Perilaku Sosial


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Perilaku Sosial

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Perilaku Sosial, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Perilaku Sosial

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Perilaku Sosial
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Perilaku Sosial.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Perilaku Sosial

    Macam-macam perilaku sosial dibagi menjadi tiga yaitu:

    1. Perilaku Sosial (social behavior).

    Yang dimaksud perilaku sosial adalah perilaku ini tumbuh dari orang orang yang ada pada masa kecilnya mendapatkan cukup kepuasan akan kebutuhan inklusinya. Ia tidak mempunyai masalah dalam hubungan antar pribadi mereka bersama orang lain pada situasi dan kondisinya. Ia bisa sangat berpartisipasi, tetapi bisa juga tidak ikutikutan, ia bisa melibatkan diri pada orang lain, bisa juga tidak, secara tidak disadari ia merasa dirinya berharga dan bahwa orang lain pun mengerti akan hal itu tanpa ia menonjolkan-nonjolkan diri. Dengan sendirinya orang lain akan melibatkan dia dalam aktifitas-aktifitas mereka.

    2. Perilaku kurang sosial (under social behavior)

    Yang dimaksud perilaku yang kurang sosial yaitu perilaku yang timbul jika kebutuhan akan inklusi kurang terpenuhi, misalnya: sering tidak diacuhkan oleh keluarga semasa kecilnya. Kecenderungannya orang ini akan menghindari hubungan orang lain, tidak mau ikut dalam kelompok-kelompok, menjaga jarak antara dirinya dengan orang lain, tidak mau tahu, acuh tak acuh. Pendek kata, ada kecenderungan introvert dan menarik diri. Bentuk tingkah laku yang lebih ringan adalah: terlambat dalam pertemuan atau tidak datang sama sekali, atau tertidur di ruang diskusi dan sebagainya. Kecemasan yang ada dalam ketidak sadarannya adalah bahwa ia seorang yang tidak berharga dan tidak ada orang lain yang mau menghargainya.

    3. perilaku terlalu sosial (over social behavior).

    Yang dimaksud perilaku terlalu sosial (over social behavior). Psikodinamikanya sama dengan perilaku kurang sosial, yaitu disebabkan kurang inklusi. Tetapi pernyataan perilakunya sangat berlawanan. Orang yang terlalu sosial cenderung memamerkan diri berlebih-lebihan (exhibitonistik). Bicaranya keras, selalu menarik perhatian orang, memaksakan dirinya untuk diterima dalam kelompok, sering menyebutkan namanya sendiri, suka mengajukan pertanyaanpertanyaan yang mengagetkan.

    Orang Yang Sosial dan Yang Non Sosial
    Orang yang sosial adalah mereka yang perilakunya mencerminkan keberhasilan di dalam proses sosialaisasi, sehingga mereka cocok dengan kelompok tempat mereka menggabungkan diri dan diterima sebagai anggota kelompok.
    Orang yang non sosial adalah orang yang perilakunya tidak mencerminkan keberhasilan dalam proses sosialisasi yang menjadi ciri khas seorang yang mempunyai sifat sosial.

    Perilaku Sosial

    Perilaku sosial adalah aktifitas fisik dan psikis seseorang terhadap orang lain atau sebaliknya dalam rangka memenuhi diri atau orang lain yang sesuai dengan tuntutan sosial. Seseorang agar bisa memenuhi tuntutan sosial maka perlu adanya pengalaman sosial yang menjadi dasar pergaulan.

    a. Pentingnya pengalaman sosial
    Banyak peristiwa atau pengalaman sosial yang dialami pada masa anak-anak. Beberapa pandangan pengalaman:

    1). Pengalaman yang menyenangkan
    Pengalaman yang menyenangkan mendorong anak untuk mencari pengalaman semacam itu lagi.

    2). Pengalaman yang tidak menyenangkan
    Pengalaman yang tidak menyenangkan dapat menimbulkan sikap yang tidak sehat terhadap pengalaman sosial dan terhadap orang lain. Pengalaman yang tidak menyenangkan mendorong anak menjadi tidak sosial atau anti sosial.

    3). Pengalaman dari dalam rumah (keluarga)
    Jika lingkungan rumah secara keseluruhan memupuk perkembangan sikap sosial yang baik, kemungkinan besar anak akan menjadi pribadi yang sosial atau sebaliknya.

    4). Pengalaman dari luar rumah
    Pengalaman sosial awal anak di luar rumah melengkapi pengalaman di dalam rumah dan merupakan penentu penting bagi sikap sosial dan pola perilaku anak.

    Berdasarkan pemahaman diatas, pengalaman sosial pada masa anak-anak baik itu yang menyenangkan, tidak menyenangkan, diperoleh dari dalam rumah atau dari luar rumah adalah sangat penting.

    b. Mulainya perilaku sosial
    Perilaku sosial dimulai pada masa bayi bulan ketiga. Karena pada waktu lahir, bayi tidak suka bergaul dengan orang lain. Selama kebutuhan fisik mereka terpenuhi, maka mereka tidak mempunyai minat terhadap orang lain. Sedangkan pada masa usia bulan ketiga bayi sudah dapat membedakan antara manusia dan benda di lingkungannya dan mereka akan bereaksi secara berbeda terhadap keduanya. Penglihatan dan pendengaran cukup berkembang sehingga memungkinkan mereka untuk menatap orang atau benda juga dapat mengenal suara. Perilaku sosial pada masa bayi merupakan dasar bagi perkembangan perilaku sosial selanjutnya.

