa diminta untuk mendengarkan atau membaca karya sastra yang
    telah disiapkan oleh guru.
    2. Siswa mencatat pokok-pokok kisah yang didengar atau dibaca.
    3. Siswa menceritakan kembali kisah yang telah diengar atau dibacanya,
    baik secara lisan maupun tulis.
    (c) Hal yang perlu diperhatikan
    1. Karya sastra yang didengar atau dibaca siswa hendaknya sesuai
    dengan perkembangan siswa, baik dari segi isi maupun bahasanya.
    2. Waktu yang disediakan hendaknya sesuai dengan jenis kaya sastra yang
    akan diceritakan kembali, khususnya ketebalan karya sastra yang
    dibaca dan/atau durasi karya sastra yang didengar.
    (d) Contoh
    a) Bacalah cerpen ”Kisah Ronggo” karya Lidya Katika Dewi berikut ini!
    b) Catatlah pokok-pokok cerita yang terdapat dalam cerpen yang baru
    saja kamu baca !
    c) Ceritakan kembali secara tertulis kisah yang terdapat dalam cerpen
    tersebut sambil memperhatikan pokok-pokok cerita yang telah kamu
    catat !
    (e) Variasi
    a) Guru juga bisa membacakan dongeng kepada siswa.
    b) Sambil mendengarkan dongeng yang dibacakan guru, siswa mencatat
    pokok -pokok ceritanya.
    c) Dongeng yang dibacakan guru tidak terlalu panjang, tetapi tetap
    mencerminkan keutuhan cerita.
    2. Berdebat
    (a) Pengertian
    Model Berdebat adalah model pembelajaran kecerdasan linguistik-verbal melalui pembelajaran sastra dengan cara mempertahankan pendapat atas peristiwa, perilaku, atau fenomena lain yang terdapat dalam karya sastra yang dibaca atau didengarnya. Demi kelancaran pelaksanaan model ini, karya sastra yang dipilih hendaknya karya sastra yang isinya bisa memicu perbedaan pendapat bagi sebagian besar siswa sehingga tujuan berdebat bisa tercapai.
    (b) Langkah
    a) Kelas dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pro dan kelompok
    kelompok kontra. pro menyetujui sikap, perilaku, dan pendapat tokoh
    utama. Kelompok kontra menolak sikap, perilaku, dan pendapat tokoh
    utama.
    b) Siswa diminta untuk membaca karya sastra yang telah disiapkan
    c) Setiap kelompok diminta untuk mempertahankan pendapatnya dengan
    cara menunjukkan berbagai alasan yang mendukung pendapatnya.
    (c) Hal yang perlu diperhatikan
    a) Pendapat setiap kelompok (baik kelompok pro maupun kelompok
    kontra) hendaknya dirumuskan dengan jelas oleh guru sehingga
    memudahkan siswa (kelompok) dalam pencarian alasan yang terdapat
    dalam karya sastra yang dibaca atau didengarnya.
    b) Waktu yang disediakan untuk berdebat hendaknya cukup sehingga
    masing-masing kelompok (baik yang pro maupun yang kontra) bisa
    membeikan argumentasinya secara tuntas.
    (d) Contoh
    a) Bacalah cerpen “Eligi” karya Bengkel Imaji Malang di bawah ini.
    b) Catatlah sikap, tindakan, dan pendapat tokoh utamanya!
    c) Bagi kelompok pro, carilah alasan mengapa Anda setuju atau sependapat
    terhadap sikap, tindakan, dan pendapat tokoh utama! Sebaliknya, bagi
    kelompok kontra, carilah alasana mengapa Anda menolak atau tidak
    sependapat terhadap sikap, tindakan, dan pendapa tokolh utama!
    d) Setelah itu, mulailah berdebat tentang sikap, tindakan, dan pendapat tokoh
    utama pada cerpen “Eligi”, yang dipandu noleh guru.
    (e) Variasi
    a) Guru juga bisa membacakan cerita kisah kepada siswa.
    b) Sambil mendengarkan kisah yang dibacakan guru, siswa mencatat pokok-
    pokok ceritanya, terutama sikap, tindakan, dan pendapat tokoh utama.
    c) Cerita kisah yang dibacakan guru tidak terlalu panjang, tetapi tetap
    mencerminkan keutuhan cerita.
    d) Guru menyuruh siswa (kelompok pro maupun kontra) untuk memberikan
    alasan masing-masing.
    e) Setelah itu, dilanjutkan dengan berdebat antara kelompok pro dan kontra yang dibantu guru.

