SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF

  • SKRIPSI PTK PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM
  • TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN MEDIA GAMBAR (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA)
  • SKRIPSI PTK PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK DENGAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK
  • SKRIPSI PTK UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKN MELALUI METODE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS VII SMPN X (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN)
  • TESIS PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI DENGAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA)
  • SKRIPSI PTK PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK TK MELALUI METODE SIMULATION GAME DENGAN MEDIA FLASHCARD (PGTK)
  • JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
  • JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) 2
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF

    SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF (PGTK)

    BAB I 
    PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang Masalah
    Anak usia dini merupakan anak yang berada pada rentang usia dari 0 sampai dengan usia 8 tahun (Solehuddin, 1997 : 23). Rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu merupakan ciri yang menonjol pada anak usia ini. Anak usia prasekolah adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan sangat pesat dan sangat mendasar dalam kehidupannya (Solehuddin, 1997 : 42).
    Pada hakekatnya Taman Kanak-kanak adalah tempat anak-anak bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Program pendidikan prasekolah bukan usaha percepatan untuk menguasai pelajaran. Atas dasar konsep bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain dengan berbagai alat bantu belajar serta metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan minat, kemampuan serta tingkat perkembangan anak (Depdikbud dalam Desfina, 2005 : 2).
    Sasaran yang diarahkan pada anak usia taman kanak-kanak lebih pada pengembangan berpikir dan kreativitas anak secara optimal. Anak usia prasekolah merupakan anak usia bermain, dimana bermain dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor, karena bermain merupakan suatu kebutuhan bagi anak. Hal ini juga diungkapkan oleh Abdurrahman (Yulianti, 2006 : 30) bahwa “Anak pada usia dini merupakan awal pertumbuhan perkembangan pribadi yang dipusatkan pada kreativitas, melalui bermain adalah bentuk ekspresi kreatif bebas yang sangat esensial bagi anak yang tumbuh melalui kesenian”.
    Kreativitas dapat dipandang dari perspektif yang berbeda berdasarkan latar belakang disiplin ilmu. Pada umumnya orang mendefinisikan kreatif sebagai daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan, daya imajinasi, maupun hasil karya. Pendapat tersebut sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Munandar (1992 : 33) bahwa :

    Kreativitas adalah kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.

    Kreativitas perlu dikembangkan dalam pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Seperti yang dikemukakan oleh Hasan (Hayati, 2011 : 2) :

    Pendidikan adalah suatu proses pengembangan dasar atau pengembangan bakat/kreativitas anak, dan proses tersebut berjalan sesuai dengan hukum-hukum perkembangan. Bakat atau kreativitas anak tidak datang secara stimulan atau tiba-tiba, melainkan tumbuh dan berkembang sesuai dengan hukum alam yang ada, bahwa manusia tumbuh dan berkembang setahap demi setahap.

