SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA

  • kumpulan judul skripsi sejarah kebudayaan islam
  • PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR DI KECAMATAN KURANJI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (STUDI DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN KURANJI)
  • SKRIPSI TENTANG PELAYANAN KESEHATAN PASIEN PESERTA JAMKESMAS
  • SKRIPSI HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KE JADIAN PENYAKIT MALARIA DI DESA X
  • SKRIPSI ANALISIS PENGARUH EKSPOR SEKTOR INDUSTRI DAN PENANAMAN MODAL ASING SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
  • SKRIPSI PTK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA KONSEP PENGENALAN HARDWARE (MATA PELAJARAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) – (KELAS VII)
  • SKRIPSI IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI TAMAN KANAK-KANAK
  • SKRIPSI PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA

    SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA (BAHASA INDONESIA KELAS I)

     
     
    BAB I
    PENDAHULUAN 
     
    A. Latar Belakang Masalah
    Berdasarkan isi yang tertuang dalam pasal 1 dan 2 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 24 tahun 2006 dalam Muslich (2009 : 15) tentang pelaksanaan peraturan menteri pendidikan nasional tentang Standar isi dan standar kompetensi, mulai tahun 2006 semua tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah harus mengembangkan dan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi yang telah ditetapkan pemerintah secara kreatif dan sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatikan panduan yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
    Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Chasmijatin 2008 : 6-8). Dalam kurikulum 2006, terdapat tugas guru sebagai pembuat tujuan pembelajaran. Tugas guru dalam membuat tujuan pembelajaran adalah menjabarkan kompetensi yang ada dalam kurikulum ke dalam indikator, yang diperkirakan dapat membawa siswa mencapai kompetensi dasar tersebut. Hal ini tidaklah mudah karena setiap mata pelajaran memiliki karakteristik yang berbeda. Karakteristik mata pelajaran merupakan pertimbangan dalam penentuan tujuan pembelajaran, karena masing-masing mata pelajaran memiliki ciri-ciri yang berbeda satu sama lain (Chasmijatin 2008 : 7-9).
    Karakteristik bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang menekankan pada keterampilan berbahasa dan belajar sastra. Belajar berbahasa adalah berkomunikasi. Sedangkan belajar sastra adalah belajar menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan. Berdasarkan fungsi dan tujuannya maka pembelajaran bahasa diarahkan dalam ruang lingkup mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis (Chasmijatin 2008 : 7-9).
    Menurut Zuchdhi dan Budiasih (2001 : 56) membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa tulis yang reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca, seseorang akan dapat memperoleh informasi, memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman baru. Pembelajaran membaca mempunyai peranan penting dalam meningkatkan diri. Pembelajaran membaca di kelas I dan II merupakan pembelajaran membaca tahap awal. Keterampilan membaca ini disebut membaca permulaan. Keterampilan membaca yang diperoleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap keterampilan membaca selanjutnya dan juga sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran.
    Keberhasilan pembelajaran selain ditentukan oleh faktor kemampuan, motivasi dan keaktifan peserta didik serta fasilitas belajar juga sangat tergantung dari keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh seorang guru sebagai fasilitator bagi siswa. Keterampilan mengajar yang dimaksud meliputi keterampilan menjelaskan, bertanya, menggunakan variasi, memberi penguatan, membentuk kelompok kecil dan besar, membuka dan menutup pelajaran, mengelola kelas dan keterampilan memimpin diskusi (Sumantri dan Permana 2001 : 229).
    Salah satu keterampilan guru adalah keterampilan penggunaan variasi. Keterampilan penggunaan variasi adalah kemampuan guru menggunakan bermacam kemampuan untuk mewujudkan tujuan belajar peserta didik sehingga mengatasi kebosanan dan menimbulkan minat, gairah serta aktivitas belajar yang efektif. Salah satu contoh keterampilan penggunaan variasi adalah variasi dalam penggunaan media dan penggunaan model pembelajaran yang sesuai dengan siswa (Sumantri dan Permana 2001 : 237).
    Dalam proses belajar mengajar di kelas terdapat keterkaitan yang erat antara guru, siswa, sarana dan prasarana. Guru mempunyai tugas untuk memilih model dan media yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan (Muslich 2009 : 221). Menurut Rifa’i dan Anni (2010 : 238) menyatakan bahwa salah satu landasan pemikiran dari pendekatan kontekstual adalah pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta yang tak terpisah, namun menerapkan keterampilan yang dapat diterapkan.
    Menurut Joys (dalam Trianto 2007 : 5) setiap model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dengan menguasai berbagai model pembelajaran maka seorang guru mendapat kemudahan dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga tujuan yang akan dicapai sesuai dengan yang diharapkan (Trianto 2007 : 10).
    Adanya keterbatasan-keterbatasan seperti keterbatasan fisik, psikologis, kultural maupun lingkungan dapat menyebabkan proses pembelajaran menjadi tidak maksimal. Untuk meredam, memperkecil, mengatasi atau menghilangkan beragam keterbatasan tersebut dapat digunakan alat perantara yang disebut media pengajaran (Sumantri dan Permana 2001 : 156).
    Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dantes, dkk. tahun 2004 (dalam Muslich 2009 : 6) menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang kurikulum berbasis kompetensi masih rendah. Hanya 1,2 % sekolah yang menyatakan bahwa guru sudah sangat paham dengan kurikulum berbasis kompetensi. Hal tersebut berdampak pada tataran operasional. Selain itu ada penelitian dari Drost (2005) yang menyatakan bahwa di berbagai sekolah guru tidak siap dengan penerapan KBK. Dalam praktiknya, guru masih bingung mengajar dengan model KBK. Salah satu kesalahan adalah guru hanya mengartikan dengan apa adanya isi materi dari standar isi. Padahal seharusnya guru tersebut mengkaji terlebih dahulu isi materi dari standar isi mata pelajaran bahasa Indonesia.

