SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN

  • kumpulan judul skripsi sejarah kebudayaan islam
  • PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR DI KECAMATAN KURANJI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (STUDI DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN KURANJI)
  • SKRIPSI TENTANG PELAYANAN KESEHATAN PASIEN PESERTA JAMKESMAS
  • SKRIPSI HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KE JADIAN PENYAKIT MALARIA DI DESA X
  • SKRIPSI ANALISIS PENGARUH EKSPOR SEKTOR INDUSTRI DAN PENANAMAN MODAL ASING SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
  • SKRIPSI PTK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA KONSEP PENGENALAN HARDWARE (MATA PELAJARAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) – (KELAS VII)
  • SKRIPSI IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI TAMAN KANAK-KANAK
  • SKRIPSI PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN. Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN

    SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN (BAHASA INDONESIA KELAS I)


    BAB I 
    PENDAHULUAN


    A. Latar Belakang
    Dalam perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat seperti sekarang ini terasa sekali bahwa kegiatan membaca boleh dikatakan tidak terlepas dari kehidupan manusia. Berbagai informasi sebagian besar disampaikan melalui media cetak, dan bahkan yang melalui lisan pun bisa dilengkapi dengan tulisan, atau sebaliknya. Di sisi lain keterbatasan waktu selalu dihadapi oleh manusia itu sendiri. Hal itu didasarkan pada adanya kenyataan arus informasi berjalan begitu cepat, kesibukan manusia sangat banyak, sehingga waktu yang tersedia untuk membaca sangat terbatas. Kegiatan membaca untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi tersebut mutlak diperlukan.
    Oleh karena itu, sebenarnya kini manusia dihadapkan pada problema bagaimana mengatasi keterbatasan waktu tersebut. Sehingga pada akhirnya dapat membaca dalam waktu yang relatif singkat, namun dapat memperoleh informasi yang maksimal. Dengan pernyataan lain, persoalannya adalah bagaimana melakukan kegiatan membaca secara efektif, sehingga tidak mengganggu aktivitas yang lain.
    Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui bacaan itu akan memungkinkan orang tersebut mampu mempertinggi daya pikirannya, mempertajam pandangannya, dan memperluas wawasannya. Dengan demikian maka kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh siapa saja yang ingin maju dan meningkatkan diri. Oleh karena itu, pembelajaran membaca di sekolah mempunyai peranan yang penting. Pembelajaran membaca memang benar-benar mempunyai peranan yang sangat penting. Sebab selain bermanfaat seperti yang telah disebutkan di atas, melalui pembelajaran membaca, guru dapat berbuat banyak dalam proses pengindonesiaan anak-anak Indonesia. Dalam pembelajaran membaca, guru dapat memilih wacana-wacana yang berkaitan dengan tokoh nasional, kepahlawanan, kenusantaraan, dan kepariwisataan. Selain itu melalui contoh pembelajaran membaca, guru dapat mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar, dan kreativitas anak didik.
    Pembelajaran membaca permulaan di kelas I SD merupakan pembelajaran membaca tahap awal. Kemampuan membaca yang diperoleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca berikutnya. Kemampuan membaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian dari guru, karena jika dasar itu tidak kuat maka akan berpengaruh pada tahap membaca lanjut, sebab siswa akan mengalami kesulitan untuk dapat memiliki kemampuan membaca yang mahir. Oleh sebab itu, bagaimanapun guru kelas I SD harus berusaha sungguh-sungguh agar ia dapat memberikan dasar kemampuan yang baik kepada anak didiknya. Hal itu akan terwujud jika melalui pelaksanaan yang baik. Sebelum mengajar guru harus ada perencanaan, baik mengenai materi, media, metode, dan yang lainnya.
    Membaca permulaan sebagai salah satu keterampilan berbahasa yang memungkinkan mampu menghasilkan siswa memiliki : (1) pengetahuan dasar yang dapat digunakan sebagai dasar mendengarkan bahasa Indonesia; (2) pengetahuan dasar untuk bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia; (3) pengetahuan dasar untuk membaca bahasa Indonesia; (4) pengetahuan dasar untuk menulis bahasa Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa membaca permulaan adalah hal yang sangat penting. Jelas bahwa membaca permulaan itu sangat penting dan mutlak ada dalam kurikulum sekolah dasar.
    Untuk meningkatkan prestasi belajar membaca permulaan siswa di kelas I SD, guru diharapkan mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam memilih serta menggunakan pendekatan pembelajaran secara tepat. Pendekatan pembelajaran bahasa lebih ditekankan pada pendekatan komunikatif, yaitu keterampilan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk berkomunikasi. Pendekatan komunikatif sepenuhnya dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas apabila siswa terlibat aktif. Siswa tidak saja dilibatkan sejak awal dalam tahap memilih tema dan menentukan topik sajian bahan pengajaran. Dengan demikian siswa dapat merasakan bahwa kegiatan belajar yang dilakukan menjadi milik dan tanggungjawabnya. Tingkat keaktifan siswa yang paling tinggi adalah kemandirian siswa dalam belajar, keingintahuan yang tinggi, kehausan mencari informasi baru, dan kelincahan dalam mencari pemecahan masalah.

    Membaca permulaan sebagai kemampuan dasar membaca siswa merupakan alat bagi siswa untuk mengetahui makna dari isi mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Makin cepat siswa dapat membaca makin besar peluang untuk memahami makna isi pelajaran di sekolah. Meskipun guru sudah bekerja keras mengajar membaca permulaan pada siswa, namun pada akhir tahun pelajaran masih juga terdapat siswa yang belum dapat membaca.