    Pola Perilaku Sosial

    Bentuk-bentuk perilaku soaial anak menurut Hurlock (1991: 263)
    yaitu:

    a. Kerjasama.
    Sejumlah kecil anak belajar bermaian atau bekerja secara bersama dengan anak lain sampai mereka berumur 4 tahun. Semakin banyak kesempatan yang mereka miliki untuk melakukan sesuatu bersama-sama, semakin cepat mereka belajar melakukannya dengan cara bekerja sama.

    b. Persaingan.
    Jika persaingan merupakan dorongan bagi anak-anak untuk berusaha sebaik-baiknya, hal ini akan menambah sosialisasi mereka. Jika hal itu diekspresikan dalam pertengkaran dan kesombongan, akan mengakibatkan timbulnya sosialisasi yang buruk.

    c. Kemurahan hati.
    Kemurahan hati, sebagaimana terlihat pada kesedihan untuk berbagi sesuatu dengan anak lain, meningkatkan dan sikap mementingkan diri sendiri semakin berkurang setelah anak belajar bahwa kemurahan hati menghasilkan penerimaan sosial.

    d. Hasrat akan peneriamaan sosial.
    Jika hasrat untuk diterima kuat, hal ini mendorong anak untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Hasrat untuk diterima oleh orang dewasa biasanya timbul lebih awal dibandingakan dengan hasrat untuk diterima oleh teman sebaya .

    e. Simpati.
    Anak kecil tidak mampu berperilaku simpati sampai mereka pernah mengalami situasi yang mirip dengan duka cita. Mereka mengekspresikan simpati dengan berusaha dengan menolong atau menghibur seseorang yang sedang sedih.

    f. Empati.
    Empati kemampuan meletakkan diri sendiri dalam posisi orang lain dan menghayati pengalaman orang tersebut. Hal ini hanya berkembang jika anak dapat memahami ekspresi wajah atau maksud pembicaraan orang lain.

    g. Ketergantungan.
    Ketergantungan terhadap orang lain dalam hal bantuan, perhatian dan kasih sayang mendorong anak untuk berperilaku dengan cara yang diterima secara sosial. Anak yang berjiwa bebas kekurangan motivasi ini.

    h. Sikap ramah.
    Anak kecil memperlihatkan sikap ramah melalui kesediaan melakukan sesuatu untuk bersama anak atau orang lain dan dengan mengekspresikan kasih sayang kepada mereka.

    i. Sikap tidak mementingkan diri sendiri.
    Anak yang mempunyai kesempatan dan mendapat dorongan untuk membagi apa yang mereka miliki dan yang tidak terus menerus menjadi pusat perhatian keluarga, belajar memikirkan orang lain dan berbuat untuk orang lain dan berbuat untuk orang lain dan bukannya hanya memusatkan perhatian pada kepentingan dan milik mereka sendiri.

    j. Meniru.
    Dengan meniru seseorang yang diterima baik oleh kelompok sosial, anak-anak mengembangkan sifat yang menambah penerimaan kelompok terhadap diri mereka.

    Pola perilaku yang tidak sesuai:

    a. Negativisme.
    Negativisme adalah berlawanan terhadap tekanan dari pihak lain untuk berperilaku tertentu. Biasanya hal ini dimulai pada usia dua tahun dan mencapai puncaknya antara 3 dan 6 tahun.
    Ekspresi fisiknya mirip dengan ledakan kemarahan, tetapi secara bertahap demi setahap diganti dengan penolakan lisan untuk menurut perintah.

    b. Agresi.
    Agresi adalah tindakan permusuhan yang nyata atau ancaman permusuhan, biasanya tidak ditimbulkan oleh orang lain. Anak-anak mungkin mengekspresikan sikap agresif mereka berupa penyerangan secara fisik atau lisan terhadap pihak lain, biasanya terhadap anak yang lebih kecil.

    c. Pertengkaran.
    Pertengkaran merupakan perselisihan pendapat yang mengandung kemarahan yang umumnya dimulai apabila seseorang melakukan penyerangan yang tidak beralasan. Pertengkaran berbeda dari agresi, pertama karena pertengkaran melibatkan dua orang atau lebih sedangkan agresi merupakan tindakan individu, dan kedua karena merupakan salah seorang yang terlibat di dalam pertengkaran memainkan peran bertahan sedangkan dalam agresi peran selalu agresif.

    d. Mengejek dan menggertak.
    Mengejek merupakan serangan secara lisan terhadap orang lain, tetapi menggertak merupakan serangan yang berupa fisik. Dalam kedua hal tersebut si penyerang memperoleh keputusan dengan menyaksikan ketidak enakkan korban dan usahanya untuk membalas dendam.

    e. Perilaku yang sok kuasa
    Perilaku sok kuasa adalah kecenderungan untuk mendominasi orang lain menjadi majikan. Jika diarahkan secara tepat hal ini dapat menjadikan sifat kepemimpinan, tetapi umumnya tidak demikian, dan biasanya hal ini mengakibatkan timbulnya penolakan dari kelompok sosial.

    f. Egosentrisme.
    Hampir semua anak kecil bersifat egosentrik dalam arti bahwa mereka cenderung berfikir dan berbicara tentang diri mereka sendiri. Kecenderungan ini akan hilang, menetap atau berkembang semakin kuat, sebagian tergantung pada kesadaran anak bahwa hal itu membuat mereka tidak popular dan sebagian lagi tergantung pada kuat lemahnya keinginan mereka untuk menjadi popular.

    g. Prasangka.
    Landasan prasangka terbentuk pada masa kanak-kanak awal yaitu pada waktu anak menyadari bahwa sebagian orang berbeda dari mereka dalam hal penampilan dan perilaku, bahwa perbedaan ini oleh kelompok sosial diangap sebagai tanda kerendahan. Bagi anak kecil tidaklah umum mengekspresikan prasangka dengan bersikap membedakan orang-orang yang mereka kenal.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Perilaku Sosial

cari di kotak pencarian ini