TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI, jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI

  • TESIS KAPASITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SEKOLAH EFEKTIF
  • TESIS PENGARUH LAYANAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SMPN DI KABUPATEN X
  • TESIS PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MUTU MENGAJAR GURU
  • TESIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN WEB PORTAL IKLAN DAN INFORMASI namadomain.COM (PRODI : TEKNOLOGI INFORMASI)
  • TESIS MODEL PERTUMBUHAN POPULASI DAN KAITANNYA DENGAN EPIDEMI PENYAKIT TUBERKULOSIS (PRODI : MATEMATIKA)
  • TESIS PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN KEBIASAAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
  • Tesis Hubungan Kemampuan Manajerial Aparat Pemerintah Desa Dengan Pembangunan Desa (Studi Pada Desa-Desa Di Kecamatan X Kabupaten X Propinsi X)
  • TESIS PERAN ZAKAT DALAM OPTIMASI PORTOFOLIO INVESTASI ASET (STUDI KASUS PADA UNIT USAHA SYARIAH BANK X) (PRODI : EKONOMI KEUANGAN SYARIAH)
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI.

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI

    TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI)



    BAB 1
    PENDAHULUAN
     

    1.1. Latar Belakang Permasalahan
    Indonesia mempunyai keunggulan komparatif (comparative advantage) sebagai negara agraris dan maritim. Keunggulan tersebut merupakan fundamental perekonomian yang perlu didayagunakan melalui pembangunan ekonomi sehingga menjadi keunggulan bersaing (competitive advantage). Dengan begitu perekonomian yang dikembangkan di Indonesia memiliki landasan yang kokoh pada sumber daya domestik, memiliki kemampuan bersaing dan berdayaguna bagi seluruh masyarakat Indonesia.
    Selama ini, kegiatan ekonomi yang memanfaatkan keunggulan komparatif tersebut berkembang di Indonesia salah satunya dalam bentuk pembangunan pertanian yang merupakan sub sistem agribisnis. Pengalaman dimasa lalu membuktikan bahwa pembangunan pertanian saja yang tidak disertai dengan industri hulu pertanian, industri hilir pertanian serta jasa-jasa pendukung secara harmonis dan simultan, tidak mampu mendayagunakan keunggulan komparatif menjadi keunggulan bersaing di pasar. Meskipun Indonesia berhasil menjadi salah satu produsen terbesar pada beberapa komoditas pertanian dunia, tetapi Indonesia belum memiliki kemampuan bersaing di pasar internasional. Selain itu, nilai tambah yang kita raih dari pemanfaatan keunggulan komparatif tersebut masih relatif kecil, sehingga tingkat pendapatan masyarakat tetap rendah.
    Di masa lalu, dengan orientasi pada peningkatan produksi, maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usaha tani dimana hasil usaha tani menentukan perkembangan agribisnis hilir dan hulu. Hal ini memang sesuai pada masa itu, karena target sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin.
    Saat ini orientasi sektor pertanian telah bergeser kepada orientasi pasar. Dengan berlangsungnya preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan, maka motor sektor pertanian harus berubah dari usaha tani menjadi agroindustri. Dalam hal ini, untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing, agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usaha tani dan selanjutnya akan menentukan sub-sektor agribisnis hulu.
    Ada lima alasan utama kenapa agroindustri penting untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dimasa depan, yakni karena :
    a. Industri pengolahan mampu mentransformasikan keunggulan komparatif menjadi keunggulan bersaing, yang pada akhirnya akan memperkuat daya saing agribisnis.
