Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak

    Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak

    Hubungan Ibadah Dengan Akhlak

    DIMENSI ESOTERIS IBADAH

    Pengalaman ibadah seharusnya tidak sekedar berdimensi eksoteris, yang hanya bersifat simbolik dan lahiriah, namun hendanya sampai kepada pemahaman dan penghayatannya. Yang dimaksud pemahaman dalam ibadah adalah memahami makna-makna dan nilai-nilai serta esensi ibadah. Sedangkan yang dimaksud dengan penghayatan ibadah adalah melakukan apresiasi dan ekspresi ibadah itu dengan diiringi perbuatan-perbuatan yang bersifat aplikatif yang sejaaan dengan hakikat dan hikmah ibadah. Pengamalan ibadah dengan pemahaman dan penghayatan itulah dimensi esoteris dalam ibadah.

    Pelaksanaan ibadah berdimensi esoteric banyak isyarat dalam Al-qur’an dan Al-sunnah, bahkan dimensi esoteris ini dianggap lebih utama dan penting karena ia merupakan inti dah ruhnya ibadah. Harun nasution mengemukakan, bahwa tujuan dari ibadah itu bukanlah hanya sekedar menyembah, tetapi taqarub kepada allah, agar dengan demikian roh manusia senantiasa diingatkan kepada hal-hal yang bersih dan suci, akhirnya rasa kesucian seseorang menjadi kuat dan tajam. Roh yang suci itu akan membawa kepada budi pekerti yang baik dan luhur. Oleh karena itu, ibadah disamping merupakan latihan spiritual juga merupakan latihan moral.

    Dari penjelasan diatas, dapat dipahami bahwa ibadah yang dilakukan manusia harus bermakna dalam kehidupan kesehariannya. Bila pengalaman ibadah tidak memilki makna, maka amalan ibadah secar eksoterik tidak akan membawa manfaat, baik bagi dirinya maupun sesamanya. Ibadah shlat misalnya,memilki tujuan menjauhkan manusia dari perbuatan-perbuatan jahat dan dan mendorongnya untuk senantiasa berbuat hal-hal yang baik dan bermanfaat. Begitu juga halnya dengan ibadah shaum (puasa), berdasarkan firman Allah, dinyatakan bahwa dengan melaksanakan ibadah shaum pelakunya diharapkan menjadi manusia yang bertaqwa, yakni manusia-manusia yang senantiasa melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan buruk atau jahat.

    Berpuasa itu bukanlah sekedar menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami isteri, akan tetapi jauh lebih dalam daripada itu, sebagaimana banyak dikemukakan dalam hadits Rasulullah SAW, bahwa: “sesungguhnya puasa itu bukanlah menahan diri dari perkataan yang tidak sopan”. Bahkan bila ada yang mencaci dan tidak menghargai seseorang, maka hendaknya ia mengatakan bahwa “aku sedang puasa” dan dalam hadist lain Rasulullah bersabda : “O rang yang tidak meninggalkan kata-kata bohong dan senantiasa berdusta, tidak ada faedahnya menahan diri dari makan dan minum”. Demikian halnya dengan zakat, merupakan suatu tindakan memberikan sebagian harta yang dimilki untuk kepentingan masyarakat, yakni bahwa zakat yang diambil dari harta itu berfungsi untuk membersihkan dan mensucikan pemiliknya.

    Dalam sebuah hadist, tergambarkan bahwa zakat/shadaqah itu memilki arti yang luas sekali, sejak memberi senyum kepada sesama manusia,mengambil duri dijalan agar tidak terinjak orang, member air yang ada payung kepada orang yang berjahat dan menuntun orang yang lemah penglihatannya. Demikan pula ibadah haji yang merupakn ibadah yang paripurna. Seitap orang yang akan melaksanakan ibadah haji harus meninggalkan seluruh aklah yang buruk, sepeti mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh, berbuat hal yang tidak baik dan bertengkar. Larangan ini dimaksudkan agar mereka meninggalkan akhlak semacam itu dan senantiasa berprilaku dengan baik. Ketika melaksanakan ibadah haji, setiap orang berdo’a agar ibadah haji yang ditunaikannya itu mabrur atau diterima Allah SWT. Diantara indikasi kemabruran haji seseorang adalah terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku seseorang sekembalinya dari menunaikan ibadah haji kearah peningkatan akhlaq yang baik. Ibadah dalam dimensi esoteric lebih tertuju kepada kandungan makna ibadah itu sendiri, yang diiringi rasa keikhlasan untuk mendapatkan ridha ilahi rabbi. Pelaksanaan ibadah harus mencapai esensi dan hakikat tujuannya, yang akan memberi dampak positif bagi sipelakunya sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
    Setelah uraian diatas, maka ibadah itu tidaklah semata dilakukan dalam satu dimensi saja, baik eksoterisnya saja maupun esoterisnya saja. Kedua_duanya harus seiring dan sejalan. Bila semata berdimensi eksoterisnya, maka ibada itu tidak memiliki makna dan tidak memperoleh hakikat tujuan ibadah itu sendiri. Namun jika mengamalkan ibadah semata esoterisnya, juga dianggap tidak sah sebab ibadah itu harus secara lahiriah praktek perbuatannya dilakukan sesuai dengan petunjuk dan tuntunan syari’at.

    Jadi ibadah dengan akhlak, satu dengan yang lainnya menyatu dan seharusnya demikian antara yang satu dengan yang lainnya tidak terpisahkan.dalam melakukan ibadah mengandung implikasi akhlaq (sikap perbuatan). Demikian halnya berakhlaq al karimah merupakan efek atau akibat melakukan ibadah yang teratur, baik dan benar. Banyak kalangan melakukan pembahasan antara materi ibadah dengan akhlaq selalu terpisah. Pembahasan ibadah lebih banyak menekankan kepada tatacara beribadah, baik menyangkut syarat-syaratnya, rukun-rukunnya maupun hokum-hukumnya, karena pada umumnya pembahasan ibadah semata menggunakan pedekatan fiqhiyah. Sementara itu, penulisan materi akhlaq menekankan persoalan teori atau ada juga yang lebih rinci melakukan pembahasan melalui pendekata filosofis. Penulisan model seperti itu sah-sah saja dan memang untuk mendalami ilmu pengetahuan agama seharusnyalah demikian. Hanya saja keterkaitan antara ibadah dengan ahklaq tidak secara eksplisit dikemukakan antara satu dengan yang lainnya. Berbeda halnya setelah memahami makna eksoteris dan esoteric ibadah, maka dalam mempraktekkan ibadah akan timbul suatu kesadaran terhadap aplikasi dan implikasi amaliah ibadahnya, baik terhadap dirinya maupun masyarakat sekitar.

    Tugas ibadah akhlak Universitas Prof. DR. HAMKA sekaligus kenangan terakhir sekelompok dengan amel, sebelum dia mengundurkan diri dari kampus tercinta..

    Baca Juga;

    • makalah pedagogik
    • pengertian pola asuh
    • kata kata kamu jahat sayang
    • yang mengesahkan pancasila
    • gambar jangan nakal
    • simbol masuk
    • judul tesis manajemen strategi
    • pengertian anggaran bahan baku
    • calender bali 2016
    • abstraksi dari syair burung nuri
    • tujuan pembuatan sengkedan
    • contoh parafrasa
    • syair panji semirang
    • pertanyaan tentang demokrasi
    • maksud daei
    • syair dan parafrasenya
    • makalah penyakit genetik

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Makalah Hubungan Ibadah Dengan Akhlak

cari di kotak pencarian ini