TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)


Admin jebidal.com pada kesempatan kali ini akan mencoba membahas tentang TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)

Silahkan langsung Copypaste saja, tetapi baiknya di teliti dulu barang kali ada yang salah ketik baik judul maupun isi postingan TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM), jika sudah yakin silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya, jika anda beruntung ada link downloadnya, jangan ragu dan bimbang lansung download saja, semoga blog ini memberi manfaat.

Alangkah baiknya Anda membaca dengan teliti, supaya apa apa yang ada di blog ini bisa bermanfaat, jika hasil dari postingan di blog ini kurang memuaskan, silahkan cari di kotak pencarian [Search Here] atau [Search], kalau tidak salah admin taro di bawah artikel postingan [untuk view handphone/ smartphone atau sejenisnya] dan bagian samping kanan [untuk view via destop/ PC/ Laptop dan sejenisnya], dan semoga hasil dari pencarian blog ini dapat mempermudah Anda dalam menjelajah isi blog jebidal.com ini. selamat berselancar.

Postingan Lainnya yang berhubungan dengan TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)

  • TESIS KAPASITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SEKOLAH EFEKTIF
  • TESIS PENGARUH LAYANAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SMPN DI KABUPATEN X
  • TESIS PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MUTU MENGAJAR GURU
  • TESIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN WEB PORTAL IKLAN DAN INFORMASI namadomain.COM (PRODI : TEKNOLOGI INFORMASI)
  • TESIS MODEL PERTUMBUHAN POPULASI DAN KAITANNYA DENGAN EPIDEMI PENYAKIT TUBERKULOSIS (PRODI : MATEMATIKA)
  • TESIS PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN KEBIASAAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
  • Tesis Hubungan Kemampuan Manajerial Aparat Pemerintah Desa Dengan Pembangunan Desa (Studi Pada Desa-Desa Di Kecamatan X Kabupaten X Propinsi X)
  • TESIS PERAN ZAKAT DALAM OPTIMASI PORTOFOLIO INVESTASI ASET (STUDI KASUS PADA UNIT USAHA SYARIAH BANK X) (PRODI : EKONOMI KEUANGAN SYARIAH)
  • semoga dengan mengunjungi jebidal.com, anda mendapatkan informasi menarik dan dapat bermanfaat bagi anda, dalam situs jebidal.com menitik beratkan pembahasan yang berkaitan dengan pendidikasn, seperti makalah, materi pelajaran, contoh soal ujian dengan jawabannya, contoh skripsi, contoh tesis, dan info menarik serta unik lainnya. Anda sedang membaca postingan yang berjudul TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
    Admin jebidal.com juga mempermudah pengunjung untuk mendapatkan manfaat dari blog jebidal.com, silahkan jelajahi setiap sudut dari blog ini, semoga menemukan yang Anda cari. Selamat menelusuri blog ini. Anda sedang membaca postingan yang berjudul TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM).

    Jika Anda ingin mendapatkan update dari blog jebidal.com, silahkan follow twitter @jebidal, ini link langsungnya @jebidal
    Jika Anda lebih suka mainan facebook jangan ragu untuk like fan page jebidal.com ini link langsungnya Jebidal.com on Facebook
    dan jika Anda lebih betah menggunakan akun Gplus Anda, jebidal.com juga punya silahkan follow saja, ini link langsungnya jebidal.com on Gplus

    Mari Kita simak lebih detailnya tentang TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)

    ciri-ciri pendidikan di madrasah

    TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)
     
     
    BAB I
    PENDAHULUAN



    A. Latar Belakang Masalah
    Sebagai salah satu rukun Islam, zakat telah dipelajari sepanjang sejarah Islam, baik dalam kitab-kitab kuning/klasik maupun dalam kitab-kitab yang baru dan lebih modern. Kitab-kitab klasik pada umumnya mempelajari zakat dalam bentuk pengertian (etimologis dan terminologis), dasar-dasar yang mewajibkanya, pihak-pihak yang memikul kewajiban, jenis-jenis harta yang wajib dizakati, syarat-syarat yang menyebabkan harta harus dikeluarkan zakatnya, dan golongan/siapa saja yang boleh dan berhak menerima zakat. Sementara dalam karya-karya modern, ulama mempunyai kecenderungan untuk melihat zakat sebagai salah satu bentuk solidaritas sosial melalui distribusi kekayaan untuk melakukan pemerataan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin, sehingga zakat yang ditunaikan tidak hanya sebatas diberikan secara langsung kepada golongan yang berhak/boleh menerima tetapi lebih jauh dari itu bahwa zakat harus dikelola secara profesional agar betul-betul dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pemberdayaan ekonomi terutama masyarakat miskin.
    Zakat adalah bagian harta benda yang dikeluarkan karena perintah Allah yang disebut bersama-sama dengan salat sebanyak 82 kali dalam al-Qur’an. Menurut Garaudy sebagaimana dikutip oleh A.R. Zainuddin, zakat bukanlah suatu karitas, bukan suatu kebaikan hati pihak/orang yang memberikannya, namun suatu bentuk keadilan internal yang terlembaga, yang diwajibkan, sehingga dengan rasa solidaritas yang bersumber dari keimanan itu orang dapat menaklukkan egoisme dan kerakusan dirinya. Boisard menyitir berbagai pendapat yang menyatakan bahwa zakat itu mensucikan manusia yang memberikannya, dengan kemampuan menundukkan egoisme atau mencapai kepuasan moral, karena ia telah berperan/ikut serta mendirikan sebuah masyarakat Islam yang lebih adil. Baginya zakat bukanlah suatu bukti belas kasihan, namun merupakan kewajiban orang kaya dan hak orang miskin. Zakat adalah penegasan kembali akan fenomena bahwa semua harta benda yang dimiliki oleh manusia pada hakekatnya adalah milik Tuhan, sedangkan manusia hanya memiliki hak guna saja. Karena itu zakat sesungguhnya adalah mengembalikan sebagian harta itu kepada pemiliknya yang sah (Tuhan), demi menghindarkan diri dari penderitaan yang akan ditimbulkan/diakibatkannya kelak di akhirat.
    Berbagai hal yang berkaitan dengan zakat di atas sangat penting untuk disampaikan dan dipahami oleh siswa agar siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman awal tentang kewajiban menunaikan zakat. Namun tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda, banyaknya jumlah siswa dalam satu kelas, ditambah lagi dengan rumitnya materi terutama yang terkait dengan zakat mal yang meliputi jenis-jenis harta yang harus dikeluarkan zakatnya, syarat-syarat wajib zakat, syarat-syarat yeng menyebabkan harta harus dikeluarkan zakatnya, persentase zakat yang harus dikeluarkan, waktu jatuh tempo dikenakannya pembayaran zakat, dan golongan/siapa saja yang boleh dan berhak menerima zakat, yang semua materi tersebut harus sudah dituntaskan hanya dalam 4 jam pelajaran, maka pembelajaran tentang fiqh zakat diselenggarakan secara tidak optimal. Oleh karena itu diperlukan alat bantu berupa media pembelajaran yang dirancang sendiri oleh guru sesuai dengan kurikulum, tingkat kebutuhan, dan kemampuan siswa untuk digunakan dalam pembelajaran agar suasana pembelajaran zakat terasa segar dan menarik, dapat meningkatkan hasil belajar (pengetahuan dan pemahaman) serta betul-betul melekat dalam diri siswa.

    B. Identifikasi dan Batasan Masalah
    Hal-hal yang melatarbelakangi terhambatnya penguasaan siswa tentang zakat sangatlah kompleks. Hal ini terjadi karena banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang dianggap dapat menjadi penghambat atau menjadi penyebab tidak optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran zakat. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:
    1. Materi yang harus dipahami oleh siswa sangat padat dan rumit
    2. Tingkat kemampuan dan keragaman kecerdasan siswa dalam satu kelas berbeda-beda
    3. Jumlah siswa dalam satu kelas terlalu banyak (45-55 siswa)
    4. Media pembelajaran yang digunakan tidak/kurang memadai
    5. Rendahnya kemampuan guru dalam pengelolaan kelas
    6. Kurangnya penguasaan guru terhadap metode-metode pembelajaran
    7. Performance guru rendah, sehingga siswa tidak memiliki interest untuk mengikuti pembelajaran di kelas
    8. Jumlah pertemuan dalam kelas tidak sebanding dengan banyaknya tuntutan dalam materi pembelajaran
    9. Suasana di sekitar kelas/lingkungan sekolah tidak/kurang mendukung.
    Banyaknya kemungkinan yang dapat diidentifikasi sebagai masalah tersebut tentu akan menjadikan kita mengalami kesulitan dan kerumitan untuk menentukan masalah mana yang mendapat prioritas utama untuk dipecahkan. Selain itu tindakan yang diambil, terutama oleh guru, dalam mengatasi satu masalah/lebih tidak begitu saja dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi. Namun demikian, guru harus tetap berupaya untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan yang dianggap sebagai masalah tersebut dengan memilih salah satu masalah yang akan dipecahkannya berdasarkan berbagai pertimbangan. Artinya, dalam memilih masalah yang akan dipecahkannya, guru harus dapat menghitung besar kecilnya manfaat yang akan diperoleh dalam pembelajaran, apakah tindakan yang dilakukannya juga akan membantu menekan hambatan-hambatan yang ada, atau apakah pilihannya cukup representatif dalam mengatasi masalah-masalah yang menghambat proses belajar siswa. Maka dalam hal ini perlu pembatasan masalah agar peneliti dapat lebih fokus dalam melakukan penelitiannya.
    Penelitian ini dibatasi hanya pada tidak/kurang memadainya alat bantu media yang digunakan oleh guru melalui eksperimen penggunaan media grafis yang dirancang sendiri oleh guru. Pembatasan ini dinilai tepat karena kesemua faktor yang ada memang sudah seperti itu adanya dan guru mengalami kesulitan untuk melakukan perubahan terhadapnya.

    C. Rumusan Masalah
    Untuk mempermudah melaksanakan prosedur penelitian terhadap tidak optimalnya pembelajaran fiqh zakat melalui sebuah eksperimen pengunaan media grafis dalam pembelajaran, maka diperlukan adanya rumusan-rumusan masalah yang dinyatakan sebagai berikut:
    1. Bagaimana respon anak didik terhadap penggunaan media grafis dalam pembelajaran fiqh zakat di MTs X?
    2. Faktor-faktor apakah yang menjadi pendukung dan penghambat penggunaan media grafis tersebut dalam pembelajaran?
    3. Apakah penggunaan media grafis dalam pembelajaran fiqh zakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa?

    D. Tujuan Penelitian
    Berdasarkan masalah-masalah yang telah dirumuskan di atas, maka dapat ditentukan tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam penelitian, yaitu:
    1. Mengetahui bagaimana penggunaan media grafis dalam pembelajaran fiqh zakat di MTs X.
    2. Mengetahui beberapa faktor yang mendukung dan menghambat penggunaan media grafis tersebut dalam pembelajaran.
    3. Mengetahui apakah penggunaan media grafis tersebut dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa.

    E. Kegunaan Penelitian
    Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang menjadi penghambat dalam pencapaian penguasaan siswa tentang zakat yang selama ini dihadapi oleh peneliti. Disamping itu penelitian ini juga bermanfaat untuk:
    a. Bagi Siswa dan bagi Proses Pembelajaran
    1. Meningkatkan kinerj a belaj ar siswa
    2. Memberikan motivasi kepada siswa agar dapat belajar secara mandiri
    3. Memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat belajar diluar jam tatap muka
    4. Meningkatkan hasil belajar siswa
    5. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas
    6. Meningkatkan kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan sumber belajar
    b. Bagi Guru
    1. Membantu guru untuk mengoptimalkan pembelajaran melalui penggunaan alat bantu berupa media grafis
    2. Memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada guru dalam mendesign pembelajaran di kelas
    3. Memberikan motivasi kepada guru agar dapat merancang sendiri alat bantu/media yang dibutuhkannya dalam pembelajaran
    4. Memberikan rangsangan (stimulus) kepada guru agar terus menerus berusaha meningkatkan kemampuan dirinya dalam menjalankan profesinya.
    5. Meningkatkan kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di kelas.