    Masalah yang terjadi di kelas 1 SD Negeri X ini adalah siswa sulit membaca ditahap permulaan. Penyebabnya adalah siswa kesulitam membedakan bentuk huruf dan sulit membaca huruf konsonan yang ada di belakang. Siswa sering terbalik membedakan antara huruf “n” dan huruf “m”, huruf “b” dan huruf “d”, dan seterusnya.
    Tahap awal sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan observasi di kelas 1. Hasil dari observasi sebelum diadakan penelitian adalah : keaktifan siswasedang, nilai yang dicapai siswa rendah, tingkat ketertarikan siswa terhadap pelajaran rendah, tingkat keantusiasan rendah, keaktifan membaca permulaan rendah, kemampuan membedakan huruf sedang, dan kemampuan membaca permulaan rendah.
    Untuk mengatasi masalah kesulitan membaca permulaan dalam belajar mengajar, sangat berhubungan dengan faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses pembelajaran. Faktor-faktor yang berpengaruh yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang diperoleh dari luar diri siswa. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa di antaranya adalah motivasi belajar. Faktor yang berasal dari luar diri siswa di antaranya adalah kelengkapan peralatan/media dalam pembelajaran.
    Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa (Miraso dalam Asep Herry Hernawan, 2008 : 11). Perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi, keterbatasan daya indra, hambatan jarak geografis dapat diatasi dengan pemanfaatan media pembelajaran.
    Berbagai cara yang dapat digunakan guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca permulaan yaitu menggunakan media gambar. Proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar, perhatian siswa akan terfokus dan tertarik pada mata pelajaran, dan juga akan memberikan pengalaman yang nyata. Sehingga dapat membantu para siswa untuk lebih mudah dan cepat dalam belajar membaca permulaan.
    Kemampuan membaca permulaan merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah permulaan tidak segera memiliki kemampuan membaca, maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang studi pada kelas-kelas selanjutnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan prestasi belajar membaca permulaan, (dalam hal ini mata pelajaran bahasa Indonesia) diperlukan suatu bantuan media. Menurut peneliti media yang paling tepat digunakan adalah media gambar. Media gambar merupakan media pandang dua dimensi yang dirancang secara khusus untuk mengkomunikasikan pesan pembelajaran (Udin S. Winataputra, 2006 : 5.3). Penggunaan media ini diharapkan dapat membantu siswa agar lebih mudah dan berhasil dalam belajar membaca permulaan di kelas I SD.
    Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian supaya memperoleh data yang akurat, yang berguna untuk memberikan solusi yang terbaik untuk mengatasi kesulitan belajar membaca permulaan siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Penggunaan Media Gambar untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Permulaan di Kelas I SD Negeri X”

    B. Identifikasi Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dapatlah diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut :
    1. Banyak guru sekolah dasar yang kurang tepat dalam menentukan strategi pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam membaca permulaan sehingga anak kurang tertarik.
    2. Kurang tepatnya pengguanaan metode dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sehingga tidak tercapai tujuan yang diharapkan.
    3. Kurang tepatnya pengguanaan media dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sehingga tujuan yang diharapkan tidak tercapai.
    4. Adanya siswa yang berkesulitan belajar membaca permulaan.

    C. Pembatasan Masalah
    Masalah yang diidentifikasi di atas tidak dapat diteliti secara keseluruhan. Penelitian ini hanya dibatasi pada masalah penggunaan media gambar untuk mengatasi kesulitan belajar membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri X.

    D. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat disusun suatu rumusan masalah sebagai berikut :
    Apakah penggunaan media gambar dapat mengatasi kesulitan belajar membaca permulaan di kelas I SD Negeri X ?

    E. Tujuan Penelitian
    Penelitian ini bertujuan untuk :
    Mengatasi kesulitan belajar membaca permulaan di kelas I SD Negeri X dengan menggunakan media gambar.

    F. Manfaat Penelitian
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia, khususnya membaca permulaan. Secara rinci manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :
    1. Manfaat Teoretis
    a. Penelitian ini disusun dengan harapan dapat menjadi acuan bagi penelitian yang akan datang yang terkait dengan penelitian ini.
    b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan masalah peningkatan prestasi bahasa Indonesia (membaca permulaan) dengan penggunaan alat peraga gambar.
    2. Manfaat Praktis
    a. Bagi siswa, yaitu :
    1) Dapat meminimalkan kesulitan belajar membaca, sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa
    2) Meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa, terutama dalam keterampilan membaca permulaan
    3) Meningkatka motivasi belajar membaca siswa
    b. Bagi guru yaitu :
    1) Dapat meningkatkan pengetahuan dan
    keterampilan menghadapi dan mengatasi siswa kelas I SD yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan, sehingga tercipta suatu proses pembelajaran yang kondusif untuk membantu perkembangan siswa yang optimal.
    2) Dapat mendorong guru dalam memberikan materi pelajaran dengan memperhatikan kemampuan para siswa sebelumnya.
    3) Dapat memberikan alternatif kepada guru dalam menggunakan media gambar sebagai sarana untuk mengatasi masalah kesulitan belajar membaca permulaan siswa, khususnya pelajaran bahasa Indonesia (Membaca Menulis Permulaan), bagi siswa berkesulitan belajar.
    4) Dapat memberikan wawasan bagi guru dalam menyiapkan media gambar yang sesuai dengan kebutuhan/materi pelajaran bahasa Indonesia.
    c. Bagi sekolah, yaitu :
    Hasil penelitian ini sebagai sumbangan yang bermanfaat dalam rangka perbaikan pembelajaran bahasa Indonesia.

    Other articles you might like;



    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULILTAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN