SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN

  • kumpulan judul skripsi sejarah kebudayaan islam
  • PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR DI KECAMATAN KURANJI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (STUDI DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN KURANJI)
  • SKRIPSI TENTANG PELAYANAN KESEHATAN PASIEN PESERTA JAMKESMAS
  • SKRIPSI HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KE JADIAN PENYAKIT MALARIA DI DESA X
  • SKRIPSI ANALISIS PENGARUH EKSPOR SEKTOR INDUSTRI DAN PENANAMAN MODAL ASING SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
  • SKRIPSI PTK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA KONSEP PENGENALAN HARDWARE (MATA PELAJARAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) – (KELAS VII)
  • SKRIPSI IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI TAMAN KANAK-KANAK
  • SKRIPSI PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN

    SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN
     
     
    BAB I 
    PENDAHULUAN
     
    A. Latar Belakang Masalah
    Masa kanak-kanak awal merupakan masa emas perkembangan anak atau sering disebut dengan the golden age, dimana potensi anak dari manapun dia berasal berdasarkan riset terkini diyakini sangat luar biasa dan menakjubkan (sarwa potensi). Gambaran tentang potensi anak yang diyakini terpercaya, secara sederhana saat ini salah satunya ditunjukkan dengan teridentifikasi beberapa ragam kecerdasan anak. Hurlock (1978) menyatakan bahwa sedikitnya terdapat enam tugas perkembangan pada masa kanak-kanak awal ini, namun yang paling sulit bagi anak adalah belajar untuk berhubungan secara emosional dengan orang tua, saudara-saudara kandung dan orang lain. Hal ini berkaitan dengan ciri-ciri atau karakteristik anak yang bersangkutan. Seorang guru anak usia dini sewajarnya memahami bahwa komponen anak merupakan komponen terpenting dalam proses pengajaran. Karenanya proses pengajaran itu harus diciptakan atas dasar pemahaman siapa dan bagaimana anak tumbuh dan berkembang.
    Dengan kata lain kegiatan pembelajaran yang secara praktis dikembangkan guru di TK dituntut untuk berorientasi pada perkembangan anak (DAP) secara tepat, merujuk pada pemahaman yang mendalam (philosophy) tentang pentingnya pengejawantahan pengetahuan mengenai perkembangan anak ke dalam setiap keputusan pengembangan program dan praktek pembelajaran. Pendekatan selaras perkembangan mendasarkan pada pemahaman baik dimensi umur anak maupun dimensi individunya. Dengan pendekatan selaras perkembangan pembelajaran berorientasi pada apa yang anak sukai, anak harapkan atau anak inginkan. Pendekatan selaras perkembangan menghendaki pembelajaran menjadi lebih bersifat “child initiated, child-directed” dan “teacher-supported”. Ketiganya sebagai komponen esensial dalam pendekatan selaras perkembangan (Carol, 1995).
    Agar dapat mengintegrasikan tujuan, kegiatan dan perkembangan anak, guru harus (mutlak) memahami kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak. Jadi, kriteria utama bagi seorang guru jika ingin sukses menyandang gelar sebagai guru Taman Kanak-Kanak profesional adalah dengan membekali diri berupa kemampuan (kompetensi) untuk menyelami perkembangan dan karakteristik anak. Guru juga harus mampu menyediakan arahan dan bimbingan yang tepat bagi anak agar mereka dapat mengeksplorasi lingkungannya melalui setiap tahap perkembangan yang bermakna dan belajar dalam situasi yang menyenangkan, menarik, serta relevan dengan pengalaman mereka.
    Salah satu keterampilan yang penting untuk dikuasai anak pada masa kanak-kanak awal (prasekolah) adalah keterampilan sosial. Dengan mengembangkan keterampilan sosial sejak dini akan memudahkan anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga anak dapat berkembang secara normal dan sehat. Menurut teori Moeslichatoen (dalam yang diakses pada tanggal 24 Februari 2010) mengungkapkan keterampilan sosial pada anak usia prasekolah antara lain : membina dan menanggapi hubungan antar pribadi dengan anak lain secara memuaskan, tidak suka bertengkar, tidak ingin menang sendiri, berbagi kue dan mainan, juga sering membantu.