    F. Ruang Lingkup Penelitan
    Penelitian ini dilakukan dalam ruang lingkup tertentu yaitu:
    1. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII H pada Madrasah Tsanawiyah X.
    2. Penelitian dilaksanakan pada proses pembelajaran fiqh zakat dengan menggunakan media grafis.
    3. Media grafis yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran dalam penelitian ini adalah media gambar, diagram, bagan/chart, dan poster.

    G. Definisi Operasional
    Dalam penulisan tesis ini, ada beberapa istilah yang perlu didefinisikan dengan jelas agar diperoleh pemahaman yang baik terkait dengan maksud yang terkandung dalam judul penelitian, yaitu:
    1. Media
    Media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely, sebagaimana dikemukakan Arsyad, mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
    2. Media Grafis
    Webster mendefinisikan graphics sebagai seni atau ilmu menggambar, terutama penggambaran mekanik. Dalam pengertian media visual, istilah graphics atau graphic materials mempunyai arti yang lebih luas, bukan sekedar menggambar. Dalam bahasa Yunani, graphikos mengandung pengertian melukiskan atau menggambarkan garis-garis. Sebagai kata sifat, graphics diartikan sebagai penjelasan yang hidup, uraian yang kuat, atau penyajian yang efektif. Definisi tersebut kemudian dipadukan dengan pengertian praktis, maka grafis sebagai media, dapat mengkomunikasikan fakta-fakta dan gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara pengungkapan kata-kata dan gambar. Pengungkapan itu bisa berbentuk diagram, sket atau grafik. Kata-kata dan angka-angka dipergunakan sebagai judul dan penjelasan kepada grafik, diagram, bagan/chart, poster, kartun, dan komik. Sedangkan sket, gambar, dan lambang dipergunakan dalam media grafis untuk mengartikan fakta, pengertian, dan gagasan yang pada hakikatnya menjadi penyampai presentasi grafis. Jadi grafis meliputi berbagai bentuk visual terutama gambar.
    Media grafis termasuk media visual. Saluran yang dipakai menyangkut penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Selain berfungsi secara umum sebagai penyalur pesan dari sumber kepada penerima pesan, media grafis secara khusus berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
    3. Pembelajaran
    Pembelajaran berasal dari kata belajar yang artinya berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu pengetahuan, berlatih, atau berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Sedangkan pembelajaran adalah proses, cara, atau perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.
    Berkaitan dengan pengertian belajar tersebut, Walker seperti dikutip oleh Alex Sobur merumuskan dengan singkat bahwa belajar adalah perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman. Definisi yang sederhana ini tampaknya mencakup segala sesuatu yang diinginkan dalam belajar. Kata “perubahan perbuatan” berbeda dengan “perbaikan perbuatan” yang lebih banyak digunakan, karena dalam belajar seseorang dapat memperoleh kebiasaan-kebiasaan yang baik maupun kebiasaan-kebiasaan yang buruk. C.T. Morgan mendefinisikan belajar sebagai suatu perbuatan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat atau hasil dari pengalaman yang lalu.
    Pengertian belajar memang selalu berkaiatan dengan perubahan, baik yang meliputi keseluruhan tingkah laku atau yang meliputi sebagian aspek dari kepribadian individu. Belajar dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan dalam keadaan bagaimana saja.
    Namun secara khusus dalam pembahasan kali ini, belajar yang dalam prosesnya disebut dengan pembelajaran ini dimaksudkan sebagai proses memperoleh kepandaian atau ilmu pengetahuan, berlatih, atau berubahnya tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman yang berlangsung dalam kelas yang bahan pembelajarannya sudah ditentukan dalam kurikulum.
    4. Zakat
    Zakat adalah bagian harta benda yang dikeluarkan dari harta kita karena perintah Allah. Ia merupakan hak orang lain yang penunaian kewajibannya dapat mensucikan diri/jiwa dan harta benda umat Islam sebagaimana firman Allah:
    “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. “10
    Membayar zakat tidak akan membuat harta kita berkurang, namun sebaliknya bahwa penunaiannya akan membawa berkah dalam harta yang kita miliki dan kehidupan yang kita jalani. Hal ini sesuai dengan pengertian etimogisnya bahwa zakat berarti berkah, tumbuh, bersih, baik, dan bertambah.11 Zakat terdiri dari dua jenis, zakat fitrah dan zakat mal.

