Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra

    Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra

    1. Metode Kualitatif

    Motode kualitatif memberikan perhatian kepada data alamiah yang

    berada dalam hubungan konteks keberadaanya. Landasan berpikir metode

    kualitatif adalah paradigma positivisme Max Weber, Immanuel kant, dan Wilhlem Dilthey . Objek sosial bukan gejala social sebagai bentuk substantif melainkan makna-makna yang terkandung di balik tindakan yang justru mendorong timbulnya gejala sosial tersebut. Dalam hubungan inilah metode kualitatif dianggap persis sama dengan metode pemahaman atau verstehen. Penelitian kualitatif mempertahankan nilai-nilai.

    Dalam ilmu sosial, sumber datanya adalah masyarakat sedangkan data

    penelitiannya adalah tindakan-tindakan. Dalam ilmu sastra, sumber datanya adalah karya sedangkan data penelitiannya teks.

    Sejalan dengan uraian di atas, ciri-ciri terpenting metode kualitatif . Ciri-ciri yang dimaksud adalah:

    1. memberikan perhatian utama pada makna dan pesan, sesuai dengan hakikat objek, yaitu sebagai studi kultural;

    2. lebih mengutamakan proses dibandingkan dengan hasil penelitian

    sehingga makna selalu berubah;

    3. tidak ada jarak antara subjek peneliti dengan objek penelitian, subjek peneliti sebagai instrumen utama sehingga terjadi interaksi langsung di antaranya;

    4. desain dan kerangka penelitian bersifat sementara sebab penelitian

    bersifat terbuka;

    5. penelitian bersifat alamiah, terjadi dalam konteks sosial budayanya

    masing-masing.

    2. Metode Deskriptif

    Metode dskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status

    sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sakarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat dekripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki.

    Menurut Whitney metode dekriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian dskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dalam metode deskripsi peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena

    tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti

    mengadakan klasifikasi serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu sehingga banyak ahli menamakan metode deskriptif ini dengan nama survei normatif (normative

    survey). Dengan metode deskriptif ini juga diselidiki kedudukan (status)

    fenomena atau faktor dan melihat hubungan antara satu faktor dengan faktor lain. Metode ini dinamakan juga studi status .

    Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standarstandar.

    Dalam metode ini dapat diteliti masalah-masalah normatif bersamasama

    dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandinganperbandingan

    antarfenomena. Perspektif waktu yang dijangkau dalam penelitian ini adalah waktu sekarang atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.

    Mengurutkan kriteria pokok metode deskriptif adalah:

    A. kriteria umum:

    1. masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas

    2. tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum

    3. data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini

    4. standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas

    5. harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan

    6. hasil penelitian harus berisi secara detil yang digunakan baik dalam

    mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta studi

    kepustakan yang dilakukan. Deduksi logis harus jelas hubungannya

    dengan kerangka teoretis yang digunakan, jika kerangka teoretis untuk itu telah dikembangkan.

    B. kriteria khusus

    1. prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai

    (value)

    2. fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai

    masalah status.

    3. sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu tidak ada kontrol

    terhadap variabel dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau

    manipulasi terhadap variabel; variabel dilihat sebagaimana adanya.

    Adapun langkah-langkah umum dalam metode deskrptif adalah:

    1. memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada

    kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada

    2. menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan; tujuan ini

    harus konsisten dengan rumusan dan definisi dari masalah

    3. memberi limitasi dari area atau scope atau sejauh mana penelitian

    deskriptif tersebut akan dilaksanakan; seberapa jauh wilayah penelitian akan dijangkau

    4. merumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual

    5. menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan

    6. merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji, baik secara eksplisit maupun secara implisit

    7. melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data; gunakan teknik

    pengumpulan data yang cocok untuk penelitian

    8. membuat tabulasi serta analisis (statistik); dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan

    9. memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi

    yang ingin diselidiki dan data yang diperoleh serta referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan

    10. mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan-penemuan serta hipotesis-hipotesis yang ingin diuji

    Jenis-jenis penelitian deskriptif yang perlu dikenal sehubungan dengan praktik analisis terhadap karya sastra adalah:

    1. metode survei: penyelidikan untuk memperoleh fakta-fakta dari

    gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara

    faktual; dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap

    hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau

    masalah yang serupa

    2. metode deskriptif berkesinambungan: kerja meneliti secara deskriptif yang dilakukan secara terus menerus atas suatu objek penelitian;

    penelitian dengan menggunakan metode ini bertujuan menjangkau informasi faktual yang mendetail

    3. Studi kasus: penelitian tentang status subjek penelitian yang

    berhubungan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan

    personalitas; subjek penelitian dapat saja individu, kelompok, lembaga,

    maupun masyarakat. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta

    karakter-karakter yang khas dari kasus ataupun status dari individu

    yang kemudian dari sifat-sifat khas di atas akan dijadikan suatu hal

    yang bersifat umun

    4. Studi komparatif: sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat dengan jalan

    menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Dalam studi komparatif ini, sulit diketahui

    faktor-faktor penyebab yang dijadikan dasar pembanding sebab

    penelitian komparatif tidak mempunyai kontrol; metode yang

    digunakan di dalamnya adalah ex post facto, yaitu data dikumpulkan

    setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai berlangsung;

    Peneliti dapat melihat akibat dari suatu fenomena dan menguji

    hubungan sebab akibat dari data-data yang tersedia.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Metode Penelitian yang Dapat Digunakan pada Penelitian Sastra

cari di kotak pencarian ini