    Guru melaksanakan materi dari standar isi tanpa mengembangkannya berdasarkan pembelajaran dan standar kompetensi selanjutnya. Pada akhirnya pula guru hanya menggunakan model yang menekankan keaktifan guru, sehingga pembelajaran tersebut menjadi kurang variatif, kreatif, dan inovatif. Pembelajaran yang dilakukan guru juga terkotak-kotak dalam mata pelajaran, padahal anak pada usia 7-11 yang masih belum bisa memisah-misahkan suatu mata pelajaran. Siswa menjadi kurang tertarik materi pada membaca, sehingga murid tidak tertarik pada pembelajaran secara keseluruhan.

    Contoh pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di atas, merupakan gambaran yang sedang terjadi di SDN X. Berdasarkan refleksi awal yaitu dari observasi peneliti tentang keterampilan guru di SDN X, guru masih belum menggunakan 8 keterampilan mengajar dengan maksimal. Keterampilan yang sudah mereka terapkan adalah keterampilan menjelaskan berupa ceramah yang menuntut siswa diam dan mendengarkan penjelasan dari guru. Guru juga kurang dalam keterampilan menggunakan variasi dalam pembelajaran. Terlihat saat pembelajaran, siswa menjadi cepat bosan karena guru tersebut tidak menggunakan media atau model pembelajaran lain selain ceramah. Selain itu guru juga kurang dalam menggunakan keterampilan memberi penguatan, baik verbal maupun nonverbal. Lebih banyak memberikan hukuman terhadap siswa.

    Baca Juga:

