Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan

    Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan

    BAB II

     

    PEMBAHASAN
    MODEL PEMBELAJARAN INDUCTIVE THINKING

    A. PENGERTIAN
    Berpikir merupakan bentuk kata yang berasal dari kata dasar pikir yang berarti akal, budi, ingatan, angan-angan; kata dalam hati, pendapat (pertimbangan) . Berpikir dapat diartikan menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu, menimbang-nimbang dalam ingatan[4] . Proses berpikir merupakan suatu proses terjadi dalam otak seseorang yang mana proses tersebut diharapkan menghasilkan sesuatu yang memang belum ada maupun merupakan suatu bentuk inovasi/pembaruan dari hal yang telah ada.
    Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus . Model pembelajaran induktif adalah sebuah pembelajaran yang bersifat langsung tapi sangat efektif untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan berpikir kritis.
    Dalam kaitannya pada proses pembelajaran di satuan pendidikan dasar di Indonesia. Model berpikir induktif cenderung lebih mudah digunakan pada materi pembelajaran yang masih bersifat konseptual. Ha ini dapat dilihat pada pola dan karakteristik pembelajaran yang merupakan kategori berpikir induktif ini. Namun, tidak menutup kemungkinan aktifitas yang dikembangkan dalam proses pembelajaran akan melibatkan unsur psikomotorik dari peserta didik.
    B. MODEL PEMBELAJARAN BERPIKIR SECARA INDUKTIF
    Bruce Joyce dan Marsha Weil mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kaitannya di sini model berpikir induktif merupakan bagian dari kelompok model pembelajaran pengolahan informasi (information-processing).
    Model berpikir induktif meyakini bahwa siswa sebagai peserta didik merupakan konseptor ilmiah. Setiap saat seseorang selalu berusaha untuk melakukan suatu konseptualisasi dalam hal apapun, proses berpikir induktif diperlukan Model berpikir induktif mempunyai beberapa karakteristik utama antara lain;
    Fokus : Fokus membantu peserta didik untuk berkonsentrasi pada satu ranah/kemampuan berpikir (bidang penelitian) yang dapat mereka kuasai, tanpa mengecilkan keinginan dalam hati mereka yang jelas membuatnya tidak bisa menggunakan seluruh kemampuan untuk menghasilkan suatu gagasan yang luar biasa. Hal utama yang perlu dilakukan adalah menyajikan seperangkat data yang menyediakan informasi terhadap suatu cakupan mata pelajaran tertentu dengan meminta peserta didik mempelajari sifat-sifat objek dalam perangkat yang disajikan tersebut.
    Dengan fokus terhadap suatu kajian tertentu yang familiar di telinga dan mata peserta didik hal ini diharapkan dapat mendukung dan mencapai proses pembelajaran yang optimal sebagaimana tujuan yang akan dicapai pada standar isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar).
    Pengawasan/kontrol konseptual, ini membantu siswa mengembangkan kemampuan konseptual terhadap satu ranah/bidang kajian tertentu. Dalam hal ini sebagai contoh yaitu siswa disajikan tentang berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi di Indonesia, siswa akan mengklasifikasikan berbagai kegiatan ekonomi tersebut dalam suatu kelompok/jenis seperti kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi.
    Melalui pengetahuan awal peserta didik akan lebih mudah mengembangkan pemahaman dan karakteristik kegiatan ekonomi di Indonesia seperti produsen-produsen yang menghasilkan suatu produk makanan ringan dengan merk tertentu, maupun contoh-contoh praktek penjualan yang bukan hanya barang saja yang dapat didistribusikan sebagai objek jual, namun jasa juga dapat dijual pada proses jual-beli sebagai implementasi pada proses distribusi objek tertentu.
    Hal ini akan melatih peserta didik untuk memudahkan proses klasifikasi dan kategorisasi dalam membedakan dan memahami karakter produksi, konsumsi, dan distribusi sekalipun dengan banyaknya objek yang disajikan pada proses pembelajaran di tiap awal pertemuan (apersepsi).
    Mengkonversi pemahaman konseptual menjadi ketrampilan. Dalam hal proses membangun pemahaman secara konseptual pada proses klasifikasi secara abstrak, peserta didik tanpa disadari tentunya akan melakukan suatu aktifitas yang melibatkan unsur motorik dan tentunya kognitif mereka.
    Melalui proses kategorisasi dan pengelompokan ini, peserta didik akan menggunakan tangannya untuk menulis dan memikirkan jenis pengelompokan yang digunakan untuk membedakan mana yang termasuk kegiatan produksi, kegiatan distribusi, dan mana yang termasuk kegiatan konsumsi.
    Model berpikir induktif dapat membantu peserta didik untuk mengumpulkan informasi dan mengujinya secara ilmiah (dengan tahap perkembangan usia dan berpikir peserta didik) dengan teliti, mengolah informasi ke dalam konsep-konsep, dan belajar memanipulasi konsep-konsep tersebut. Apabila digunakan secara bertahap, model thinking inductively juga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk membentuk konsep-konsep secara efisien dan meningkatkan jangkaian perspektif dari sisi mana mereka memandang suatu informasi tertentu.
    C. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEKNIK THINKING INDUCTIVE
    Ada kelebihan pasti ada kekurangan. Beberapa hal yang kontras namun perlu diketahui adalah apapun jenis metode yang digunakan pastinya akan ada kelebihan dan kekurangan ketika diimplementasikan pada proses pembelajaran yang berlangsung, menurut Restiana rendi dalam sebuah catatan di blognya dipaparkan mengenai kelebihan dan kekurangan dari model berpikir induktif ini, antara lain;
    1) Kelebihan Model Pembelajaran Induktif
    a) Pada model pembelajaran induktif guru langsung memberikan presentasi informasi-informasi yang akan memberikan ilustrasi-ilustrasi tentang topik yang akan dipelajari siswa, sehingga siswa mempunyai parameter dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
    b) Ketika siswa telah mempunyai gambaran umum tentang materi pembelajaran, guru membimbing siswa untuk menemukan pola-pola tertentu dari ilustrasi-ilustrasi yang diberikan tersebut sehingga pemerataan pemahaman siswa lebih luas dengan adanya pertanyaan-pertanyaan antara siswa dengan guru.
    c) Model pembelajaran induktif menjadi sangat efektif untuk memicu keterlibatan yang lebih mendalam dalam hal proses belajar karena proses Tanya jawab tersebut.
    2) Kelemahan Model Pembelajaran Induktif
    a) Model ini membutuhkan guru yang terampil dalam bertanya (questioning) sehingga kesuksesan pembelajaran hamper sepenuhnya ditentukan kemampuan guru dalam memberikan ilustrasi-ilustrasi.
    b) Tingkat keefektifan model pembelajaran induktif ini, jadinya-sangat tergantung pada keterampilan guru dalam bertanya dan mengarahkan pembelajaran, dimana guru harus menjadi pembimbing yang akan untuk membuat siswa berpikir.
    c) Model pembelajaran ini sangat tergantung pada lingkungan eksternal, guru harus bisa menciptakan kondisi dan situasi belajar yang kondusif agar siswa merasa aman dan tak malu/takut mengeluarkan pendapatnya. Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai secara sempurna.
    d) Saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran induktif, guru harus menyiapkan perangkat yang akan membuat siswa beraktivitas dan mengobarkan semangat siswa untuk melakukan observasi terhadap ilustrasi-ilustrasi yang diberikan, melalui pertanyaan yang diberikan oleh guru. Dengan metode ini maka kemandirian siswa tidak dapat berkembang optimal.
    e) Guru harus menjaga siswa agar perhatian mereka tetap pada tugas belajar yang diberikan, sehingga peran guru sangat vital dalam proses belajar siswa.
    f) Kesuksesan proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran induktif bergantung pada contoh-contoh atau ilustrasi yang digunakan oleh guru.
    g) Pembelajaran tidak dapat berjalan bila guru dan muridnya tidak suka membaca, sehingga tidak mempunyai pilihan dalam proses induktif.
    D. STRUKTUR PEMBELAJARAN INDUCTIVE THINKING
    Tahap-tahap model induktif meliputi empat aspek antara lain;
    1. Mengidentifikasi dan penghitungan data yang relevan dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari 2. Mengelompokkan objek-objek data menjadi kategori yang anggotanya bersifat umum, 3. Menafsirkan data dan mengembangkan label untuk kategori sebelumnya (point 2) sehingga data dapat dimanipulasi secara simbolis 4. Mengubah kategori-kategori menjadi ketrampilan/hipotes

     

    Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan

    Baca Juga;

    • contoh soal critical path method
    • judul skripsi kuantitatif komunikasi
    • soal pkn beserta jawabannya
    • judul penelitian korelasi
    • kalender
    • makalah pancasila dan uud 1945
    • contoh makalah anggaran bahan baku
    • judul skripsi komunikasi public relations
    • kata kata tidak dendam
    • contoh kasus wawasan nusantara
    • gambar kata kata kamu jahat
    • hijib latif
    • makalah hukum perlindungan anak
    • contoh syair agama 2 bait
    • contoh proposal bahasa inggris tentang vocabulary
    • skripsi bahasa inggris tentang analisis film
    • animasi bergerak untuk powerpoint
    • sifat kelengkapan bilangan real
    • barisan bilangan real
    • judul skripsi akuntansi audit keuangan
    • download kalender bali 2016
    • syair beserta maknanya
    • contoh teks janji pelajar
    • contoh kti kebidanan tentang asi eksklusif
    • huruf z memiliki simetri putar sebanyak
    • contoh tesis kenotariatan
    • gambar kupu kupu animasi
    • contoh pertanyaan demokrasi
    • tesis tentang kebijakan publik

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Model Pembelajaran Inductive Thinking | Pembahasan

cari di kotak pencarian ini