    b. Produknya memiliki nilai tambah dan pangsa pasar yang besar sehingga kemajuan yang dicapai dapat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian nasional secara keseluruhan.
    c. Memiliki keterkaitan yang besar baik ke hulu maupun ke hilir (forward and backward linkages), sehingga mampu menarik kemajuan sektor-sektor lainnya.
    d. Memiliki basis bahan baku lokal (keunggulan komparatif) yang dapat diperbaharui sehingga terjamin keberlanjutannya.
    e. Memiliki kemampuan untuk mentransformasikan struktur ekonomi nasional dari pertanian ke industri dengan agroindustri sebagai motor penggeraknya.
    Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, maka pendekatan pembangunan ekonomi dalam rangka mendayagunakan keunggulan komparatif menjadi keunggulan bersaing perlu diubah dari pembangunan pertanian kepada pembangunan sistem agribisnis dimana pertanian, industri hulu pertanian, industri hilir pertanian serta sektor yang menyediakan jasa yang diperlukan, dikembangkan secara simultan dan harmonis.
    Saat ini pengembangan agribisnis memerlukan langkah nyata untuk merangsang investasi, meningkatkan nilai tambah dan mencari pasar-pasar baru di luar negeri. Keseriusan upaya merangsang pertumbuhan tinggi di sektor pertanian adalah suatu keharusan apabila ingin mengembangkan sistem agribisnis berkerakyatan lebih modern dan lebih responsif terhadap perubahan global.
    X merupakan salah satu provinsi yang banyak memiliki komoditi unggulan dan prospektif. Salah satu komoditi pertanian X yang memiliki potensi besar adalah minyak atsiri yang termasuk kedalam sub sektor agribisnis yang dihasilkan dari berbagai macam komoditi perkebunan. Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri ini adalah nilam (Pogostemon cablin Benth.).
    Minyak nilam merupakan salah satu dari beberapa jenis yang termasuk ke dalam kelompok minyak atsiri atau essential oils yang merupakan komoditi ekspor Indonesia. Minyak nilam hingga saat ini memberikan kontribusi terbesar dibandingkan jenis-jenis minyak atsiri lainnya. Hal ini dikarenakan tanaman nilam dapat tumbuh baik pada berbagai kondisi lahan yang terdapat di Indonesia. Hingga saat ini, terdapat beberapa sentra penghasil produk tanaman nilam diantaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan, Bengkulu dan Jawa.
    Minyak nilam merupakan salah satu komoditi ekspor yang dimiliki Indonesia yang cukup tinggi nilainya, namun demikian hal tersebut tidak bisa dirasakan manfaatnya secara signifikan di tingkat petani maupun penyuling, ditambah lagi dengan masalah tingkat permintaan dunia yang kian tak seimbang dengan pertumbuhan produksi nilam di Indonesia. Hal ini terjadi dikarenakan ditingkat petani dan penyuling belum menerapkan strategi pembudidayaan, pengolahan dan pemasaran yang dapat memberikan nilai tambah pada produk tersebut sehingga seringkali terjadi kelangkaan bahan baku ataupun over supply yang pada akhirnya membuat harga minyak nilam menjadi berfluktuasi dengan nilai yang cukup drastis yang membuat banyak para petani maupun pelaku usaha produk ini memilih untuk beralih kepada komoditi yang lain.
    Kendati pun demikian, minyak nilam tetap memiliki peluang ekspor yang cukup besar dan berharga bagi X sebagai salah satu sentra produksi nilam, karena hingga saat ini kedudukan minyak nilam yang berfungsi sebagai salah satu bahan baku yang digunakan pada industri kosmetik dan farmasi belum dapat tergantikan sepenuhnya oleh bahan lain yang sifatnya sintetik. Selain itu, tuntutan bagi perusahaan-perusahaan kosmetik dan farmasi untuk tetap menggunakan bahan alami sebagai harapan memberi kepuasan bagi konsumennya mempengaruhi semakin meningkatnya permintaan terhadap minyak nilam dan jenis-jenis minyak atsiri lainnya.
