Pola Asuh Orang Tua


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Pola Asuh Orang Tua

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Pola Asuh Orang Tua, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Pola Asuh Orang Tua

  • Contoh Soal Anggaran Produksi dan Penyelesaiannya
  • Hadits Tentang Larangan Korupsi dan Kolusi
  • Faktor Penyebab Terjadinya Monopoli
  • makalah tentang pajak kendaraan bermotor
  • Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
  • PENGERTIAN BERKAH
  • Makalah Manajemen Perpustakaan
  • Makalah Kecerdasan Matematis Logis
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Pola Asuh Orang Tua
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Pola Asuh Orang Tua.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Pola Asuh Orang Tua

    Pengertian Pola Asuh Orang Tua

    Pola asuh orang tua adalah perilaku orang tua dalam mendidik

    anak-anak mereka. Ada juga yang mengartikan pola asuh sebagai sikap orang tua terhadap anaknya. Berdasarkan kedua pengertian tersebut penulis mendefinisikan bahwa pola asuh adalah cara dan sikap serta perilaku orang tua dalam mendidik anak.

    Untuk membina atau mendidik anak tidaklah semudah membalik tangan, atau secara kebetulan saja, tetapi orang tua harus mengadakan kontak sosial dengan anak. dengan kontak sosial itulah akan menimbulkan tingkah laku lekat terhadap anaknya. Tingkah laku lekat merupakan tingkah laku yang khusus

    bagi bayi, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain, untuk mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang lain tersebut.

    Untuk menimbulkan tingkah laku lekat terhadap seseorang atau khususnya anak, maka ada faktor yang mempengaruhi, yaitu:

    a. Sering mengadakan reaksi terhadap tingkah laku anak, yang dimaksudkan yaitu untuk menarik perhatian dari anak tersebut.

    b. Sering membuat interaksi dengan anak secara spontan. Biasanya tingkah laku kelekatan tidak hanya pada satu orang saja, namun dapat timbul lebih banyak tergantung dari banyak sedikitnya orang yang mengasuh anak tersebut. Tetapi tingkah laku lekat yang utama biasanya yang ada di rumah tersebut.

    Dengan tingkah laku lekat inilah anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang yang dilekatinya, dan dari sinilah pola asuh orang tua mulai diberikan kepada anaknya.

    Macam-Macam Pola Asuh

    Ketika mendidik anak ditemukan bermacam-macam perilaku orang tua. Secara teoritis perilaku orang tua tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu otoriter, demokratis, laissez-faire.

    Masing-masing dari ketiga perilaku orang tua tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri dan berkaitan erat dengan peranan orang tua sebagai pendidik dalam hubungannya dengan pola asuh. Ketiga pola asuh tersebut dapat dijelaskan di bawah ini:

    1) Otoriter

    Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang diterapkan orang tua dengan bercirikan kekuasaan. Segala peraturan yang dianut oleh orang tua harus dikerjakan oleh anak dan tidak boleh dibantah, ciricirinya adalah sebagai berikut:

    (a) Anak harus mematuhi peraturan-peraturan orang tua dan tidak boleh membantah;

    (b) Orang tua cenderung mencari kesalahan-kesalahan pada pihak anak, dan kemungkinan menghukumnya;

    (c) Kalau terdapat perbedaan pendapat antara orang tua dengan anak, maka anak dianggap melawan atau membangkang;

    (d) Orang tua cenderung memberikan perintah dan larangan terhadap anak;

    (e) Orang tua cenderung memaksakan disiplin;

    (f) Orang tua cenderung menentukan segala sesuatu untuk anak, dan anak hanya sebagai pelaksana.

    2) Demokratis

    Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang diterapkan oleh orangtua secara fleksibel/luwes. Anak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan diikursertakan dalam pemecahan masalah yang muncul dalam keluarga juga dihadapi dengan tenang, sabar dan terbuka. Ciri-ciri dari perilaku tersebut adalah sebagai berikut :

    (a) Melakukan sesuatu dalam keluarga dengan cara musyawarah.

    (b) Menentukan peraturan-peraturan dan disiplin dengan mempertimbangkan keadaan, perasaan dan pendapat anak serta memberikan alasan-alasan yang dapat diterima, dipahami dan dimengerti oleh anak;

    (c) Kalau terjadi sesuatu pada anggota keluarga selalu dicari jalan keluarnya secara musyawarah, juga dihadapi dengan tenang, wajar dan terbuka;

    (d) Hubungan antara keluarga saling menghormati : pergaulan antara ibu dan ayah juga saling menghormati, demikian pula orang tua menghormati anak sebagai manusia yang sedang bertumbuh dan berkembang;

    (e) Ada komunikasi dua arah, yaitu anak juga dapat mengusulkan, menyarankan sesuatu pada orang tuanya dan orang tua mempertimbangkan;

    (f) Semua larangan dan perintah yang disampaikan kepada anak selalu menggunakan kata-kata yang mendidik, bukan menggunakan kata-kata kasar;

    (g) Memberikan pengarahan tentang perbuatan baik yang perlu dipertimbangkan dan yang tidak baik ditinggalkan;

    (h) Keinginan dan pendapat anak diperhatikan apabila sesuai dengan norma-norma dan kemampuan orang tua;

    (i) Memberikan bimbingan dengan penuh pengertian.

