Studi Literatur


Studi literatur adalah salah satu kegiatan dalam riset S2 dan S3 yang memiliki fungsi penting. Tujuan studi literatur adalah untuk mendapatkan “peta” tentang domain penelitian yang akan dilaksanakan. Peta domain ini sebenarnya berwujud pengetahuan tentang riset-riset yang dilakukan oleh peneliti lain dalam area penelitian kita. Pengetahuan ini tidak hanya berupa pemahaman terhadap riset-riset tersebut, tetapi juga saling-kait yang terbentuk antar riset-riset tadi. Seperti diketahui, sebuah penelitian tidak muncul begitu saja, tetapi ia selalu mencoba menyelesaikan atau menjawab persoalan yang ditinggalkan penelitian sebelumnya. Keterkaitan inilah, yang jika dirangkai secara menyeluruh, menyusun graf yang membentuk “peta” domain penelitian kita.

Peta domain penelitian ini berguna dalam

    berbagai fase studi S2/S3. Pada fase awal, peta ini dapat mengarahkan mahasiswa untuk menentukan topik riset yang akan dipilih. Pengetahuan tentang domain yang kita pilih memungkinkan kita mengidentifikasi area-area mana saja yang belum pernah dieksplorasi orang lain, atau yang masih menyisakan problem-problem yang bisa kita teliti. Dalam studi S3 yang menekankan pada orisinalitas, kemampuan mengidentifikasi area penelitian (dan selanjutnya bisa dikembangkan menjadi topik penelitian) merupakan kunci penting. Jika anda masih berada dalam tahapan penentuan topik penelitian, jangan beranjak dari situ sebelum anda (dan pembimbing) merasa

secure dan mantap dengan topik yang dipilih.

Pada tahap penulisan proposal, peta domain penelitian juga bermanfaat untuk menjustifikasikan orisinalitas topik yang diusulkan. Dengan teknik compare-and-contrast, mahasiswa bisa menunjukkan posisi (positioning) risetnya relatif terhadap penelitian-penelitian lain. Intinya, anda harus bisa menunjukkan apa perbedaan penelitian anda dengan penelitian lain. Dengan cara menunjukkan perbedaan-perbedaan inilah pembaca proposal bisa diyakinkan tentang keaslian dan kebaruan topik anda.

Bagaimana melakukan studi literatur? Yang jelas kegiatan ini harus dilaksanakan secara terbimbing dan terencana. Mulailah dengan mendefinisikan bidang yang anda pilih. Bacalah artikel, buku, dan tulisan dalam bidang itu, dan cobalah pahami esensi tiap tulisan tersebut, dan coba mulailah mengaitkan ide atau konsep yang muncul. Memang pada saat-saat awal anda biasanya hanya akan menyentuh hal-hal yang sifatnya superfisial (ilmiah populer), tapi jangan khawatir. Lakukan stepwise drill-down. Mestinya dalam course ini anda menemukan hal-hal spesifik yg menarik, nah, lakukan eksplorasi secara lebih mendalam ke hal-hal spesifik tersebut. Masuklah ke level yang lebih detil. Bacalah artikel-artikel ilmiah, terutama seminar-seminar dan jurnal-jurnal internasional yang khusus membahas bidang tersebut. Jika sudah berada pada level yang spesifik, jangan membaca buku, apalagi text book. Ingatlah bahwa text book itu hanya berbicara pada level umum. Lakukan seperti yang telah saya tulis di atas: pahami substansi dari artikel-artikel tersebut, lalu coba tarik benang merah di antaranya.

Pada akhirnya, mungkin tanpa anda sadari, anda akan mengerti apa yang sedang dibicarakan para peneliti lain dalam bidang yg anda pilih tersebut. Pada saat ini, anda sudah “masuk” ke dalam dunia mereka. Selamat!

Tugas berikutnya adalah menemukan peluang bagi penelitian anda: area mana dalam dunia tersebut yang belum diteliti orang lain. Dalam tahap ini, seorang mahasiswa S3 harus menempuh perjalanannya sendirian. Ya…sendirian, bahkan pembimbingnyapun tidak bisa menemani dari dekat.

Studi literatur juga memerlukan information skills. Mencari artikel conference dan jurnal sering kali tidak mudah, apalagi jika perpustakaan universitas tidak melanggan jurnal-jurnal yang diperlukan. Tapi untungnya Internet menyediakan tools dan resources lain yang tidak kalah bermanfaat. Ada cukup banyak jurnal dan prosiding seminar yang bisa diakses secara cuma-cuma. Pun jika artikel yang diincar harus diakses dari situs berbayar, kita juga bisa mencari alternatif sumber lain yang gratis (misalkan, dari situs pribadi penulisnya). Yang penting adalah bagaimana bisa menemukan apa yang diperlukan. Ketrampilan menggunakan search engine, pengetahuan tentang sumber-sumber informasi, serta melacak artikel-artikel berikutnya yang harus dibaca adalah contoh-contohinformation skills yang perlu dikuasai mahasiswa.

Pada akhirnya, selain kemampuan intelektual untuk memahami tulisan-tulisan ilmiah, yang tidak kalah pentingnya dalam studi literatur adalah kesabaran, konsistensi, dan ketekunan. Sikap inilah yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa pascasarjana, khususnya S3.

Comments are closed.