    1. Makalah SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
    2. PENGERTIAN BERKAH
    3. Makalah Manajemen Perpustakaan
    4. Makalah Kecerdasan Matematis Logis
    5. Makalah Dasar-dasar memahami Tauhid
    6. Makalah Manusia Sebagai Khalifah
    7. Makalah Etika Tidur Sesuai Sunnah
    8. Sejarah Bahasa Indonesia dan Perkembangannya, Lengkap!
    9. Pengertian Manajemen dan Fungsi Manajemen, Lengkap!
    10. Tarif dan Cara Panggilan SLI ke Hongkong Indosat Ooredoo
    11. Pengertian Lemak dan Fungsi Lemak, Lengkap!
    12. Pengertian Hormon dan Fungsi Hormon, Lengkap!
    13. Pengertian Sistem Operasi, Fungsi Sistem Operasi, dan Contohnya
    14. Pengertian Darah, Fungsi Darah, dan Komponennya
    15. Android RAM 6GB Vivo Xplay 5 – Pertama Di Dunia
    16. Pengertian Bioteknologi Modern dan Konvensional, Lengkap!
    17. Pengertian Biosfer Lengkap!
    18. Pengertian Banjir, Penyebab Banjir, dan Akibat Banjir, Lengkap!
    19. Pengertian Pancasila, Fungsi Pancasila, dan Arti Lambang Pancasila
    20. Pengertian Diskusi, Macam-Macam Diskusi, dan Metode Diskusi
    21. Pengertian Algoritma dan Contoh Algoritma, Lengkap!
    22. Harga Paket Internet Bulanan Indosat Ooredoo
    23. Pengertian Kultur Jaringan dan Manfaat Kultur Jaringan Lengkap!
    24. Pengertian Planet, Macam-Macam Planet, dan Ciri-Ciri Planet
    25. Pengertian Organisasi, Struktur Organisasi, Tujuan, Teori, Ciri-Ciri, dan Manfaat
    26. Kunci Jawaban Soal Sejarah Indonesia Bab 5 Part 2
    27. Kunci Jawaban Soal Sejarah Indonesia Bab 5 Part 1
    28. Haruskah Aku Terus Mengemis Pada Mereka Yang Berpunya?
    29. Kopi dan Cerita Yang Nikmat
    30. Pernahkah Kau Merindukan Seseorang Yang Kau Benci?
    Ketidakmaksimalan penggunaan 8 keterampilan guru tersebut membuat aktivitas siswa menjadi tidak maksimal pula. Lebih dari 50% siswa melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan pembelajaran. Ada siswa yang berbicara dengan temannya dengan topik yang tidak sesuai pelajaran, ada siswa yang bermain sendiri di bangku belakang, ada siswa yang memperhatikan pada hal-hal yang di luar pembelajaran, ada siswa yang mengganggu siswa lain sehingga memecah konsentrasi siswa lainnya. Selain itu terdapat siswa yang memperhatikan namun saat diberikan pertanyaan yang sesuai pembelajaran tidak bisa menjawab.
    Hal di atas yang akhirnya membuat nilai pembelajaran pada umumnya dan nilai pembelajaran bahasa Indonesia pada khususnya terutama keterampilan membaca menjadi kurang. Berdasarkan pengambilan nilai awal dari 39 siswa terdapat 57% siswa yaitu 22 siswa mendapat nilai di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum). Yang dapat dirinci 33,6% yaitu 17 siswa nilainya di bawah 50, 6 siswa yaitu 15,4% mendapat nilai 50-64. Terdapat 5% yaitu 2 siswa yang mendapat nilai 65-85. Dan siswa yang mendapat nilai 86-100 ada 36% yaitu 16 siswa. Selain nilai awal juga terdapat data-data dokumen yang dimiliki guru sebelum dilakukan penelitian. Setelah dianalisis dari hasil penilaian membaca tersebut siswa sulit mengucapkan r, q, j, y, v, z. Ada pula yang tidak bisa membedakan huruf n dan m, huruf b, p, d,. Serta sering salah mengucapkan f, p, v.
    Melalui diskusi serta pembahasan bersama bahwa keterampilan membaca siswa sangatlah kurang hal ini disebabkan media yang menarik serta kurang inovatifnya guru, sehingga siswa kurang aktif dan malas mendengarkan. Hal ini didukung dari data pencapaian hasil observasi dan evaluasi keterampilan membaca siswa kelas 1 masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditetapkan sekolah yaitu 65. Dengan melihat data hasil belajar dan pelaksanaan mata pelajaran bahasa Indonesia serta pembelajaran lainnya yang diadakan secara terpisah-pisah dan terkotak-kotak, maka perlu diadakan peningkatan kualitas proses pembelajarannya, agar siswa sekolah dasar dapat meningkatkan keterampilan membaca, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
    Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebelumnya dari SDN X yang lebih dari 50% siswanya belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum). Untuk memecahkan masalah pembelajaran tersebut, tim kolaboratif menetapkan alternatif tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yang dapat mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan kreativitas guru. Maka tim kolaboratif menetapkan salah satu model pembelajaran yang holistik. Yaitu dengan model pembelajaran terpadu dengan media audio visual. Pada pendekatan ini menekankan bahwa pembelajaran harus disajikan secara utuh atau tidak terpisah-pisah. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan dan menyesuaikan pemberian konsep sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Pendekatan ini menolak teori drill system sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak (Depdikbud dalam Trianto 2009 : 7). Pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan dengan cara mengajarkan beberapa materi pelajaran disajikan tiap pertemuan. Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna kepada anak didik. Anak akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengamatan langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang mereka pahami (Trianto 2009 : 7).
