Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning), jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning).

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

    Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

    Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai metode pembelajaran di mana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi ajaran (Slavin, 2008: 4). Tujuan pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi keberhasilan individu yang ditentukan oleh keberhasilan kelompok (Ibrahim dkk, 2000: 18).

    Adapun menurut Slavin (1985), model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran di mana siswa belajar dalam kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-5 orang dengan struktur kelompok heterogen.Sedangkan menurut Sunal dan Hans (2000) mengemukakan model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model atau serangkaian strategi yang disusun untuk memberikan dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama pembelajaran. Selanjutnya Sthal (1994) menyatakan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan meningkatkan sikap saling menolong dalam perilaku sosial (Isjoni, 2007: 12).

    2. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif
    Roger dan David Johnson (1981) mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap pembelajaran kooperatif. Untuk mencapai hasil yang maksimal lima unsur model pembelajaran kooperatif harus diterapkan. Sebagaimana yang disebutkan dalam Lie (2008: 32-35) sebagai berikut:
    1. Saling Ketergantungan Positif
    Keberhasilan suatu karya sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, guru perlu menyusun tugas sehingga setiap kelompok merasa memiliki tanggung jawab terhadap kelompoknya. Dengan demikian akan terbentuk suatu ketergantungan yang positif.
    2. Tanggung Jawab Perseorangan
    Unsur ini merupakan akibat langsung dari unsur yang pertama. Jika tugas dan pola penilaian ini telah dibuat menurut prosedur model pembelajaran koopertif, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Kunci keberhasilan metode kerja kelompok adalah persiapan guru dalam menyiapkan tugasnya.
    3. Tatap Muka Antar Kelompok
    Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan bertemu untuk berdiskusi. Para anggota perlu diberi kesempatan untuk saling mengenal dan berbagi informasi terhadap materi yang dipelajari.
    4. Komunikasi Antar Kelompok
    Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai kemampuan berkomunikasi. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, pengajar hendaknya mengajarkan cara-cara berkomunikasi dalam kelompok. Karena keterampilan berkomunikasi dalam kelompok ini merupakan hal yang sangat penting yang menjadi bekal bagi siswa untuk memperkaya pangalaman belajar dan perkembangan mental emosional para siswa.
    5. Evaluasi Proses Kelompok
    Pengajar perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini tidak mesti diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelajar terlibat dalam kegiatan pembelajaran kooperatif.
    Adapun karakteristik dari model pembelajaran kooperatif adalah:
    1. siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademis.
    2. anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi.
    3. jika memungkinkan, masing-masing anggota kelompok kooperatif berbeda suku, budaya, dan jenis kelamin.
    4. sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok daripada individu(Aryawan, 2010: 1).
    Selain itu, terdapat empat tahapan keterampilan kooperatif yang harus ada dalam model pembelajaran kooperatif yaitu:
    1. Forming (pembentukan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk membentuk kelompok dan memberntuk sikap yang sesuai dengan norma .
    2. Functioning (pengaturan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas kelompok dalam menyelesaikan tugas dan membina hubungan kerja sama di antara anggota kelompok.
    3. Formating (perumusan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk pembentukan pemahaman yang lebih dalam terhadap bahan-bahan yang dipelajari, merangsang penggunaan tingkat berpikir yang lebih tinggi, dan menekankan penguasaan serta pemahaman dari materi yang diberikan.
    4. Fermenting (penyerapan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk merangsang pemahaman konsep sebelum pembelajaran, konflik kognitif, mencari lebih banyak informasi, dan mengkomunikasikan pemikiran untuk memperoleh kesimpulan (Aryawan, 2010: 2).
    3. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif
    Terkait dengan model pembelajaran ini, Ismail (2003) dalam (Widdiharto, 2004: 15) menyebutkan 6 (enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif yakni:
    Fase ke-
    Indikator
    Tingkah laku guru
    1.
    Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
    Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
    2.
    Menyajikan informasi
    Guru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
    3.
    Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
    Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
    4.
    Membimbing kelompok bekerja dan belajar
    Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
    5.
    Evaluasi
    Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
    6.
    Memberikan penghargaan
    Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu maupun kelompok.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

cari di kotak pencarian ini