Perkembangan Biologis Dan Perseptual Anak



Perkembangan Biologis Dan Perseptual Anak
A. Faktor hereditas dan lingkungan dalam perkembangan anak
Dalam perkembangan dan pertumbuhan anak ada faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu faktor hereditas dan faktor lingkungan. Sebagai keturunan manusia anak memiliki sifat sifat genetik yang merupakan kombinasi kedua orang tuanya.Dan setelah berhubungan dengan masyarakat menjadilah orang/anak yang menginternalisasi nilai-nilai dalam masyarakat. Nah tanpa sadar sudah disinggung kata-kata hereditas yang akan kita pergunakan untuk merujuk ke pembahasan selanjutnya. Begitupula dengan lingkungan yang akan mengiringi faktor hereditas yang telah disebutkan. Untuk itu ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu faktor hereditas dan faktor lingkungan. Secara sederhana faktor hereditas merupakan faktor yang muncul pada tiap orang yang didapat (diwarisi) dari orang tua dalam wujud sifat-sifat genetis. Sedangkan lingkungan merupakan alam sosial yang mempengaruhi individu. Faktor hereditas pada perkembangan anak bersifat alami (dari orang tua). Contohnya bakat, prestasi, intelektual, ciri fisik, dll, Sedang pada faktor lingkungan proses perkembangan didasarkan pada lingkungan sebagai alat yang digunakan untuk mengarahkan perkembangan. Jika kita melihat sejarah menurut buku-buku yang menyebutkan adanya pengaruh faktor hereditas dan faktor lingkungan diperdebatkan, namun pada garis besarnya faktor hereditas dicontrol atau diarahkan oleh adanya faktor lingkungan. Disini faktor hereditas tidak selalu menjadi faktor dominan. Namun hanya terbukti pada kasus tertentu saja, namun didukung oleh adanya faktor lingkungan. Peran kedua faktor tersebut berbeda-beda pada tiap contoh kasus yang berbeda pula. Hal tersebut telah disebutkan pada catatan seifert dan Hoffnung (1991) pada perkembangan dan belajar peserta didik, sejak awal tahun 1980an ada kecenderungan para ahli untuk lebih menerima pentingnya pengaruh genetika (hereditas) terhadap perbedaan individu yang terjadi dalam perkembangan. Namun data yang sama dari penelitian-penelitian genetik yang dilakukan mereka, juga memberikan bukti yag mendukudng pentingnya pengaruh lingkungan. Hal ini sebabka karena perilaku-perilaku kompleks yang menjadi kepedulian para peneliti memang dipengaruhi baik oleh faktor keturunan maupun oleh faktor lingkungan.
Dari Uraian-uraian tersebut diatas kita bisa menyusun konsep dan prinsip untuk digeneralisasikan menjadi suatu pemahaman yang memberikan nilai terhadap faktor manakah yang lebih mempengaruhi perkembangan. Apakah faktor hereditas ataukah faktor lingkungan atau keduanya?
B. PERKEMBANGAN FISIK DAN PERSEPTUAL ANAK SD
1. Perkembangan fisik
Dalam sebab ini akan ditunjukan sebuah fenomena pada perkembangan fisik dan perseptual anak SD, terlebih dahulu kita akan jelaskan apa itu perkembangan fisik dan apa yang dimaksud dengan perkembangan perseptual. Perkembangan fisik adalah perubahan kondisi fisik, fungsi fisiologis dan bentuk morfologis pada anak usia tertentu pada konteks anak SD yaitu pada rentang usia 6-12 tahun.
Anak usia SD berada ditengah-tengah antara anal usia dini dengan remaja. Pertumbuhan anak pada usia Sd cenderung untuk lebih lambat dan stabil jika dibandingkan pada anak usia dini dan anak pada masa pubertas. Anak SD kelas awal, kelas 1,2,3, 4 masih memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. Keseimbangan akan terbentuk pada anak SD kelas akhir yaitu pada kelas akhir yaitu kelas 5 dan 6. Proporsi dan bentuk tubuh anak Sd berdasarkan tipologi sheldon (hurlock, 1980) pada PPD. Ada 3 kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD, tiga bentuk primer tubuh tersebut adalah:
a) Endomorph, yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar
b) Mesomorph yamg kelihatan kokoh, kuat, dan lebih kekar
c) Ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemah, dan seperti tak berbobot.
Kondisi proporsi dan bentuk tubuh anak dapat memberikan dampak psikologis tertentu kepada anak. Kondisi proporsi tubuh yang kurang seimbang dan atau bentuk tubuh yang berkelainan dapat menumbuhkan sikap-sikap negatif berupa lelurangpuasan atau bahkan penolakan terhadap dirinya sendiri yang akan mempengaruhi terganggunyapembanguna konsep diri.
1. Perkembangan konseptual
Perseptual adalah proses pengenalan lingkungan dengan melalui indra/sistem syaraf yang mencoba mengenalkan anak pada lingkungannya. Menurut buku PPD ada 3 proses perseptual yang perlu dipahami yaitu sensasi, persepsi, dan atensi. Sensasi adalah penerimaan informasi oleh indra penerima. Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Sedangkan atensi adalah mengacu pada selektivitas pada persepsi.
Perseptual persepsion:
a. Visual (penglihatan mata
b. Pendengaran
Pada persepsi visual siswa SD dapat merekam suatu gambaran objek pada ingatan dan memvisualisasikan pada bentuk gambar dll. Persepsi pendengaran: kata/kalimat yang sering didengar yang selanjutnya akan terus teringat dan hafal. Konsepsi Visual itu memberi kemampuan menentukan ukuran, latar benda, gerakan dan letak. Konsepsi pendengar memberi kemampuan mendeteksi sumber suara, dll.

Wahab, H. Rochmat, dkk. 1999. Perkembangan Dan Belajar Peserta Didik. Jawa Tengah : Dikti.
Sobur,Alex,2009.Psikologi Umum,Bandung:Pustaka Setia.



Comments are closed.