    Selain model pembelajaran yang sesuai harus pula memilih media yang dapat mengaktifkan siswa. Media Audio Visual adalah media yang bukan hanya dapat dipandang ataupun diamati namun juga dapat didengar (Sumantri dan Permana 2001 : 161). Media ini memberikan pengalaman belajar secara visual dan audio sehingga daya tangkap siswa menjadi lebih tinggi.
    B. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah
    1. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Bagaimanakah cara meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1 SDN X ?
    Adapun rumusan masalah tersebut dapat dirinci sebagai berikut :
    a. Apakah aplikasi model pembelajaran terpadu dengan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran ?
    b. Apakah aplikasi model pembelajaran terpadu dengan media audio visual dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran ?
    c. Apakah aplikasi model pembelajaran terpadu dengan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1 SDN X ?
    2. Pemecahan Masalah
    Untuk memecahkan masalah pembelajaran pada siswa kelas 1 SDN X maka dapat diterapkan model pembelajaran terpadu dengan media audio visual. Karena dalam merencanakan dan melaksanakan program pembelajaran, guru sekolah dasar perlu menekankan pada prinsip keterpaduan atau integrasi. Hal ini disebabkan anak-anak lebih mudah menguasai keseluruhan lebih dulu, baru kemudian memahami detail atau rincian. Keterpaduan tersebut meliputi keterpaduan dalam bidang studi itu sendiri ataupun keterpaduan antara bidang studi satu dengan yang lain (Sumantri dan Permana 2001 : 161).
    Pada dasarnya langkah-langkah (sintaks) pembelajaran terpadu mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap model pembelajaran yang meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, tahap evaluasi (Prabowo dalam Trianto 2009 : 15). Menurut Prabowo (Trianto 2009 : 17), langkah-langkah (sintaks) pembelajaran terpadu secara khusus dapat dibuat tersendiri berupa langkah-langkah baru dengan ada sedikit perbedaan sebagai berikut :
    a. Tahap Perencanaan
    1) Menentukan Kompetensi Dasar
    2) Menentukan Indikator dan Hasil Belajar
    b. Langkah yang ditempuh Guru
    1) Menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai siswa.
    2) Menyampaikan konsep-konsep pokok yang akan dikuasai oleh siswa.
    3) Menyampaikan keterampilan proses yang akan dikembangkan.
    4) Menyampaikan alat dan bahan yang dibutuhkan
    5) Menyampaikan pertanyaan kunci
    c. Tahap Pelaksanaan
    1) Pengelolaan kelas
    2) Kegiatan proses
    3) Kegiatan pencatatan data
    4) Diskusi
    d. Evaluasi
    1) Evaluasi proses
    2) Evaluasi hasil
    3) Evaluasi psikomotorik
    C. Tujuan Penelitian
    1. Tujuan Umum
    Adapun tujuan umum penelitian ini adalah :
    – Untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa kelas I SDN X.
    2. Tujuan Khusus
    Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah :
    a. Meningkatkan keterampilan guru dengan aplikasi model pembelajaran terpadu dengan media audio visual dalam pembelajaran
    b. Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan aplikasi model pembelajaran terpadu dengan media audio visual
    c. Meningkatkan keterampilan membaca melalui aplikasi model pembelajaran terpadu dengan media audio visual
    D. Manfaat Penelitian
    1. Manfaat Teoritis
    a. Memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan
    b. Dijadikan sebagai salah satu acuan dalam kegiatan pembelajaran membaca permulaan
    2. Manfaat Praktis
    a. Siswa
    Dengan penerapan model pembelajaran terpadu dengan media audio visual siswa dapat menerima pembelajaran bahasa yang utuh. Serta menerima pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa, meningkatkan aktivitas belajar siswa, meningkatkan hasil belajar siswa.
    b. Guru
    Dengan menerapkan model pembelajaran terpadu dan media audio visual adalah meningkatkan kreativitas guru, meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran dan meminimalisasi hambatan dalam pembelajaran, serta memberikan acuan terhadap masalah yang sama dengan yang dihadapi.
    c. Lembaga
    Dengan menerapkan model pembelajaran terpadu dengan media audio visual maka keterampilan membaca permulaan siswa meningkat dan juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Maka lembaga tersebut akan meningkat pula kredibilitasnya.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA

cari di kotak pencarian ini