Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X

  • kumpulan judul skripsi sejarah kebudayaan islam
  • PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR DI KECAMATAN KURANJI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (STUDI DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN KURANJI)
  • SKRIPSI TENTANG PELAYANAN KESEHATAN PASIEN PESERTA JAMKESMAS
  • SKRIPSI HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KE JADIAN PENYAKIT MALARIA DI DESA X
  • SKRIPSI ANALISIS PENGARUH EKSPOR SEKTOR INDUSTRI DAN PENANAMAN MODAL ASING SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
  • SKRIPSI PTK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA KONSEP PENGENALAN HARDWARE (MATA PELAJARAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) – (KELAS VII)
  • SKRIPSI IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI TAMAN KANAK-KANAK
  • SKRIPSI PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X

    Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X Tahun Ajaran XXXX/XXXX

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah
    Permasalahan anak berkebutuhan khusus atau defabel, khususnya anak tuna rungu sangatlah kompleks dan menarik untuk dibicarakan. Salah satunya yaitu dalam dunia pekerjaan dimana setelah mereka lulus dari jenjang pendidikan formal maupun non formal nanti, mereka akan sulit mencari pekerjaan. Apalagi pada situasi sulit seperti sekarang ini, jumlah pencari kerja yang sangat besar tetapi lapangan pekerjaan yang tersedia juga terbatas serta masih rendahnya mutu ketrampilan yang dimiliki oleh para lulusan pendidikan formal maupun non formal. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang di ungkapkan oleh Munawir Yusuf (1997: 3) tentang masalah tenaga kerja yaitu :
    Tidak hanya masalah ledakan jumlah pencari kerja tetapi rendahnya mutu dan ketrampilan yang dimiliki oleh sebagian tenaga kerja yang ada sehingga kesempatan kerja yang ada sering tidak dapat di isi karena ketrampilan dan persyaratan yang dimiliki tenaga kerja tidak sesuai.
    Permasalahan lain yang timbul yaitu mereka harus dihadapkan pada kenyataan bahwa masyarakat (perusahaan) memang belum bisa meneriam sepenuhnya atau enggan menerima mereka untuk bekerja, karena masyarakat mempunyai asumsi bahwa penyandang cacat tidak memiliki skill atau kemampuan seperti orang normal. Untuk bekerja penyandang cacat dianggap kurang potensial dan efektif. Kalau hal tersebut terjadi secara terus menerus, maka akan terjadi persaingan yang tidak seimbang yang mana keadaan penyandang cacat akan semakin sulit.
    Akibatnya sebagian besar penyandang cacat akan menjadi pengangguran dan hidup mereka akan tergantung pada orang lain. Kalau keadaan tersebut terus dibiarkan sementara laju pertumbuhan penduduk tetap tinggi, maka akan berakibat jumlah pengangguran bertambah banyak. Sehingga akan berakibat timbulnya berbagai masalah social seperti kemiskinan dan kriminalitas. Untuk itu harus ada suatu upaya agar permasalahan diatas dapat ditanggulangi. Seperti hal nya meningkatkan kualitas pendidikan, mendirikan balai latihan kerja dsb. Dengan demikian maka defabel harus diberikan pendidikan atau latihan agar menjadi tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing, terlebih mengingat kondisi mereka dalam meraih kesempatan kerja selalu mendapat tantangan yang lebih besar seperti persaingan yang tidak seimbang, asumsi masyarakat yang negatif bahwa defabel kurang potensial dan efektif dalam bekerja sehingga perusahaan pun enggan memperkerjakan mereka kalaupun ada hanya sebagian kecil perusahaan yang mau atau bersedia menerima mereka untuk bekerja.
    Dalam Pembukaan Undang-Undang 1945 pasal 27 ayat 2 bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan layak bagi kemanusiaan”. Dari pasal tersebut saja dapat disimpulkan bahwa semua warga negara termasuk penyandang cacat berhak memperoleh proporsi atau kesempatan kerja yang sama dengan orang normal. Salah satu alternatif untuk menjawab permasalahan tersebut adalah membuka lapangan usaha untuk sendiri dan orang lain. Membuka usaha atau wiraswasta tentu tidaklah mudah, para penyandang cacat harus memiliki bekal atau kemampuan salah satunya kemampuan dalam ketrampilan atau karya, karena ketrampilan dapat dijadikan salah satu modal untuk berwiraswasta. Sepertinya pada saat ini sudah banyak sekolah sekolah khususnya sekolah yang menangani defabel yang memberikan pendidikan ketrampilan karena selain pendidikan formal yang wajib diberikan disekolah, pendidikan ketrampilan juga dirasa sangat penting. yang mana nanti defabel akan dilatih untuk bisa menguasai jenis ketrampilan tetentu.
    Sehingga ketika mereka lulus nanti, defabel sudah memiliki bekal sendiri. Mereka akan mau dan mampu berwiraswasta atau wirausaha sendiri ketika perusahaan tidak dapat menampung mereka untuk bekerja. Seperti pernyataan yang diungkapkan oleh Wasty Sumanto (1996:137) “Sekarang sekolah-sekolah kita dihadapkan pada suatu tantangan dan tuntutan jaman, dimana sekolah harus mulai berusaha mewujudkan manusia wiraswasta dilingkungan sekolah”. Dalam pelaksanaan Pembelajaran ketrampilan disekolah tidak terlepas dengan adanya kurikulum yang mengaturnya. Dalam melaksanakan pembelajaran ketrampilan ada dua hal yang harus mendapat perhatian yaitu proses dan hasil karya. Kegiatan proses membawa siswa kedalam penjelajahan dan pengalaman mengenai penemuan-penemuan baru yang tak habis-habisnya dengan dirinya, masyarakat serta ketrampilan dan hasil akhir dari kegiatan berkarya yang akan menghasilkan sesuatu yang akan memuaskan dirinya. Dalam hal ini siswa juga harus benar benar mengusai ketrampilan yang diajarkan secara baik, karena penguasaan ketrampilan sangat berhubungan terhadap pembentukan sikap siswa yang mana akan termotivasi dan terbentuk sikap mental yang baik dalam berwiraswasta. Ketika motivasi telah dimiliki oleh para siswa penyandang cacat maka niscaya kemandirian mentalitas akan terbentuk. Pendidikan ketrampilan merupakan salah satu bidang study yang mempunyai kekhususan yaitu disamping para siswa memperoleh pengetahuan ilmu siswa juga mendapat ketrampilan berbuat yang diakhiri dengan terwujudnya suatu karya. Jadi pendidikan ketrampilan merupakan salah satu usaha dan upaya untuk menimbulkan motivasi berkarya pada diri anak yang akhirnya anak sanggup menciptakan sesuatu yang bermanfaat atau berguna untuk dirinya dan orang lain. Dengan diberikannya pendidikan ketrampilan kepada anak menjadi dasar pengembangan bakat dan kemampuan diri sendiri dan dijadikan sarana untuk mencari nafkah yaitu dengan berwiraswasta. Oleh karena itulah penulis merasa perlu mengadakan penelitian mengenai HUBUNGAN PEMBELAJARAN KETRAMPILAN TERHADAP MOTIVASI BERWIRASWASTA DI SLB-B X.

