Makalah Pendidikan Islam


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Makalah Pendidikan Islam

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Makalah Pendidikan Islam, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Makalah Pendidikan Islam

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Makalah Pendidikan Islam
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Makalah Pendidikan Islam.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Makalah Pendidikan Islam

    Makalah Pendidikan Islam

    Makalah Pendidikan Islam

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Islam adalah agama yang haq dan diridhai ALLAH SWT, diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW yang dipilih sebagai rasul NYA yang terahir. Yang bertujuan untuk menyempurnakan akhlak.

    Manusia adalah makhluk tang mungkin, dapat dan harus dididik, sesuai dengan hakekatnya sebagai makhluk ciptaan. ALLAH SWT, yang hidup sebagai satu diri (individu) dalam kebersamaan (sosialitas) dialam masyarakat, dank arena memiliki kemungkinan tumbuh dan berkembang, didalam keterbatasan dirinya sebagai manusia.BAB II

    PENDIDIKAN

    Pendidik adalah orang dewasa, yang karena peranannya berkewajiban melakukan sentuhan pendidikan dengan subyek (anaka) didik. Orang tersebut mungkkin berpredikat sebagai ayah, ibu, kakak/abang, guru, ustadz, dosen, ulama dan lain-lain. Predikat itu bukan jaminan bagi dirinya untuk menjadi pendidik yang sebenarnya, karena masih tergantung pada kemampuannya melakukan setuhan pendidikan, dangan subyak (anak) didik dalam setiap relasinya. Jjika antar keduanya tidak terjadi sentuhan pendidikan dalam kebersamaannya, maka yang terjadi diantara keduanya hanyalah pergaulan biasa dan bukan situasi pensisikan. Setiap pendidik hanya akan mamapu apabla:

    a. Berwibawa

    Wibawa diartikan sebagai sikap dan penampilan yang dapat menimbulakan rasa segan dan rasa hormat, sehingga subyek (anak) didik memperolehpengayoman dan perlindungan. Rasa hormat dan rasa segan bukan rasa takut sebagai kewibawaan palsu yang dapat ditimbulkan dangan mudah melalui tekanan, paksaan, ancaman, saansi dan hukuman. Kewibawaan palsu bahkan dapat dimiliki melalui sarana material (fisik). Pendidikan yang berwibawa itu dilukiskan ALLAH SWT didalam surat AL-Furqan ayat 63 yang artinya; adalah orang-orang yang berjalan di atas bumidangan rendah hati, dan apabila orang bodoh menyapa mereka, mereka mengucapkan kata keselamatan

    b. Keteladanan

    Berfirman ALLH SWT didalam surat AL-Ahzab ayat 21 yang artinya; sesungguhnya Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik untuk kamu, bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan hari kemudian, dan yang banyak mengingat Allah.

    Sifat-sifat baik pemimpin yang harus dimiliki juga ole pendidik antara lain adalah cakap bergaul dan ramah-tamah, sabar, suka menolang, bijaksana, mampu berlaku adil, memiliki kepercayaan didri, memiliki kesetabilan dan keseimbangan emosi, jujur, rendah hati, sederhana, dapat dipercaya, berdisiplin, berpandangan luas, kreatif, penuh inisiatif, dinamis dalam arti memiliki kemauan untuk maju dan lain-lain. Semakin banyak sifat-sifat yang dapat dimiliki seorang pendidik, maka bsar kemungkinannya untuk menjadi teladan.

    BAB III

    ANAK DIDIK

    Anak atau subyek didik adalah orang yang belum dewasa dan sadang berada dalam masa perkambangan menuju pada kedewasaannya masing-masing. Pada saat kelahirannya tampak dangan jelas beberapa fakta yang mengharuskannya mendapat pendidikan, berupa usaha orang dewasa untuk membantu, menolong dan mengarahkannya agarmencapai kedewasaan, sesuai dengan harapan orang dewasa atau masyarakatnya. Harapan itu di dasari oleh kehidupan bermasyarakat yang berbeda-beda tuntutannya antara satu masyarakat dengan masyarakat lain, berdasarkan kebudayaan di dalam kehidupan masyarakat masing-masing. Fakta-fakta itu adalah:

    a. Setiap anak lahir dalam keadaan tidak berdaya

    Anak yang baru lahir tenyata fisik dan psikisnya belum berfungsi secara maksikal sebagaimana orang dewasa umumnya. Tidak satupun perbuatan untuk melindungi dirinya dapat dilakukannya pada saat ahir dan selama beberapa bulan kemudian, setelah kelahirannya itu. Dalam keadaan taidak berdaya itu bahkan hidup atau matinyapun tergantung pada perlindungan dan pemeliharaan orang lain, terutam kedua orang tuanya. Sehubungan dengan itu berfirman ALLAH SWT dalam surat AL_An’am ayat 151 yang artinya; Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberirizkikepadamu,dan kepada mereka juga. Janganlah kamu mendekati perbuatan keji yang terang maupun yang tersembunyai.

    Eirman ALLAH SWT itu mengamanahkan agar orang itu memelihara anak-anaknya. Diselimuti jika kedingingan, diberikan makanan dan disuapi apabila lapar, diobati dikala sakit dan lain-lain.

    b. Setiap anak lahir dalam keadaan belum dewasa

    Ketidak berdayaan seperti diuraikan di atas berkenaan juga dengan aspe mentalatau psikis anak, yang pada saat lahir dan beberapa bulan/tahun setelah itu, belumlah berfungsi sebagaimana mental atau psikis orang dewasa. Kondisi seperti itu mengakibatkan anak belum mampu bertanggung sendiri atas sikap dan prilakunya, bukan saja kepada masyarakat dan ALLAH SWT, tetapi juga kepada dirinya sendiri.

    c. Setiap anak tidak boleh dibiarkan tidak dewasa

    Kedewasaan merupaan syarat mutlak dalam kehidupan bermasyarakat untuk itu setiap anak harus menjadi dewasa, agar dapat menjalani dan menjalankan hidup dan kehidupan bersama orang dewasalainnya secra manusiawi.

    Kedewasaan yangdi maksud adalah kemandirian (individualitas) sebaai satu diri dan sekaligus kebersamaan (sosialitas) yang dijalankan sesuai petunjuk ALLAH SWT.

    BAB IV

    TUJUAN PANDIDIKAN ISLAM

    Tujuan umum pendidikan secara universal aalah mewujudkan kedewasaan subyak (anak) didik. Kedewasaan yang dicapai anak didik, adalah yang bersifat normatife, berupa kedewasaan masing-masing.

    Untuk mencapai Tujuan Umum berupa kedewasaan diperlukan waktu yang relatif lama. Selama waktu yang panjang itu, tujuan uamu atau kedewasaan harus di wajudkan secara bertahap dan karenanya harus dijabarkan secara jelas.

    Penjabaran tujuan pendidikan yang bersifat umum itu menjadi tujuan yang bertahap, merupakan perumusan Tujuan Khusus yang dapat berbentuk Tujuan sementara, Tujuan Alat, dan Tujuan Antara. Tujuan-tujuan tersebut dalam pendididkan, semuanya harus terarah dan menunjang pencapaian Tujuan Umumdan Tjuan Akhir, yakni terwujudnya kedewasaan dalam ketakwaan yang tinggi pada ALLAH SWT. Untuk itu berfirman ALLAH SWT di dalam surat AL-A’raaf ayat 26 yang artinya; Hai anak cucu Adam! Kami telah memperlengkapimu dengan pakaian untuk menutup aurat, dan pakaian yang bagus untuk perhiasanmu. Namun pakaian rohaniah yang disebut taqwa, lebih indah lagi. Semuanya itu adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Semoga kalian selalu ingat.

    Tujuan pendidikan mengahiri usaha pendidikan. Apabila tujuannya telah tercapai, maka berakhir pula usaha tersebut. Usaha yang terhentisebelum tujuannya tercapai, sesungguhnya belum dapat disebut berakhir, tetapi hanya mengalami kegagalan yang antara lain disebabkan oleh tidak jelasnya rumusan tujuan pendidikan.

    Hadis Nabi yang sangat popular menyebutkan: innama bu‘istu li-utammima makarima l-akhlaq (Aku diutus untuk menyempurnakan [terwujudnya] akhlak yang mulia).

    BAB V

    PENUTUP

    Alat pendidikan bukanlah suati benda atau sesuatu yang bersifat material. Benda atau sesuatu yang bersifat material itu, boleh saja tidak ada atau di buang, namun pendidikan tetap dapat berlangsung

    Hubungan atau relasi sebagai alat pendidikan berarti jugakesediaan saling menerima atas dasar saling menghormati, saling menghargai, bahkan juga saling menyayangi.

    Pendidikan pada dasarnya adalah proses rekayasa atau rancang bangun kepribadian manusia. Maka kedudukan manusia dalam proses pendidikan menjadi sangat sentral.

    Tujuan pendidikan isinya merupakan rumusan orang dewasa mengenai apa yang diinginkan terwujud di dalam kedewasaan anak didik. Dalam keadaan seperti anak didik lebih ditempatkan sebagai obyek, sebagai pihak yang harus dibentuk.

    REFERENSI

    Prof. DR. H.Hadari Nawawi. Pendidikan dalam Islam

    Mohammad Irfan, Mastuki HS. Teologi Pendidikan

    Drs.H.M. Suparta, MA.., Drs. Herri Noer Aly, MA. Metodologi Pengajaran Agama Islam

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Makalah Pendidikan Islam

cari di kotak pencarian ini