    MAKALAH PENERAPAN AGAMA ISLAM

    KOMPONEN KECERDASAN LINGUISTIK
    Komponen kecerdasan ini meliputi kemampuan memanipulasi (mengutak atik dan menguasai) tata bahasa, sistem bunyi bahasa (fonologi), sistem makna bahasa (semantik), penggunaan bahasa dan aturan pemakaiannya (pragmatik). Kecerdasan linguistik verbal mencakup juga kemampuan ketrampilan bahasa, meliputi kemampuan menyimak (mendengarkan secara cermat dan kritis) informasi lisan, kemampuan membaca secara efektif, kemampuan berbicara, dan kemampuan menulis. Individu yang cepat menangkap informasi lisan dan tertulis dapat di katakan secara linguistik walaupun mungkin tidak begitu pandai berbicara atau menulis.

    INDIKATOR KECERDASAN LINGUISTIK VERBAL
    Kecerdasan linguistik-verbal memiliki beberapa indikator atau ciri-ciri khusus dari kecerdasan. Kecerdasan ini di tunjukkan dalam kepekaan bunyi, struktur, makna, fungsi kata, dan bahasa. Individu yang memiliki kecerdasan ini cenderung menunjukkan hal-hal berikut:
    1. Senang dan efektif berkomunikasi, baik lisan maupun tertulis
    2. Senang dan baik dalam mengarang cerita
    3. Senang berdiskusi dan mengikuti debat suatu masalah
    4. Senang dan efektif belajar bahasa asing
    5. Senaang bermain game bahasa. Mereka menikmati permainan bunyi, peka terhadap kelucuan yang muncul akibat pertukaran bunyi, dan peka terhadap kata-kata
    6. Senang membaca dan mampu mencapai pemahaman tinggi. Mereka mampu menangkap makna di balik kata-kata
    7. Mudah mengingat kutipan, ucapan ahli, pakar, ayat
    8. Tidak mudah salah tulis atau salah eja
    9. Pandai membuat lelucon. Mereka pandai membuat plecetan, mengaitkan fakta serius dengan fakta yang mirip, tetapi jelas-jelas tak berkaitan dan menimbulkan kelucuan
    10. Pandai membuat puisi
    11. Tepat dalam tata bahasa. Mereka peka terhadap struktur, jarang salah susun kata.
    12. Kaya kosa kata. Mereka mampu berbicara dengan banyak kosa kata dan mendeskripsikan secara lebih jelas
    13. Menulis secara jelas. Mereka mampu membayangkan apakah pembacanya mampu memahami apa yang di tulisnya

    INDIKATOR KECERDASAN LINGUISTIK-VERBAL ANAK USIA DINI
    Pada anak-anak, kecerdasan linguistik muncul dari berbagai bentuk dan aktivitas berikut:
    1. Anak senang berkomunikasi denganorang lain, baik dengan teman sebaya maupun orang dewasa usia 2-6 tahun
    2. Anak senang bercerita panjang lebar tentang pengalaman sehari-hari, apa yang di lihat dan di ketahui (3-6 tahun)
    3. Anak mudah mengingat nama teman dan keluarga (usia 2-6 tahun), tempat atau hal-hal sepele yang pernah di dengar atau di ketahui, termasuk iklan (usia 3-6 tahun)
    4. Anak suka membawa-bawa buku dan pura-pura membaca (2-4 tahun), suka buku dan cepat mengeja melebihi anak-anak seusianya (4-6 tahun)