    B. Identifikasi Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
    1. Permasalahan penyandang cacat khususnya anak tuna rungu sangat kompleks, salah satunya yaitu sulitnya mencari pekerjaan setelah mereka lulus pendidikan formal nanti hal ini disebabkan adanya persaingan yang tidak seimbang antara tenaga kerja cacat dengan tenaga kerja normal. Salah satu faktor pendorong yaitu asumsi masyarakat yang negatif bahwa penyandang cacat tidak mempunyai skill, kurang efektif dan efisien seperti orang normal sehingga perusahaan belum bisa sepenuhnya menerima tenaga kerja cacat.
    2. Dengan penyelenggaraan rehabilitasi karya yang berbentuk pengajaran atau pelatihan ketrampilan disekolah yang mana penyandang cacat akan dilatih agar bisa menguasai beberapa jenis ketrampilan tertentu, sehingga ketika penyandang cacat lulus dari sekolah, mereka sudah mempunyai bekal karena mampu berwiraswasta sebagai alternatif ketika mereka tidak diterima bekerja.
    3. Pembelajaran yang maksimal dan penguasaan ketrampilan pada diri siswa harus benar-benar dimiliki.karena sangat berhubungan pada pembentukan sikap siswa yang mana siswa akan menjadi termotivasi dan terbentuk sikap mental wiraswasta yang baik pula.

    C. Pembatasan Masalah
    Untuk memudahkan dalam pelaksanaan penelitian serta dapat menjawab permasalahan secara fokus dan mendalam. Maka masalah yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi. Adapun pembatasan masalah yang diajukan penulis adalah sebagai berikut :
    1. Objek penelitian meliputi : Pembelajaran ketrampilan, dan motivasi berwiraswasta
    2. Pembelajaran ketrampilan adalah suatu proses pembelajaran dengan memperkenalkan anak didik kepada dunia karya yang akan berguna dimasa yang akan datang.
    3. Motivasi berwiraswasta adalah suatu dorongan yang berhubungan dengan upaya seseorang untuk mencapai suatu tujuan agar dapat menjadi insan mandiri, produktif dan tidak bergantung pada orang lain yang mana terwujud dalam suatu wadah yaitu wiraswasta dengan bekal kemampuan yang telah dimiliki.

    D. Perumusan Masalah
    Agar masalah dalam penelitian dapat terjawab dengan baik, maka masalah harus dirumuskan dengan jelas dan bertitik tolak dari latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah diatas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah ada hubungan positif Pembelajaran Ketrampilan terhadap Motivasi Berwiraswasta di SLB B X tahun ajaran XXXX/XXXX?

    E. Tujuan Penelitian
    Sesuai dengan permasalahan tersebut diatas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan positif pembelajaran ketrampilan terhadap motivasi berwiraswasta di SLB-B X Tahun Ajaran XXXX/XXXX.

    F. Manfaat Penelitian
    Dalam penelitian hubungan antara pembelajaran ketrampilan terhadap motivasi berwiraswasta diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
    1. Kegunaan Teoritis :
    a) Untuk menambah khasanah pustaka khususnya yang menyangkut bidang pembelajaran ketrampilan dan motivasi berwiraswasta.
    b) Untuk memberikan gambaran akan arti pentingnya pembelajaran ketrampilan terhadap motivasi berwiraswasta.
    2. Kegunaan Praktis :
    a) Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pengarahan kerja bagi penyandang cacat agar sesuai bakat dan ketrampilan yang dimilikinya.
    b) Penelitian ini bisa dijadikan masukan SLB-B X untuk meningkatkan pendidikan ketrampilan yang sudah ada.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang Skripsi Hubungan Pembelajaran Ketrampilan Terhadap Motivasi Berwiraswasta Di SLB-B X

cari di kotak pencarian ini