Pengertian Hereditas

Pengertian Hereditas
Dalam setiap manusia pasti memiliki perbedaan yang tidak mungkin dimiliki manusia lainnya. Dan hal itu ternyata bergantung terhadap hereditas yang ada dalam dirinya sendiri. Karena dalam setiap hereditas pasti terdapat ciri-ciri yang dibawanya dari orang tua mereka. Perbedaan inilah yang membedakan antara manusia yang lainnya dengan manusia yang lainnya. Hereditas Hereditas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penurunan sifat genetik dr orang tua ke anak. Hereditas sendiri dapat diartikan sebagai pewarisan atau pemindahan biologis karakteristik individu dari pihak orang tuanya dan hal ini melalui proses genetis (Wasty Soemanto, 1990:78). Hereditas yang terjadi pada manusia adalah adanya warisan specific genes yang berasal dari orang tua. Genes terhimpun atas beberapa kromosom (colored bodies) yang berasal dari ayah dan ibu mereka. Dari dua anggota yaitu ayah dan ibu terdapat kromosom yang didalamnya ada sejumlah genes yang membawa sifat tertentu dan kemudian menyatu membentuk senyawa yang memiliki sifat-sifat tertentu pula.
Lalu mulailah terjadi pembuahan didalam indung telur yang telah bertemu dengan sperma. Dalam perkembangannya terpisahlah sel yang ada dalam indung telur mulai dengan dua-dua. Pemisahan ini terus terjadi sampai membentuk organ-organ yang dibutuhkan untuk menjadi manusia seutuhnya. Pemisahan ini dalam ilmu biologi disebut dengan mitosis.
Semua itu karena adanya proses individuasi dan diferensiasi yang sangat identik dengan hereditas. Diferensiasi berupa pembetukan organ yang secara fisik terdapat pada diri manusia sebenarnya. Dan pembentukan diferensiasinya sangat tergantung kepada sifat dan interkasi lingkungan sekuler yang sering disebut dengan differential gradients (kekuatan-kekuatan pengarah organisme) (Wasty Soemanto, 1990:79). Setelah itu mulailah pembentukan fungsi benih yang nantinya akan membedakan antara laki-laki dan perempuan proses ini disebut dengan meiosis. Dalam prosesnya aka nada pembentukan sperma dan indung telur dalam tubuh calon manusia yang akan lahir di dunia.
Oleh karenanya jika manusia yang berlainan jenis ini melakukan perkawinan maka akan terjadi proses genetis seperti penjelasan diatas. Proses terjadi karena adanya pertemuan antara kromosom-kromoson dari dua jenis yang berbeda. Kromosom yang bertemu ada 24 kromosom dan bercampurlah kromosom-kromosom itu. Akibat dari bertemunya kromosom itu maka akan terbentuk sifat genes yang dibawa dari dua manusia berlainan jenis dan terbentuklah sifat genes yang baru terhadap individu baru (Tutik Hartati, 2003:108).
Mekanisme Hereditas
Dari pendidikan yang dilakukan dan para ahli biologi dapat diketahui bahwa individu baru akan terjadi bila terdapat perpaduan antara sperma dan ovum. Baik sperma maupun ovum mempengaruhi sifat-sifat individu itu. Selanjutnya, terutama pengaruh-pengaruh nampak jelas ada sifat-sifat jasmani individu itu.
Dalam penyelidikan tersebut ditemukan apa yang dinamakan kromosom yang berwujud benang-benang plasma yang berpasangan. Pada manusia setengah dari jumlah kromosom itu berasal dari pihak ayah dan setengah lagi dari pihak ibu.
Menurut penelitian morgan bahwa setiap kromosom mengandung unsur-unsur yang dinamakan gene dan gene inilah yang merupakan pembawa hereditas.

Hukum Hereditet
a. Hukum Reproduksi
Hukum ini mengatakan bahwa hereditas berlangsung dengan perantara sel benih, berarti tidak melalui sel somatis (sel tumbuh). Hukum ini memberi penjelasan bahwa sifat-sifat yang diperoleh orang itu, karena pengalaman-pengalaman hidup tak dapat diturunkan melalui proses-proses biologis kepada anak.
b. Hukum Konfirmetet
Hukum ini mengatakan bahwa setiap jenis species menurunkan jenis spesiesnya sendiri atau setiap golongan makhluk akan menurunkan golongan makhluk itu sendiri. Manusia tidak akan melahirkan makhluk lain yang bukan manusia.
c. Hukum Variasi
Hukum ini mengatakan bahwa individu-individu dalam satu species, di samping adanya ciri-ciri dan sifat-sifat yang menunjukkan persamaan, disamping itu terdapat juga variasi-variasi sifat dan ciri-ciri dimana hal itu menyebabkan adanya perbedaan individu yang satu dengan yang lain.
d. Hukum Regresi Fisial
Hukumini mengatakan bahwa sifat-sifat dan ciri-ciri manusia menunjukkan kecenderungan kearah rata-rata. Jadi anak yang berasal dari orangtua sangat cerdas akan ada kecenderungan untuk menjadi lebih cerdas dari pada orang tuanya (Mustakim, 2003: 12-13, 18-20).

Lingkungan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, lingkungan adalah (1) daerah (kawasan dsb) yg termasuk di dalamnya; (2) bagian wilayah dl kelurahan yg merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan desa; (3) golongan; kalangan: ia berasal dr ~ bangsawan; (4) semua yg mempengaruhi pertumbuhan manusia atau hewan: kita harus mencegah pencemaran ~.
Lingkungan banyak diartikan secara sempit karena pengetahuan terhadap lingkungan sangatlah minim. Mereka menganggap bahwa lingkungan hanya ada di sekitar mereka saja. Tapi sebenarnya lingkungan itu adalah mencakup segala yang ada dalam kehidupan manusia secara material dan stimuli baik yang di dalam dan di luar individu. Baik yang berupa fisiologis, psikologis maupun sosio-cultural. Secara fisiologis lingkungan menyangkut jasmaniah yang ada dalam tubuh seperti gizi, vitamin dan lainnya. Lalu yang secara psikologis menyangkut berbagai stimulasi yang sudah dibawa sejak mereka di dalam kandungan bahkan saat mereka sudah di luar seperti kebutuhan ataupun yang berhubungan dengan sifat-sifatnya. Sedangkan yang sosio-kultural adalah berupa hubungan dengan lingkungan sekitar berupa interaksi maupun yang lainnya (Soemanto, 2007: 80).
Perkembangan
Perkembangan berarti perubahan individu baik secara struktur atau fungsi organ melalui kematangan dan proses belajar yang terjadi sepanjang hayat hingga meninggal dunia. Dalam perkembangan tidaklah terbatas pada semakin sempurna tetapi juga terkandung serangkaian perubahan secara terus menerus secara pasti, melalui suatu tahap yang sederhana ke tahap berikutnya yang semakin tinggi dan maju walaupun sulit diukur dengan alat ukur.

Poerwadarminta, W.J.S. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: BalaiPustaka
Mustaqim, Abdul Wahib, 2003, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta
Syaiful Sagala, 2010, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung : Alfabeta
Tutik Hartati, 2003, Biologi 2 SMP, Erlangga : Surabaya

Comments are closed.