    BAB III
    PENUTUP
    A.Kesimpulan
    Dapat disimpulkan bahwa Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang di ucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi proses pendidikan verbal merupakan proses sulit untuk dilatih, maka proses ini hendaknya dilakukan sejak anak pada usia egresifnya pada usia kanak-kanak, terkadang orang tua takuT ketika anaknya sedang mengalami kelincahan bergerak hingga melarang untuk bergerak kemana yang ia mau, akhirnya progresif anak untuk melakukan sesuatu haras diurungkan karena ketakutan dari orang tuannya. setiap manusia memiliki kekhasan atau sifat dan kepribadian masing-masing, hal ini memberi arti bahwa di dalam pendidikan peserta didik diberi kebebasan untuk memilih materi yang sesuai dengan potensi diri seprti kemampuan, bakat, intelegensi, gaya belajar, gaya berpikir dan akhlak (tasauf).

    makalah investasi obligasi dan reksadana

    Keempat metodeologi kependidikan tersebut, metode kependidikan bersifat integral; keempat pendekatan kepada Tuhan yaitu Syari’ah (informasi/wahyu), Filsafat (berfikir), Tasauf (qalbu atau intuisi) dan Ilmu Kalam (qadar) dikombinasikan dengan mengembangkan seluruh potensi jiwa, hati, akal dan emosi. Satu sama lain berjalan saling mendukung dengan mengkombinasikan seluruh potensi. Inti dari pemikiran kecerdasan jamak dalam Islam yang terkait dengan pendidikan adalah implikasi dan pengembangan konsep multiple intelligence sebagai approach, methoad dan classroom technique.

    B.Saran
    Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama teman-teman yang turut membantu penulis menyelesaikan makalah ini. Apabila di dalam makalah ini masih mempunyai kesalahan, maka penulis meminta kritik dan sarannya dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
    DAFTAR PUSTAKA

    Ansharullah. 2011. Pendidikan Islam Berbasis Kecerdasan Jamak Multiple
    Intelligences. Cetakan I. Jakarta: STEP.
    Azwar, Saifuddin, 2006. Pengantar Psikologi Inteligensi. Edisi I, Cetakan V
    Yogyakarta: Pustaka Pelajar
    Gardner, Howard. 2003. Kecerdasan Majemuk, Teori Dalam Praktek. Batam:
    Interaksa.

    Referensi:
    [1] Howard Gardner, Multi Intelligence. Kecerdasan Majemuk. Teori dalam Pratek, (Batam Center, Inter Askara 2003), hlm 24.
    2 M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam: suatu tinjauan teoritis dan praktis berdasarkan
    pendekatan interdisipliner, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), Cet. Ke-4, hlmn. 40.
    3 Hadist Bukhari Muslim. hlm 127.
    4 Howard Gardner, Changing Minds, (Massachusetss, USA, Hardward Business School Press, 2006). hlm 29.
    5 Howard Gardner,. Multiple Intelligence, Intelligence Reframed, for the 21st, (New York,USA, Basic Books 1999).hlm 41.

    [1] Howard Gardner, Multi Intelligence. Kecerdasan Majemuk. Teori dalam Pratek, (Batam Center, Inter Askara 2003), hlm 24.
    [2] M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam: suatu tinjauan teoritis dan praktis berdasarkan pendekatan interdisipliner, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), Cet. Ke-4, hlmn. 40.
    [3] Hadist Bukhari Muslim. hlm 127.
    [4] Howard Gardner, Changing Minds, (Massachusetss, USA, Hardward Business School Press, 2006). hlm 29.
    [5] Howard Gardner,. Multiple Intelligence, Intelligence Reframed, for the 21st, (New York,USA, Basic Books 1999).hlm 41.

    makalah kecerdasan linguistik,pengertian kecerdasan linguistik dan ciri-cirinya,pengertian kecerdasan linguistik menurut para ahli,kecerdasan linguistik menurut howard gardner,kecerdasan linguistik verbal,kecerdasan linguistik anak usia dini,makalah kecerdasan intelektual,makalah kecerdasan emosional,makalah kecerdasan jamak

    makalah anggaran produksi perusahaan

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Makalah Kecerdasan Linguistik

cari di kotak pencarian ini