TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA)


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA)

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA), jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA)

  • TESIS KAPASITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SEKOLAH EFEKTIF
  • TESIS PENGARUH LAYANAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SMPN DI KABUPATEN X
  • TESIS PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MUTU MENGAJAR GURU
  • TESIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN WEB PORTAL IKLAN DAN INFORMASI namadomain.COM (PRODI : TEKNOLOGI INFORMASI)
  • TESIS MODEL PERTUMBUHAN POPULASI DAN KAITANNYA DENGAN EPIDEMI PENYAKIT TUBERKULOSIS (PRODI : MATEMATIKA)
  • TESIS PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN KEBIASAAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
  • Tesis Hubungan Kemampuan Manajerial Aparat Pemerintah Desa Dengan Pembangunan Desa (Studi Pada Desa-Desa Di Kecamatan X Kabupaten X Propinsi X)
  • TESIS PERAN ZAKAT DALAM OPTIMASI PORTOFOLIO INVESTASI ASET (STUDI KASUS PADA UNIT USAHA SYARIAH BANK X) (PRODI : EKONOMI KEUANGAN SYARIAH)
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA)
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA). Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA)

    TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA)




    BAB I
    PENDAHULUAN



    A. Latar Belakang Masalah
    Saat ini kita akan memasuki milenium ketiga yang sudah di depan pintu. Era ini ditandai oleh berbagai perubahan yang cepat terjadi dan sering tidak diantisipasi sebelumnya. Era globalisasi menjadikan kita terekspos oleh berbagai kejadian dan tuntutan kondisi yang dipersyaratkan di masa yang akan datang. Secara arif perlu dilakukan refleksi terhadap cara kita melengkapi diri dalam memenuhi tuntutan tersebut. Berbagai perubahan tersebut dikomunikasikan melalui informasi dengan berbagai media seperti komputer, data base dan jaringan informasi canggih yang beraneka ragam. Semakin lama semakin canggih informasi yang harus disampaikan ke pamakainya. Apabila kita tidak ingin terpelanting dalam era global tersebut, maka perlengkapan manusia harus disertai upaya belajar. Sementara itu belajar merupakan kebutuhan hidup yang self generating yang mengupayakan dirinya sendiri, karena sejak lahir manusia memiliki dorongan melangsungkan hidup dan menuju tujuan tertentu.
    Hal tersebut tentu saja karena ikhtiar untuk melangsungkan hidup bersumber dari dirinya, selain juga karena sebagai makhluk sosial ia harus mempertahankan hidup. Demikian juga dorongan esensial dalam diri manusia, yaitu dorongan untuk tumbuh berkembang dan dorongan untuk mempertahankan diri menjelaskan alasan manusia itu belajar. Dengan belajar kualitas sumber daya manusia menjadi meningkat.
    Dalam upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) anak merupakan sasaran prioritas pembangunan. Oleh karena itu anak-anak harus dipersiapkan dengan baik untuk melanjutkan hidup mereka. Adapun persiapan itu dilakukan melalui pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan guru agar siswa dapat mencapai tujuan tertentu.
    Meningkatkan mutu pendidikan adalah menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama bagi guru SD, yang merupakan ujung tombak dalam pendidikan dasar. Guru SD adalah orang yang paling berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing di jaman perkembangan teknologi. Guru SD dalam setiap pembelajaran selalu menggunakan pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang dapat memudahkan siswa memahami materi yang diajarkannya.
    Menurut pengamatan penulis, dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas penggunaan model pembelajaran yang bervariatif masih sangat rendah dan guru cenderung menggunakan model konvesional pada setiap pembelajaran yang dilakukannya. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya penguasaan guru terhadap model-model pembelajaran yang ada. Padahal penguasaan terhadap model-model pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. Untuk menjadi guru yang profesional menurut Sardiman A.M. (2007: 132) tidak hanya dengan modal ijazah, tetapi harus ditambah dengan kemampuan-kemampuan teknis operasional serta persepsi-persepsi filosofis, terutama yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan berinteraksi dengan pihak yang lain.
    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diberlakukan di sekolah dasar bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan cerdas sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini hanya dapat tercapai apabila proses pembelajaran yang berlangsung mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa. Disamping itu kurikulum tingkat satuan pendidikan memberi kemudahan kepada guru dalam menyajikan pengalaman belajar, sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hidup yang mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar dengan melakukan (learning to do), belajar untuk hidup dalam kebersamaan (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be).
    Untuk itu guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, dimulai dengan rancangan pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak ditemui proses pembelajaran yang kurang berkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik, bahkan cenderung membosankan, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal.
    Rendahnya perolehan hasil belajar menunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kinerja belajar siswa dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Untuk mengetahui mengapa prestasi siswa tidak seperti yang diharapkan, tentu guru perlu merefleksi diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam pembelajaran. Sebagai guru yang baik dan profesional, permasalahan ini tentu perlu ditanggulangi dengan segera. Hal ini sesuai dengan pendapat Soetarno Joyoatmojo (2003: 22) bahwa kemampuan guru dalam memotivasi peserta didik untuk memperoleh sesuatu yang terbaik dari proses belajar yang dijalaninya merupakan hal yang sangat mendasar.
    Penelitian ini merupakan suatu proses belajar yang sistematik, artinya kegiatan ini memerlukan kemampuan dan ketrampilan. Orientasi penelitian ini adalah perbaikan pendidikan dengan melakukan perubahan-perubahan dalam mengajar, karena itu kesiapan guru untuk berubah merupakan syarat penting yang sedang dihadapi guru sehingga diperlukan sebuah metode pembelajaran yang efektif. Hal ini sesuai dengan pernyataan Maria Montessori (2008: 4) bahwa pendidikan harus dipahami sebagai upaya pertolongan untuk menyingkap kekuatan psikis alami siswa. Hal ini berarti bahwa kita tidak dapat menerapkan metode pembelajaran ortodoks yang bergantung pada ucapan. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang efektif sangat dibutuhkan. Dalam penelitian ini metode efektif yang dipilih adalah pendekatan pembelajaran tematik. Pendekatan pembelajaran tematik diyakini sebagai pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
    Pembelajaran tematik secara efektif akan membantu menciptakan kesempatan yang luas bagi siswa untuk melihat dan membangun konsep-konsep yang saling berkaitan. Dengan demikian pembelajaran tematik memberi kesempatan pada siswa untuk memahami masalah yang komplek dengan cara pandang yang utuh. Dengan pembelajaran tematik ini diharapkan siswa memiliki kemampuan mengidentifikasi, mengumpulkan, menilai, dan menggunakan informasi yang ada disekitarnya secara bermakna.
    Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsep-konsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Dengan kata lain, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang atau guru menjelaskan.
    Siswa yang berada di sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.
    Pendekatan pembelajaran tematik sudah dilakukan oleh beberapa sekolah, termasuk di SD X tetapi hasil yang dicapai belum optimal terutama pada mata pelajaran Matemetika. Hal ini yang menarik perhatian peneliti untuk mengadakan penelitian tindakan kelas tentang pendekatan pembelajaran tematik di sekolah terutama di SD X. Dengan menguasai konsep-konsep pembelajaran tematik di Sekolah Dasar, guru kelas bawah (kelas I, II, dan III) diharapkan akan mempunyai ketrampilan untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan lebih efektif.
    Dimulai dari kondisi tersebut diperlukan penelitian mengenai pendekatan pembelajaran tematik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa. Tinggi rendahnya kualitas pembelajaran merupakan hasil dari sebuah proses yaitu proses kegiatan belajar mengajar. Di samping itu, kualitas pembelajaran juga dipengaruhi oleh kondisi orang-orang yang terlibat dalam proses tersebut serta cara mereka bekerjasama. Kualitas perlu diperlakukan sebagai dimensi kriteria yang berfungsi sebagai tolak ukur dalam kegiatan pengembangan profesi baik yang berkaitan dengan usaha penyelenggaraan lembaga pendidikan maupun kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini diperlukan karena suatu bangsa akan mampu bersaing dalam percaturan internasional jika bangsa tersebut memiliki keunggulan (excellence) yang diakui oleh bangsa lain.
    Selanjutnya prestasi belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang berupa pengetahuan dan pengalaman baru yang diperoleh melalui proses interaktif dalam pembelajaran antara siswa dengan lingkungannya dan dapat diukur langsung dengan tes dan hasilnya dianalisis secara statistik.
    Berdasarkan uraian di atas, peneliti merumuskan penelitian ini dengan judul “Peneranan Pendekatan Pembelajaran Tematik Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Prestasi Belajar Siswa Kelas II SD X”.

    B. Identifikasi Masalah
    Bertitik tolak dari latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut:
    1. Meskipun pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sudah berlangsung mulai tahun 2006 namun ternyata masih banyak pendidik dan masyarakat yang kurang memahami tentang KTSP maupun implementasinya di sekolah, khususnya dalam pengembangan model pembelajaran yang efektif dalam suatu satuan pendidikan.
    2. Penerapan pendekatan tematik tidak hanya menyatukan beberapa indikator dalam satu tema, tetapi juga merancang semua aspek yang terlibat dalam proses pembelajaran di kelas.
    3. Dalam mata pelajaran Matematika siswa kelas IID SD X dituntut menguasai salah satu standar kompetensi yaitu menggunakan pengukuran waktu, panjang, dan berat dalam pemecahan masalah melalui pendekatan pembelajaran tematik yang memperhatikan semua aspek dari siswa dan dilakukan secara berkesinambungan dan berkala.
    4. Hasil tes kemampuan awal diperoleh data 8 siswa dari 24 siswa kelas IID SD X belum mencapai KKM.

    C. Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini difokuskan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
    1. Bagaimanakah penerapan pendekatan pembelajaran tematik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar?
    2. Bagaimanakah penerapan pendekatan pembelajaran tematik dapat meningkatkan prestasi belajar di Sekolah Dasar?

    D. Tujuan Penelitian
    Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran tematik di Kelas II SD X.
    Tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut:
    1. Untuk mengetahui pelaksanaan pendekatan pembelajaran tematik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar.
    2. Untuk mengetahui pelaksanaan pendekatan pembelajaran tematik dalam meningkatkan prestasi belajar di Sekolah Dasar.

    E. Manfaat Penelitian
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik dari segi teoritis maupun segi praktis. Adapun manfaat-manfaat tersebut adalah sebagai berikut:
    1. Manfaat Toeritis
    a. Membantu guru menghasilkan pengetahuan yang baru dan sahih serta relevan sebagai upaya untuk memperbaiki cara mengajar di Sekolah Dasar.
    b. Sebagai dasar untuk mengadakan penelitian lebih lanjut.
    2. Manfaat praktis
    a. Sebagai acuan dalam melaksanakan proses belajar mengajar di Sekolah Dasar.
    b. Sebagai masukan guna memperbaiki proses pembelajaran yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan daya serap akhir pembelajaran.
    c. Mengetahui sejauh mana keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar.
    d. Mengetahui kekurangan dalam pembelajaran di Sekolah Dasar sehingga dapat memperbaiki kekurangan tersebut dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajarannya.



    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA)