MAKALAH PEMILU DI INDONESIA


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang MAKALAH PEMILU DI INDONESIA

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan MAKALAH PEMILU DI INDONESIA, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan MAKALAH PEMILU DI INDONESIA

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul MAKALAH PEMILU DI INDONESIA
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul MAKALAH PEMILU DI INDONESIA. Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang MAKALAH PEMILU DI INDONESIA

    MAKALAH PEMILU DI INDONESIA

    MAKALAH PEMILU DI INDONESIA

    Pemilu 1955
    Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu 1955, dan dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Namun, Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara, kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.
    Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia, Masyumi, Nahdlatul Ulama, Partai Komunis Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.
    Pemilu 1971
    Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru, dan diikuti oleh 9 Partai politik dan 1 organisasi masyarakat.
    Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.
    Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya.
    Pemilu 1977-1997
    Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.
    Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Pemilu-Pemilu ini seringkali disebut dengan “Pemilu Orde Baru”. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975, Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya.
    Pemilu 1999
    Pemilu berikutnya, sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru, yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik.
    Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional.
    Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen), yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu, yaitu Megawati Soekarnoputri, melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu, Megawati hanya menjadi calon presiden). Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR, DPR, dan DPRD, sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR.
    Pemilihan Umum ini seharusnya diselenggarakan pada tahun 2002, namun atas desakan publik untuk mengadakan reformasi serta mengganti anggota-anggota parlemen yang berkaitan dengan Orde Baru, maka pemilihan umum dipercepat dari tahun 2002 ke tahun 1999 oleh pemerintah waktu itu.

    No

    No.
    Partai
    Jumlah Suara
    Persentase
    Jumlah Kursi
    Persentase
    1.
    Partai Indonesia Baru
    192.712
    0,18%
    0
    0,00%
    2.
    Partai Kristen Nasional Indonesia
    369.719
    0,35%
    0
    0,00%
    3.
    Partai Nasional Indonesia
    377.137
    0,36%
    0
    0,00%
    4.
    Partai Aliansi Demokrat Indonesia
    85.838
    0,08%
    0
    0,00%
    5.
    Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
    289.489
    0,27%
    0
    0,00%
    6.
    Partai Ummat Islam
    269.309
    0,25%
    0
    0,00%
    7.
    Partai Kebangkitan Ummat
    300.064
    0,28%
    1
    0,22%
    8.
    Partai Masyumi Baru
    152.589
    0,14%
    0
    0,00%
    9.
    Partai Persatuan Pembangunan
    11.329.905
    10,71%
    58
    12,55%
    10.
    Partai Syarikat Islam Indonesia
    375.920
    0,36%
    1
    0,22%
    11.
    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
    35.689.073
    33,74%
    153
    33,12%
    12.
    Partai Abul Yatama
    213.979
    0,20%
    0
    0,00%
    13.
    Partai Kebangsaan Merdeka
    104.385
    0,10%
    0
    0,00%
    14.
    Partai Demokrasi Kasih Bangsa
    550.846
    0,52%
    5
    1,08%
    15.
    Partai Amanat Nasional
    7.528.956
    7,12%
    34
    7,36%
    16.
    Partai Rakyat Demokratik
    78.730
    0,07%
    0
    0,00%
    17.
    Partai Syarikat Islam Indonesia 1905
    152.820
    0,14%
    0
    0,00%
    18.
    Partai Katolik Demokrat
    216.675
    0,20%
    0
    0,00%
    19.
    Partai Pilihan Rakyat
    40.517
    0,04%
    0
    0,00%
    20.
    Partai Rakyat Indonesia
    54.790
    0,05%
    0
    0,00%
    21.
    Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
    456.718
    0,43%
    1
    0,22%
    22.
    Partai Bulan Bintang
    2.049.708
    1,94%
    13
    2,81%
    23.
    Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
    61.105
    0,06%
    0
    0,00%
    24.
    Partai Keadilan
    1.436.565
    1,36%
    7
    1,51%
    25.
    Partai Nahdlatul Ummat
    679.179
    0,64%
    5
    1,08%
    26.
    Partai Nasional Indonesia – Front Marhaenis
    365.176
    0,35%
    1
    0,22%
    27.
    Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
    328.654
    0,31%
    1
    0,22%
    28.
    Partai Republik
    328.564
    0,31%
    0
    0,00%
    29.
    Partai Islam Demokrat
    62.901
    0,06%
    0
    0,00%
    30.
    Partai Nasional Indonesia – Massa Marhaen
    345.629
    0,33%
    1
    0,22%
    31.
    Partai Musyawarah Rakyat Banyak
    62.006
    0,06%
    0
    0,00%
    32.
    Partai Demokrasi Indonesia
    345.720
    0,33%
    2
    0,43%
    33.
    Partai Golongan Karya
    23.741.749
    22,44%
    120
    25,97%
    34.
    Partai Persatuan
    655.052
    0,62%
    1
    0,22%
    35.
    Partai Kebangkitan Bangsa
    13.336.982
    12,61%
    51
    11,03%
    36.
    Partai Uni Demokrasi Indonesia
    140.980
    0,13%
    0
    0,00%
    37.
    Partai Buruh Nasional
    140.980
    0,13%
    0
    0,00%
    38.
    Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
    204.204
    0,19%
    0
    0,00%
    39.
    Partai Daulat Rakyat
    427.854
    0,40%
    2
    0,43%
    40.
    Partai Cinta Damai
    168.087
    0,16%
    0
    0,00%
    41.
    Partai Keadilan dan Persatuan
    1.065.686
    1,01%
    4
    0,87%
    42.
    Partai Solidaritas Pekerja
    49.807
    0,05%
    0
    0,00%
    43.
    Partai Nasional Bangsa Indonesia
    149.136
    0,14%
    0
    0,00%
    44.
    Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia
    364.291
    0,34%
    1
    0,22%
    45.
    Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
    180.167
    0,17%
    0
    0,00%
    46.
    Partai Nasional Demokrat
    96.984
    0,09%
    0
    0,00%
    47.
    Partai Ummat Muslimin Indonesia
    49.839
    0,05%
    0
    0,00%
    48.
    Partai Pekerja Indonesia
    63.934
    0,06%
    0
    0,00%
    Jumlah
    105.786.661
    100,00%
    462
    100,00%
    Pemilu 2004
    Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 2004 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 5 April 2004 untuk memilih 550 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 128 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2004-2009.
    Hasil akhir pemilu menunjukan bahwa Golkar mendapat suara terbanyak. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua partai terbaru dalam pemilu ini, mendapat 7,45% dan 7,34% suara.
    Pemilihan umum 2004 dinyatakan sebagai pemilu paling rumit dalam sejarah demokrasi.