    Perkembangan sosial anak dimulai dari egosentrik, individual ke arah interaktif, dan kelompok. Perkembangan sosial yang meliputi dua aspek penting yaitu kompetensi sosial dan tanggung jawab sosial (Kostelnik, Soderman, & Waren : 1993). Kompetensi sosial menggambarkan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya secara efektif. Sedangkan tanggung jawab sosial antara lain ditunjukkan oleh komitmen anak terhadap tugas-tugasnya, menghargai perbedaan individual, memperhatikan lingkungannya, dan mampu menjalankan fungsinya sebagai warga negara yang baik. Tentu saja perkembangan sosial tersebut berjalan secara bertahap.

    Keterampilan sosial perlu dikuasai anak karena akan membekali anak untuk memasuki kehidupan sosial yang lebih luas baik di lingkungan rumah terlebih lagi di lingkungan sekolah yang akan segera dimasukinya. Lingkungan pertama tempat anak melatih keterampilan sosialnya selain di lingkungan keluarga adalah lingkungan sekolah dan pihak yang cukup berkompeten dalam mengenalkan bagaimana cara berinteraksi dengan lingkungan adalah guru TK. Oleh karena itu pembelajaran di TK pada tahap awal lebih dominan kegiatan individual dari pada kegiatan kelompok, akan tetapi kegiatan kelompok kecil dan klasikal juga penting untuk memperkenalkan kepada tentang keterampilan sosial. Adanya interaksi dengan anak yang lain, anak mulai mengenal adanya perbedaan pola pikir dan keinginan dari anak lainnya. Hal ini membuat egosentrismenya semakin berkurang, mengembangkan rasa empati dan melatih kerjasama.
    Namun berdasarkan hasil penelitian Wisnu Sri Hertinjung, Pratini, dan Wiwin Dinar Pratisti dalam penelitiannya yang berjudul Keterampilan Sosial Anak Pra Sekolah ditinjau dari Interaksi Guru-Siswa Model Mediated Learning Experience di TK Aisyiyah Pabelan kelompok B tahun 2007 menyatakan bahwa yang terjadi adalah orang dewasa jarang memberikan penguatan yang memadai kepada anak, sehingga mengakibatkan kurang berkembangnya keterampilan sosial anak. Banyak guru mengeluh tentang bagaimana cara menerapkan keterampilan sosial pada awal masuk sekolah, dikarenakan ada permasalahan sosial yang sering dialami seperti tidak mau di tinggal sedangkan orang tua harus bekerja, anak bermain sendiri karena tidak mempunyai teman bermain yang dikenal dan atau bersikap menang sendiri. Hal tersebut terjadi disebabkan lingkungan Taman Kanak-Kanak merupakan lingkungan baru bagi anak. Begitu juga teman-teman bermain yang belum anak-anak kenal. Di pihak lain guru pun memiliki banyak target yang harus dicapai dan seringkali lebih banyak memberikan perangsangan kognitif.
    Akan tetapi berbeda dengan keadaan di Taman Kanak-Kanak X dan TK Y di kabupaten X. Berdasarkan pengamatan peneliti dari 36 TK di X beberapa bulan sebelum penelitian di Taman Kanak-Kanak X dan TK Y dimana setiap hari sebagian besar anak tidak ditunggu oleh orang tuanya. Jadi orang tua hanya mengantar dan menjemput saja. Anak-anak bermain bersama-sama, mau diajak berkomunikasi dengan orang dewasa dan frekuensi bermusuhan yang sedikit. Selain dilihat Selain itu juga berdasarkan panduan pengembangan kegiatan selaras perkembangan guru yang berkualifikasi untuk bekerja menangani usia 4 sampai 6 tahun adalah guru yang berijazah sesuai program pendidikan anak-anak, dalam hal ini adalah S1 PAUD dan pernah mengikuti pelatihan tentang pendekatan selaras perkembangan.