    3) Laissez-faire

    Orang tua bersikap percaya bahwa mereka selalu menganggap anak sebagai pribadi dan mendorong mereka dengan memberikan kebebasan penuh, bersikap longgar, tidak pernah menghukum maupun memberi ganjaran pada anak, kurang kontrol terhadap anak pada saat berada dirumah, kurang membimbing terhadap anak, anak lebih berperan daripada orangtua dalam menyelesaikan tugas atau masalah, kurang tegas, dalam memberikan peraturan dan kedisiplinan dan hanya berperan sebagai pemberi fasilitas maka tidak akan peduli terhadap kelakuan anak sehingga kurang adanya komunikasi. Pola asuh Laissez-faire memiliki ciriciri sebagai berikut:

    (a) Membiarkan anak bertindak sendiri tanpa memonitor dan membimbingnya;

    (b) Medidik anak acuh-tak acuh, pasif dan masa bodoh;

    (c) Terutama memberikan kebutuhan material saja;

    (d) Membiarkan saja apa yang dilakukan anak atau terlalu memberikan kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri tanpa ada aturan dan norma-norma yang digariskan oleh orang tua;

    (e) Kurang sekali keakraban dan hubungan yang hangat dalam keluarga.

    Ada tiga model pola asuh orangtua, yaitu: otoriter, demokratis dan permisif. Masing-masing pola asuh tersebut mempunyai ciri-ciri sebagaimana dijelaskan berikut ini:

    a. Pola Asuh Otoriter

    1) Tidak menerangkan kepada anak tentang alasan-alasan mana yang dapat dilakukan.

    2) Mengabaikan alasan-alasan yang masuk akal dan anak tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan.

    3) “Punishment” atau hukuman selalu diberikan pada perbuatan yang salah dan melanggar aturan.

    4) “Reward” atau penghargaan jarang diberikan pada perbuatan yang benar, baik dan berprestasi.

    b. Pola Asuh Demokratik

    1) Ada pengertian bahwa anak punya hak untuk mengetahui mengapa suatu aturan dikenakan kepadanya.

    2) Anak diberi kesempatan untuk menjelaskan mengapa ia melanggar peraturan sebelum hukuman dijatuhkan.

    3) “Punishment” diberikan kepada perilaku yang salah dan melanggar peraturan.

    4) “Reward” yang berupa pujian dan penghargaan diberikan kepada perilaku yang benar dan berprestasi.

    c. Pola Asuh Permisif

    1) Tidak ada aturan ketat dari orang tua, dan anak diperbolehkan melakukan sesuatu yang dianggap benar.

    2) “Punishment” tidak diberikan karena memang tidak ada aturan yang mengikat.

    3) “Reward” tidak diberikan untuk perilaku yang baik, karena ada anggapan bahwa persetujuan sosial sebagai reward.

    4) Ada pengertian bahwa perbuatan yang baik akan dipelajari dari perbuatan yang salah. Dalam hal ini anak tidak dituntut untuk bertindak untuk memperbaiki kesalahannya, namun orangtua membiarkan anak untuk merubahnya sendiri. Dengan demikian tanggung jawab anak terhadap diri mereka tidak menjadi besar.

    Istilah otoriter, demokratis dan permisif biasanya digunakan dalam kepemimpinan. Namun demikian istilah tersebut telah digunakan dalam layanan orang tua kepada anaknya yang disebut pola asuh.

    Ketiga pola asuh tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    a. Pola asuh otoriter, memiliki ciri-ciri: kaku, suka menghukum, tidak menunjukkan kasih sayang dan tidak simpatik.

    b. Pola asuh demokratik, memiliki ciri-ciri yaitu: hak dan kewajiban antara anak dan orang tua adalah sama, secara bertahap orang tua bermusyawarah dengan anaknya. Adanya saling memberi dan menerima, dan selalu mendengarkan keluhan-keluhan atau keberatan-keberatan yang dikemukakan oleh anak-anaknya.

    c. Pola asuh permisif, yaitu cenderung memberikan kebebasan kepada anak tanpa kontrol sama sekali, anak sedikit sekali dituntut suatu kewajiban atau tanggung jawab, mempunyai hak yang sama dengan orang tua.

    Disini kita bisa menyimpulkan ciriciri ketiga pola asuh tersebut dengan mendasarkan pada beberapa penjelasan di atas yaitu:

    1. Pola asuh otoriter

    – Pemaksaan kepada anak untuk memenuhi keinginan orang tua

    – Tidak ada kebebasan pada anak dalam menjalankan aktivitasnya

    – Adanya ancaman atau hukuman fisik

    – Jarang sekali memberikan pujian kepada anak

    – Orang tua berhak mengatur masa depan anak

    – Sering menakut-nakuti anak dengan ancaman

    2. Pola asuh demokratis

    – Mau meluangkan waktu kepada anak

    – Mambatasi anak terhadap bahaya yang dapat mengancam anak

    – Memberi toleransi waktu bermain anak

    – Memberikan hadiah kepada anak jika berprestasi.

    – Sering mendampingi anak-anak

    – Pemberian tugas kepada anggota keluarga sesuai dengan kemampuan.

    3. Pola asuh laizzes faire

    – Orangtua memberikan kebebasan kepada anak untuk berbuat

    sesuai keinginan mereka.

    – Memberikan kebutuhan meteri kepada anak.

    – Anggapan bahwa anak memiliki hak yang sama besarnya

    dengan orangtua.

    – Tidak ada hukuman kepada anak

    – Tidak ada pujian kepada anak.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Pola Asuh Orang Tua

cari di kotak pencarian ini