SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG

  • SKRIPSI PTK PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM
  • TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN MEDIA GAMBAR (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA)
  • SKRIPSI PTK PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK DENGAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK
  • SKRIPSI PTK UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKN MELALUI METODE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS VII SMPN X (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN)
  • TESIS PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI DENGAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA)
  • SKRIPSI PTK PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK TK MELALUI METODE SIMULATION GAME DENGAN MEDIA FLASHCARD (PGTK)
  • JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
  • JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) 2
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG

    SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG (PGTK)

     
     
    BAB I 
    PENDAHULUAN
     
    A. Latar Belakang Masalah
    Bahasa merupakan alat komunikasi manusia yang digunakan untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa setidaknya setiap orang akan mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan aktivitas berpikir dan perasaannya yang dapat dipahami dan dimaknai bersama oleh orang yang mendengarkannya (Yusuf, 2000)
    Pengembangan bahasa merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki anak, sesuai dengan usia dan karakteristik perkembangannya, mengingat bahasa merupakan pusat dari pengembangan aspek-aspek lainnya (Dhieni dkk, 2005).
    Pendidikan bahasa untuk anak merupakan upaya sadar dalam meningkatkan kemampuan bahasa bagi anak, agar anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya (Somantri, 2000). Santrock (2002) mengemukakan bahwa masa anak-anak merupakan periode yang sangat penting untuk belajar bahasa, jika pengenalan bahasa tidak dilakukan sebelum masa remaja maka seumur hidup anak akan mengalami ketidakmampuan dalam menggunakan tata bahasa yang baik. Untuk itu pengenalan bahasa pada anak sejak usia dini dapat membantu anak untuk memperoleh keterampilan bahasa yang lebih baik. (Adamson; Schegloff dalam Santrock, 2002).
    Perkembangan bahasa pada anak usia dini meliputi keterampilan mendengar atau menyimak, berbicara, membaca dan menulis sebagaimana yang terdapat di dalam kurikulum TK tahun 2004. Sedangkan menyimak merupakan awal dari keterampilan bahasa lainnya, karena di dalam kompetensi hasil belajar anak harus terlebih dahulu mampu mendengar sebelum berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya.
    Sutanto (2001) menandaskan juga bahwa kemampuan bahasa dipelajari dan diperoleh anak usia dini secara alamiah untuk beradaptasi dengan lingkungannya, sebagai alat sosialisasi. Sutanto (2001) menjelaskan bahasa merupakan suatu cara merespons orang lain sehingga keterampilan berbahasa dengan cara menyimak sangat dibutuhkan untuk anak-anak taman kanak-kanak. Karena pada anak-anak usia dini ini, bila kemampuan menyimaknya sudah baik dan benar, merupakan modal bagi mereka dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang akan didapatinya kelak di kemudian hari.
    Agustin (2008 : 74) berpendapat bahwa kecerdasan bahasa merupakan kecerdasan manusia pertama yang sangat diperlukan untuk bermasyarakat, baik dalam bentuk berbicara, membaca maupun menulis. Di dalam berbicara memungkinkan anak menyebutkan objek nyata yang ada di sekitarnya, biasanya terhadap perkembangan jiwa sesuai dengan pengalaman hidup dan kecerdasan anak (Abdul Azis, 2005 : 35).
    Musfiroh (Agustin 2008 : 35) , berpendapat bahwa anak yang cerdas dalam linguistik memiliki keterampilan menyimak yang baik, cepat menangkap informasi melalui bahasa, serta mudah menghafal pesan, kata-kata lirik, bahkan sampai hal terkecil seperti nama, tempat dan tanggal. Menyimak sebagai salah satu sarana penting penerimaan komunikasi.
    Keterampilan menyimak merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung, dan merupakan komunikasi tatap muka menurut Brooks; 1964 (Henry G. Tarigan, 1986 : 3). Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengar lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (Sutanto, 2001).
    Menurut Subyakto (2005 : 21) , proses menyimak dari anak usia dini memerlukan sejumlah kemampuan sebagai berikut :
    “Setiap anak yang terlibat dalam proses menyimak harus menggunakan sejumlah kemampuan. Pada saat menyimak menangkap bunyi bahasa, anak harus menggunakan kemampuan memusatkan perhatian, bunyi yang ditangkap perlu di identifikasi. Di sini diperlukan kemampuan linguistik, bunyi yang sudah di identifikasi itu, harus di identifikasi dan di pahami maknanya, dalam hal ini anak harus menggunakan kemampuan linguistik dan non linguistik , makna yang sudah di identifikasi dan dipahami harus pula ditelaah, dikaji, dipertimbangkan dan di kaitkan dengan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki anak. Pada situasi ini diperlukan kemampuan mengevaluasi, melalui kegiatan menilai ini, maka si penyimak sampai pada tahap mengambil keputusan apakah dia menerima, meragukan, atau menolak isi bahan simakan. Kecermatan menanggapi isi bahan simakan membutuhkan kemampuan mereaksi atau menanggapi”
    Proses kegiatan belajar mengajar, anak harus banyak terlibat langsung dalam proses menyimak dan berusaha untuk memahami apa yang mereka simak, kemampuan menyimak anak bervariasi, dan guru hendaklah mampu memilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan mereka.

    Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menyimak, anak harus sering mengikuti aktivitas berbahasa lisan dan sering berlatih menyimak dalam berbagai macam situasi. Kemampuan memusatkan perhatian sangat penting dalam menyimak, baik sebelum, sedang maupun setelah proses menyimak berlangsung (Subyakto, 2005 : 21). Artinya kemampuan memusatkan perhatian selalu diperlukan dalam setiap fase menyimak. Memusatkan perhatian pada sesuatu berarti yang bersangkutan memusatkan pikiran dan perasaannya pada objek itu. Disamping kemampuan memusatkan perhatian, masih ada satu kemampuan lagi yang diperlukan dalam setiap fase menyimak, yakni kemampuan mengingat. Kemampuan mengingat digunakan untuk hal-hal yang akan disampaikan, pada saat menyimak berlangsung kemampuan mengingat digunakan untuk mengingat bunyi yang sudah didengar untuk mengidentifikasi dan menafsirkan makna bunyi bahasa.

    Kendala yang ada dalam proses kegiatan menyimak di taman kanak-kanak, dikarenakan selama ini guru belum menguasai teknik yang menarik dan efektif dalam pembelajaran menyimak. Guru berperan sangat besar dalam meningkatkan kemampuan menyimak, tanpa guru sadari bahwa pembelajaran saat ini lebih menekankan kepada keterampilan membaca dan menulis saja, semua ini tuntutan dari para orang tua yang menginginkan anaknya menjadi orang yang pandai. Dalam hal ini orang tua mengabaikan kemampuan menyimak, padahal kemampuan menyimak merupakan landasan kemampuan membaca dan menulis.
    Mendongeng sebagai salah satu dari pembelajaran bahasa tidak bisa lepas dari dunia anak-anak. Di Taman Kanak-kanak mendongeng dijadikan sebagai kegiatan pembelajaran sehari-hari atau kegiatan terencana, yang dalam kegiatan sehari-harinya mendongeng dapat dilakukan secara spontan/berdasarkan keinginan anak, sesuai dengan rencana pembelajaran atau sebagai media evaluasi bagi anak, yang mana anak memperoleh pengalaman atau pengetahuan mengenai hal yang telah anak dengar dari isi dongeng tersebut.
    Sarana dalam mengekspresikan, ide, gagasan dan pengalaman-pengalaman yang telah dialami, kegiatan mendongeng memiliki peranan yang sangat penting untuk perbendaharaan kosa kata anak, sehingga perbendaharaan kosa kata anak bertambah melalui dongeng yang dibacakan oleh guru atau orang tua. Hal tersebut di dukung oleh Dawson dalam Tarigan (1980) dalam penelitiannya, bahwa “Kosa kata mengenai bahan bacaan haruslah diajarkan secara langsung, seandainya muncul kata-kata yang baru dalam buku bacaan atau dongeng siswa, maka guru menjelaskan kepada anak agar anak memahami arti dari kata tersebut”
    Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di TK X, terlihat bahwa masih terdapat masalah yang berkaitan dengan rendahnya keterampilan menyimak anak di Taman Kanak-kanak tersebut. Hal ini terlihat dari beberapa indikasi berikut : Masih kurangnya minat anak dalam pembelajaran di bidang pengembangan bahasa terutama menyimak, kurangnya perhatian anak terhadap pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, hal ini terlihat dari beberapa anak tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru setelah pembelajaran selesai dan belum dapat mengingat pesan atau pelajaran yang disampaikan gurunya.