    Menurut laporan yang dirilis pada situs salah satu eksportir minyak nilam Indonesia di Lampung, hingga saat ini terdapat lebih dari 30 brand parfum kelas dunia yang menggunakan minyak nilam, baik sebagai bahan dominannya maupun sebagai campurannya. Hal ini menunjukkan bahwa prospek ekspor untuk minyak nilam masih terbuka luas bagi Indonesia sebagai penghasil minyak nilam terbesar di dunia. Saat ini Indonesia memberikan kontribusi 80% dari keseluruhan supply untuk kebutuhan minyak nilam dunia.
    Berangkat dari fakta tersebut, perlu dilakukan upaya pengembangan agroindustri minyak nilam dengan orientasi ekspor yang memberikan konsekuensi yang harus dipenuhi pada setiap proses-proses yang dilalui hingga dihasilkan produk akhir berupa minyak nilam yang dapat memenuhi standar internasional yang dapat memberikan nilai tambah yang dapat dirasakan manfaatnya oleh semua stakeholders yang terlibat pada rantai produksi komoditi ini.
    Belum diterapkannya strategi pembudidayaan, pengolahan dan pemasaran yang dapat memberikan nilai tambah pada komoditi minyak nilam ini perlu diketahui dan diatasi akar penyebabnya, agar peluang yang terdapat pada komoditi ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk dapat menambah devisa negara pada umumnya dan secara khusus dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia, yang dalam hal ini adalah petani-petani dan para pelaku usaha dibidang agroindustri minyak nilam ini.
    Selain itu, harapan agar Indonesia dapat lebih jauh bergerak dengan mengembangkan produk turunan dari minyak nilam sebagai produk yang memiliki nilai tambah yang lebih besar harus didukung oleh ketersediaan (availability) dan keberlanjutan (sustainability) bahan baku produksi berupa tanaman nilam yang melibatkan peran serta petani dan penyuling didalamnya. Tidak berhenti sampai disitu, hal penting yang perlu diperhatikan pada upaya pengembangan agroindustri ini adalah mengenai harga pada komoditi ini, yang selalu mengalami fluktuasi dengan nilai yang begitu tajam, baik di pasar internasional maupun pada tingkat nasional. Dengan fakta bahwa Indonesia merupakan penghasil minyak nilam terbesar di dunia, sudah seharusnya bagi para pelaku di bidang ini untuk dapat memiliki kekuatan tawar menawar (bargaining position) yang lebih baik. Selain itu, hal ini juga diperkuat dengan karakteristik pembentukan harga minyak nilam yang didalamnya terdapat faktor country of origin, yang didalam ini Indonesia merupakan penghasil utama komoditi ini.
    Fenomena terjadinya naik-turun harga komoditi minyak nilam memainkan peranan penting dalam perkembangan agroindustri komoditi ini. Banyak para pengusaha yang tidak dapat bertahan, akhirnya memberhentikan sementara atau bahkan menutup usahanya pada saat harga komoditi ini jatuh pada nilai terendah (< Rp. 150.000). Begitupun juga sebaliknya, pada saat harga komoditi ini berada pada nilai tertinggi (> Rp. 1.200.000), banyak pula bermunculan pemain-pemain baru pada bidang usaha ini, yang pada akhirnya hal ini juga menyebabkan terjadinya kembali penurunan harga komoditi ini. Hal ini merupakan tantangan bagi setiap pihak yang terlibat dalam agroindustri ini untuk dapat bertahan dalam ketidakpastian harga yang sewaktu-waktu bisa mengacam keberlangsungan usahanya. Hal ini seharusnya mendorong pihak pemerintah agar dapat memberikan perhatian yang lebih dengan melakukan tindakan-tindakan strategis yang seharusnya diambil untuk dapat mendukung berkembangnya agroindustri minyak nilam ini.