    No

    No.
    Partai
    Jumlah Suara
    Persentase
    Jumlah Kursi
    Persentase
    1.
    Partai Golongan Karya
    24.480.757
    21,58%
    128
    23,27%
    2.
    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
    21.026.629
    18,53%
    109
    19,82%
    3.
    Partai Kebangkitan Bangsa
    11.989.564
    10,57%
    52
    9,45%
    4.
    Partai Persatuan Pembangunan
    9.248.764
    8,15%
    58
    10,55%
    5.
    Partai Demokrat
    8.455.225
    7,45%
    55*
    10,00%
    6.
    Partai Keadilan Sejahtera
    8.325.020
    7,34%
    45
    8,18%
    7.
    Partai Amanat Nasional
    7.303.324
    6,44%
    53*
    9,64%
    8.
    Partai Bulan Bintang
    2.970.487
    2,62%
    11
    2,00%
    9.
    Partai Bintang Reformasi
    2.764.998
    2,44%
    14*
    2,55%
    10.
    Partai Damai Sejahtera
    2.414.254
    2,13%
    13*
    2,36%
    11.
    Partai Karya Peduli Bangsa
    2.399.290
    2,11%
    2
    0,36%
    12.
    Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
    1.424.240
    1,26%
    1
    0,18%
    13.
    Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan
    1.313.654
    1,16%
    4*
    0,73%
    14.
    Partai Nasional Banteng Kemerdekaan
    1.230.455
    1,08%
    0*
    0,00%
    15.
    Partai Patriot Pancasila
    1.073.139
    0,95%
    0
    0,00%
    16.
    Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
    923.159
    0,81%
    1
    0,18%
    17.
    Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
    895.610
    0,79%
    0
    0,00%
    18.
    Partai Pelopor
    878.932
    0,77%
    3*
    0,55%
    19.
    Partai Penegak Demokrasi Indonesia
    855.811
    0,75%
    1
    0,18%
    20.
    Partai Merdeka
    842.541
    0,74%
    0
    0,00%
    21.
    Partai Sarikat Indonesia
    679.296
    0,60%
    0
    0,00%
    22.
    Partai Perhimpunan Indonesia Baru
    672.952
    0,59%
    0
    0,00%
    23.
    Partai Persatuan Daerah
    657.916
    0,58%
    0
    0,00%
    24.
    Partai Buruh Sosial Demokrat
    636.397
    0,56%
    0
    0,00%
    Jumlah
    113.462.414
    100,00%
    550
    100,00%
    Pemilu 2009
    Pemilihan umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 2009 (biasa disingkat Pemilu Legislatif 2009 atau Pileg 2009) diselenggarakan untuk memilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2009-2014. Pemungutan suara diselenggarakan secara serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 9 April 2009 (sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 5 April, namun kemudian diundur).
    38 partai memenuhi kriteria untuk ikut serta dalam pemilu 2009. Partai Demokrat memenangkan suara terbanyak, diikuti dengan Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

    No

    No.
    Partai
    Jumlah suara
    Persentase suara
    Jumlah kursi
    Persentase kursi
    1
    Partai Hati Nurani Rakyat
    3.922.870
    3,77%
    18
    3,21%
    2
    Partai Karya Peduli Bangsa
    1.461.182
    1,40%
    0
    0,00%
    3
    Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
    745.625
    0,72%
    0
    0,00%
    4
    Partai Peduli Rakyat Nasional
    1.260.794
    1,21%
    0
    0,00%
    5
    Partai Gerakan Indonesia Raya
    4.646.406
    4,46%
    26
    4,64%
    6
    Partai Barisan Nasional
    761.086
    0,73%
    0
    0,00%
    7
    Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
    934.892
    0,90%
    0
    0,00%
    8
    Partai Keadilan Sejahtera
    8.206.955
    7,88%
    57
    10,18%
    9
    Partai Amanat Nasional
    6.254.580
    6,01%
    43
    7,68%
    10
    Partai Perjuangan Indonesia Baru
    197.371
    0,19%
    0
    0,00%
    11
    Partai Kedaulatan
    437.121
    0,42%
    0
    0,00%
    12
    Partai Persatuan Daerah
    550.581
    0,53%
    0
    0,00%
    13
    Partai Kebangkitan Bangsa
    5.146.122
    4,94%
    27
    4,82%
    14
    Partai Pemuda Indonesia
    414.043
    0,40%
    0
    0,00%
    15
    Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
    316.752
    0,30%
    0
    0,00%
    16
    Partai Demokrasi Pembaruan
    896.660
    0,86%
    0
    0,00%
    17
    Partai Karya Perjuangan
    351.440
    0,34%
    0
    0,00%
    18
    Partai Matahari Bangsa
    414.750
    0,40%
    0
    0,00%
    19
    Partai Penegak Demokrasi Indonesia
    137.727
    0,13%
    0
    0,00%
    20
    Partai Demokrasi Kebangsaan
    671.244
    0,64%
    0
    0,00%
    21
    Partai Republika Nusantara
    630.780
    0,61%
    0
    0,00%
    22
    Partai Pelopor
    342.914
    0,33%
    0
    0,00%
    23
    Partai Golongan Karya
    15.037.757
    14,45%
    107
    19,11%
    24
    Partai Persatuan Pembangunan
    5.533.214
    5,32%
    37
    6,61%
    25
    Partai Damai Sejahtera
    1.541.592
    1,48%
    0
    0,00%
    26
    Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
    468.696
    0,45%
    0
    0,00%
    27
    Partai Bulan Bintang
    1.864.752
    1,79%
    0
    0,00%
    28
    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
    14.600.091
    14,03%
    95
    16,96%
    29
    Partai Bintang Reformasi
    1.264.333
    1,21%
    0
    0,00%
    30
    Partai Patriot
    547.351
    0,53%
    0
    0,00%
    31
    Partai Demokrat
    21.703.137
    20,85%
    150
    26,79%
    32
    Partai Kasih Demokrasi Indonesia
    324.553
    0,31%
    0
    0,00%
    33
    Partai Indonesia Sejahtera
    320.665
    0,31%
    0
    0,00%
    34
    Partai Kebangkitan Nasional Ulama
    1.527.593
    1,47%
    0
    0,00%
    41
    Partai Merdeka
    111.623
    0,11%
    0
    0,00%
    42
    Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
    146.779
    0,14%
    0
    0,00%
    43
    Partai Sarikat Indonesia
    140.551
    0,14%
    0
    0,00%
    44
    Partai Buruh
    265.203
    0,25%
    0
    0,00%
    Jumlah
    104.099.785
    100,00%
    560
    100,00%
    Pemilu 2014
    Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 2014 (biasa disingkat Pemilu Legislatif 2014) diselenggarakan pada 9 April 2014 untuk memilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2014-2019.
    Pemilihan ini dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014 serentak di seluruh wilayah Indonesia. Namun untuk warga negara Indonesia di luar negeri, hari pemilihan ditetapkan oleh panitia pemilihan setempat di masing-masing negara domisili pemilih sebelum tanggal 9 April 2014. Pemilihan di luar negeri hanya terbatas untuk anggota DPR di daerah pemilihan DKI Jakarta II, dan tidak ada pemilihan anggota perwakilan daerah.

    No

    No.
    Partai
    Jumlah suara
    Persentase suara
    Jumlah kursi
    Persentase kursi
    1
    Partai NasDem
    8.402.812
    6,72
    35
    6,3
    2
    Partai Kebangkitan Bangsa
    11.298.957
    9,04
    47
    8,4
    3
    Partai Keadilan Sejahtera
    8.480.204
    6,79
    40
    7,1
    4
    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
    23.681.471
    18,95
    109
    19,5
    5
    Partai Golongan Karya
    18.432.312
    14,75
    91
    16,3
    6
    Partai Gerakan Indonesia Raya
    14.760.371
    11,81
    73
    13,0
    7
    Partai Demokrat
    12.728.913
    10,19
    61
    10,9
    8
    Partai Amanat Nasional
    9.481.621
    7,59
    49
    8,8
    9
    Partai Persatuan Pembangunan
    8.157.488
    6,53
    39
    7,0
    10
    Partai Hati Nurani Rakyat
    6.579.498
    5,26
    16
    2,9
    14
    Partai Bulan Bintang
    1.825.750
    1,46
    0
    0
    15
    Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
    1.143.094
    0,91
    0
    0
    Jumlah
    124.972.491
    100,00%
    560
    100,00%


    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang MAKALAH PEMILU DI INDONESIA