    Pendapat lain dikemukakan oleh seorang psikolog terkenal Erikson (Mariyana, 2008 : 2) mengatakan bahwa masa usia tiga setengah tahun hingga enam tahun adalah masa penting bagi seorang anak untuk mengembangkan kreativitasnya.
    Berkenaan dengan hal tersebut, kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anak salah satunya yaitu dengan tari. Menurut pakar tari yaitu Soedarsono (Desfina, 2005 : 4) tari adalah ungkapan perasaan jiwa manusia yang dilahirkan dalam bentuk gerak ritmis dan indah. Dengan demikian unsur yang paling utama dari sebuah tarian adalah gerak tubuh manusia. Pembelajaran tari untuk anak usia Taman Kanak-kanak, diharapkan dapat mengembangkan kreativitasnya sehingga kreativitas anak dapat berkembang dalam menciptakan suatu gerakan dari ide-ide dan gagasannya.
    Rangsangan yang dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan kreativitas gerak anak perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan usia anak Taman Kanak-kanak. Rangsangan yang tepat pada anak Taman Kanak-kanak harus memudahkan anak dalam menimbulkan respon gerak yang bisa berupa ungkapan dari ide-idenya, imajinasinya, pendapat dan fantasinya. Dari respon itu anak akan memiliki pengalaman, kreativitas untuk bergerak, serta peka terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu rangsangan yang dapat memotivasi anak untuk mau bergerak secara kreatif adalah rangsangan auditif atau rangsangan dengar. Pada umumnya anak lebih mudah merespon suara yang didengarnya. Rangsangan yang dapat didengar bisa berupa musik, suara alam, suara binatang, sehingga memotivasi anak untuk bergerak lebih aktif dan kreatif.
    Berdasarkan pengamatan di lapangan, khususnya pada anak kelompok B di TK X, sejauh ini penyelenggaraan pembelajaran di TK masih dapat ditemukan bahwa kreativitas gerak anak belum dapat berkembang dengan optimal khususnya dalam pembelajaran tari. Guru masih cenderung memberikan materi tari bentuk. Guru kurang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan idenya, guru kurang memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi dan mencoba gerak-gerak yang baru yang diciptakan oleh anak. Secara keseluruhan kegiatan menari di TK X masih kurang variatif, anak-anak hanya melakukan kegiatan menari dengan mencontoh gerakan yang diperagakan oleh guru tanpa adanya rangsangan awal terlebih dahulu sebagai penciptaan gerak dalam tari. Oleh karena itu diperlukan kegiatan menari yang lebih bervariatif.
    Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan pembelajaran tari yang menyenangkan, salah satunya adalah melalui pemberian rangsangan dalam pembelajaran. Rangsangan merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar secara aktif dan kreatif. Berbagai rangsangan yang dapat memotivasi anak untuk bergerak kreatif yaitu rangsangan auditif, rangsangan visual, rangsangan gagasan, rangsangan rabaan atau kinestetik (Smith dalam Narawati dan Masunah, 2003 : 47).
    Rangsangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rangsangan auditif. Pemilihan rangsangan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang diharapkan dalam penelitian yang dilakukan, tentunya dengan menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan pula.
    Seperti yang dikemukakan oleh Smith (Narawati dan Masunah, 2003 : 254) bahwa : Rangsangan auditif atau rangsangan dengar yaitu suatu rangsangan yang dapat membangkitkan semangat melalui pengamatan pendengaran. Rangsangan auditif atau rangsangan dengar meliputi berbagai bunyi suara atau bunyi-bunyian, seperti suara manusia, suara binatang, suara angin atau air, bunyi alat atau instrumen, kata-kata, puisi, musik dan sebagainya. Rangsangan tersebut dapat dijadikan bahan untuk memotivasi anak untuk mau bergerak dan perkembangan kreativitas gerak. Suasana, karakter dan gerak tari dapat muncul melalui rangsangan auditif tersebut.
    Penggunaan musik dan bunyi suara binatang sebagai rangsangan merupakan media yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui kreativitas gerak anak taman kanak-kanak dalam merespon musik yang didengarnya menjadi bentuk gerak. Adapun alasan mengapa peneliti memilih stimulus musik dalam kegiatan belajar tari, sebab musik dapat menstimulasi gerakan dan mengembangkan koordinasi fisik serta pengendaliannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sheppard (2007 : 121) bahwa :
    Musik membantu perkembangan mental, meningkatkan kemampuan koordinasi pada tingkat tinggi, mendatangkan banyak kemampuan sosial, memberikan kreativitas dan pemahaman diri, serta bahkan dapat bermanfaat bagi kesehatan. musik merupakan wadah yang baik untuk mengeksplorasi kreativitas alami karena secara alamiah menstimulasi rasa imajinasi dan keingintahuan anak.
    Melalui penelitian ini penulis mencoba menerapkan proses pembelajaran dengan menggunakan rangsangan auditif, yang diharapkan menjadi sumber inspirasi dan daya imajinasi anak dalam penciptaan gerak-gerak tari yang mereka kehendaki, selain dapat menumbuhkan kreativitas anak dalam mengikuti proses pembelajaran juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi gerak sesuai dengan apa yang mereka inginkan sesuai dengan stimulus yang diberikan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini memfokuskan kajian pada “MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF”.
    B. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka masalah umum dirumuskan sebagai berikut “Bagaimana meningkatkan kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari melalui rangsangan auditif ?”.
    Adapun secara lebih khusus rumusan masalah dituangkan dalam pernyataan, yaitu :
    1. Bagaimana kondisi objektif kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari pada anak kelompok B di TK X ?
    2. Bagaimana proses pembelajaran melalui rangsangan auditif dalam meningkatkan kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari pada anak kelompok B di TK X ?
    3. Bagaimana peningkatan kreativitas gerak anak setelah diberikan rangsangan auditif dalam kegiatan pembelajaran tari pada anak kelompok B di TK X ?
    C. Tujuan Penelitian
    Tujuan dilakukannya penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut :
    1. Tujuan umum
    Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk meningkatkan kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari melalui rangsangan auditif.
    2. Tujuan khusus
    a. Untuk mengetahui kondisi objektif kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari pada anak kelompok B di TK X
    b. Untuk mengetahui proses pembelajaran melalui rangsangan auditif dalam meningkatkan kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari pada anak kelompok B di TK X.
    c. Untuk mengetahui peningkatan kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari setelah diberikan rangsangan auditif pada anak kelompok B di TK X.
    D. Manfaat Penelitian
    Manfaat yang akan diperoleh dari penelitian ini adalah :
    1. Manfaat Teoritis
    Meningkatkan kreativitas gerak dalam kegiatan belajar tari pada anak usia dini melalui rangsangan auditif.
    2. Manfaat Praktis
    a. Bagi Peneliti
    Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kreativitas gerak anak dengan menggunakan rangsangan auditif.
    b. Bagi Guru
    Dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam kegiatan pembelajaran tari di TK X.
    c. Bagi Lembaga
    Diharapkan mampu bekerjasama dengan guru kelas untuk memperbaiki permasalahan dalam pengembangan seluruh aspek perkembangan anak.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang SKRIPSI PTK MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF

cari di kotak pencarian ini