    1.2. Diagram Keterkaitan Masalah
    Diagram yang menggambarkan keterkaitan masalah dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

    ** diagram sengaja tidak ditampilkan **

    1.3. Rumusan Permasalahan
    Pada diagram keterkaitan masalah yang telah digambarkan di atas, terdapat dua kelompok faktor yang telah digambarkan, yakni faktor eksternal dan faktor internal, maka faktor-faktor yang dapat dipengaruhi atau dikondisikan secara langsung oleh pelaku usaha dalam rangka upaya pengembangan agroindustri minyak nilam tentu hanyalah faktor-faktor internal saja. Akan tetapi, faktor-faktor internal yang disebutkan pada diagram di atas masih bersifat terlalu umum, sehingga perlu disusun lagi menjadi faktor-faktor yang bersifat lebih spesifik yang ditentukan berdasarkan penelusuran pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
    Secara ringkas, masalah yang menjadi pertanyaan di dalam penelitian ini yaitu :
    1. Faktor-faktor internal apa saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga komoditi minyak nilam Indonesia?
    2. Faktor-faktor internal apa saja yang relatif memiliki muatan pengaruh lebih besar dibandingkan dengan faktor-faktor internal lainnya?

    1.4. Tujuan Penelitian
    Penelitian ini bertujuan untuk :
    1. Memperoleh faktor-faktor internal yang berpengaruh terhadap perubahan harga komoditas minyak nilam Indonesia.
    2. Menentukan faktor-faktor internal yang relatif memiliki muatan pengaruh lebih besar dibandingkan dengan faktor-faktor internal lainnya terhadap perubahan harga komoditas minyak nilam Indonesia.

    1.5. Manfaat Penelitian
    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung kepada semua pihak baik kalangan praktisi maupun akademik.
    Bagi kalangan praktisi, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan masukan dalam penentuan strategi pengembangan agroindustri minyak nilam di masa yang akan datang.
    Sedangkan bagi kalangan akademik, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk penelitian lebih lanjut pada faktor-faktor yang diteliti secara lebih spesifik, ataupun sebagai analogi untuk penelitian komoditas lain khususnya pada kelompok minyak atsiri.

    1.6. Ruang Lingkup Penelitian
    Penelitian ini akan dilakukan dengan pembatasan sebagai berikut :
    1. Penelitian hanya dilakukan pada faktor-faktor internal yang dianggap dapat dipengaruhi atau dikondisikan secara langsung oleh para pelaku usaha.
    2. Data yang akan dikumpulkan hanya terdiri dari sentra produksi minyak nilam yang berada di X, diantaranya yaitu : 1) Kab. Garut, 2) Kab. Tasikmalaya, 3) Kab. Sumedang, 4) Kab. Majalengka dan 5) Kab. Kuningan.

    1.7. Metodologi Penelitian
    Topik Penelitian : Pengembangan agroindustri minyak nilam di X.
    Metode yang digunakan pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan gambar diagram alir di bawah ini :

    ** gambar sengaja tidak ditampilkan **

    1.8. Sistematika Penulisan
    Bab satu pada tesis ini berisikan latar belakang permasalahan, diagram keterkaitan masalah, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
    Bab dua pada tesis ini berisikan landasan teori mengenai definisi, kegunaan, produksi, harga, negara penghasil, sistem pemasaran dari komoditas minyak atsiri, sejarah perkembangan minyak nilam di Indonesia, kondisi agroindustri minyak nilam X saat ini, dan teori mengenai Structural Equation Modeling.
    Bab tiga pada tesis ini berisikan kerangka berfikir terhadap permasalahan, langkah-langkah penelitian, pernyataan hipotesis, pengajuan model awal, pengumpulan dan pengolahan data, pengujian reliabilitas dan validitas setiap model pengukuran, pengujian kesesuaian model.
    Bab empat pada tesis ini berisikan analisis pembahasan, dengan membandingkan data hasil pengolahan dengan teori untuk dapat menjawab hipotesis dan model yang telah diajukan sebelumnya.
    Bab lima berisikan kesimpulan dari penelitian ini dan saran-saran untuk kemungkinan penelitian lanjutan yang memiliki topik-topik yang berkaitan dengan penelitian ini.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang TESIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA KOMODITAS MINYAK NILAM (PRODI : TEKNIK INDUSTRI

cari di kotak pencarian ini