Metodologi Pengajaran Tata Bahasa Arab


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Metodologi Pengajaran Tata Bahasa Arab

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Metodologi Pengajaran Tata Bahasa Arab, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Metodologi Pengajaran Tata Bahasa Arab

  • 30 Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli, Lengkap!
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Metodologi Pengajaran Tata Bahasa Arab
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Metodologi Pengajaran Tata Bahasa Arab.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Metodologi Pengajaran Tata Bahasa Arab

    Metodologi  Pengajaran Tata Bahasa Arab
    Di susun Oleh :
    Riska nur hasanah   [32.09.029]
    Teti irawati  [32.09.030]
    Lailatun Nazifah [32.10.001]
     
     
    1.     MAKNA DAN URGENSI PENGAJARAN TATA BAHASA
    Tata bahasa merupakan urutan ketiga dari komponen-komponen bahasa yang sudah seyogyanya untuk dikuasai dalam pembelajaran maupun pengajaran bahasa arab itu sendiri. Di kalangan pembelajar bahasa arab Tata bahasa lebih dikenal  dengan istilah struktur tata bahasa, struktur gramatikal,atau kaidah bahasa.

    Pada umumnya kata-kata dalam bahasa arab berasal dari satu akatr kata yang terdiri dari tiga huruf. Dan pembentukan kata-kata dapat dilakukan dengan cara menambahan prefik [ sawabiq ], infiks [ dawakhil ], dan sufik [ lawagiq ] yang disesuaikan dengan pola-pola tertentu.
    a.DEFINISI TATA BAHASA
    Tata bahasa merupakan seperangkat aturan yang digunakan oleh manusia dalam berbicara atau menulis dan bahasa merupakan suatu deskripsi tertulis dari aturan-aturan suatu bahasa. 
    Tata bahasa adalah suatu system aturan yang mempengaruhi susunan dan hubungan konvensional kata-kata dalam suatu kalimat.
    Dari pengertian tata bahasa tersebut dapat disimpulkan bahwa tata bahasa terdiri dari dua bagian:
    1.     Kata-kata, dan ilmu yang mengatur tata kata disebut dengan istilah ilmu sharf (morphology) [ilmu yang membahas dasar-dasar pembentukan kata, termasuk di dalamnya imbuhan].
    2.     Tata kalimat (ilmu nahwu/syntax)  yaitu ilmu yang membahas tentang keadaan kata dalam pembentukannya menjadi kalimat dan kedudukannya dalam kalimat seperti fa’il, ma’ul, mubtada, dan seterusnya.
      
    b.MAKNA KALIMAT
    Berdasarkan pendapat thu’aimah, makna suatu kalimat tergantung pada susunan struktur dan kosakatanya. Maka sebuah kalimat mempunyai dua makna, yaitu makna structural dan makna leksikal
    I.    Makna structural
    Makna structural terdiri dari empat unsur:
     
    1.urutan kata-kata
                  Dalam suatu kalimat mengisyaratkan kepada makna tertentu, misalnya jika kata fi’il beriringan dengan kata ism maka mengisyaratkan  bahwa ism tersebut merupakan subjek dari fi’il tersebut. Dan jika baris I’rab tidak tampak, maka sebenarnya kedudukan kaa-kata dalam satu kalimat mempunyai makna. Contoh:  كلم مسطفى عيسى
     
    2. kata-kata fungsional
                  Pada poin ini kata-kata terbagi menjadi dua:
    i.      Muhtawa, seperti ism, fi’il, zharaf, dan dhamir.
    ii.     Wazhifiyyah (kata-kata yang tidak hanya mempunyai makna, tapi juga mempunyai fungsi lain) seperti harf jar, harf syarth, dan kata-kata yang sejenisnya. Contoh: harf jar mempunyai makna dan dia juga mempunyai fungsi lain sebagai penunjuk bahwa katakata yang terletak setelahnya pasti berupa ism.
     
    3.   Intonasi
    Intonasi juga mempengaruhi makna dari sebuah susunan kata.
     
    4.   Bentuk kata
    Bentuk suatu kata dapat membantu pembentukan makna. Contoh: kata yang diakhiri dengan huruf ا  dan ت  menunjukkan jam’u almuannats assalim.
    c.ALIRAN-ALIRAN SINTAKSIS
               Teori-teori di bawah ini mempunyai hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap pengajaran pola-pola kalimat bahasa arab.
    1.     Teori Taqlidi (klasik) 
    Teori ini berpendapat bahwa kata-kata terbagi tiga jenis: ism, fi’il, dan harf. Dan kata-kata tersebut mempunyai bentuk dan fungsinya masing-masing. Adapun implikasinya dalam pengajaran tata bahasa, teori ini menjelaskan susunan dan hukum-hukum. Misalnya, jenis-jenis fi’il, ism, dan harf, serta fungsi-fungsinya dalam nahwu dapat memberikan manfaat kepada guru. Yaitu guru lbi mudah untuk memilih materi mana yang lebih didahulukan dan mana yang bisa ditangguhkan.
     
    2.Teori Mukawwinat Mubasyarah
    Teori ini berpendapat bahwa kalimat tersusun dari dua bagian. contoh: هذا السمك لذيذ طعمه . Kalimat tersebut bisa kita bagi menjadi dua bagian, yaitu  هذا السمك  +لذيذ طعمه. Dan seterusnya. Adapun implikasinya dalam pengajaran tata bahasa bisa diambil manfaatnya melalui analisis kalimat dan substitusi bagian-bagiannya.
     
    3.Teori Qawalib (Pola-pola Tagmemik)
    Menurut teori ini, penyusunan suatu kata bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu morfologis dan sintaksis. Contoh: …..ها هو ال… suatu kata disebut ism jika dia terletak pada kolom diatas. Adapun implikasinya dalam pengajaran tata bahasa, teori ini menawarkan sajian yang istimewa berupa latihan pola-pola. Kita bisa mengulang-ulang suatu pola dengan mengganti ism setiap kali diulang. Contoh: هذه مرأة ماهرة. Kalimat ini bisa kita ulang dengan mengganti kata مرأة dengan kata lain yang sejenisnya.
    4.Teori Tahwiliyyah (Transformatif)
    Teori ini mengemukakan bahwa setiap kalimat mempunyai susunan yang bersifat eksplisit dan susunan yang bersifat implisit. Seperti perubahan kalimat positif menjadi kalimat negatif atau interogatif.
      
    d.  PERBEDAAN KALIMAT DAN POLA KALIMAT
    Perbedaan antara dua istilah tersebut adalah:
    1.  Kalimat merupakan kalimat hakiki, sedangkan pola merupakan bentuk yang terkandung di balik kalimat.
    2.  Dalam setiap bahasa, kalimat bersifat tak terbatas, sedangkan pola bersifat terbatas   dan telah diketahui secara umum.
    3. Setiap kalimat mempunyai satu pola yang cocok, sedangkan dalam sebuah pola bisa     terdapat kalimat yang tak terbatas. 
    II.      PROSEDUR DAN TEKNIK PENGAJARAN TATA BAHASA
    Dalam pengajaran tata bahasa, ada tiga kecendrungan umum yang sering digunakan oleh pengajar. Kecenderungan pertama adalah mengajarkan tata bahasa dengan cara memberikan penjelasan tentang aturan tata bahasa tanpa mengikutsertakan metode komunikatif. Kecenderungan kedua adalah mengajarkan tata bahasa dengan cara memberikan kesempatan ada siswa untuk mempraktikkan pola-pola bahasa sasaran, sehingga siswa hanya memahami aturan kebahasaan melalui proses analogi bukan berdasarkan penjelasan. Kecenderungan ketiga adalah mengajarkan tata bahasa dengan memberi kesempatan pada siswa untuk menggunakan bahasa yang dia pelajari dengan berbagai situasi. Dan pengajaran yang baik adalah pengajaran yang memilah dan mempertimbangkan tiga kecenderungan tersebut.
    1.     POKOK PEMBAHASAN TATA KATA BAHASA ARAB
    Bedasarkan bentuk dan maknanya, kalimat terbagi menjadi tujuh bagian: ism, fi’il, ism fa’il, ism maf’ul, mashdar, bentuk idhafah, sifat musyabbahah dan bentuk superlative (ism tafdhil).
    2.     POKOK PEMBAHASAN TATA KALIMAT BAHASA ARAB 
    Permasalahan pokok dalam pengajaran nahwu adalah keterampilan meletakkan bentuk kata dalam kalimat. Contoh: dalam jumlah ismiyyah, jabatan kata dalam kalimat tersebut meliputi mubtada’ dan khabar atau subjek predikat. Pemetaan persoalan tata kalimat data juga didasarkan pada perubahan harakat, khususnya harakat ism seperti almarfu’at, almanshubat, dan almajrurat.
    3.     POKOK PEMBAHASAN TARKIB
         Tarkib sederhana meliputi :
    1. Tarkib idhofy  [ dalam bahasa Indonesia setara dalam bentuk sususnan kata majemuk ]. Pengenalan dilakukan pada ciri-ciri tarkib idhafi sebelum siswa mengetahui definisi dari idhofi tersebut.
    2. Tarkib washfy [shifah mausufh / na’at wa man’ut ]
       Pengenalan tarkib ini dapat dilakukan dengan cara membandingkn dengan tarkib idhafy. Yaitu dengan memberikan contoh-contoh dan penjelasan mengenai cirri-ciri dari keduanya.
    3.     Tarkib isnady, merupakan kalimat sempurna yang meliputi jumlah ismiyah dan jumlah fi’liyah.
    4.     PENGAJARAN MAKNA KALIMAT
             Hal yang bisa dilakukan oleh seorang guru dalam membantu para siswa untuk memahami makna structural suatu kalimat adalah :
    1.     Penjelasan mengenai pengaruh letak suatu kata dalam sebuah kalimat terhadap makna yang dikandungnya dan hubungan antarkata dalam suatu kalimat seperti fi’il dan fa’il,  mubtda dan khabar.
    2.     Penjelasan tentang peran yang dimainkan oleh kata-kata fungsional dalam suatu makna misalnya harf jar menunjukkan bahwa kata-kata sesudahnya adalah ism.
    3.     Penjelasan tentang pengaruh intonasi kalimat terhadap makna yang dikandungnya.
    4.     Memperhatikan makna structural yang berkaitan dengan bentuk kata, misalnya   kata yang beakhiran ون menunjukan jam’u mudzakkar salim.
    5.     TEKNIK PENGAJARAN TATA BAHASA
    Ada tiga kegiatan pokok dalam pengajaran tata bahasa yaitu :
    1.      Penyajian atau penyimpulan kaidah bahasa { kaidah shorfiyah dan nahwiyah }
    2.      Pemberian contoh-contoh yang mengandung kaidah bahasa yang diajarkan
    3.    Penginternalisasian kaidah dalam diri siswa melalui pemberian serangkaian latihan, dan latihan seperti latihan  / drill mekanis, latihan bermakna  dan latihan komunikatif.
    III.     PENERAPAN LESSON STUDY DALAM PENGAJARAN NAHWU
    Lesson Study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Lesson Study bukan suatu metode pembelajaran atau suatu strategi pembelajaran, tetapi dalam kegiatan Lesson Study dapat memilih dan menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi pendidik. Lesson study dapat merupakan suatu kegiatan pembelajaran dari sejumlah guru dan pakar pembelajaran yang mencakup 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu perencanaan (planning), implementasi (action) pembelajaran dan observasi serta refleksi (reflection) terhadap perencanaan dan implementasi pembelajaran tersebut, dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam pengimplementasiannya dalam pengajaran Nahwu di Perguruan Tinggi Umum menggunakan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
    Melalui aktivitas-aktivitas yang berkembang dalam Lesson Study yang
    meliputi plan, do, and see, setiap anggota komunitas dapat saling memberi dan menerima
    sehingga masing-masing pihak memperoleh keuntungan yang menunjang peningkatan
    pengetahuan yang antara lain meliputi materi ajar, alat bantu belajar dalam bentuk hands on, serta strategi pembelajaran.
    PENUTUP
    Demikianlah makalah METODE KHUSUS PENGAJARAN BAHASA ARAB ini kami buat, semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua dalam mempelajari serta untuk menambah pengetahuan. Apabila ada kekurangan maupun kesalahan dalam penyampaian makalah ini, kami selaku penulis mohon kritik dan saran yang membangun agar tidak terulang lagi kesalahan di kemudian hari dan juga kami selaku penulis minta dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan dan kesalahan dalam penyampaiannya, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT dan kesalahan hanyalah milik manusia itu sendiri.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Metodologi Pengajaran Tata Bahasa Arab

cari di kotak pencarian ini