    Menyimak adalah proses penerimaan, maka sangatlah sulit bagi guru untuk mengetahui apa yang sedang dialami anak didiknya (Tarigan 1986). Guru terkadang menemukan kesulitan untuk menciptakan suasana kelas di mana anak-anak dapat memperoleh hasil yang maksimal dari kemampuan menyimak mereka. Jika guru-guru beranggapan bahwa tugas mereka adalah untuk mengendalikan tingkah laku anak-anak, maka para guru akan menemukan kesulitan dalam menciptakan suasana informal yang penting bagi anak-anak berbicara dan mendengarkan sesamanya. Dalam hal ini guru mencoba menggunakan atau menerapkan metode mendongeng untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada anak, sehingga anak tidak bosan atau jenuh dengan penyampaian materi dalam bidang pengembangan bahasa dengan berlatih berbicara serta menyimak secara aktif.
    B. Rumusan Masalah
    Permasalahan utama dalam penelitian ini difokuskan pada pembahasan “bagaimana meningkatkan kemampuan menyimak pada anak Taman Kanak-kanak melalui metode mendongeng ?”.
    Permasalahan tersebut diuraikan dalam bentuk rincian pertanyaan penelitian sebagai berikut :
    1. Bagaimana kondisi awal kemampuan menyimak anak di TK X ?
    2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode mendongeng untuk meningkatkan kemampuan menyimak anak ?
    3. Bagaimana kemampuan menyimak pada anak di TK X setelah menggunakan metode mendongeng ?
    C. Tujuan Penelitian
    Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai peranan aktivitas mendongeng dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak. Adapun secara lebih khusus penelitian ini bertujuan sebagai berikut :
    1. Mengetahui kondisi awal kemampuan menyimak anak di TK X.
    2. Mengetahui langkah-langkah pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode mendongeng terhadap peningkatan kemampuan menyimak anak TK X.
    3. Mengetahui dan memperbaiki kemampuan menyimak/mendengar anak setelah pelaksanaan pembelajaran metode mendongeng di terapkan di TK tersebut.
    D. Manfaat Penelitian
    1. Manfaat Teoritis
    Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan atau acuan untuk menyusun langkah-langkah yang efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak melalui metode mendongeng dalam pengembangan bahasa, khususnya untuk anak usia TK.
    2. Manfaat Praktis
    Secara praktis, hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak :
    a. Guru Taman Kanak-kanak. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi inovasi terhadap upaya-upaya peningkatan kualitas pengembangan kemampuan berbahasa khususnya dalam menyimak pada anak TK. Dan juga lebih memperhatikan kebutuhan anak dalam menyampaikan materi pembelajaran yang akan disampaikan.
    b. Bagi anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menyimak dalam belajar, dapat berpikir kritis serta melatih keterampilan belajar dan juga dapat menerima isi atau pesan yang tersirat dalam proses pembelajaran.
    c. Pihak Sekolah. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan masukan dalam pengadaan fasilitas sarana, prasarana, media, dan sumber belajar yang belum tersedia.
    d. Orang Tua. Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi dan masukan bahwa dengan sering membacakan dongeng atau cerita kepada anak dapat meningkatkan keterampilan berbahasa khususnya mendengar, sehingga anak lebih cepat dan lebih baik lagi dalam meningkatkan kemampuan berbicara.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI METODE MENDONGENG

cari di kotak pencarian ini