    Prestasi yang pernah diraih oleh kedua TK tersebut juga cukup banyak baik dari guru ataupun anak. Hal ini berkat pengembangan bakat dan minat anak didik yang dilakukan oleh guru sendiri sehingga tersalurkan dengan baik dan memperoleh prestasi. Anak diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat yang didukung dengan sarana dan prasarana sekolah. Kedua TK tersebut mempunyai karakter yang berbeda, terlihat dalam penyusunan program kegiatan untuk menunjang dan menambah pengetahuan anak di luar sekolah. TK X dalam melaksanakan kegiatan tanpa didampingi oleh orang tua sehingga anak mandiri, disiplin dan mempunyai hubungan sosial yang baik dengan teman yang lain. Komite juga berjalan dengan baik. Begitu juga dengan TK Y dimana setiap minggu sekali mendapat pembinaan dari kepolisian untuk pengenalan aturan lalu lintas sehingga anak sudah mengenal aturan dan disiplin baik di dalam kelas ataupun di jalan raya.
    Berdasarkan dari hasil observasi tersebut diduga di TK X dan TK Y telah menggunakan pendekatan selaras perkembangan dalam pembelajaran keterampilan sosial.
    B. Rumusan Masalah
    Adapun rumusan masalah dalam penelitian deskripsi ini adalah sebagai berikut :
    1. Bagaimana gambaran implementasi pendekatan yang selaras perkembangan (DAP) dalam pembelajaran keterampilan sosial anak usia 4 sampai 6 tahun pada TK X dan TK Y.
    2. Apakah faktor yang menghambat implementasi DAP dalam pembelajaran keterampilan sosial anak usia 4 sampai 6 tahun pada TK X dan TK Y ?
    3. Apakah faktor yang mendukung implementasi DAP dalam pembelajaran keterampilan sosial anak usia 4 sampai 6 tahun pada TK X dan TK Y ?
    C. Tujuan Penelitian
    Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
    1. Memberikan gambaran tentang implementasi pendekatan selaras dengan perkembangan (DAP) dalam pembelajaran keterampilan sosial anak usia 4 sampai 6 tahun TK X dan TK Y pada saat pembelajaran.
    2. Menjelaskan tentang faktor penghambat pelaksanaan penerapan pendekatan selaras dengan perkembangan (DAP) dalam pembelajaran keterampilan sosial.
    3. Menjelaskan tentang faktor pendukung dari penerapan pendekatan selaras perkembangan (DAP) dalam pembelajaran keterampilan sosial.
    D. Manfaat Penelitian
    Dari hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat yang berarti bagi perorangan/institusi sebagai berikut :
    1. Manfaat Teoretis
    Pengembangan IPTEK, diharapkan memberikan kontribusi yang baik pada pengembangan ilmu pengetahuan berupa informasi tentang implementasi pendekatan selaras dengan perkembangan (DAP).
    2. Manfaat Praktis
    a. Bagi guru : dengan dilaksanakannya penelitian ini, menambah wawasan guru dan lebih memahami pendekatan selaras dengan perkembangan serta diharapkan dapat menerapkan ke anak didik.
    b. Bagi peneliti : penelitian ini akan memberi pengalaman serta menambah wawasan dalam memahami pendekatan selaras dengan perkembangan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.
    c. Bagi institusi : hasil penelitian ini akan memberi sumbangan yang baik bagi sekolah dalam rangka perbaikan sistem pembelajaran dan sebagai bentuk inovasi model pendek.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang SKRIPSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SELARAS PERKEMBANGAN (DAP) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 4 SAMPAI 6 TAHUN

cari di kotak pencarian ini