Pengertian Bermain dengan Media Alam


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Pengertian Bermain dengan Media Alam

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Pengertian Bermain dengan Media Alam, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Pengertian Bermain dengan Media Alam

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Pengertian Bermain dengan Media Alam
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Pengertian Bermain dengan Media Alam.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Pengertian Bermain dengan Media Alam

    Pengertian Bermain dengan Media Alam

    Pengertian Bermain dengan Media Alam

    Bermain adalah “merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat yang dapat menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberikan kesenangan, maupun mengembangkan imajinasi anak” (Ismail, 2009: 35). Sedangkan media (bentuk jamak dari kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’ (Arsyad, 2002; Sadiman, dkk., 1990). Oleh karena itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware).

    MenurutSoeparno (docstoc.com) media adalah alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. Media bisa berupa manusia, benda, alat, bahan ataupun peristiwa yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

    Sedangkan alam adalah segala yang terdapat di langit dan di bumi. Alam disini maksudnya adalah segala yang terdapat di bumi dan ditempati yang ada disekeliling anak atau lingkungan sekitarnya.Perkataan “alam sekitar” atau dalam bahasa Inggris disebut “environment” membawa maksud keadaan sekeliling atau lingkungan. (Mohd Zuhdi Marsuku, 2002).

    Menurut Lighart (Hartati, 2005: 78) menjelaskan bahwa:
    Alam merupakan barang sesungguhnya yang dapat dijadikan bahan belajar bagi anak.Karena ada tiga kategori yang menjadi pusat perhatian anak, yaitu lingkungan alam (sebagai bahan mentah), lingkungan produsen atau lingkungan pengrajin (pengelolah dan penghasil bahan mentah menjadi bahan jadi), serta lingkungan masyarakat pengguna bahan jadi (konsumen). Anak belajar melalui apa yang ada di alam atau lingkungan sekitarnya seperti tanah, tumbuhan, hewan, air yang dapat diolah, dijual di pasar, dan hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Jadi anak juga dibekali keterampilan hidup.

    Sedangkan menurut Robin (Hartati: 32) menjelaskan bahwa “salah satu model pembelajaran dimana hampir 90% kegiatan dilakukan dengan berinteraksi dengan alam. Dalam pembelajaran ini anak diajarkan untuk dapat membangun ikatan emosional diantara teman-temannya”.

    Jadi bermain dengan media alam adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan alat atau media alam yang ada di sekitar anak, seperti: batu, buah-buahan, sayuran, lidi, dan sebagainya yang dapat memberikan informasi, memberikan kesenangan maupun dapat mengembangkan imajinasi anak.

    Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengenalkan logika matematika pada anak bisa menggunakan media dari alam sekitar anak. Oleh karena itu guru harus menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan mudah dipahami oleh anak. Penggunaan media pembelajaran yang tidak variatif ternyata banyak berpengaruh pada rendahnya kemampuan anak dalam logika matematika, karena guru cenderung menggunakan media yang konvensional, sehingga anak kurang termotivasi untuk belajar lebih dalam.

    Media alam sekitar merupakan salah satu media yang cukup efektif untuk pembelajaran matematika pada anak, khususnya dalm hal menghitung mengelompokkan warna, membedakan sebar-kecil atau banyak sedikirnya benda dan sebagainya. Media alam sekitar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran. Media ini sangat murah namun dapat dipergunakan secara sangat efektif untuk pembelajaran. Selain itu, media alam sekitar juga dapat menghilangkan kebosanan pada anak. Belajar selama ini selalu di ruang kelas, akan tetapi dengan media alam sekitar anak dapat diajak ke luar ruangan pada saat pembelajaran berlangsung. Hal ini akan menarik perhatian anak, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    Menurut Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2002), bahwa:
    Media jika dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi, yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Jadi menurut pengertian ini, guru, teman sebaya, buku teks, lingkungan sekolah dan luar sekolah, bagi seorang siswa merupakan media.

    Dalam dunia pendidikan, sering kali istilah alat bantu atau media komunikasi digunakan secara bergantian atau sebagai pengganti istilah media pendidikan (pembelajaran). Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1994) bahwa “dengan penggunaan alat bantu berupa media komunikasi, hubungan komunikasi akan dapat berjalan dengan lancar dan dengan hasil yang maksimal”. Menurut National Education Association-NEA (dalam Sadiman, dkk., 1990), media adalah “bentuk-bentuk komunikasi baik yang tercetak maupun audio visual beserta peralatannya”.

    Menurut Suyanto (2005: 127) bahwa:
    “Pembelajaran pada anak usia dini menggunakan prinsip belajar, bermain dan bernyanyi. Pembelajaran disusun sehingga menyenangkan, menggembirakan, dan demokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya, melainkan mereka aktif berinteraksi dengan berbagai benda dan orang dilingkungannya, baik secara fisik maupun mental”.

    Sementara Piaget (dalam Muksin 2006: 57) melalui teori Cognitif Developmental-nya mengemukakan bahwa “bermain amat penting bagi perkembangan kognitif seorang anak dengan melatih kemampuan adaptasi dengan lingkungannya dan suasana yang menyenangkan”. Dan melalui bermain anak-anak dapat mengembangkan kemampuan kognitif yang ada pada diri mereka. Mereka juga bisa beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan sekitarnya. Berbeda bagi anak yang tidak suka bermain, mereka akan sulit beradaptasi dengan lngkungan sekitarnya.

    Berdasarkan batasan-batasan mengenai media seperti tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang menyangkut software danhardware yang dapat digunakan untuk meyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke pebelajar (individu atau kelompok), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat pebelajar sedemikian rupa sehingga proses belajar (di dalam ataupun di luar kelas) menjadi lebih efektif dan efisien.

    Menurut Anderson (1983), media terdiri atas bermacam-macam jenis, antara lain: (1) audio, (2) cetak, (3) audio cetak, (4) proyeksi visual diam, (5) proyeksi audio visual diam, (6) visual gerak, (7) audi visual gerak, (8) objek fisik, (9) komputer, serta (10) manusia dan lingkungan.

    Media lingkungan (alam sekitar) merupakan media yang murah meriah, namun dapat digunakan untuk hasil yang maksimal. Media ini memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan media-media lain, salah satunya dapat menghilangkan kejenuhan anak didik karena terus belajar di ruangan kelas. Belajar di alam seitar tentunya akan lebih menyenangkan dan menimbulkan motivasi belajar yang lebih tinggi bagi para anak didik. Hal ini tentunya akan menghasilkan dampak yang positif bagi pembelajaran.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Pengertian Bermain dengan Media Alam

cari di kotak pencarian ini