    H. Studi Penelitian Terdahulu
    Penelitian ini sengaja dilakukan untuk dapat melihat apakah penggunaan media grafis dapat mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga berdampak pada peningkatan penguasaan (pengetahuan dan pemahaman) siswa tentang fiqh zakat. Dalam penelitian-penelitian terdahulu, peneliti belum pernah menjumpai penelitian yang secara khusus dilakukan terhadap pembelajaran fiqh zakat dengan alat bantu media grafis. Penelitian-penelitian terkait dengan pengunanaan media yang ditemukan peneliti adalah Peran Media Televisi Edukasi Dalam Proses Pembelajaran. Sedangkan penelitian tentang penggunaan media grafis dalam Pembelajaran Agama Islam (PAI) yang ditemukan adalah Pengaruh Media Grafis terhadap Keberhasilan Proses Belajar Mengajar PAI di SDN Kebomlati Plumpang Tuban, Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Gambar terhadap Pemahaman Siswa Kelas III F pada Mata Pelajaran PAI di SD Muhammmadiyah Pucang Surabaya, dan Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Gambar terhadap Minat Belajar Siswa Kelas III pada Mata Pelajaran PAI di SDN Kapasari X/301 Surabaya. Namun penelitian-penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif, bukan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Sedangkan Penelitian Tindakan Kelas yang sudah dilakukan kebanyakan adalah tentang penerapan metode pembelajaran seperti Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Arab melalui Pembelajaran Koperatif Model Jigsaw. Oleh karena itu peneliti meyakini bahwa Penelitian Tindakan Kelas tentang Penggunaan Media Grafis dalam Pembelajaran Fiqh Zakat ini belum pernah dilakukan oleh peneliti lain.

    I. Sistematika Pembahasan
    Penelitian ini akan dilakukan dengan sistematika pembahasan sebagai berikut:
    Bab I merupakan Pendahuluan yang membahas tentang Latar Belakang Masalah, Identifikasi dan Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Kegunaan penelitian, Ruang Lingkup Penelitian, Definisis Operasional, Studi Penelitian Terdahulu, dan Sistematika Pembahasan.
    Bab II berisi tentang Kajian Pustaka. Bab ini terdiri dari Media Pendidikan, Ciri-ciri Media Pendidikan, Pembelajaran Sebagai Proses Komunikasi, Kegunaan Media Pendidikan dalam Pembelajaran, Karakteristik Media Grafis, Landasan Teoritis Penggunaan Media Grafis, Pengembangan Media, dan Pemanfaatan Program Madia.
    Bab III membahas tentang Metodologi Penelitian yang terdiri Jenis Penelitian, Setting Penelitian, Sasaran Penelitian, Instrumen Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Rencana Tindakan, Data dan Teknik Penggaliannya, Analisis Data, dan Keabsahan Data.
    Sementara itu Bab IV menjelaskan Paparan Data yang berisi tentang Data Pra Tindakan, Data Ketika Dilakukan Tindakan, Interaksi Subyek Ketika Dilakukan Tindakan, dan Hasil Evaluasi.
    Sedangkan Bab V merupakan Pembahasan yang menjelaskan Aktivitas Subyek dalam Pembelajaran dan Bentuk Tugas, Interaksi Subyek, dan Prestasi Belajar. Pada bab terakhir yaitu Bab VI penulisan tesis yang diisi Penutup. Bab ini memberikan Kesimpulan dan Saran terhadap penelitian yang dilakukan.

    Other articles you might like;

    Postingan Lainnya;


Terimakasih sudah membaca postingan yang berjudul
Semoga isi dari postingan blog ini bisa bermanfaat, sekali lagi admin jebidal.com ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda. Jangan sungkan dan jangan ragu untuk membagikan isi dari blog ini. Silahkan Share Postingan yang membahas tentang TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)

cari di kotak pencarian ini